Assalamualaikum
Wr Wb
Bismillahirrohmaaniirrohiim
“Dan
tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali
atau dua kali setiap tahun,
kemudian mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pengajaran?”.
QS.At-Taubah [9] : 126. yang artinya :
"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran
atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap
orang-orang yang hendak memecah belah kami".
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum
kami jika kami lupa atau kami tersalah”.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada
kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang
sebelum kami”.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada
kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami;
dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum
yang akan melakukan kedholiman terhadap kami".
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada
kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya
Engkau-lah Maha Pemberi karunia".
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya
diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat
kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi dan
janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang dhalim,
“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang
telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul Mu Muhammad saw, karena itu
catatlah
kami dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi
tentang
kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad saw serta keesaan Mu Ya Allah".
"Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa
kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan
tetapkanlah pendirian kami, hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan
wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti dan dalam keadaan berserah
diri kepada-Mu Ya Allah".
"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami
amalan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui".
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan
di dunia", dan kebahagian yang menyenangkan di akhirat”.
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah
beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa
neraka,"
"Ampunilah
kami ya Tuhan kami dan kepada
Engkaulah tempat kembali".
Dengan
banyaknya musibah, yang kita lihat, kita alami, kita dengar dan kita rasakan,
selama ini, membuat dan menarik saya untuk mengetahui jawaban dan arti dibalik
musibah selama ini, baik ujian sakit, atau musibah lain, yang selama ini kita
alami, baik dalam keluarga, saudara dan kita semua, saya mencari jawabannya
dengan membuka Al-Qur’an serta membaca dan sekaligus membaca tarjamahnya,
terbaca salah satu ayat yang tertera dengan jelas dalam QS. At-Taubah [9] : 126.
yang artinya :
“Dan
tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali
atau dua kali setiap tahun,
kemudian mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pengajaran?”.
Subhannalloh
sejenak terbayang dengan yang dialami oleh keluarga saya, saudara saya, dan
keluarga atau saudara kita semua pada saat sekarang ini, ternyata Allah SWT,
sangat sayang terhadap hambanya, agar kita semua sadar dan kembali serta tidak
mensekutukan Allah swt dengan apapun, sebagaimana yang telah Allah swt nyatakan
dalam QS. Al-Ikhlas [112] : 1 - 4 yang artinya :
“Katakanlah
: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya
segala sesuatu, Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada
seorang pun yang setara dengan Dia".
Musibah demi
musibah yang kita alami, kita lihat dan kita rasakan bersama inipun ternyata ada
kaitannya dengan prilaku dan perbuatan dalam kehidupan kita sehari hari, sesuai
firman Allah dalam QS. Al-Imran [3] : 179. yang artinya :
“Allah
sekali - kali tidak akan membiarkan orang - orang yang beriman dalam keadaan
kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik
(mukmin)”.
Selama ini baik
kita sadari atau tidak kita sadari, bahwa kita sering menipu Allah, kita sering
membangunkan, mengingatkan, dan mengajak untuk shalat, sementara kita sendiri
melakukan dengan malas malasan, jangan dikira bahwa prilaku kita ini akan
dibiarkan
oleh Allah sesuai firman Allah swt dalam QS. An-Nisa’ [4] : 142 yang artinya.
“Sesungguhnya
orang-orang munafik itu menipu
Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk
shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di
hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”.
QS. At-Taubah
[9] : 107. yang artinya “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada
orang-orang yang
mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang mukmin),
untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta
menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak
dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah:
"Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi
bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya)”.
Khususnya
untuk diri saya pribadi, wahai saudaraku untuk meredam murka Allah kepada kita
semua,
mari kita melaksanakan perintah Allah dengan sebenar - benarnya, dengan
sepenuh hati, dan sesuai dengan
tuntunan, serta mari kita hindari perkataan dan perbuatan, serta prilaku yang
tidak berguna, apa lagi sampai mencelakaan baik orang lain maupun diri kita
sendiri, apapun yang kita lakukan sesungguhnya tidak terlepas dari Allah swt,
sesuai firman Allah dalam QS. Al-Ankabut [29] ayat 11 yang artinya :
“Dan
sesungguhnya Allah benar - benar mengetahui orang - orang yang beriman , dan
sesungguhnya Dia mengetahui orang - orang yang munafik”.
Wahai saudaraku,
mari kita sadari bahwa sesungguhnya apa apa yang kita lakukan yang telah
merugikan orang lain, mencelakakan orang lain, tidak lain hanya merugikan diri
kita sendiri, sesuai firman Allah yang tertuang dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 9.
yang artinya :
“Mereka
hendak menipu Allah dan
orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang
mereka tidak sadar”.
Kita tidak
perlu mencari siapa yang salah serta menyalahkan baik diri sendiri maupun orang
lain lebih baik kita dan mari kita hijrah, kita tinggalkan perbuatan serta
prilaku baik yang dapat merugikan diri kita, keluarga, saudara, dan siapapun
yang berada di sekeliling kita, dan mari kita saling mengingatkan, menjalani
dan melakukan untuk meningkatkan Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Semoga kita
sadar serta menyadari akan perbuatan dan prilaku kita masing masing selama ini,
baik langsung maupun tidak kita telah menipu diri kita sendiri, dengan akhir
tujuan, semoga kita semua selamat dunia sampai akhirat serta kita semua masuk
dan dimasukan dalam golongan hambanya yang diridhoi, Aamiin Yarobbal Alamiin
Terimakasih
dan mohon maaf
Wassalamualaikum
Wr Wb
Mujiarto Karuk
.
[Non-text portions of this message have been removed]