Assalamualaikum.wr.wb...
Terampil Memainkan Hidup
Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar
Hidup
adalah Keterampilan, Ia akan memiliki makna apabila kita terampil
untuk memainkannya. Seseorang akan bisa menikmati perjalanan, apabila ia
terampil mengendarai
kendaraannya. Begitu pula, seseorang akan berbicara dengan baik apabila ia
terampil memilih kata dan nada bicara yang tepat. Untuk terampil kita
membutuhkan dua hal, yaitu ilmu dan latihan. Siapa saja yang tidak mencintai
dua hal ini, maka ia celaka dan mencelakakan orang lain.
Masalah terbesar
yang kita alami sekarang adalah tidak menguasai keterampilan untuk hidup.
Terkadang, untuk menentukan tujuan hidup
pun kita masih kesulitan. Ketika punya tujuan, seringkali tujuan itu salah,
ingin kaya, ingin terkenal, ingin memiliki jabatan tinggi, dan lainnya. Semua
itu hanyalah tujuan yang sangat rendah nilainya. Karenanya, banyak diantara
kita menghalalkan segala cara untuk meraihnya, walaupun harus melanggar
nilai-nilai
moral dan spiritual. Ia menggadaikan harga dirinya, karena cita-cita yang
diinginkan rendah nilainya.
Jangankan
untuk membangun bangsa, keterampilan untuk membangun cita-cita pun sangat sulit
kita lakukan: apa yang hendak kita kerjakan hari ini dan besok lusa? Apa yang
ingin kita capai satu atau dua tahun kedepan? Semua itu merupakan pertanyaan
yang sama sekali tidak bisa kita jawab. Nyaris, kita berbuat tanpa tujuan yang
pasti. Padahal, keluarnya kita dari rumah akan memakan waktu. Sedangkan waktu
adalah kekayaan terbesar yang dimiliki manusia.
Lalu apa
yang harus kita lakukan agar hidup kita lebih terarah dan bermakna? Hal
pertama, rumuskan tujuan dan cita-cita hidup. Kita tidak mungkin sukses dalam
hidup apabila tidak punya arah yang hendak dituju. Orang yang tahu bahwa kereta
akan berangkat jam delapan, pasti akan bersungguh mempersiapkan diri agar tidak
ketinggalan kereta. Hanya orang memiliki tujuan jelaslah yang akan memanfaatkan
waktunya untuk kemajuan, sehingga setiap detiknya akan terasa efektif dan
membawa kebaikan.
Keterampilan
menentukan tujuan adalah langkah awal bagi orang yang akan sukses dalam
hidupnya. Mulai sekarang, buat rencana kedepan. Ingin apa saya dalam hidup?
Ingin kaya, ingin berpenghasilan tinggi supaya bisa menyantuni orang lain,
supaya bisa menolong orang yang membutuhkan? Buat target, berapa uang yang
harus kita keluarkan dalam sebulan untuk beshadaqah. Kita sering tidak menyesal
ketika tidak bershadaqah, tidak tahajud, tidak belajar, dan lainnya, karena
kita tidak punya target untuk mencapainya.
Kedua
keterampilan menyusun rencana. Nyaris, kita tidak memiliki rencana dalam hidup.
Segala sesuatu ingin kita lakukan. Nonton Televisi, baca Koran, ngobrol,
bepergian, dan lainya sering tidak memakai perencanaan. Bayangkan, waktu yang
sangat berharga lobs begitu saja. Karena kita tidak punya target dan
perencanaan.
Maka benar pepatah yangmengatakan. Gagal merencanakan, sama dengan merencanakan
kegagalan.
Kita sering
tidak punya perencanaan harian, mingguan, atau bulanan, apalagi tahunan. Oleh
karena itu, kita jangan bersembunyi dibalik kata tawakal. Tawakal itu masalah
hati, Akal dan fisik kita punya urusan lain. Tawakal akan bermakna apabila kita
berusaha semaksimal mungkin untuk memeras pikiran dan mendayagunakan fisik.
Jangankan
untuk mengarungi hidup yang demikian kompleks, untuk memasak telur dadar saja,
kita membutukhkan proses dan tahapan yang harus benar urutannya. Bagaimana anak
kita akan mampu berbuat banyak dalam hidupnya, bila kita orangtuanya tidak
membantu mereka untuk menentukan jalan yang tepat dalam hidup.
Setiap
aktifitas hidup harus didasarkan pada perencanan yang baik agar hasil yang
didapat bisa baik pula. Sebagai contoh dalam hal keuangan, belilah barang yang
benar-benar kita butuhkan dan akan membawa kebaikan dunia dan akhirat. Berusaha
semaksimal mungkin dalam merencanakan dan bekerja, perkara hasil itu ada dalam
genggaman Allah. Faidza azamta fatawakal
alallah.
Ketiga,
terampil untuk konsisten dan istiqomah. Kita menjadi lemah, salah satu sebabnya
karena kita mudah sekali terpengaruh dan tidak memliki keteguhan memegang
prinsip. Semua ini berawal dari tidak adanya program yang jelas dalam hidup.
Hidup ini akan enak untuk dijalani apabila kita memiliki konsistensi.
Satu hal
yang menyebabkan orang tidak konsisten
adalah mudah tersinggung dan mudah sakit hati, semua ini akan memakan energi
dan waktu. Setiap ucapan, hinaan, dan cacian harusnya membuat kita lebih dewasa
dan bersemangat untuk secara konsisten membuat bukti, hingga mereka menyaksikan
bahwa yang dituduhkannya tidak benar. Tidak ada yang bisa memungkiri adanya
bukti. Kita harus hemat dari sakit hati, dari dongkol, dari ketersinggungan,
dan bekerja keraslah untuk memberikan bukti. Apapun yang dituduhkan orang lain
kepada kita, seharusnya membuat energi kita semakin bertambah agar bisa
menghasilkan karya yang monumental.
Tampaknya
kita harus mulai terampil untuk memperjelas tujuan dalam hidup dan memperjleas
seperti apakah ridha Allah tersebut. Ridha Allah itu harus kita jabarkan dalam
pekerjaan yang kongkrit, Ridha Allah itu ada dalam menolong orang tua,
membangun umat, menyebarkan ilmu yang berguna, sehingga hilang kebodohan
dikalangan umat. Terus buat teknik-teknik terbaik, bagaimana menolong tetangga
yang efektif, bagaimana cara yang terbaik untuk memajukan umat, dan lainnya.
Banyak hal
yang harus kita lakukan dalam hidup ini. Karenanya, kita harus semaksimal
mungkin untuk dapat mengendalikan hidup ini. Terampil bercita-cita, terampil
menyusun rencana, terampil untuk tetap konsisten dan tidak terpengaruh oleh
hal-hal kecil adalah kunci kesuksesan kita dalam memanfaatkan waktu yang
tersedia, kita harus menjadi orang yang mampu berpikir besar, dan berkarya
besar.
Wallhu a’lam.
Catatan :
Kita Raih rizki yang sudah Allah gantungkan untuk kita
yuk…!!! Dan mohon saran dan komentar untuk kelurusan usaha ini…
-http://www.duta4future.net/asepfirman
-http://www.galesus.com/index.php?id=dbs2159923
Wassalamualaikum.wr.wb....
[Non-text portions of this message have been removed]