Sony Sugema tentang Ekonomi Syariah: “Kita Jangan Mau Dibohongi!”

Selasa, 11/08/2009 14:49 WIB

Dalam konfrensi pers tentang akan dilaksanakannya Seminar Internasional
Ekonomi Syariah di Jakarta Kamis pekan ini, Sony Sugema, seorang pemerhati
ekonomi syariah mengatakan bahwa umat Islam di Indonesia harus melek dengan
ekonomi syariah. Khususnya, soal manipulasi uang kertas yang terus membuat
rakyat Indonesia menjadi miskin.



 “Umat Islam harus kembali kepada ekonomi syariah dalam bermuamalah
sehari-hari!” ujarnya. Menurut Sony, alat tukar uang kertas selalu
memberikan nilai inflasi senilai 10 persen tiap tahun. Dan kalau pun
seseorang mendepositokan uangnya dalam satu tahun, ia hanya dapat bunga
sebesar 6 persen. Jadi, masih menurut Sony, ada tekor sebesar 4 persen.
Belum lagi dosa riba yang tergolong dosa besar menurut ajaran Islam.



 Uang kertas yang dimaksud Sony adalah tanpa kecuali. Bisa rupiah, dolar
Amerika, dan lain-lain. Ia memberikan ilustrasi betapa umat Islam telah rugi
besar dengan menyimpan uang kertas. “Jika dilihat tahun 97, ongkos naik haji
sebesar 7 juta lima ratus ribu atau senilai 3.300 dolar Amerika, atau
senilai 310 dinar. Tapi sekarang, ONH sama dengan 300 dolar dan hanya 100
dinar,” papar Sony.



 Lebih lanjut ia mengilustrasikan, sejak di masa Rasulullah, harga kambing
senilai satu dinar. Dan sekarang, setelah 14 abad lebih, harga kambing tetap
senilai satu dinar.



 “Karena itu, saatnya umat Islam kembali ke dinar seperti yang dicontohkan
Rasulullah saw. dan para sahabat,” ajak Sony yang juga pengurus gerai dinar
di Jakarta.



 Selain Sony, ketua panitia pelaksana Seminar Internasional Ekonomi Syariah,
Agus Priono menjelaskan soal latar belakang diadakannya seminar ini.
Menurutnya, “Kita ingin mengajak umat Islam yang merupakan mayoritas di
negeri ini untuk bisa mengantisipasi krisis keuangan global dengan kembali
ke ekonomi syariah. Di antaranya dengan menyimpan uang dengan dinar atau
dirham.”



 Rencananya, seminar ini akan diadakan di Wisma Antara dengan salah seorang
pembicaranya seorang pakar ekonomi syariah dari Yaman, Prof. Dr. Hasan
Tsabit.



 Sayangnya, dukungan pemerintah dalam penyadaran umat untuk kembali ke
ekonomi syariah masih sangat lemah. Padahal, di situlah kunci solusi krisis
ekonomi saat ini. Bahkan, menurut Sony Sugema, ada salah satu butir
undang-undang IMF yang melarang semua negara anggotanya untuk menjadikan
dinar dan dirham sebagai alat tukar. Mnh



 foto: pikiran rakyat.com

http://eramuslim.com/berita/nasional/sony-sugema-tentang-ekonomi-syariah-kita-jangan-mau-dibohongi.htm
11.08.2009. 17:11

NB: Kebanyakan manusia juga masih belum bisa membedakan antara Ulil Amri
dengan Thaghut, bahkan bisa jadi pemahamannya terbolak-balik.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]

Bagi yang ingin membantu dakwah milis Syiar Islam dan situs Media Islam bisa 
transfer ke: Rekening BCA Wisma GKBI 0061947069 a/n A Nizami

Nama (jika tak ingin disebut tulis Hamba Allah) dan besar sumbangan bisa 
dikonfirmasikan melalui email ke: [email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke