Assalamu'alaikum wr wb,

Melihat bangsa Indonesia dan Malaysia yang saat ini bersitegang bahkan siap 
perang karena rebutan lagu “Rasa Sayange” dan “Tari Pendet”, saya trenyuh juga. 
Apalagi banyak orang yang saya lihat Muslim yang cukup taat, kok bisa-bisanya 
jadi benci Malaysia karena itu?

Saya lihat lagu “Rasa Sayang” itu adalah nyanyian anak muda di Ambon yang 
dinyanyikan ketika pesta dengan lirik: “rasa sayange, rasa sayang sayange, 
lihat nona dari jauh rasa sayang sayange..” ada pula lirik lainnya “boleh kita 
menumpang mandi.” Kemudian “Tari Pendet”, dari Wikipedia disebut merupakan tari 
penyambutan turunnya para “Dewata” ke dunia. Kok bisa-bisanya ummat Islam 
berani ”berjihad” perang untuk hal semacam itu, tapi jika disuruh berjihad 
untuk menegakkan agama Allah pada ”ketakutan” atau ”alergi”...

Sesungguhnya penduduk Malaysia dan Indonesia beragam. Ada etnis Cina, India, 
Arab, dengan suku yang terbesar dari Melayu. Agamanya pun bermacam-macam. Ada 
Budha, Hindu, Kristen, dengan Islam sebagai agama terbesar. Jadi keduanya 
mayoritas adalah dari rumpun Melayu dan beragama Islam.

Sekitar 2 juta warga negara Indonesia bekerja di Malaysia. Banyak orang 
Indonesia yang sudah jadi warga Malaysia sehingga lahir dan besar di Malaysia. 
Ada yang dari suku Bugis, Banjar, Riau, Jawa, dan sebagainya.

Jika di Indonesia etnis Cina suka mengadakan acara Barongsay, Imlek, dan 
sebagainya, ini bukan berarti bangsa Indonesia mengklaim budaya Barongsay atau 
Imlek sebagai milik Indonesia. Bukan berarti Indonesia mencuri budaya Cina. 
Atau jika warga Indonesia keturunan Arab mengadakan lagu gambus, dsb, bukan 
berarti Indonesia mencuri budaya Arab.

Begitu pula dengan warga Malaysia keturunan Indonesia. Jika mereka mengadakan 
acara budaya yang merupakan milik sukunya, misalnya warga Banjar di Malaysia 
mengadakan acara adat Banjar, bukan berarti mereka mencuri budaya 
Banjar/Indonesia.

Jadi semua harus dihadapi dengan tangan dingin. Jangan mudah “dibakar” atau 
“dikompori” penyiar berita di TV. Apalagi kasus ”Tari Pendet” ternyata 
merupakan kesalahan ”Discovery Channel” yang memuat klip ”Tari Pendet” dalam 
iklan promo wisata Malaysia.

Allah mengatakan sesungguhnya orang beriman itu bersaudara:

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah 
(perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, 
supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat:10]

Seandainya seluruh ummat Islam bersatu dalam satu negara Islam, tentu tidak 
perlu lagi bangsa Indonesia dan Malaysia berebut wilayah seperti pulau Sipadan 
dan Ligitan.

Allah memerintahkan ummat Islam untuk bersatu:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu 
bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu 
(masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu 
menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu 
telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. 
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat 
petunjuk.” [Ali ‘Imran:103]

Tak pantas ummat Islam saling ejek seperti Muslim Indonesia menyebut Muslim 
Malaysia sebagai “Malingsia” dan Muslim Malaysia mengejek Muslim Indonesia 
sebagai “Indon”:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan 
kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. 
Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi 
yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan 
jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan 
adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, 
maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat:11]

Kita harus mewaspadai orang-orang kafir yang ingin memecah-belah dan mengadu 
domba ummat Islam:

“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid 
untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan 
untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan 
orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka 
Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah 
menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).” 
[At Taubah:107]

Kita juga dilarang memecah-belah agama kita dan memecah persatuan ummat Islam 
sehingga saling bunuh satu sama lain.

“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa 
golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan 
mereka.” [Ar Ruum:32]

"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih 
sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang 
yang mendapat siksa yang berat" [Ali 'Imran:105]

"...Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.." [Asy 
Syuura:13]... Baca Selengkapnya

Sesungguhnya orang yang mati karena membela fanatisme golongan/kebangsaan, maka 
dia mati dalam keadaan jahiliyah atau masuk neraka. Seharusnya ummat Islam mati 
syahid karena Allah:

Barangsiapa membangkang dan meninggalkan jama'ah lalu mati maka matinya 
jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah bendera nasionalisme (kebangsaan 
atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau bersikap marah (emosi) karena 
mempertahankan fanatisme golongan lalu terbunuh maka tewasnya pun jahiliyah. 
(HR. An-Nasaa'i)

Jika orang-orang Islam saling perang dan saling bunuh, maka keduanya masuk 
neraka:

Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan 
yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, "Itu untuk si 
pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?" Nabi Saw menjawab, "Yang 
terbunuh juga berusaha membunuh kawannya." (HR. Bukhari)

Terlepas dari itu semua, agar milik Indonesia tidak direbut pihak asing, 
Indonesia harus jadi bangsa yang mandiri. Jangan menjual kekayaan alam, BUMN, 
atau lainnya ke pihak asing. Kemudian semua lagu dan budaya milik Indonesia 
yang bermanfaat harus didokumentasikan dan diumumkan dengan baik misalnya 
melalui situs dan TV sehingga semua orang tahu itu milik siapa.

Lagu Rasa Sayang

ini lagu dah dari jaman dulu dinyanyiin ama orang-orang Ambon saat mereka 
ngadain pesta, anak-anak muda-nya tuh suka berbalas pantun pake lagu ini.. 
dimana bagian rasa sayange, rasa sayang sayange, lihat nona dari jauh rasa 
sayang sayange..
http://www.jessfortress.com/little-something/lagu-rasa-sayang/

Tari Pendet
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di 
pura. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Pendet


Iklan Tari Pendet Dibuat Oleh Discovery Channel
Selasa, 25 Agustus 2009 13:23 WIB 
Iklan Tari Pendet Dibuat Oleh Discovery Channel
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Iklan promosi tayangan Enigmatic Malaysia ternyata 
dibuat sendiri oleh Discovery Channel yang bermarkas di Singapura, dan bukan 
dibuat oleh KRU Sdn Bhd, Kementerian Pelancongan atau Kementerian Kebudayaan 
Malaysia.

"Iklan promosi serial dokumenter Enigmatic Malaysia bukan dibuat oleh kami tapi 
dibuat sendiri oleh Discovery Channel," kata Presiden dan CEO Group KRU Sdn Bhd 
Norman Abdul Halim di KBRI Kuala Lumpur, Selasa.


"Kami baru tahu bahwa ada protes dan kemarahan rakyat Indonesia atas promosi 
itu kemarin ketika wartawan-wartawan Indonesia menghubungi saya. Kami telah 
menghubungi Discovery Channel kemudian mereka telah menarik promosi itu dan 
menggantinya dengan yang baru," kata Norman.

KRU membuat enam film dokumenter Enigmatic Malaysia yang disiarkan oleh 23 
negara di seluruh dunia. Tema-tema film dokumenter ialah "The Melakan 
Portuguese - Preserving Their Heritage, "Bajau Laut - Nomad of The Sea", "Keris 
- The Myth & The Magic" dan Kellie`s Castle - Myth & Mystery", dan "Batik" dan 
"Wau".

"Dalam mengungkap Batik di Malaysia, dalam film dokumenter kami jelas 
mengungkapkan bahwa batik Malaysia itu asalnya dari batik Jawa," kata Norman, 
yang mengaku orang tuanya adalah keturunan Sumatera Utara.

Baca selengkapnya di:
http://antaranews.com/berita/1251181413/iklan-tari-pendet-dibuat-oleh-discovery-channel

Indonesia

Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah bangsa Melayu,[52] dan terdapat 
juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di 
Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya 
sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut 
bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.

Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya 
adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke nusantara 
dengan jalur perdagangan sejak abad ke 8 SM dan menetap menjadi bagian dari 
Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa.[52] 
Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya 
pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke 
dalam suku bangsa dan keturunannya.

Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk 
Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di 
dunia.[40] Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), 
Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah 
Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.[53]
http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia

Malaysia

Suku Melayu menjadi bagian terbesar dari populasi Malaysia. Terdapat pula 
komunitas Tionghoa-Malaysia dan India-Malaysia yang cukup besar. Bahasa Melayu 
dan Islam masing-masing menjadi bahasa dan agama resmi negara.
http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia

Baca selengkapnya di:
http://kabarislam.wordpress.com

===
Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Info untuk Indonesia lebih baik: www.infoindonesia.wordpress.com
Belajar Islam via SMS: REG SI ke 3252 Berhenti ketik:UNREG SI Hanya dari 
Telkomsel

Milis Syiar Islam: [email protected]


      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke