Lidah mempunyai cara tersendiri untuk berpuasa,
yang hanya diketahui oleh orang-orang yang senantiasa berpaling dari
kesia-siaan. Puasanya lidah dapat dilakukan secara terus-menerus, baik
di bulan Ramadhan maupun di bulan yang lain. Namun di bulan Ramadhan
lidah lebih terbina dan terarahkan.
Dalam hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda kepada Mu’adz ra. 
sambil memegang lidah, “Tahanlah ini!” 
Mu’adz
berkata, “Apakah kami akan disiksa karena apa yang kami ucapkan, wahai
Rasulullah?” “Ibumu akan kehilangan dirimu wahai Muadz. Tidaklah wajah
orang-orang itu dilemparkan ke dalam api neraka melainkan karena hasil
perbuatan lidah mereka." HR Tirmidzi dan Ahmad.
Bahaya
yang ditimbulkan oleh lidah sangat besar, dan petaka yang bermula
darinya juga luar biasa. Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. pernah memegang
lidahnya sambil menangis dan berkata, “Inilah yang mendatangkan
berbagai bencana padaku.”

selengkapnya:
http://www.kursusbahasaarab.net/Artikel/Melatih-Lidah-untuk-Berpuasa.html



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke