Smg tulisan saya ini bs membawa manfaat dan dpt meluruskan kekeliruan anggapan 
yg telah terjadi selama ini, insya Allah, amiin..
(Maaf bila saya forward dr tulisan saya yg lalu)


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Alexander Edbert <[email protected]>

Date: Thu, 6 Aug 2009 02:39:17 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Cc: <[email protected]>; <[email protected]>
Subject: [islam-kristen] Usia Aisyah ra


Tema yg saya paparkan berikut ini adalah salah satu sebab
utama mengapa saya ingin bergabung dgn milis debat spt ini. Yaitu ttg brp usia
Aisyah ra saat menikah dgn Rasulullah yg mulia.
Secara jujur saya mengakui bhw dlm perjalanan hidup saya, saya sempat 
bertanya-tanya mengapa Rasulullah menikahi seorang anak-anak. Tetapi sbg 
seorang muslim yg mengimani
semua nabi/rasul Allah adalah orang-orang pilihan yg ma’sum (bebas dr dosa), 
maka saya terhindar dr berprasangka buruk
kpdRasulullah. Aplg sampai menuduhnya sbg
seorang phedofili. Tentu saya akan termasuk golongan orang2yg berbuat aniaya 
dan penebar fitnah bila saya blm mengetahui kejadian yg
sesungguhnya namunsaya sdh mengambil kesimpulan sndr, danbahkan dgn 
pongahnyamenebarkan
kesimpulan tsb kemana-mana. Oleh karena itulah maka sayapun kemudian
mempelajari fakta sejarah perkawinan Rasulullah Saw utk memuaskan rasa
ingin tahu saya, baik dr buku Islam maupun dr buku non-Islam (= utk mengetahui
dr perspektif yg berbeda). 
(Jgnkan terhdp Rasulullah, sblm saya berbicara byk ttg
Yesus dan Paulus-pun, saya telah tenggelam dgn berbagai macam buku/sumber yg 
berkisah
ttg Yesus dan Paulus).
Alhamdulillah, sedikit demi sedikit saya temukan fakta
sejarah sebenarnya ttg pernikahan Aisyah dgn Rasulullah. Jd, berikut ini akan 
sayaklarifikasituduhan (baca:
fitnah) itu dgn menggunakan
logika, akal dan pikiran, dgnfakta sejarah yg benar-benar terjadiribuan thn 
silam. 
Utk membantahdan
menggugurkantuduhan bhw Rasulullah adalah seorang phedofili, sebenarnya saya 
ingin skl bs
menjelaskan bhw seluruh perkawinan yg dilakukan oleh Rasulullah adalah hanya 
karena kehendak Allah Swt semata, demi tegaknya
agama Islam (= demi kepentingan dakwah dan demi untuk kepentingan sosial).
Tetapi dr kalangan nonIslam yg tdk mau mempercayai bhw Rasulullah adalah utusan 
Allah Swt, tentunya tdkakan bsmenerima penjelasan spt itu. Jangankan menerima
penjelasan spt itu, menerima kenyataan bhw nabi Muhammad Saw adalah utusan
Allah Swt-pun tdk bisa, meskipun telah ditunjukkan byk bukti dgn berbagai 
macammukjizat ttg kerasulannya. Sesungguhnya saja, mukjizat itu akan bs 
menyebabkan orang menjd semakin beriman,atau justru semakin membuatnya 
tersesat, misalnyadgnmenuduh bahwa nabi/rasul telah gila, telah berbuat sihir, 
atau telah mengarang
cerita dusta, kemudian mengintimidasinya, bahkan smp membunuh nabi/rasul.
 
Perawi hadits
Hadits yg mengatakan bahwa Aisyah ra dinikahi Rasulullah
pd saat masih berusia 6-9 thn, bkn bersumber dr kata2 Rasulullah (hadits =
kata2 dan perilaku Rasulullah), tetapi berdsrkan cerita dr Aisyah dan ‘Urwah
bin Zubair bin Awwam. Zubair adalah slh seorg sahabat Rasulullah. Dr sini bs 
sedikit
diduga bhw kisah dr ‘Urwah tsb adalah kisah sejarah versinya, bukan hadits.  
Baiklah kita anggap bhw kisah tsb adalah benar. Skrg kita
lihat siapa perawi hadits tsb. Perawi tsb adalah Hisham ibn ‘Urwah. 
Hisham (60 H – 146 H) adalah seorg perawi hadits yg pd
masa mudanya hidup di Madinah hingga thn 131 H (Rasulullah wafat thn 13 H),
kemudian menghabiskan usia tuanya di Irak hingga meninggalnya. Dan, kisah tsb
baru diceritakan Hisham pd saat ia telah menetap di Irak, artinya paling tdk
saat ia sdh berusia 71 thn! Sewaktu Hisham tinggal di Madinah, ia hny
meriwayatkan hadits yg bersumber dr cerita ayahnya, namun stlh tinggal di Irak,
ia jg meriwayatkan hadits yg bersumber dr cerita2 org Irak yg tdk mempunyai
dasar yg jelas, termsk hadits yg mengkisahkan ttg pernikahan itu.
Hisham mempunyai murid yg hebat, yaitu imam Malik ibn
Anas yg melahirkan mazhab fiqih Maliki dan menulis hadits2 di dlm kitabnya:
Al-Muwatta. Dlm kitab Al-Muwatta jg tdk ditemukan kisah ttg pernikahan tsb.
Pdhl, hal sepntg itu, bila memang benar2 terjadi, tentu akan dikisahkan oleh
imam Malik. 
Tahzib-u’l-Tahzib, slh satu buku yg cukup terkenal yg berisi catatan para
periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mengatakan: ” Hisham sangat bisa
dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan
setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b,
Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Jilid 11, 
p.50).
Dan ternyt pula, bhw selain Hisham, tidak ada perawi lain
yg mengkisah ttg pernikahan tsb, baik perawi yg tinggal di Madinah, Mekah,
Syam, maupun Mesir. Jd, dpt disimpulkan bhw hadits yg diriwayatkan oleh Hisham
tsb sgt diragukan kebenarannya.
 
Kronologi Peristiwa
Berikut saya tulis garis besar bbrp peristiwa di awal
perjalanan sejarah Islamsecara kronologis.
Pra-610 M: jaman Jahiliyah (jaman kebodohan/kegelapan), blm turun wahyu pertama 
(pra-Islamicera).
610 M: turun wahyu pertama dan Abu Bakar
menerima Islam (pada saat Abu Bakar masuk Islam, semua anak Abu bakar (4 
orang,termsk Aisyah) sudah lahir.
613 M: Nabi Muhammad Saw mulai mengajarkan risalahnya
616 M: Umar ibn Khattab masuk Islam. 
620M: dikisahkan bhw
Rasulullahmeminang Aisyah
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Madinah
623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga
dengan Aisyah (berarti Aisyah. Jd paling
tdk sdh berumur 14tahun!)
Tdk ada satupun catatan sejarah yg dgn pasti
menyebut thn kelahiran Aisyah. Bbrp riwayat menyebutkan bahwa usia Aisyah pd
saat mengenal Rasulullah
Saw pertama kalinya adalah 7 atau 9 tahun. Hal ini berdasarkan hitungan masa
kenabian Rasulullah
Saw dan masuknya Abu Bakar sbg pemeluk Islam, spt yg dpt kita lihat dr 
kronologi tsb dan hadits
berikut ini, yg diriwayatkan oleh 2 org perawi Madinah, 2 org perawi Mesir dan
1 org perawi Syam:
Urwah meriwayatkan dr Aisyah ra bhw: “sejak saya baligh
dan mengerti, saya melihat ibu bapak saya telah beragama Islam. Tdk terlewat
satu haripun melainkan Rasulullah akan dtg kpd kami setiap pagi atau petang.” 
(HR. Bukhari)
Dr kronologi dan hadits tsb di atas dpt diambil sebuah
kesimpulan bhw bila Aisyah sdh dpt mengingat kejadian tsb dgn baik (baligh),
maka pd tahun 613 M, Aisyah sdh berumur paling tdk 7 thn, shg paling tdk Aisyah
menikah dgn Rasulullah saat telah berumur 14 thn.
 
Perang Badardan Uhud
“Ibn Umar menyatakan bhw Rasulullah tdk mengijinkan dirinya
berpastisispasi dlm Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi
ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut
dalam perang tsb.”(HR. Bukhari)
Berdasarkan riwayat diatas, diketahui bhw anak-anak
berusia dibawah 15 tahun tdk diijinkan
Rasulullah utk ikut dlm perang, sedangkah Aisyah ikut pula dlm perang Uhud, dan 
bahkan
perang Badar yg terjd sblm perang Uhud.Perang Badar adalah perang prtm yg terjd
stlh Hijrah.
Artinya, tentu bhw usia Aisyah saat perang Badar terjd, ia telah berusia 
minimal 15 thn.
Fakta2 tsb di atas blm menunjukkan kepastian brp sebenarnya usia Aisyah
saat menikah dgn Rasulullah, kecuali dr fakta berikut ini:
Dihitung dari umur Asma’
Menurut Abda’l-Rahman ibn
abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar 
A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic,
Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992). 
Menurut Ibn Kathir: “Asma
lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah
wa’l-nihayah, IbnKathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933). 
Menurut Ibn Kathir: “Asma
melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal.
Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa
hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat
adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” 
(Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol.
8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933). 
Menurut Ibn Hajar
Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” 
(Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p.
654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow). 
Mnrt sebagian besar ahli
sejarah, Asma, kakaktertua Aisyah berselisih
usia 10 tahundgn Aisyah.
Jika Asma wafat pada usia 100 tahun pdtahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 
thn ketika Hijrah (622M). 
Berdasarkan uraian dr Ibn Hajar,
Ibn Kathir,
and Abda’l-Rahman ibn Abi Zanna’d, maka dpt ditarik kesimpulan bhw Aisyah
lahir sekitar thn 17 sblm hijrah. Sehingga pd saat Islam prtm kali diwahyukan,
Aisyah sdh berumur 7 tahun dan kemudian menikah dgn Rasulullah pd usia 17thn. 
Sedikit paparan saya tsb di atas saya sarikan dr berbagai sumber, agar saya
dpt terhindar dr hal2 yg subyektif dan tendensius. Sbnrnya msh byk fakta
lainnya, namun saya cukupkan hny bbrp saja. Paparan tsb jg saya mksdkan agar
kecintaan dan penghormatan umat Islam kpd Rasulullah Saw, utusan Allah yg
mulia, semakin dalam dan kokoh terhunjam di hati. I really2 love u Rasulullah,
so much!!
 
Sincerely,
AEC


      


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke