PEDULI GEMPA PASUNDAN
LAPORAN POSKO BENCANA PKPU
JAKARTA - Hingga Senin (7/9/2009), Lembaga Kemanusiaan PKPU masih tetap
melakukan berbagai aktivitas untuk menolong para korban gempa di tanah
Pasundan. Adapun posko-posko yang didirikan PKPU untuk melayani kebutuhan
pengungsi berada di 6 titik yaitu :
1. Untuk Tasikmalaya, alamat Posko PKPU di Depan Kantor Camat Cigalontang, di
Salawu, di Desa Cigorowong dan Cikadu Cisayong. Bantuan posko dalam bentuk
logistik, dapur umum, terpal dengan jumlah pengungsi 1.000 jiwa. Kontak person:
Muhammad Yasin (0818966634) dan Subur (081398728281)
2. Untuk Kabupaten Pangandaran, posko darurat PKPU Jl. Jend Sudirman Ciamis
(Depan Polres Ciamis). Kontak Person Ade Amran (085223710106), bantuan posko
dalam bentuk logistik
3. Untuk Kabupaten Ciamis, Posko PKPU Jl. Jend Sudirman Ciamis (depan Polres
Ciamis). Kontak Person Ade Amran (085223710106), jumlah pengungsi sebanyak
1.000 jiwa dan bantuan posko dalam bentuk logistik
4. Untuk Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung. Alamat posko PKPU di Desa
Marga Mukti. Kontak person Agus (022-70373297). Bantuan posko dalam logistik
dan dapur umum.
5. Untuk Kabupaten Cianjur. Alamat posko PKPU di Desa Cikangkareng, Kecamatan
Cibinong. Bantuan posko dalam bentuk logistik dan evakuasi korban gempa. Kontal
person Dadan (022-76094343)
6. Untuk Kabupaten Kuningan. Kontak person posko PKPU, Khodir (081321930010)
Selama periode tanggap darurat, PKPU sudah melayani lebih dari 15.000
pengungsi. Adapun jumlah dana yang telah disalurkan untuk keenam posko tersebut
adalah Rp 199.910.000,- (Seratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus
sepuluh ribu rupiah) yang berasal dari donatur dan mitra PKPU yaitu Telkomsel,
Keluarga Muslim Citibank (KMC), Elnusa, ZIS Indosat, Sari Husada, PT ENESIS dan
KMII Jepang.
Bantuan tersebut tersalurkan melalui kegiatan dapur umum dan pembelian logistik
untuk pengungsi terutama terkait dengan kebutuhan terpal, selimut, penerangan
dan kebutuhan assesment untuk program rehabilitasi.
PKPU sebagai Lembaga Kemanusiaan yang berpengalaman menangani bencana, sudah
mentargetkan untuk Gempa Pasundan ini masa rescue akan dibatasi sampai dengan
hari ketujuh terhitung mulai, Kamis (3/9/2009) hingga Rabu (9/9/2009).
Selanjutkan PKPU akan berkonsentrasi untuk melakukan rehabilitasi terutama
untuk pemulihan fasilitas umum.
Saat ini, selain kegiatan utama melayani kebutuhan dapur umum, PKPU juga
melakukan trauma healing dilokasi bencana, dengan sasaran yaitu anak-anak dan
para ibu. Anak-anak dalam waktu tertentu diajak bermain oleh Tim PKPU untuk
menghilangkan trauma mereka dengan melaksanakan kegiatan outbound.
Yang unik adalah ketika Tim PKPU melakukan trauma healing untuk ibu-ibu korban
gempa, untuk menghilangkan trauma mereka, PKPU mengajak mereka untuk aktif
dalam kegiatan dapur umum, mulai dari menyusun menu sampai kepada jadwal piket
untuk pengelolaan dapur umum.
Dengan keterlibatan dan partisipasi aktif mereka, perlahan namun pasti raut
wajah mereka yang tadinya kusut masai berubah menjadi riang gembira bahkan
terkadang mereka merebut untuk menjadi orang yang pertama terlibat dalam
pengelolaan dapur umum.
Tim assesment yang diturunkan PKPU pun telah mulai bekerja dan sudah menemukan
berbagai kebutuhan yang harus diadakan agar kehidupan bermasyarakat korban
gempa dapat segera pulih kembali.
Bagi dermawan, donatur yang ingin menyalurkan bantuan untuk meringankan beban
para korban gempa Tasikmalaya, Anda bisa menghubungi PKPU di Jalan Raya Condet
No. 27G Batu Ampar Jakarta Timur 13520 Telp (021) 87780015 ext.106.
Salurkan bantuan Anda melalui transfer ke rekening BCA Soepomo No. 600.034.7777
dan Bank Mandiri Pasar Minggu No. 126.000.1005.114 atas nama PKPU. Sedikit
bantuan anda dapat meringankan beban mereka. (Sito/Acep/PKPU)
REKOMENDASI
1. Bantuan logistik berupa bahan makanan diprioritaskan untuk makanan bayi
serta suplemen untuk ibu-ibu hamil dan menyusui
2. Bantuan logistik lain yang dibutuhkan adalah terpal, peralatan dapur,
selimut, tikar dan kidware serta family kid
3. Pembangunan kembali sarana air bersih untuk setiap posko
4. Bantuan untuk pemulihan aktivitas kemasyarakatan terutama proses
belajar pembelajaran dan kebutuhan untuk memperoleh nafkah hidup.
[Non-text portions of this message have been removed]