Kedatangan bulan Ramadhan setiap tahunnya tak henti menjadi penghibur hati 
orang mukmin. Bagaimana tidak, beribu keutamaan ditawarkan di bulan ini. Pahala 
diobral, ampunan Allah bertebaran memenuhi setiap ruang dan waktu. Seorang yang 
menyadari kurangnya bekal yang dimiliki untuk menghadapi hari penghitungan 
kelak, tak ada rasa kecuali sumringah menyambut Ramadhan. Insan yang menyadari 
betapa dosa melumuri dirinya, tidak ada rasa kecuali bahagia akan kedatangan 
bulan Ramadhan.

Mukmin Sejati Itu Dermawan
Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari 
bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Islam sering menganjurkan umatnya untuk 
banyak bersedekah. Dan bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan 
lagi. Dan demikianlah sepatutnya akhlak seorang mukmin, yaitu dermawan. Allah 
dan Rasul-Nya memerintahkan bahkan memberi contoh kepada umat Islam untuk 
menjadi orang yang dermawan serta pemurah. Ketahuilah bahwa kedermawanan adalah 
salah satu sifat Allah Ta’ala, sebagaimana hadits:
þÅä Çááå ÊÚÇáì ÌæÇÏ íÍÈ ÇáÌæÏ æíÍÈ ãÚÇáí ÇáÃÎáÇÞ æíßÑå ÓÝÓÇÝåÇ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta 
akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di 
shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)
Dari hadits ini demikian dapat diambil kesimpulan bahwa pelit dan bakhil adalah 
akhlak yang buruk dan bukanlah akhlak seorang mukmin sejati. Begitu juga, sifat 
suka meminta-minta, bukanlah ciri seorang mukmin. Bahkan sebaliknya seorang 
mukmin itu banyak memberi. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa 
sallam:
þÇáíÏ ÇáÚáíÇ ÎíÑ ãä ÇáíÏ ÇáÓÝáì æÇáíÏ ÇáÚáíÇ åí ÇáãäÝÞÉ æÇáíÏ ÇáÓÝáì åí ÇáÓÇÆáÉ
“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas 
adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” 
(HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033)
Selain itu, sifat dermawan jika di dukung dengan tafaqquh fiddin, mengilmui 
agama dengan baik, sehingga terkumpul dua sifat yaitu alim dan juud (dermawan), 
akan dicapai kedudukan hamba Allah yang paling tinggi. Rasulullah shallallahu 
‘alaihi wa sallam bersabda:
ÅäóøãÇ ÇáÏäíÇ áÃÑÈÚÉ äÝÑ: ÚÈÏ ÑÒÞå Çááå ãÇáÇð æÚáãÇð Ýåæ íÊÞí Ýíå ÑÈå æíÕá Ýíå 
ÑÍãå¡ æíÚáã ááå Ýíå ÍÞÇð ÝåÐÇ ÈÃÝÖá ÇáãäÇÒá
“Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh 
Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam 
menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahim. Dan ia 
menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang 
paling baik.” (HR. Tirmidzi, no.2325, ia berkata: “Hasan shahih”)
Keutamaan Bersedekah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. 
Ia menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang 
yang gemar bersedekah 
<http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/dahsyatnya-sedekah-di-bulan-ramadhan.html>
 . Terdapat ratusan dalil yang menceritakan keberuntungan, keutamaan, kemuliaan 
 orang-orang yang bersedekah. Ibnu Hajar Al Haitami mengumpulkan ratusan hadits 
mengenai keutamaan sedekah dalam sebuah kitab yang berjudul Al Inaafah Fimaa 
Ja’a Fis Shadaqah Wad Dhiyaafah, meskipun hampir sebagiannya perlu dicek 
keshahihannya. Banyak keutamaan ini seakan-akan seluruh kebaikan terkumpul 
dalam satu amalan ini, yaitu sedekah. Maka, sungguh mengherankan bagi 
orang-orang yang mengetahui dalil-dalil tersebut dan ia tidak terpanggil 
hatinya serta tidak tergerak tangannya untuk banyak bersedekah.
Diantara keutamaan bersedekah antara lain:
1. Sedekah dapat menghapus dosa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
æÇáÕÏÞÉ ÊØÝìÁ ÇáÎØíÆÉ ßãÇ ÊØÝìÁ ÇáãÇÁ ÇáäÇÑ
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, 
di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)
Diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat 
atas dosa yang dilakukan. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang 
sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, 
mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah 
merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang 
demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar 
Allah, yang merupakan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:
ÃóÝóÃóãöäõæÇ ãóßúÑó Çááóøåö ÝóáóÇ íóÃúãóäõ ãóßúÑó Çááóøåö ÅöáóøÇ ÇáúÞóæúãõ 
ÇáúÎóÇÓöÑõæäó
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan 
azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99)
2. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia 
yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain 
selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang 
mendapatkannya adalah:
ÑÌá ÊÕÏÞ ÈÕÏÞÉ ÝÃÎÝÇåÇ¡ ÍÊì áÇ ÊÚáã ÔãÇáå ãÇ ÊäÝÞ íãíäå
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu 
sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan 
kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)
3. Sedekah memberi keberkahan pada harta.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ãÇ äÞÕÊ ÕÏÞÉ ãä ãÇá æãÇ ÒÇÏ Çááå ÚÈÏÇ ÈÚÝæ ÅáÇ ÚÒÇ
“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti 
akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)
Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim, An 
Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 
2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka 
pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa 
dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut 
berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan 
pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”
4. Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah.
Allah Ta’ala berfirman:
Åöäóø ÇáúãõÕóøÏöøÞöíäó æóÇáúãõÕóøÏöøÞóÇÊö æóÃóÞúÑóÖõæÇ Çááóøåó ÞóÑúÖÇð ÍóÓóäÇð 
íõÖóÇÚóÝõ áóåõãú æóáóåõãú ÃóÌúÑñ ßóÑöíãñ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan 
meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan 
(ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al 
Hadid: 18)
5. Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah.
ãä ÃäÝÞ ÒæÌíä Ýí ÓÈíá Çááå¡ äæÏí Ýí ÇáÌäÉ íÇ ÚÈÏ Çááå¡ åÐÇ ÎíÑ: Ýãä ßÇä ãä Ãåá 
ÇáÕáÇÉ ÏõÚí ãä ÈÇÈ ÇáÕáÇÉ¡ æãä ßÇä ãä Ãåá ÇáÌåÇÏ ÏõÚí ãä ÈÇÈ ÇáÌåÇÏ¡ æãä ßÇä ãä 
Ãåá ÇáÕÏÞÉ ÏõÚí ãä ÈÇÈ ÇáÕÏÞÉ
“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan 
dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk 
menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka 
mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari 
kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari 
golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari 
no.3666, Muslim no. 1027)
6. Sedekah akan menjadi bukti keimanan seseorang.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
æÇáÕÏÞÉ ÈÑåÇä
“Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim no.223)
An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah 
dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran 
imannya)”
7. Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
þÅä ÇáÕÏÞÉ áÊØÝìÁ Úä ÃåáåÇ ÍÑ ÇáÞÈæÑ
“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di 
shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)
8. Sedekah dapat mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
íÇ ãÚÔÑ ÇáÊÌÇÑ ! Åä ÇáÔíØÇä æÇáÅËã íÍÖÑÇä ÇáÈíÚ . ÝÔæÈæÇ ÈíÚßã ÈÇáÕÏÞÉ
“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam 
jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 
1208, ia berkata: “Hasan shahih”)
9. Orang yang bersedekah merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus 
tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:
ãËá ÇáÈÎíá æÇáãäÝÞ ¡ ßãËá ÑÌáíä ¡ ÚáíåãÇ ÌÈÊÇä ãä ÍÏíÏ ¡ ãä ËÏíåãÇ Åáì ÊÑÇÞíåãÇ 
¡ ÝÃãÇ ÇáãäÝÞ : ÝáÇ íäÝÞ ÅáÇ ÓÈÛÊ ¡ Ãæ æÝÑÊ Úáì ÌáÏå ¡ ÍÊì ÊÎÝí ÈäÇäå ¡ æÊÚÝæ 
ÃËÑå . æÃãÇ ÇáÈÎíá : ÝáÇ íÑíÏ Ãä íäÝÞ ÔíÆÇ ÅáÇ áÒÞÊ ßá ÍáÞÉ ãßÇäåÇ ¡ Ýåæ íæÓÚåÇ 
æáÇ ÊÊÓÚ
“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang 
yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga 
selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa 
bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak 
terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan 
orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya 
merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. 
Bukhari no. 1443)
Dan hal ini tentu pernah kita buktikan sendiri bukan? Ada rasa senang, bangga, 
dada yang lapang setelah kita memberikan sedekah kepada orang lain yang 
membutuhkan.
Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang mengabarkan tentang manfaat sedekah dan 
keutamaan orang yang bersedekah. Tidakkah hati kita terpanggil?
Kedermawanan Rasulullah di Bulan Ramadhan
Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, teladan terbaik bagi kita, beliau 
adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau lebih dahsyat lagi 
di bulan Ramadhan. Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:
ßÇä ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÃÌæÏ ÇáäÇÓ ¡ æßÇä ÃÌæÏ ãÇ íßæä Ýí ÑãÖÇä Ííä 
íáÞÇå ÌÈÑíá ¡ æßÇä íáÞÇå Ýí ßá áíáÉ ãä ÑãÖÇä ÝíõÏÇÑÓå ÇáÞÑÂä ¡ ÝÇáÑÓæá Çááå Õáì 
Çááå Úáíå æÓáã ÃÌæÏõ ÈÇáÎíÑ ãä ÇáÑíÍ ÇáãÑÓóáÉ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. 
Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. 
Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. 
Bukhari, no.6)
Dari hadits di atas diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 
pada dasarnya adalah seorang yang sangat dermawan. Ini juga ditegaskan oleh 
Anas bin Malik radhiallahu’anhu:
ßÇä ÇáäÈí Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÃÔÌÚ ÇáäÇÓ æÃÌæÏ ÇáäÇÓ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling berani dan 
paling dermawan.”(HR. Bukhari no.1033, Muslim no. 2307)
Namun bulan Ramadhan merupakan momen yang spesial sehingga beliau lebih 
dermawan lagi. Bahkan dalam hadits, kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi 
wa sallam dikatakan melebihi angin yang berhembus. Diibaratkan demikian karena 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat ringan dan cepat dalam memberi, 
tanpa banyak berpikir, sebagaimana angin yang berhembus cepat. Dalam hadits 
juga angin diberi sifat ‘mursalah’ (berhembus), mengisyaratkan kedermawanan 
Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki nilai manfaat yang besar, 
bukan asal memberi, serta terus-menerus sebagaimana angin yang baik dan 
bermanfaat adalah angin yang berhembus terus-menerus. Penjelasan ini 
disampaikan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari.
Oleh karena itu, kita yang mengaku meneladani beliau sudah selayaknya memiliki 
semangat yang sama. Yaitu semangat untuk bersedekah lebih sering, lebih banyak 
dan lebih bermanfaat di bulan Ramadhan, melebihi bulan-bulan lainnya.
Dahsyatnya Sedekah di Bulan Ramadhan
Salah satu sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi teladan untuk 
lebih bersemangat dalam bersedekah di bulan Ramadhan adalah karena bersedekah 
di bulan ini lebih dahsyat dibanding sedekah di bulan lainnya. Diantara 
keutamaan sedekah di bulan Ramadhan adalah:
1. Puasa digabungkan dengan sedekah dan shalat malam sama dengan jaminan surga.
Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang agung, bahkan pahala puasa tidak 
terbatas kelipatannya. Sebagaimana dikabarkan dalam sebuah hadits qudsi:
ßá Úãá ÇÈä ÂÏã áå ÇáÍÓäÉ ÈÚÔÑ ÃãËÇáåÇ Åáì ÓÈÚãÇÆÉ ÖÚÝ ÞÇá ÚÒ æ Ìá : ÅáÇ ÇáÕíÇã 
ÝÅäå áí æ ÃäÇ ÇáÐí ÃÌÒí Èå
“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. 
Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan 
Aku yang akan membalasnya.’”(HR. Muslim no.1151)
Dan sedekah, telah kita ketahui keutamaannya. Kemudian shalat malam, juga 
merupakan ibadah yang agung, jika didirikan di bulan Ramadhan dapat menjadi 
penghapus dosa-dosa yang telah lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 
bersabda:
ãä ÞÇã ÑãÖÇä ÅíãÇäÇð æÇÍÊÓÇÈÇð ÛÝÑ áå ãÇ ÊÞÏã ãä ÐäÈå
“Orang yang shalat malam karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni 
dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no.37, 2009, Muslim, no. 759)
Ketiga amalan yang agung ini terkumpul di bulan Ramadhan dan jika semuanya 
dikerjakan balasannya adalah jaminan surga. Sebagaimana sabda Rasulullah 
shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Åä Ýí ÇáÌäÉ ÛÑÝÇ íÑì ÙÇåÑåÇ ãä ÈÇØäåÇ æÈÇØäåÇ ãä ÙÇåÑåÇ ÃÚÏåÇ Çááå áãä ÃáÇä 
ÇáßáÇã æÃØÚã ÇáØÚÇã æÊÇÈÚ ÇáÕíÇã æÕáì ÈÇááíá æÇáäÇÓ äíÇã
“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat 
dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah 
menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, 
berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.” (HR. At Tirmidzi 
no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di 
Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946)
2. Mendapatkan tambahan pahala puasa dari orang lain.
Kita telah mengetahui betapa besarnya pahala puasa Ramadhan. Bayangkan jika 
kita bisa menambah pahala puasa kita dengan pahala puasa orang lain, maka 
pahala yang kita raih lebih berlipat lagi. Subhanallah! Dan ini bisa terjadi 
dengan sedekah, yaitu dengan memberikan hidangan berbuka puasa untuk orang lain 
yang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ãä ÝØÑ ÕÇÆãÇ ßÇä áå ãËá ÃÌÑå ¡ ÛíÑ Ãäå áÇ íäÞÕ ãä ÃÌÑ ÇáÕÇÆã ÔíÆÇ
“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, 
ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi 
pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)
Padahal hidangan berbuka puasa sudah cukup dengan tiga butir kurma atau bahkan 
hanya segelas air, sesuatu yang mudah dan murah untuk diberikan kepada orang 
lain.
ßÇä ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã íÝØÑ Úáì ÑØÈÇÊ ÞÈá Ãä íÕáí ÝÅä áã Êßä ÑØÈÇÊ 
ÝÚáì ÊãÑÇÊ ÝÅä áã Êßä ÍÓÇ ÍÓæÇÊ ãä ãÇÁ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa dengan beberapa 
ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan beberapa tamr (kurma kering), 
jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air.” (HR. At Tirmidzi, Ahmad, Abu 
Daud, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi, 696)
Betapa Allah Ta’ala sangat pemurah kepada hamba-Nya dengan membuka kesempatan 
menuai pahala begitu lebarnya di bulan yang penuh berkah ini.
3. Bersedekah di bulan Ramadhan lebih dimudahkan.
Salah satu keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan adalah bahwa di bulan mulia 
ini, setiap orang lebih dimudahkan untuk berbuat amalan kebaikan, termasuk 
sedekah. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya manusia mudah terpedaya 
godaan setan yang senantiasa mengajak manusia meninggalkan kebaikan, setan 
berkata:
ÝóÈöãóÇ ÃóÛúæóíúÊóäöí áóÃóÞúÚõÏóäóø áóåõãú ÕöÑóÇØóßó ÇáúãõÓúÊóÞöíãó
“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan 
(menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Qs. Al A’raf: 16)
Sehingga manusia enggan dan berat untuk beramal. Namun di bulan Ramadhan ini 
Allah mudahkan hamba-Nya untuk berbuat kebaikan, sebagaimana dikabarkan oleh 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
ÅÐÇ ÌÇÁ ÑãÖÇä ÝÊÍÊ ÃÈæÇÈ ÇáÌäÉ ¡ æÛáÞÊ ÃÈæÇÈ ÇáäÇÑ ¡ æÕÝÏÊ ÇáÔíÇØíä
“Jika datang bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan 
setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no.3277, Muslim no. 1079)
Dan pada realitanya kita melihat sendiri betapa suasana Ramadhan begitu 
berbedanya dengan bulan lain. Orang-orang bersemangat melakukan amalan kebaikan 
yang biasanya tidak ia lakukan di bulan-bulan lainnya. Subhanallah.
Adapun mengenai apa yang diyakini oleh sebagian orang, bahwa setiap amalan 
sunnah kebaikan di bulan Ramadhan diganjar pahala sebagaimana amalan wajib, dan 
amalan wajib diganjar dengan 70 kali lipat pahala ibadah wajib diluar bulan 
Ramadhan, keyakinan ini tidaklah benar. Karena yang mendasari keyakinan ini 
adalah hadits yang lemah, yaitu hadits:
íÇ ÃíåÇ ÇáäÇÓ ÞÏ ÃÙáßã ÔåÑ ÚÙíã ¡ ÔåÑ Ýíå áíáÉ ÎíÑ ãä ÃáÝ ÔåÑ ¡ ÌÚá Çááå ÕíÇãå 
ÝÑíÖÉ ¡ æ ÞíÇã áíáå ÊØæÚÇ ¡ æ ãä ÊÞÑÈ Ýíå ÈÎÕáÉ ãä ÇáÎíÑ ßÇä ßãä ÃÏì ÝÑíÖÉ ÝíãÇ 
ÓæÇå ¡ æ ãä ÃÏì ÝÑíÖÉ ßÇä ßãä ÃÏì ÓÈÚíä ÝÑíÖÉ ÝíãÇ ÓæÇå ¡ æ åæ ÔåÑ ÇáÕÈÑ æ 
ÇáÕÈÑ ËæÇÈå ÇáÌäÉ ¡ æ ÔåÑ ÇáãæÇÓÇÉ ¡ æ ÔåÑ íÒÇÏ Ýíå ÑÒÞ ÇáãÄãä ¡ æ ãä ÝØÑ Ýíå 
ÕÇÆãÇ ßÇä ãÛÝÑÉ áÐäæÈå ¡ æ ÚÊÞ ÑÞÈÊå ãä ÇáäÇÑ ¡ æ ßÇä áå ãËá ÃÌÑå ãä ÛíÑ Ãä 
íäÊÞÕ ãä ÃÌÑå ÔíÁ ÞÇáæÇ : íÇ ÑÓæá Çááå áíÓ ßáäÇ íÌÏ ãÇ íÝØÑ ÇáÕÇÆã ¡ ÞÇá : íÚØí 
Çááå åÐÇ ÇáËæÇÈ ãä ÝØÑ ÕÇÆãÇ Úáì ãÐÞÉ áÈä ¡ Ãæ ÊãÑÉ ¡ Ãæ ÔÑÈÉ ãä ãÇÁ ¡ æ ãä 
ÃÔÈÚ ÕÇÆãÇ ÓÞÇå Çááå ãä ÇáÍæÖ ÔÑÈÉ áÇíÙãà ÍÊì íÏÎá ÇáÌäÉ ¡ æ åæ ÔåÑ Ãæáå ÑÍãÉ æ 
æÓØå ãÛÝÑÉ æ ÂÎÑå ÚÊÞ ãä ÇáäÇÑ ¡
“Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. 
Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 
1000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, 
dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’). Barangsiapa 
(pada bulan itu) mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia 
seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa 
yang mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan 
di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu 
balasannya surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong, di mana di dalamnya rezki 
seorang Mukmin bertambah (ditambah). Barangsiapa (pada bulan itu) memberikan 
buka  kepada seorang yang berpuasa, maka itu menjadi maghfirah (pengampunan) 
atas dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala 
seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa 
(itu) sedikitpun.” Kemudian para Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak 
semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan sebagai buka orang yang 
berpuasa.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah memberikan 
pahala tersebut kepada orang yang memberikan buka dari sebutir kurma, atau satu 
teguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, 
pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Hakim, Ibnu Khuzaimah (no. 1887) 
dan Al Ash-habani dalam At Targhib (178). Hadits ini didhaifkan oleh para pakar 
hadits seperti Al Mundziri dalamTarghib Wat Tarhib (2/115), juga oleh Dhiya Al 
Maqdisi di Sunan Al Hakim (3/400), bahkan dikatakan oleh Al Albani hadits ini 
Munkar, dalam Silsilah Adh Dhaifah (871).
Ringkasnya, walaupun tidak terdapat kelipatan pahala 70 kali lipat pahala 
ibadah wajib di luar bulan Ramadhan, pada asalnya setiap amal kebaikan, baik di 
luar maupun di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan oleh Allah 10 sampai 700 
kali lipat. Berdasarkan hadits:
þÅä Çááå ßÊÈ ÇáÍÓäÇÊ æÇáÓíÆÇÊ Ëã Èíä Ðáß Ýãä åã ÈÍÓäÉ Ýáã íÚãáåÇ ßÊÈåÇ Çááå áå 
ÚäÏå ÍÓäÉ ßÇãáÉ ÝÅä åæ åã ÈåÇ ÝÚãáåÇ ßÊÈåÇ Çááå áå ÚäÏå ÚÔÑ ÍÓäÇÊ Åáì ÓÈÚ ãÇÆÉ 
ÖÚÝ Åáì ÃÖÚÇÝ ßËíÑÉ
“Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.” Kemudian 
Rasulullah menjelaskan: “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak 
mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna.  Orang 
yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala 
baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.” (HR. Muslim no.1955)
Oleh karena itu, orang yang bersedekah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan 
pahalanya 10 sampai 700 kali lipat karena sedekah adalah amal kebaikan, 
kemudian berdasarkan Al A’raf ayat 16 khusus amalan sedekah dilipatkan-gandakan 
lagi sesuai kehendak Allah. Kemudian ditambah lagi mendapatkan berbagai 
keutamaan sedekah. Lalu jika ia mengiringi amalan sedekahnya dengan puasa 
dengan shalat malam, maka diberi baginya jaminan surga. Kemudian jika ia tidak 
terlupa untuk bersedekah memberi hidangan berbuka puasa bagi bagi orang yang 
berpuasa, maka pahala yang sudah dilipatgandakan tadi ditambah lagi dengan 
pahala orang yang diberi sedekah. Jika orang yang diberi hidangan berbuka puasa 
lebih dari satu maka pahala yang didapat lebih berlipat lagi. Subhanallah…
Ayo jangan tunda lagi…
***
Penulis: Yulian Purnama
Artikel www.muslim.or.id 
<http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/dahsyatnya-sedekah-di-bulan-ramadhan.html>

--
Whatever you give to life, it gives you back. Do not hate any body. The hatred 
which comes out from you will someday come back to you. Love others. And love 
will come back to you






This e-mail is confidential and may contain legally privileged information. If 
you are not the intended recipient, you should not copy, distribute, disclose 
or use the information it contains. Please e-mail the sender immediately and 
delete this message from your system. E-mails are susceptible to corruption, 
interception and unauthorized amendment; we do not accept liability for any 
such changes, or for their consequences. You should be aware, that PT TITAN 
Petrokimia Nusantara might monitor your e-mails and their content.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]

Bagi yang ingin membantu dakwah milis Syiar Islam dan situs Media Islam bisa 
transfer ke: Rekening BCA Wisma GKBI 0061947069 a/n A Nizami

Nama (jika tak ingin disebut tulis Hamba Allah) dan besar sumbangan bisa 
dikonfirmasikan melalui email ke: [email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke