H Insan LS Mokoginta
(Peraih Muallaf Award 2006 dan 2007)


Ada kerugian ganda bila aku tetap dalam Katolik yaitu tidak beriman
kepada Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir dan setiap hari aku berarti
menghianati ajaran Yesus.

Aku lahir di Kotamobagu Manado pada 1949. Nama baptisku Wenseslaus.
Ibuku Islam. Walau ayahku non Muslim, tapi beliau masuk Islam ketika
menikahi ibuku. Berarti aku lahir sebagai seorang Muslim. Karena pada
waktu itu  orang tuaku beranggapan semua agama benar, semua agama
sama. Kami delapan orang bersaudara. Semuanya disekolahkan di sekolah
Katolik. Menurut orang tuaku saat itu, bilamana kami telah dewasa,
kami dipersilakan untuk memilih agama apa. Nah pengaruh sekolah itulah
membuat kami semua beragama Katolik.

Keluarga Sakinah

Karena kesulitan ekonomi, pada 1976 aku hijrah, mengadu nasib ke
Jakarta. Kemudian aku berkenalan dengan Waruba Yarub dalam rangka
hubungan bisnis. Aku menempati salah satu kamar rumahnya. Namun Waruba
dan keluarganya berbeda dengan kebanyakan Muslim yang aku kenal. Aku
sering memperhatikan mereka dari kamarku.  Waruba dan keluarganya
selalu berusaha hidup dengan cara Islam.  Kerap kali aku memergoki
mereka shalat berjamaah. Waruba sering sekali mengajari anak-anaknya
tentang Islam. Karena setiap hari aku berada di lingkungan keluarga
yang islami tersebut, dari situlah aku rasakan adanya
sentuhan-sentuhan hati.

Selama empat tahun hubungan bisnis kami. Empat tahun pula aku bergaul
dan berada dalam lingkungan keluarga sakinah itu. Mereka tidak pernah
sekalipun memaksa aku untuk masuk Islam. Namun mereka selalu menjawab
pertanyaan yang aku ajukan. Bersama mereka, aku merasakan bahwa
kehidupan beragama dalam Islam ternyata jauh lebih harmonis. Namun
sebaliknya, di waktu yang sama pula aku mulai merasa ada sesuatu yang
tidak beres dalam hal keimananku. Aku pun kebingungan ketika ditanya
oleh Namila, adik perempuan Waruba yang kuliah di IAIN Jakarta,
“Mengapa Tuhan ada tiga?”.

Aku hanya menjawab, “Itu sebagai rahasia Tuhan, otak kita terlalu
kecil untuk memikirkan hal itu.” Waruba dan Namila menjelaskan Tuhan
itu esa dan sangat memuaskanku.Aku pun buka kartu kepadanya karena di
Kristen tidak terbiasa menanyakan masalah itu lebih detail kepada
Pastur. Kami hanya disuruh mengimaninya begitu saja tanpa harus tahu
mengapa begitu, itulah yang disebut dengan dogma.

Dari mereka aku merasakan kebenaran Islam, sebab dalam agama
sebelumnya, masalah akidah dan akhlak tidak secara khusus diajarkan,
apalagi soal halal dan haram. Justru dalam Islam soal akidah dan
akhlak sangat diutamakan.  Dijelaskannya kepadaku bahwa tiada Tuhan
selain Allah, Allahlah tempat bergantung segala sesuatu, Allah tidak
memiliki anak dan tidak diperanakkan. Oleh karena itu Yesus bukanlah
Tuhan itu sendiri, bukan pula anak Tuhan. Aku pun dilarang curang
dalam menimbang karena itu perbuatan dosa. He he he...sebelumnya aku
suka curang dalam timbangan. Tapi sejak saat itu aku tidak lagi. Aku
selalu dibimbing untuk selalu berbuat jujur oleh Waruba.

Sementara ajaran “kasih” yang sering didengungkan dan paling
diutamakan dalam Kristen, tidak aku dapatkan. Tetapi di keluarga yang
baru aku kenal di Jakarta ini seperti saudaraku saja, mereka penuh
perhatian. Keluargaku dan juga keluarga teman-teman Kristen lainnya
yang saat itu hidup dalam ekonomi pas-pasan di Manado, tidak pernah
sekalipun diperhatikan dan dibantu oleh teman-teman sesama agama,
maupun dari Pastur.

Keuntungan Ganda

Selama empat tahun itu, Waruba mempersilahkan aku mendalami ajaran
Islam dan membandingkannya sendiri dengan apa yang aku baca dalam
Alkitab (Bible). Akhirnya aku temukan, sesungguhnya Yesus bukan tuhan
tetapi hanyalah hamba dan utusan Allah SWT. Ternyata bila umat Islam
benar-benar mengamalkan Al Quran berarti umat Islamlah yang
mengamalkan ajaran kasih sayang dan umat Islamlah pengikut Yesus dalam
arti yang sesungguhnya.

Aku berkesimpulan bahwa dengan memeluk agama Islam, aku mendapat
keuntungan ganda, yaitu menjadi pengikut Nabi Muhammad, sekaligus
tidak meninggalkan Yesus. Sebab Yesus adalah Nabi Isa yang sangat
diimani dan dihormati oleh setiap Muslim. Sementara jika aku tetap
dalam Katolik, ada kerugian ganda, yaitu tidak beriman kepada Nabi
Muhammad sebagai nabi terakhir dan setiap hari aku berarti menghianati
ajaran Yesus. Karena ternyata sebagian besar ajaran Kristen baik
Katolik maupun Protestan bukan ajaran Yesus, tapi ajaran Paulus.

Dari pergaulan dengan keluarga sakinah itulah awal mula aku
mendapatkan hidayah dari Allah SWT karena dapat mengenal Islam lebih
dekat dan berdiskusi dengan orang yang tepat sehingga aku meyakini
bahwa hanya Islamlah sebagai jalan hidup yang benar. Dalam Islam aku
menemukan kedamaian, ketenangan dan cinta kasih antar sesama. Artinya
ajaran “kasih” yang sesungguhnya justru diajarkan dalam agama Islam
dan aku merasakan itu dari sosok keluarga Waruba bukan Pasturku dulu.
Akhirnya, pada 1980, saat usiaku 31 tahun aku memutuskan untuk
mengucapkan dua kalimat syahadat dengan dibimbing  oleh Imam Masjid Al
Muqarabin Muhammad Hafidz di Kelapa Dua Cimanggis Depok. Syahadat itu
aku ucapkan karena aku yakin memang harus masuk Islam bila ingin
menjadi seorang pengikut Yesus sejati. [] mediaumat.com

http://www.mediaumat.com/content/view/631/2/

9.11.2009 14:11


------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]

Bagi yang ingin membantu dakwah milis Syiar Islam dan situs Media Islam bisa 
transfer ke: Rekening BCA Wisma GKBI 0061947069 a/n A Nizami

Nama (jika tak ingin disebut tulis Hamba Allah) dan besar sumbangan bisa 
dikonfirmasikan melalui email ke: [email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke