Lailatul Qadar merupakan malam yang mempunyai kelebihan seperti
beribadah seribu bulan. Pendapat dapat kita lihat pada apa yang telah
dinukilkan oleh Allah SWT di dalam al-Quran dalam surah al-Qadar.
Begitu juga dengan apa yang telah sampaikan oleh Rasulullah S.A.W dalam
beberapa hadis yang sohih. Kita disuruh untuk menghidupkan malam
lailatul qadar dan tidak membiarkannya berlalu begitu saja. Rasulullah
S.A.W telah bersabda dalam hadis muttafaq 'alaih yang diriwayatkan Abu
Hurairah RA yang artinya : “Artinya : Barang siapa berdiri (shalat)
pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala
dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” [Hadits Riwayat
Bukhari 4/217 dan Muslim 759]

Menurut imam Fakhrurrazi bahwa Allah SWT menyembunyikan malam lailatul
qadar dari pengetahuan kita sebagaimana Dia menyembunyikan segala
sesuatu yang lain. Dia menyembunyikan keredhaanNya pada setiap ketaatan
sehingga timbul dalam diri kita sebuah keinginan untuk melakukan semua
ketaatan atau ibadah tersebut. Begitu juga Allah SWT menyembunyikan
kemurkaanNya pada setiap perkara maksiat agar kita berhati-hati dan
menjauhi segala maksiat dan tidak memilih antara dosa besar dan kecil
untuk melakukannya karena dosa kecil jika terus dilakukan secara terus
menerus akan menjadi dosa besar jika kita tidak bertaubat dan berusaha
meninggalkannya. Dia menyembunyikan wali-waliNya agar manusia tidak
terlalu bergantung kepada mereka dalam berdoa sebaliknya kita
diperintahkan untuk berusaha sendiri dengan penuh keikhlasan dalam
berdoa untuk mendapatkan sesuatu daripadaNya kerana Allah menerima
segala doa orang yang bersungguh-sungguh dan tidak mudah berputus asa.
Dia menyembunyikan waktu berdoa yang mustajab pada hari Jum'at supaya
kita berusaha mencarinya. Begitu juga Allah SWT menyembunyikan
diterimanya taubat dan amalan yang telah dilakukan supaya kita sentiasa
istiqamah dan ikhlas dalam beramal dan sentiasa bersegera dalam
bertaubat. Demikian halnya dengan disembunyikannya malam lailatul qadar
agar kita membesarkan dan menghidupkan seluruh malam Ramadhan dalam
mendekatkan diri kepadaNya bukan hanya sekadar menunggu malam lailatu
qadar saja untuk beribadah dan berdoa.

Namun, penyakit terbesar yang menimpa umat Islam yang mengakibatkan
malam-malam Ramadhan lesu kerana mereka hanya menanti malam yang
dianggap malam lailatul qadar saja untuk beribadah. Karena mengejar
kelebihan malam lailatul qadar yang kita tidak mengetahui waktunya,
menyebabkan kita terlepas dengan kelebihan Ramadhan itu sendiri yang
hanya datang setahun sekali.

Diantara tanda-tanda dalam mengetahui malam lailatul qadar adalah
berdasarkan beberapa hadis di bawah ini :
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.Artinya : (Malam) Lailatul Qadar
adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin,
(dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah
kemerah-merahan” [Tahayalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/231, Bazzar 1/486,
sanadnya Hasan]
[dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii
Ramadhan, edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul
Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.]
Pendapat yang paling kuat, terjadinya Lailatul Qadar itu pada malam
terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha,
dia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di
sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda.“Artinya :
Carilah Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada malam 10 hari terakhir
bulan Ramadhan” [Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169]
Abi Ibnu Ka'ab meriwayatkan bahwa Rasulullah S.A.W telah bersabda
mengenai lailatul qadar yang artinya Sesungguhnya terbitnya matahari di
pagi harinya dengan sinar yg tidak terlalu terang. Hadis riwayat imam
Muslim dalam kitab puasa.

Qadhi 'Iyad telah mengatakan ada dua pendapat mengenai matahari yang
terbit tanpa cahaya yaitu:
1) Ia merupakan tanda penciptaan Allah SWT.
2) Menunjukkan bahwa karena terlalu banyaknya para malaikat yang
berzikir kepada Allah pada malamnya dan mereka turun ke bumi yang
menyebabkan sayap-sayap dan tubuh mereka yang halus menutupi dan
menghalangi matahari dan cahayanya.

Kesimpulan:
Dalam setiap bulan ramadhan Allah menetapkan pada salah satu hari
dibulan tersebut sebagai malam yang utama dari 1000 bulan alias 83
tahun itu. atau malam surga, malam yang penuh rahmat dan setiap doa
akan dimakbulkan setiap dosa akan terlunturkan dari diri-diri yang
mendapatkannya. Namun, waktunya itu tidak tetap melainkan sesuai dengan
kehendak Allah, seperti halnya dengan hari kiamat. Namun kita dapat
sedikit pemperdiksikan kapan datangnya malam qadar tesebut dengan
tanda-tanda berikut ini yang sesuai menurut dalil-dalil yang teruji
kebenarannya:
1. pada sepuluh hari terakhir
2. Lebih kuat pada sepuluh hari ganjil yang terakhir
3. Malam yang terang (ditandai dengan : tidak panas dan tidak dingin)
4. Munculnya matahari di pagi hari sebagaimana baskom yang tidak
memantulkan sinar

tanda-tanda yang tak berdasar dan bahkan berdalil namun berkembang
dimasyarakat
1. tidak ada anjing yang menggonggong
2. tidak ada keledai yang meringkik
3. air laut menjadi tawar
4. pohon-pohon merundukan dahanya karena tunduk kepada Allah
5. diperlihatkanya cahaya ditempat-tempat yang gelap.
Barang siapa yang bersungguh – sungguh mengerjakan ibadah di malam
tersebut seperti shalat qiyamullail, membaca qur`an, berdoa, berdzikir
dan mengerjakan amalan-amalan baik lainnya akan mendapatkannya dan
memperoleh keuntungan yang telah Allah janjikan bagi orang – orang yang
menghidupkan malam tersebut jika dia mengerjakannya dengan mengimani
dan mengharapkan pahalanya.
Dan hanya Allah lah pemberi taufiq. Semoga shalawat Allah dan salamNya
dilimpahkan atas Nabi kita dan para Shahabat – shahabatnya.
Bagi saudara yang ingin menambahkan silahkan atau memberikan
koreksinya, mari berbagi ilmu, tuangkanlah dalam laman komentar dibawah
ini, semoga Allah membalasnya. amin.
(Dari berbagai sumber)
wallahu a’lam
semoga bermanfaat!

--
Posting oleh akhrudianto ke Komunitas Nurani Islam 107koma7fm Kota
Tangerang pada 9/11/2009 01:38:00 PM

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke