Assalamualaikum.wrwb...
http://abinyaazka.wordpress.com/2009/09/28/jiwa-pedagang/
Suatu ketika seorang sahabat rasul yang ikut hijrah ke Madinah
dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi' Al-Anshari. Sa'ad adalah seorang
yang kaya dan dermawan. Sa'ad kemudian menawarkan salah satu dari dua
kebunnya yang luas kepadanya. Namun sahabat yang mulia ini menolaknya,
ia hanya meminta untuk ditunjukkan lokasi pasar di Madinah kepadanya.
Tentunya
dari cuplikan cerita tsb. kita langsung terbayang bahwa sahabat rasul
yang berjiwa pedagang itu bernama Abdurrahman bin Auf.
Memang
9 dari 10 pintu rezeki adalah dari berdagang dan perniagaan. Artinya
90% dari rezeki yang ada mengalir kepada para pedagang, pebisnis atau
wirausaha. Karena para pebisnis adalah orang yang memiliki usaha tsb.
dan mengaturnya sesuai keinginan. Sudah barang tentu hasil yang ia
dapatkan jauh lebih besar daripada seorang pegawai.
Bangsa yang
besar dan mampu memimpin adalah bangsa yang berjiwa pedagang dan
wirausaha. Hal inilah yang dicontohkan oleh para sahabat rasulullah
yang rata-rata adalah berjiwa pedagang, termasuk rasulullah Muhammad
S.A.W sendiri adalah seorang pedagang di masa mudanya. Beliau
mencontohkan akhlak yang sangat mulia dalam perniagaan, yaitu
kejujuran. Maka perniagaan beliau sangat sukses.
Semua pekerjaan
yang halal adalah mulia dan akan memperoleh pahala dari Allah S.W.T
jika diniatkan sebagai ibadah. Baik itu seorang pegawai/karyawan atau
seorang pengusaha. Tetapi alangkah baiknya jika kita mulai mendidik
jiwa wirausaha di dalam diri sendiri. Karena dengan jiwa wirausaha yang
mantap kita akan lebih siap menghadapi keadaan sesulit apapun dalam
hidup.
Wassalamualaikum.wrwb...
[Non-text portions of this message have been removed]