---------- Forwarded message ---------- From: Aboe Hanifa <[email protected]> Date: 2009/10/4 Subject: Siyasah Nasehat Ulama: Di Balik Musibah Gempa Bumi To: [email protected], [email protected] Cc: achie yup <[email protected]>
3 October 2009 Kategori: Nasehat Ulama Nasehat Ulama: Di Balik Musibah Gempa Bumi Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau. Amma badu: *[Gempa Bumi, Di Antara Tanda Kekuasaan Allah][1]* Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua syariat dan semua yang diperintahkan. Allah menciptakan berbagai tanda-tanda kekuasaan-Nya sesuai yang Dia kehendaki. Dia pun menetapkannya untuk menakut-nakuti hamba-Nya. Dengan tanda-tanda tersebut, Allah mengingatkan kewajiban hamba-hamba-Nya, yang menjadi hak Allah azza wa Jalla. Hal ini untuk mengingatkan para hamba dari perbuatan syirik dan melanggar perintah serta melakukan yang dilarang. Allah Taala berfirman, æóãóÇ äõÑúÓöáõ ÈöÇáÂíóÇÊö ÅöáÇ ÊóÎúæöíÝðÇ ** *Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti. * (Qs. Al-Israa: 59) Allah Taala juga berfirman, *ÓóäõÑöíåöãú ÂíóÇÊöäóÇ Ýöí ÇáÂÝóÇÞö æóÝöí ÃóäúÝõÓöåöãú ÍóÊóøì íóÊóÈóíóøäó áóåõãú Ãóäóøåõ ÇáúÍóÞõø Ãóæóáóãú íóßúÝö ÈöÑóÈöøßó Ãóäóøåõ Úóáóì ßõáöø ÔóíúÁò ÔóåöíÏñ* ** *Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.* (Qs. Fushilat: 53) Allag Taala pun berfirman, Þõáú åõæó ÇáúÞóÇÏöÑõ Úóáóì Ãóäú íóÈúÚóËó Úóáóíúßõãú ÚóÐóÇÈðÇ ãöäú ÝóæúÞößõãú Ãóæú ãöäú ÊóÍúÊö ÃóÑúÌõáößõãú Ãóæú íóáúÈöÓóßõãú ÔöíóÚðÇ æóíõÐöíÞó ÈóÚúÖóßõãú ÈóÃúÓó ÈóÚúÖò ** ** *Katakanlah (Wahai Muhammad): Dia (Allah) Maha Berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan), dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebahagian yang lain.* (Qs. Al-Anam: 65). Imam Bukhari meriwayatkan di dalam kitab shahihnya, dari Jabir bin Abdillah *radhiyallahu anhuma*, dari Nabi *shallallahu alaihi wa sallam*, tatkala turun firman Allah Taala dalam surat Al Anam [*Þõáú åõæó ÇáúÞóÇÏöÑõ Úóáóì Ãóäú íóÈúÚóËó Úóáóíúßõãú ÚóÐóÇÈðÇ ãöäú ÝóæúÞößõãú],* beliau shallallahu alaihi wa sallam berdoa: ** ** ** *Aku berlindung dengan wajah-Mu.* Lalu Rasulullah *shallallahu alaihi wa sallam* melanjutkan (membaca) [Ãóæú ãöäú ÊóÍúÊö ÃóÑúÌõáößõãú], beliau *shallallahu alaihi wa sallam* berdoa lagi, *Aku berlindung dengan wajah-Mu.* [2]. Diriwayatkan oleh Abu Syaikh Al Ash-bahani, dari Mujahid tentang tafsir surat Al Anam ayat 65 [Þõáú åõæó ÇáúÞóÇÏöÑõ Úóáóì Ãóäú íóÈúÚóËó Úóáóíúßõãú ÚóÐóÇÈðÇ ãöäú ÝóæúÞößõãú], beliau mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah halilintar, hujan batu dan angin topan. Sedangkan firman Allah [Ãóæú ãöäú ÊóÍúÊö ÃóÑúÌõáößõãú], yang dimaksudkan adalah gempa dan tanah longsor. Jelaslah, bahwa musibah-musibah yang terjadi pada masa-masa ini di berbagai tempat termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah guna menakut-nakuti para hamba-Nya. *[Musibah Datang Dikarenakan Kesyirikan dan Maksiat yang Diperbuat]* (Perlu diketahui), semua musibah yang terjadi di alam ini, berupa gempa dan musibah lainnya yang menimbulkan bahaya bagi para hamba serta menimbulkan berbagai macam penderitaan, itu semua disebabkan oleh perbuatan syirik dan maksiat yang diperbuat. Perhatikanlah firman Allah Taala, æóãóÇ ÃóÕóÇÈóßõãú ãöäú ãõÕöíÈóÉò ÝóÈöãóÇ ßóÓóÈóÊú ÃóíúÏöíßõãú æóíóÚúÝõæ Úóäú ßóËöíÑò ** *Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)* (Qs. Asy-Syuura: 30) Allah Taala juga berfirman, ãóÇ ÃóÕóÇÈóßó ãöäú ÍóÓóäóÉò Ýóãöäó Çááøóåö æóãóÇ ÃóÕóÇÈóßó ãöäú ÓóíøöÆóÉò Ýóãöäú äóÝúÓößó ** *Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri.* (Qs. An-Nisaa: 79) Allah Taala menceritakan tentang umat-umat terdahulu, *ÝóßõáøðÇ ÃóÎóÐúäóÇ ÈöÐóäúÈöåö Ýóãöäúåõãú ãóäú ÃóÑúÓóáúäóÇ Úóáóíúåö ÍóÇÕöÈðÇ æóãöäúåõãú ãóäú ÃóÎóÐóÊúåõ ÇáÕøóíúÍóÉõ æóãöäúåõãú ãóäú ÎóÓóÝúäóÇ Èöåö ÇáúÃóÑúÖó æóãöäúåõãú ãóäú ÃóÛúÑóÞúäóÇ æóãóÇ ßóÇäó Çááøóåõ áöíóÙúáöãóåõãú æóáóßöäú ßóÇäõæÇ ÃóäúÝõÓóåõãú íóÙúáöãõæäó* ** *Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.* (Qs. Al-Ankabut: 40). *[Kembali pada Allah Sebab Terlepas dari Musibah]* ** Oleh karena itu, wajib bagi setiap kaum muslimin yang telah dibebani syariat dan kaum muslimin lainnya, agar bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, konsisten di atas agama, serta menjauhi larangan Allah yaitu kesyirikan dan maksiat. Sehingga dengan demikian, mereka akan selamat dari seluruh bahaya di dunia maupun di akhirat. Allah pun akan menghindarkan dari mereka berbagai adzab, dan menganugrahkan kepada mereka berbagai kebaikan. Perhatikan firman Allah Subhanahu wa Taala. æóáóæú Ãóäøó Ãóåúáó ÇáúÞõÑóì ÂãóäõæÇ æóÇÊøóÞóæúÇ áóÝóÊóÍúäóÇ Úóáóíúåöãú ÈóÑóßóÇÊò ãöäó ÇáÓøóãóÇÁö æóÇáúÃóÑúÖö æóáóßöäú ßóÐøóÈõæÇ ÝóÃóÎóÐúäóÇåõãú ÈöãóÇ ßóÇäõæÇ íóßúÓöÈõæäó *Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.* (Qs. Al-Araaf: 96) Allah Taala pun mengatakan tentang Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani), æóáóæú Ãóäøóåõãú ÃóÞóÇãõæÇ ÇáÊøóæúÑóÇÉó æóÇáúÅöäúÌöíáó æóãóÇ ÃõäúÒöáó Åöáóíúåöãú ãöäú ÑóÈøöåöãú áóÃóßóáõæÇ ãöäú ÝóæúÞöåöãú æóãöäú ÊóÍúÊö ÃóÑúÌõáöåöãú ** *Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al-Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Rabb-nya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.* (Qs. Al-Maidah: 66) Allah Taala berfirman, *ÃóÝóÃóãöäó Ãóåúáõ ÇáúÞõÑóì Ãóäú íóÃúÊöíóåõãú ÈóÃúÓõäóÇ ÈóíóÇÊðÇ æóåõãú äóÇÆöãõæäó, ÃóæóÃóãöäó Ãóåúáõ ÇáúÞõÑóì Ãóäú íóÃúÊöíóåõãú ÈóÃúÓõäóÇ ÖõÍðì æóåõãú íóáúÚóÈõæäó, ÃóÝóÃóãöäõæÇ ãóßúÑó Çááóøåö ÝóáÇ íóÃúãóäõ ãóßúÑó Çááóøåö ÅöáÇ ÇáúÞóæúãõ ÇáúÎóÇÓöÑõæäó* ** *Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi. * (Qs. Al-Araaf: 97-99). *[Perkataan Para Salaf Ketika Terjadi Gempa]* Al Allaamah Ibnul Qayyim *rahimahullah*- mengatakan, Pada sebagian waktu, Allah Subhanahu wa Taala memberikan izin kepada bumi untuk bernafas, lalu terjadilah gempa yang dahsyat. Akhirnya, muncullah rasa takut yang mencekam pada hamba-hamba Allah. Ini semua sebagai peringatan agar mereka bersegera bertaubat, berhenti dari berbuat maksiat, tunduk kepada Allah dan menyesal atas dosa-dosa yang selama ini diperbuat. Sebagian salaf mengatakan ketika terjadi goncangan yang dahsyat, Sesungguhnya Allah mencela kalian. Umar bin Khatthab -*radhiyallahu anhu*-, pasca gemba di Madinah langsung menyampaikan khutbah dan wejangan. Umar -*radhiyallahu anhu*- mengatakan, Jika terjadi gempa lagi, janganlah kalian tinggal di kota ini. Demikian yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim -*rahimahullah*-. Para salaf memiliki perkataan yang banyak mengenai kejadian semacam ini. *[Bersegera Bertaubat dan Memohon Ampun pada Allah]* Saat terjadi gempa atau bencana lain seperti gerhana, angin ribut dan banjir, hendaklah setiap orang bersegera bertaubat kepada Allah subhanahu wa taala, merendahkan diri kepada-Nya dan memohon keselamatan dari-Nya, memperbanyak dzikir dan istighfar (memohon ampunan pada Allah). Rasulullah *shallallahu alaihi wa sallam* ketika terjadi gerhana bersabda, *Jika kalian melihat gerhana, maka bersegeralah berdzikir kepada Allah, memperbanyak doa dan bacaan istighfar.*[3]. *[Dianjurkan Memperbanyak Sedekah dan Menolong Fakir Miskin]* Begitu pula ketika terjadi musibah semacam itu, dianjurkan untuk menyayangi fakir miskin dan memberi sedekah kepada mereka. Nabi *shallallahu alaihi wa sallam* bersabda, ÇÑúÍóãõæÇ ÊõÑúÍóãõæÇ ** *Sayangilah (saudara kalian), maka kalian akan disayangi.*[4] Juga sabda Nabi *shallallahu alaihi wa sallam*, ÇáÑøóÇÍöãõæäó íóÑúÍóãõåõãõ ÇáÑøóÍúãóäõ ÇÑúÍóãõæÇ ãóäú Ýöì ÇáÃóÑúÖö íóÑúÍóãúßõãú ãóäú Ýöì ÇáÓøóãóÇÁö ** *Orang yang menebar kasih sayang akan disayang oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang di muka bumi, kalian pasti akan disayangi oleh Allah yang berada di atas langit.*[5]. Nabi *shallallahu alaihi wa sallam* bersabda, ãóäú áÇó íóÑúÍóãõ áÇó íõÑúÍóãõ ** *Orang yang tidak memiliki kasih sayang, pasti tidak akan disayang.*[6] Diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz *rahimahullah*- bahwasanya saat terjadi gempa, beliau menulis surat kepada pemerintahan daerah bawahannya agar memperbanyak shadaqah. *[Yang Mesti Diperintahkan Pemimpin Kaum Muslimin kepada Rakyatnya]* Di antara sebab terselamatkan dari berbagai kejelekan adalah hendakanya pemimpin kaum muslimin bersegera memerintahkan pada rakyat bawahannya agar berpegang teguh pada kebenaran, kembali berhukum dengan syariat Allah, juga hendaklah mereka menjalankan amar maruf nahi mungkar. Allah Azza wa Jalla berfirman, *æóÇáúãõÄúãöäõæäó æóÇáúãõÄúãöäóÇÊõ ÈóÚúÖõåõãú ÃóæúáöíóÇÁõ ÈóÚúÖò íóÃúãõÑõæäó ÈöÇáúãóÚúÑõæÝö æóíóäúåóæúäó Úóäö ÇáúãõäúßóÑö æóíõÞöíãõæäó ÇáÕøóáóÇÉó æóíõÄúÊõæäó ÇáÒøóßóÇÉó æóíõØöíÚõæäó Çááøóåó æóÑóÓõæáóåõ ÃõæáóÆößó ÓóíóÑúÍóãõåõãõ Çááøóåõ Åöäøó Çááøóåó ÚóÒöíÒñ Íóßöíãñ* ** *Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang maruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijakasana.* (Qs. At-Taubah: 71). Allah Taala berfirman, *æóáóíóäúÕõÑóäóø Çááóøåõ ãóäú íóäúÕõÑõåõ Åöäóø Çááóøåó áóÞóæöíñø ÚóÒöíÒñ, ÇáóøÐöíäó Åöäú ãóßóøäóøÇåõãú Ýöí ÇáÃÑúÖö ÃóÞóÇãõæÇ ÇáÕóøáÇÉó æóÂÊóæõÇ ÇáÒóøßóÇÉó æóÃóãóÑõæÇ ÈöÇáúãóÚúÑõæÝö æóäóåóæúÇ Úóäö ÇáúãõäúßóÑö æóáöáóøåö ÚóÇÞöÈóÉõ ÇáÃãõæÑö* ** *Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang maruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar ; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.* (Qs. Al-Hajj : 40-41). Allah Taala berfirman, *æóãóäú íóÊøóÞö Çááøóåó íóÌúÚóáú áóåõ ãóÎúÑóÌðÇ æóíóÑúÒõÞúåõ ãöäú ÍóíúËõ áóÇ íóÍúÊóÓöÈõ æóãóäú íóÊóæóßøóáú Úóáóì Çááøóåö Ýóåõæó ÍóÓúÈõåõ* ** *Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.* (Qs. Ath-Thalaaq: 2-3) Ayat-ayat semacam ini amatlah banyak. *[Anjuran untuk Menolong Kaum Muslimin yang Tertimpa Musibah].* ** Rasulullah *shallallahu alaihi wa sallam* bersabda, ãóäú ßóÇäó Ýöì ÍóÇÌóÉö ÃóÎöíåö ßóÇäó Çááøóåõ Ýöì ÍóÇÌóÊöåö ** *Barangsiapa menolong saudaranya, maka Allah akan selalu menolongnya.*[7]. Rasulullah *shallallahu alaihi wa sallam* bersabda, ãóäú äóÝøóÓó Úóäú ãõÄúãöäò ßõÑúÈóÉð ãöäú ßõÑóÈö ÇáÏøõäúíóÇ äóÝøóÓó Çááøóåõ Úóäúåõ ßõÑúÈóÉð ãöäú ßõÑóÈö íóæúãö ÇáúÞöíóÇãóÉö æóãóäú íóÓøóÑó Úóáóì ãõÚúÓöÑò íóÓøóÑó Çááøóåõ Úóáóíúåö Ýöì ÇáÏøõäúíóÇ æóÇáÂÎöÑóÉö æóãóäú ÓóÊóÑó ãõÓúáöãðÇ ÓóÊóÑóåõ Çááøóåõ Ýöì ÇáÏøõäúíóÇ æóÇáÂÎöÑóÉö æóÇááøóåõ Ýöì Úóæúäö ÇáúÚóÈúÏö ãóÇ ßóÇäó ÇáúÚóÈúÏõ Ýöì Úóæúäö ÃóÎöíåö ** *Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskannya dari satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan akhirat. Barangsiapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkan dia di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.*[8] Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya. Hadits-hadits yang mendorong untuk menolong sesama amatlah banyak. Hanya kepada Allah kita memohon agar memperbaiki kondisi kaum Musimin, memberikan pemahaman agama, menganugrahkan keistiqomahan dalam agama, dan segera bertaubat kepada Allah dari setiap dosa. Semoga Allah memperbaiki kondisi para penguasa kaum Muslimin. Semoga Allah menolong dalam memperjuangkan kebenaran dan menghinakan kebathilan melalui para penguasa tersebut. Semoga Allah membimbing para penguasa tadi untuk menerapkan syariat Allah bagi para hamba-Nya. Semoga Allah melindungi mereka dan seluruh kaum Muslimin dari berbagai cobaan dan jebakan setan. Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa untuk hal itu. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga hari pembalasan. Mufti Aam Kerajaan Saudi Arabia Ketua Hai-ah Kibaril Ulama, Penelitian Ilmiah dan Fatwa Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz[9] Sumber: *Majmu Fatawa Ibnu Baz*, 9/148-152, *Majmu Fatawa wa Maqolaat Mutanawwiah Li Samahah As Syaikh Ibnu Baz*, Mawqi Al Ifta ( http://alifta.net) Panggang, 14 Syawwal 1430 H *** Penerjemah: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel www.muslim.or.id *Footnote:* [1] Yang mengalami tanda kurung semacam ini [ ] di awal paragraf adalah tambahan judul dari penerjemah untuk memudahkan pembaca dalam memahami tulisan. [2] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam *Tafsir Al Quran* no. 4262 dan At Tirmidzi dalam Tafsir Al Quran no. 2991 [3] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam *Al Jumuah* no. 999 dan Muslim dalam Al Kusuf no. 1518 [4] Diriwayatkan oleh Ahmad dalam *Musnad*-nya no. 6255. [5] Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dalam *Al Birr wash Shilah* no. 1847. [6] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam *Adabul Mufrod* no. 5538 dan At Tirmidzi dalam *Al Birr wash Shilah* no. 1834. [7] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam *Al Mazholim* dan *Al Ghodhob* no. 2262 dan Muslim no. 4677 dengan lafazh yang disepakati oleh keduanya. [8] Diriwayatkan oleh Muslim dalam *Adz Dzikr*, *Ad Duaa* dan *At Taubah*no. 4867 dan At Tirmidzi dalam *Al Birr wash Shilah* no. 1853. [9] Syaikh Abdul Aziz bin Baz lahir pada tahun 1330 H di kota Riyadh. Dulunya beliau memiliki penglihatan. Kemudian beliau tertimpa penyakit pada matanya pada tahun 1346 H dan akhirnya lemahlah penglihatannya. Pada tahun 1350 H, beliau buta total. Beliau telah menghafalkan Al Quran sebelum baligh. Beliau sangat perhatian dengan hadits dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ilmu tersebut. Beliau pernah menjabat sebagai Mufti Aam Kerajaan Saudi Arabia dan Ketua Al Lajnah Ad Da-imah Lil Buhuts Ilmiyyah wal Ifta (Komisi Fatwa di Saudi Arabia). Beliau meninggal dunia pada hari Kamis, 27/1/1420 H pada umur 89 tahun. (Sumber: http://alifta.net/Fatawa/MoftyDetails.aspx?ID=2) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik: http://www.media-islam.or.id Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke [email protected]! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

