---------- Forwarded message ----------
From: Aboe Hanifa <[email protected]>
Date: 2009/10/4
Subject: Siyasah Nasehat Ulama: Di Balik Musibah Gempa Bumi
To: [email protected], [email protected]
Cc: achie yup <[email protected]>




 3 October 2009



Kategori: Nasehat Ulama
 Nasehat Ulama: Di Balik Musibah Gempa Bumi

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga, para
sahabat dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau. Amma ba’du:

*[Gempa Bumi, Di Antara Tanda Kekuasaan Allah][1]*

Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang
dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Maha Bijaksana dan Maha
Mengetahui terhadap semua syari’at dan semua yang diperintahkan. Allah
menciptakan berbagai tanda-tanda kekuasaan-Nya sesuai yang Dia kehendaki.
Dia pun menetapkannya untuk menakut-nakuti hamba-Nya. Dengan tanda-tanda
tersebut, Allah mengingatkan kewajiban hamba-hamba-Nya, yang menjadi hak
Allah ‘azza wa Jalla. Hal ini untuk mengingatkan para hamba dari perbuatan
syirik dan melanggar perintah serta melakukan yang dilarang.



Allah Ta’ala berfirman,



æóãóÇ äõÑúÓöáõ ÈöÇáÂíóÇÊö ÅöáÇ ÊóÎúæöíÝðÇ

**

*“Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.”
* (Qs. Al-Israa: 59)



Allah Ta’ala juga berfirman,



*ÓóäõÑöíåöãú ÂíóÇÊöäóÇ Ýöí ÇáÂÝóÇÞö æóÝöí ÃóäúÝõÓöåöãú ÍóÊóøì íóÊóÈóíóøäó
áóåõãú Ãóäóøåõ ÇáúÍóÞõø Ãóæóáóãú íóßúÝö ÈöÑóÈöøßó Ãóäóøåõ Úóáóì ßõáöø ÔóíúÁò
ÔóåöíÏñ*

**

*“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di
segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka
bahwa Al-Qur’an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa
sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.”* (Qs. Fushilat: 53)



Allag Ta’ala pun berfirman,



Þõáú åõæó ÇáúÞóÇÏöÑõ Úóáóì Ãóäú íóÈúÚóËó Úóáóíúßõãú ÚóÐóÇÈðÇ ãöäú ÝóæúÞößõãú
Ãóæú ãöäú ÊóÍúÊö ÃóÑúÌõáößõãú Ãóæú íóáúÈöÓóßõãú ÔöíóÚðÇ æóíõÐöíÞó ÈóÚúÖóßõãú
ÈóÃúÓó ÈóÚúÖò

**

**

*“Katakanlah (Wahai Muhammad): “Dia (Allah) Maha Berkuasa untuk mengirimkan
adzab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia
mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan), dan
merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebahagian yang lain.”* (Qs.
Al-An’am: 65).



Imam Bukhari meriwayatkan di dalam kitab shahihnya, dari Jabir bin ‘Abdillah
*radhiyallahu ‘anhuma*, dari Nabi *shallallahu ‘alaihi wa sallam*, tatkala
turun firman Allah Ta’ala dalam surat Al An’am [*Þõáú åõæó ÇáúÞóÇÏöÑõ Úóáóì
Ãóäú íóÈúÚóËó Úóáóíúßõãú ÚóÐóÇÈðÇ ãöäú ÝóæúÞößõãú],* beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam berdo’a: **

**

**

*“Aku berlindung dengan wajah-Mu.”* Lalu Rasulullah *shallallahu ‘alaihi wa
sallam* melanjutkan (membaca) [Ãóæú ãöäú ÊóÍúÊö ÃóÑúÌõáößõãú], beliau
*shallallahu
‘alaihi wa sallam* berdo’a lagi, *“Aku berlindung dengan wajah-Mu.”* [2].



Diriwayatkan oleh Abu Syaikh Al Ash-bahani, dari Mujahid tentang



 tafsir surat Al An’am ayat 65 [Þõáú åõæó ÇáúÞóÇÏöÑõ Úóáóì Ãóäú íóÈúÚóËó
Úóáóíúßõãú ÚóÐóÇÈðÇ ãöäú ÝóæúÞößõãú], beliau mengatakan bahwa yang
dimaksudkan adalah halilintar, hujan batu dan angin topan.  Sedangkan firman
Allah [Ãóæú ãöäú ÊóÍúÊö ÃóÑúÌõáößõãú], yang dimaksudkan adalah gempa dan
tanah longsor.



Jelaslah, bahwa musibah-musibah yang terjadi pada masa-masa ini di berbagai
tempat termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah guna menakut-nakuti para
hamba-Nya.



*[Musibah Datang Dikarenakan Kesyirikan dan Maksiat yang Diperbuat]*

(Perlu diketahui), semua musibah yang terjadi di alam ini, berupa gempa dan
musibah lainnya yang menimbulkan bahaya bagi para hamba serta menimbulkan
berbagai macam penderitaan, itu semua disebabkan oleh perbuatan syirik dan
maksiat yang diperbuat. Perhatikanlah firman Allah Ta’ala,



æóãóÇ ÃóÕóÇÈóßõãú ãöäú ãõÕöíÈóÉò ÝóÈöãóÇ ßóÓóÈóÊú ÃóíúÏöíßõãú æóíóÚúÝõæ Úóäú
ßóËöíÑò

**

*“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan
tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu)”* (Qs. Asy-Syuura: 30)



Allah Ta’ala juga berfirman,



ãóÇ ÃóÕóÇÈóßó ãöäú ÍóÓóäóÉò Ýóãöäó Çááøóåö æóãóÇ ÃóÕóÇÈóßó ãöäú ÓóíøöÆóÉò
Ýóãöäú äóÝúÓößó

**

*“Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja
yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri.”* (Qs. An-Nisaa:
79)



Allah Ta’ala menceritakan tentang umat-umat terdahulu,



*ÝóßõáøðÇ ÃóÎóÐúäóÇ ÈöÐóäúÈöåö Ýóãöäúåõãú ãóäú ÃóÑúÓóáúäóÇ Úóáóíúåö ÍóÇÕöÈðÇ
æóãöäúåõãú ãóäú ÃóÎóÐóÊúåõ ÇáÕøóíúÍóÉõ æóãöäúåõãú ãóäú ÎóÓóÝúäóÇ Èöåö
ÇáúÃóÑúÖó æóãöäúåõãú ãóäú ÃóÛúÑóÞúäóÇ æóãóÇ ßóÇäó Çááøóåõ áöíóÙúáöãóåõãú
æóáóßöäú ßóÇäõæÇ ÃóäúÝõÓóåõãú íóÙúáöãõæäó*

**

*“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di
antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil, dan di
antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan
di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka
ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya
mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”* (Qs.
Al-Ankabut: 40).



*[Kembali pada Allah Sebab Terlepas dari Musibah]*

**

Oleh karena itu, wajib bagi setiap kaum muslimin yang telah dibebani
syari’at dan kaum muslimin lainnya, agar bertaubat kepada Allah ‘Azza wa
Jalla, konsisten di atas agama, serta menjauhi larangan Allah yaitu
kesyirikan dan maksiat. Sehingga dengan demikian, mereka akan selamat dari
seluruh bahaya di dunia maupun di akhirat. Allah pun akan menghindarkan dari
mereka berbagai adzab, dan menganugrahkan kepada mereka berbagai kebaikan.
Perhatikan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.



æóáóæú Ãóäøó Ãóåúáó ÇáúÞõÑóì ÂãóäõæÇ æóÇÊøóÞóæúÇ áóÝóÊóÍúäóÇ Úóáóíúåöãú
ÈóÑóßóÇÊò ãöäó ÇáÓøóãóÇÁö æóÇáúÃóÑúÖö æóáóßöäú ßóÐøóÈõæÇ ÝóÃóÎóÐúäóÇåõãú
ÈöãóÇ ßóÇäõæÇ íóßúÓöÈõæäó

*“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan
melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya.”* (Qs. Al-A’raaf: 96)



Allah Ta’ala pun mengatakan tentang Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani),



æóáóæú Ãóäøóåõãú ÃóÞóÇãõæÇ ÇáÊøóæúÑóÇÉó æóÇáúÅöäúÌöíáó æóãóÇ ÃõäúÒöáó
Åöáóíúåöãú ãöäú ÑóÈøöåöãú áóÃóßóáõæÇ ãöäú ÝóæúÞöåöãú æóãöäú ÊóÍúÊö
ÃóÑúÌõáöåöãú

**

*“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan
(Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Rabb-nya, niscaya mereka akan
mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.”* (Qs.
Al-Maidah: 66)

Allah Ta’ala berfirman,



*ÃóÝóÃóãöäó Ãóåúáõ ÇáúÞõÑóì Ãóäú íóÃúÊöíóåõãú ÈóÃúÓõäóÇ ÈóíóÇÊðÇ æóåõãú
äóÇÆöãõæäó, ÃóæóÃóãöäó Ãóåúáõ ÇáúÞõÑóì Ãóäú íóÃúÊöíóåõãú ÈóÃúÓõäóÇ ÖõÍðì
æóåõãú íóáúÚóÈõæäó, ÃóÝóÃóãöäõæÇ ãóßúÑó Çááóøåö ÝóáÇ íóÃúãóäõ ãóßúÑó Çááóøåö
ÅöáÇ ÇáúÞóæúãõ ÇáúÎóÇÓöÑõæäó*

**

*“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan
Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah
penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada
mereka di waktu matahari sepenggahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka
apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)?
Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi.”
* (Qs. Al-A’raaf: 97-99).



*[Perkataan Para Salaf Ketika Terjadi Gempa]*

Al ‘Allaamah Ibnul Qayyim –*rahimahullah*- mengatakan, “Pada sebagian waktu,
Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan izin kepada bumi untuk bernafas, lalu
terjadilah gempa yang dahsyat. Akhirnya, muncullah rasa takut yang mencekam
pada hamba-hamba Allah. Ini semua sebagai peringatan agar mereka bersegera
bertaubat, berhenti dari berbuat maksiat, tunduk kepada Allah dan menyesal
atas dosa-dosa yang selama ini diperbuat. Sebagian salaf  mengatakan ketika
terjadi goncangan yang dahsyat, “Sesungguhnya Allah mencela kalian.” ‘Umar
bin Khatthab -*radhiyallahu ‘anhu*-, pasca gemba di Madinah langsung
menyampaikan khutbah dan wejangan. ‘Umar -*radhiyallahu ‘anhu*- mengatakan,
“Jika terjadi gempa lagi, janganlah kalian tinggal di kota ini.” Demikian
yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim -*rahimahullah*-. Para salaf memiliki
perkataan yang banyak mengenai kejadian semacam ini.



*[Bersegera Bertaubat dan Memohon Ampun pada Allah]*

Saat terjadi gempa atau bencana lain seperti gerhana, angin ribut dan
banjir, hendaklah setiap orang bersegera bertaubat kepada Allah subhanahu wa
ta’ala, merendahkan diri kepada-Nya dan memohon keselamatan dari-Nya,
memperbanyak dzikir dan istighfar (memohon ampunan pada Allah).
Rasulullah *shallallahu
‘alaihi wa sallam* ketika terjadi gerhana bersabda, *“Jika kalian melihat
gerhana, maka bersegeralah berdzikir kepada Allah, memperbanyak do’a dan
bacaan istighfar.”*[3].



*[Dianjurkan Memperbanyak Sedekah dan Menolong Fakir Miskin]*

Begitu pula ketika terjadi musibah semacam itu, dianjurkan untuk menyayangi
fakir miskin dan memberi sedekah kepada mereka. Nabi *shallallahu ‘alaihi wa
sallam* bersabda,



ÇÑúÍóãõæÇ ÊõÑúÍóãõæÇ

**

*“Sayangilah (saudara kalian), maka kalian akan disayangi.”*[4]

Juga sabda Nabi *shallallahu ‘alaihi wa sallam*,



ÇáÑøóÇÍöãõæäó íóÑúÍóãõåõãõ ÇáÑøóÍúãóäõ ÇÑúÍóãõæÇ ãóäú Ýöì ÇáÃóÑúÖö
íóÑúÍóãúßõãú ãóäú Ýöì ÇáÓøóãóÇÁö

**

*“Orang yang menebar kasih sayang akan disayang oleh Allah Yang Maha
Penyayang. Sayangilah yang di muka bumi, kalian pasti akan disayangi oleh
Allah yang berada di atas langit.”*[5].



Nabi *shallallahu ‘alaihi wa sallam* bersabda,



ãóäú áÇó íóÑúÍóãõ áÇó íõÑúÍóãõ

**

*“Orang yang tidak memiliki kasih sayang, pasti tidak akan disayang.”*[6]

Diriwayatkan dari ‘Umar bin Abdul Aziz –*rahimahullah*- bahwasanya saat
terjadi gempa, beliau menulis surat kepada pemerintahan daerah bawahannya
agar memperbanyak shadaqah.



*[Yang Mesti Diperintahkan Pemimpin Kaum Muslimin kepada Rakyatnya]*

Di antara sebab terselamatkan dari berbagai kejelekan adalah hendakanya
pemimpin kaum muslimin bersegera memerintahkan pada rakyat bawahannya agar
berpegang teguh pada kebenaran, kembali berhukum dengan syari’at Allah, juga
hendaklah mereka menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar. Allah ‘Azza wa Jalla
berfirman,



*æóÇáúãõÄúãöäõæäó æóÇáúãõÄúãöäóÇÊõ ÈóÚúÖõåõãú ÃóæúáöíóÇÁõ ÈóÚúÖò íóÃúãõÑõæäó
ÈöÇáúãóÚúÑõæÝö æóíóäúåóæúäó Úóäö ÇáúãõäúßóÑö æóíõÞöíãõæäó ÇáÕøóáóÇÉó
æóíõÄúÊõæäó ÇáÒøóßóÇÉó æóíõØöíÚõæäó Çááøóåó æóÑóÓõæáóåõ ÃõæáóÆößó
ÓóíóÑúÍóãõåõãõ Çááøóåõ Åöäøó Çááøóåó ÚóÒöíÒñ Íóßöíãñ*

**

*“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka
(adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan)
yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat
dan mereka ta’at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat
oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijakasana.”* (Qs.
At-Taubah: 71).



Allah Ta’ala berfirman,

*æóáóíóäúÕõÑóäóø Çááóøåõ ãóäú íóäúÕõÑõåõ Åöäóø Çááóøåó áóÞóæöíñø ÚóÒöíÒñ,
ÇáóøÐöíäó Åöäú ãóßóøäóøÇåõãú Ýöí ÇáÃÑúÖö ÃóÞóÇãõæÇ ÇáÕóøáÇÉó æóÂÊóæõÇ
ÇáÒóøßóÇÉó æóÃóãóÑõæÇ ÈöÇáúãóÚúÑõæÝö æóäóåóæúÇ Úóäö ÇáúãõäúßóÑö æóáöáóøåö
ÚóÇÞöÈóÉõ ÇáÃãõæÑö*

**

*“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu)
orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya
mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan
mencegah dari perbuatan yang mungkar ; dan kepada Allah-lah kembali segala
urusan.”* (Qs. Al-Hajj : 40-41).



Allah Ta’ala berfirman,

*æóãóäú íóÊøóÞö Çááøóåó íóÌúÚóáú áóåõ ãóÎúÑóÌðÇ æóíóÑúÒõÞúåõ ãöäú ÍóíúËõ áóÇ
íóÍúÊóÓöÈõ æóãóäú íóÊóæóßøóáú Úóáóì Çááøóåö Ýóåõæó ÍóÓúÈõåõ*

**

*“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan ke luar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya
Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”* (Qs. Ath-Thalaaq: 2-3)

Ayat-ayat semacam ini amatlah banyak.



*[Anjuran untuk Menolong Kaum Muslimin yang Tertimpa Musibah].*

**

Rasulullah *shallallahu ‘alaihi wa sallam* bersabda,



ãóäú ßóÇäó Ýöì ÍóÇÌóÉö ÃóÎöíåö ßóÇäó Çááøóåõ Ýöì ÍóÇÌóÊöåö

**

*“Barangsiapa menolong saudaranya, maka Allah akan selalu menolongnya.”*[7].



Rasulullah *shallallahu ‘alaihi wa sallam* bersabda,



ãóäú äóÝøóÓó Úóäú ãõÄúãöäò ßõÑúÈóÉð ãöäú ßõÑóÈö ÇáÏøõäúíóÇ äóÝøóÓó Çááøóåõ
Úóäúåõ ßõÑúÈóÉð ãöäú ßõÑóÈö íóæúãö ÇáúÞöíóÇãóÉö æóãóäú íóÓøóÑó Úóáóì
ãõÚúÓöÑò íóÓøóÑó Çááøóåõ Úóáóíúåö Ýöì ÇáÏøõäúíóÇ æóÇáÂÎöÑóÉö æóãóäú ÓóÊóÑó
ãõÓúáöãðÇ ÓóÊóÑóåõ Çááøóåõ Ýöì ÇáÏøõäúíóÇ æóÇáÂÎöÑóÉö æóÇááøóåõ Ýöì Úóæúäö
ÇáúÚóÈúÏö ãóÇ ßóÇäó ÇáúÚóÈúÏõ Ýöì Úóæúäö ÃóÎöíåö

**

*“Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin dari
kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskannya dari satu kesusahan
di antara kesusahan-kesusahan akhirat. Barangsiapa memberikan kemudahan
kepada orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkan dia di dunia dan
akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan
menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong seorang
hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”*[8]



 Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya.



Hadits-hadits yang mendorong untuk menolong sesama amatlah banyak.

Hanya kepada Allah kita memohon agar memperbaiki kondisi kaum Musimin,
memberikan pemahaman agama, menganugrahkan keistiqomahan dalam agama, dan
segera bertaubat kepada Allah dari setiap dosa. Semoga Allah memperbaiki
kondisi para penguasa kaum Muslimin. Semoga Allah menolong dalam
memperjuangkan kebenaran dan menghinakan kebathilan melalui para penguasa
tersebut. Semoga Allah membimbing para penguasa tadi untuk menerapkan
syari’at Allah bagi para hamba-Nya. Semoga Allah melindungi mereka dan
seluruh kaum Muslimin dari berbagai cobaan dan jebakan setan. Sesungguhnya
Allah Maha Berkuasa untuk hal itu.



Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat, dan
orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga hari pembalasan.



Mufti ‘Aam Kerajaan Saudi Arabia
Ketua Hai-ah Kibaril ‘Ulama’, Penelitian Ilmiah dan Fatwa
‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz[9]

Sumber: *Majmu’ Fatawa Ibnu Baz*, 9/148-152, *Majmu’ Fatawa wa Maqolaat
Mutanawwi’ah Li Samahah As Syaikh Ibnu Baz*, Mawqi’ Al Ifta’ (
http://alifta.net)

Panggang, 14 Syawwal 1430 H

***

Penerjemah: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

*Footnote:*

[1] Yang mengalami tanda kurung semacam ini “[…]” di awal paragraf adalah
tambahan judul dari penerjemah untuk memudahkan pembaca dalam memahami
tulisan.



[2] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam *Tafsir Al Qur’an* no. 4262 dan At
Tirmidzi dalam Tafsir Al Qur’an no. 2991



[3] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam *Al Jumu’ah* no. 999 dan Muslim dalam
Al Kusuf no. 1518



[4] Diriwayatkan oleh Ahmad dalam *Musnad*-nya no. 6255.



[5] Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dalam *Al Birr wash Shilah* no. 1847.



[6] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam *Adabul Mufrod* no. 5538 dan At
Tirmidzi dalam *Al Birr wash Shilah* no. 1834.



[7] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam *Al Mazholim* dan *Al Ghodhob* no.
2262 dan Muslim no. 4677 dengan lafazh yang disepakati oleh keduanya.



[8] Diriwayatkan oleh Muslim dalam *Adz Dzikr*, *Ad Du’aa* dan *At
Taubah*no. 4867 dan At Tirmidzi dalam
*Al Birr wash Shilah* no. 1853.



[9] Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz lahir pada tahun 1330 H di kota Riyadh.
Dulunya beliau memiliki penglihatan. Kemudian beliau tertimpa penyakit pada
matanya pada tahun 1346 H dan akhirnya lemahlah penglihatannya. Pada tahun
1350 H, beliau buta total. Beliau telah menghafalkan Al Qur’an sebelum
baligh. Beliau sangat perhatian dengan hadits dan ilmu-ilmu yang berkaitan
dengan ilmu tersebut. Beliau pernah menjabat sebagai Mufti ‘Aam Kerajaan
Saudi Arabia dan Ketua Al Lajnah Ad Da-imah Lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’
(Komisi Fatwa di Saudi Arabia). Beliau meninggal dunia pada hari Kamis,
27/1/1420 H pada umur 89 tahun. (Sumber:
http://alifta.net/Fatawa/MoftyDetails.aspx?ID=2)

 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke