Terima kasih Pak Budysetiyawan artikelnya bagus... saya sebagai orang islam 
sangat setuju kaum kafir itu calon penghuni neraka yg kekal khususnya "OKNUM" 
Amerika dan Israel, dkk... mereka harus dilawan, saya setuju tapi menurut bapak 
definisi TERORIS itu apa sih? 
Menurut saya TERORIS itu satu atau sekumpulan orang yg berniat jahat/buat 
keonaran/bersikap negatif...dll. Nah sekarang Noordin M Top dkk tujuan 
melakukan mengboman itu untuk apa??? sejauh yg saya tahu katanya Jihad 
memerangi kaum kafir (Jihad memerangi kaum kafir = saya setuju)... tapi memang 
memerangi kaum kafir harus dgn cara itu??? apa nggak ada cara lain???
 
Memang dgn melakukan pemboman di pusat keramaian banyak orang itu Jihad??? 
apalagi jika di pusat keramaian tersebut ada orang islam yg taat beribadah 
(bisa saja ada kita tdk boleh Su'dzon)... Sekarang saya kasih contoh memerangi 
kaum kafir seperti di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton... klu saya jadi 
Noordin M Top... saya akan suruh anak buah saya pakai pola GERILIYA, dg cara 
pembunuhan ala SNIPER, untuk membunuh kaum kafir tentunya kaum kafir ini sdh di 
analisa/di intai (jgn sampai dia org bule tpi agamanya islam)...setelah target 
ditembak dg SNIPER lalu penembak sniper melarikan diri mencoba menghilang dari 
masyarakat lalu buat statment/pernyataan di media masa yg isinya "saya yg 
bertanggung jawab dan atas nama Allah SWT dlm rangka Jihad membalas pembunuhan 
kaum Islam di GAZA tertanda Noordin M Top"... nah coba ambil kesimpulan yang 
mati kan target bukan orang - orang disekitanya yg tdk bersalah... itu hanya 
salah satu contoh dan hasilnya saya
 yakin pola sniper ini akan lebih efektif (ngirit orang/personil daripada bom 
bunuh diri)... daripada BOM yg membunuh target sekaligus membunuh orang yg 
tidak berdosa. Dan saya yakin pesan/pernyataan itu akan sampai ke kaum kafir.
 
Gorge W Bush pintar memutar balikan fakta... saya lihat dia niat sekali ingin 
islam tdk berkembang, dia putar otak bersama staffnya/pendukungnya dan membujuk 
PBB/Dunia agar tujuannya tercapai... nah yg model begini harus dilawan lagi 
dg kepintaran lagi... bukan kegiatan pemboman seperti itu yg dilakukan Hambali 
dkk, klu pakai BOM seperti itu di zaman sekarang orang tidak akan bersimpati dg 
caranya itu... lha saya juga takut klu berada di Bali misalnya trs kena pecahan 
bom dan saya luka bahkan mati... saya sendiri tidak bersimpati dg cara BOM 
itu... klupun ada yg mengajak saya untuk melakukan itu saya tdk mau... membunuh 
target tapi yg tdk berdosapun ikut saya bunuh klupun masih hidup cacat 
misalnya, gimana dgn nasib dia selanjutnya? gimana klu dia kepala rumah tangga? 
anak dan istrinya gimana... bagaimanapun cara itu membuat orang - orang 
berpikir itu cara teroris (tujuannya bukan teroris tpi bentuknya seperti 
teroris) dan saya tetap tdk setuju dgn
 cara tsb... 
 
No Offense for everyone, semoga bermanfaat dan koreksi saya klu salah...

--- On Mon, 10/12/09, budy setiyawan <[email protected]> wrote:


From: budy setiyawan <[email protected]>
Subject: [syiar-islam] Isu Terorisme dan Serangan Terhadap Islam
To: "syiar islam" <[email protected]>
Date: Monday, October 12, 2009, 9:10 PM


  



Apakah anda orang yang mengatakan bahwa berjihad menegakkan Syari’ah
Islam dan khilafah Islamiyah di bumi Allah adalah tindakan Terorisme ?
Jika demikian, berarti anda belum mengerti tentang jihad Islami yang
merupakan mukjizat Allah SWT.

Jihad adalah usaha serius untuk membumikan wahyu Allah
di muka bumi sehingga tidak ada lagi kezaliman dan fitnah terhadap
Islam dan ummatnya. Renungkan firman Allah dalam QS Al Baqarah 2:193
dan QS Al Anfal 8:39.
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan
(sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. jika mereka
berhenti (dari memusuhi kamu), Maka tidak ada permusuhan (lagi),
kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqarah 2:193)
Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama
itu semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari kekafiran),
Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan.  (QS. Al Anfal 
8:39)
Fitnah adalah kezaliman dan sifatnya lebih kejam dari pembunuhan,
karenanya "Allah mengharamkan kezaliman sampai datangnya hari qiyamat."
(HR Muslim)
Allah SWT. memerintahkan kepada Rasulullah SAW. dan ummatnya agar
terus memerangi orang kafir dan zalim yang selalu menimbulkan fitnah
kepada Islam dan ummatnya. Al Qur’an mengingatkan:
"Wahai Nabi berjihadlah melawan orang-orang kafir dan munafiqien
itu dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka
jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." (QS. At Taubah 9:73 dan QS 
66:9)
Terorisme dan Ketidakadilan Global
Masalah yang jarang disentuh oleh media massa ketika mengangkat isu
terorisme adalah ketidakadilan global. Padahal faktor ketidakadilan
global menjadi salah satu pemicu serangan terhadab barat atau
objek-objek yang dianggap berhubungan dengan barat. Penjajahan yang
dilakukan barat di dunia Islam, termasuk dukungan membabi buta barat
terhadap penjajahan zionis Israel di Palestina, merupakan cerminan dari
ketidakadilan itu.
Ketika 9 orang terbunuh akibat pengeboman di hotel JW Marriot dan
Ritz-Carlton, banyak orang yang mengecam aksi tersebut. Sikap yang sama
seharusnya muncul ketika ratusan ribu umat Islam terbunuh pasca invasi
AS di Iraq. Mengutip laporan yang dimuat Jurnal Lancet, lebih dari 650
ribu warga sipil Iraq tewas sejak invasi AS pada tahun 2003 dan jumlah
itu tentu saja terus saja bertambah hingga kini.
Amerika serikat dimaklumi marah saat gedung WTC diserang yang
menyebabkan sekitar 3000 orang terbunuh. Sebaliknya, tentu bisa
dimaklumi juga umat Islam marah ketika pasukan Amerika terus menerus
membunuh rakyat sipil di Afghanistan dan Pakistan. PBB mengatakan
jumlah penduduk sipil yang tewas di Afghanistan tahun ini meningkat 24
% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laporan PBB menyebutkan
lebih dari 1.000 orang tewas dalam enam bulan pertama tahun ini. Jumlah
korban serangan AS terhadap rakyat sipil di perbatasan
Pakistan-Afghanista n pun terus meningkat.
Bandingkan pula sikap dunia barat ketika Israel menyerang Gaza. 
Angka korban serangan Israel ke jalur Gaza sejak 27 desember 2008
hingga 18 januari 2009 malah mencapai 1313 atau rata-rata 59 orang
tewas perhari atau setiap jam lebih 2 orang tewas. Tidak hanya itu,
Israel juga mengakui menggunakan senjata kimia yang mengerikan, yakni
fosfor putih. Belum lagi yang terbunuh akibat isolasi jalur Gaza oleh
Israel. Alih-alih mengecam Israel, Amerika, Inggris dan sekutunya malah
membela Israel. Untuk kasus Indonesia, ketidakadilan itu juga tampak
dari sikap yang diskriminatif terhadap pembunuhan umat Islam di Ambon,
Poso, atau kerusuhan di Sampit.
Berkaitan dengan pengeboman pada juli 2005 di London, pemerintahan
Inggris memberikan peringatan bahwa keterlibatan dalam invasi AS ke
Iraq telah meningkatkan adanya ancaman serangan balasan terhadap
Inggris. Laporan yang bocor dari Joint Terrorims Center (JTAC)
Inggris, yang mendahului serangan tersebut, memperingatkan:
"peristiwa-peristiw a yang terjadi di Iraq semakin menjadi motivasi dan
fokus sejumlah teroris berkaitan dengan aktivitas di Inggris."
Pada april 2005, sebuah laporan yang ditulis oleh Joint Intelligence Committee 
(JIC) berjudul "International Terrorism Impact of Iraq"
bahkan lebih eksplisit menyatakan: “kami menilai bahwa konflik yang
terjadi di Iraq telah memperburuk ancaman terorisme internasional dan
akan terus memberikan dampak dalam jangka waktu yang lama. Konflik
tersebut telah memperkuat kegigihan para teroris yang telah melakukan
serangan ke negara-negara barat dan memotivasi orang-oran lain yang
tidak melakukannya.”
Seharusnya siapapun yang menginginkan kekerasan global dihentikan,
juga harus dengan tegas meminta AS dan negara-negara imperialis lainnya
menghentikan kebijakan yang eksploitatif dan diskriminatif terhadap
dunia Islam. Masyarakat barat sendiri seharusnya meminta penguasa
mereka agar menarik tentara negaranya dari Iraq, Afghanistan, dan
negeri Islam lainnya. Termasuk menghentikan dukungan membabi buta
terhadap Israel.
Bagi umat Islam, ketidakadilan global ini harus dihentikan. Berharap
pada negara-negara imperialis untuk menghentikan kejahatan mereka
sangatlah sulit. Karena selama barat masih mengadopsi ideologi
kapitalisme, penjajahan akan menjadi metode baku yang tidak berubah.
Tidak ada pilihan lagi, kecuali umat Islam bersatu membangun kekuatan
global khilafah Islam yang akan melindungi umat Islam dari
bulan-bulanan negara imperialis..
Isu Terorisme & Serangan Terhadap Islam 
Sebenarnya isu memerangi terorisme yang dilancarkan Amerika dan
sekutu-sekutunya adalah perang melawan Islam dan kaum Muslimin.
Musuh-musuh Islam mencoba membidik Islam dan kaum Muslimin di balik isu
terorisme. Mereka takut dengan bangkitnya kaum muslimin. Dengan
demikian mereka berusaha sekuat tenaga dan dengan berbagai macam cara
untuk menghancurkan kebangkitan kaum Muslimin, salah satunya dengan
melancarkan perang melawan terorisme.
Saat ini umat Islam menjadi tertuduh dan semua ketakutan dengan
segala hal tentang Islam, karena selalu dikait-kaitkan dengan isu
terorisme. Para pelajar, aktivis Islam dan semisalnya menjadi resah.
Mereka khawatir dituduh dan dianggap sebagai sarang dan penyedia serta
membantu aktivitas terorisme.
Gerakan-gerakan dakwah pun dicurigai meskipun gerakan dakwah itu
terbuka dan tak ada sangkut pautnya dengan teroris. Beberapa orang pun
mengawasi ketat anak remajanya yang mau berangkat mengaji. Padahal hal
itu tak pernah terjadi sebelumnya. Mereka menanyakan ngajinya sama
siapa, tempatnya di mana, dan segala macam secara berulang-ulang.
Bahkan di sebuah wilayah, beberapa orang yang hendak melakukan khuruj (aktivitas
yang rutin dilakukan oleh Jama’ah Tabligh) di sebuah masjid, ditolak
warga setempat pasca pengeboman di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton.
Warga setempat tak mau daerahnya dijadikan tujuan orang luar. Mereka
takut orang-orang tersebut terlibat terorisme.
Sikap paranoid ini muncul belakangan di beberapa daerah. Ini terjadi
setelah televisi dengan sangat gencar menyebarkan berita terorisme
sejak penyerbuan di Temanggung, Jawa Tengah. Bukannya obyektif,
pemberitaan di media massa cenderung menstigmatisasi negatif Islam dan
kaum muslimin.
Belum jelas benar siapa pelakunya, media massa langsung menyorot
pesantren. Pesantren dianggap mengajarkan jihad dan ini menjadi
inspirasi para teroris. Media massa pun sibuk mencari latar belakang
orang-orang yang diduga teroris dengan melakukan interogasi dan
inkuisisi terhadap almamater, keluarga, dan para tetangga.
Tampa disaring, berita isu langsung disiarkan. Padahal tidak semua sumber 
berita yang didapatkannya layak disiarkan.
Hal yang sama tidak pernah dilakukan terhadap para koruptor. Adakah
media massa yang pernah mengaitkan koruptor dengan almamaternya?
Kemudian menyatakan bahwa unversitas X telah mengajarkan korupsi? Atau
mencari guru dan dosennya karena dianggap sebagai inspirasi untuk
korupsi?
Sikap media ini tidak lepas dari upaya pihak-pihak tertentu untuk
menjadikan media sebagai corong dalam menyerang Islam dan kaum
muslimin. Lihat saja bagaimana media massa seolah jadi ‘orang bodoh’
dan menurut saja dengan arahan sumber-sumber mereka. Sikap kritis
mereka hilang. Bahkan untuk mencari alternatif narasumber lagi.
Sampai-sampai ketika sumber-sumber berita mereka memberitakan berita
yang salah pun, ditelan mentah-mentah. Perhatikan ketika penyerangan di
Temanggung terjadi, dalam siaran langsungnya, mereka seperti koor menyanyikan 
lagu bahwa teroris yang terbunuh adalah gembong teroris Noordin M Top. Ternyata 
bukan.
Telah terjadi trial by the press (pengadilan oleh meda
massa), yang dampaknya jauh lebih kejam. Media pun tergiring oleh frame
berpikir musuh-musuh Islam yang menggeneralisasi para teroris dengan
Islam. Isu memerangi terorisme yang dilancarkan Amerika dan
sekutu-sekutunya disebarluaskan dan dikerjakan oleh media massa yang
pada hakikatnya untuk menghilangkan kebangkitan Islam.
Ironisnya, media massa seolah maklum saja dengan tindakan brutal
Amerika dan sekutunya menebar bom dan kematian di mana-mana. Media
massa tidak pernah menyebut mereka sebagai teroris, meski korban tewas
jauh lebih banyak dan massif.
Media memang telah menjadi alat bagi kapitalisme global dalam
mempertahankan hegemoninya. Di era informasi dimana kemenangan
ditentukan oleh penguasa sumber-sumber informasi, media massa adalah
salah satu pilar kapitalisme.
Barat paham betul bahwa Islam adalah musuh berikutnya setelah
komunisme runtuh. Islam adalah ancaman. Karenanya, kebangkitan Islam
mesti dihalang-halangi. Caranya bisa melalui hard dan soft power.
Untuk itu barat dan antek-anteknya mendekonstruksi persepsi masyarakat
terhadap Islam untuk melahirkan sikap moderat bahkan liberal. Mereka
tidak mau Islam tampil apa adanya sesuai Al Quran dan As Sunnah. Sikap
moderat dan liberal ini dianggap pas dengan hegemoni dan determinasi
barat.
Sangat tidak mengherankan bila di tengah isu terorisme yang sedang
hangat sekarang tiba-tiba muncul pernyataan beberapa tokoh yang mencoba
menggeneralisasi bahwa terorisme itu adalah keinginan menerapkan
syariah Islam dalam Daulah Islam. Mereka mencoba menebar ‘pukat
harimau’ untuk menjaring aktivis pergerakan Islam.
Mereka sepertinya tutup mata-atau memang sengaja terhadap fakta
bahwa tidak semua gerakan yang memperjuangkan syariah Islam dan
khilafah setuju dengan aksi terorisme. Modus mereka ini sama dan
sebangun dengan gaya Amerika dan barat umumnya melihat Islam pasca
tragedi WTC pada September 2001.
Tak mengherankan bila banyak pihak yang menganalisis bahwa aksi-aksi
terorisme di Indonesia ini sengaja dimainkan oleh pihak asing.
Tujuannya adalah melemahkan umat Islam Indonesia sehingga Islam tidak
bisa bangkit menjadi sebuah kekuatan yang besar di negeri berpenduduk
muslim terbesar di dunia ini.
Oleh karena itu perlu waspada terhadap segala tipu daya musuh-musih
Islam tersebut. Para pengembang dakwah harus terus istiqomah
mendakwahkan Islam dan mengembalikan kejayaan Islam dengan metode
dakwah yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW.
Siapa Teroris Sebenarnya ? Sadarlah Wahai Kaum Muslimin…!
Jadi, siapakah terorisme yang sebenarnya ? Kalau kita mau meneliti
sejarah, maka terlalu banyak dan panjang catatan peristiwa sejarah
Amerika yang dapat membuktikan bahwa Amerika adalah teroris sejati.
Amerika dengan dukungan sekutunya NATO, berhasil menekan PBB untuk
mengembargo Irak.
Jika definisi teror adalah membunuh rakyat sipil yang tak berdosa;
anak-anak, wanita dan orang tua, maka mereka atau Amerika adalah
teroris paling pertama, teratas dan terjahat yang dikenal oleh sejarah
umat manusia. Mereka telah membantai jutaan rakyat sipil tak berdosa di
seluruh dunia; Jepang, Vietnam, Afghanistan, Iraq, Palestina, Chechnya,
Indonesia dan banyak negara lainnya.
Jika definisi teror adalah membom tempat-tempat dan
kepentingan- kepentingan umum, mereka adalah pihak yang pertama, teratas
dan terjahat yang mengajarkan, memulai dan menekuni hal itu.
Jika definisi teror adalah menebarkan ketakutan demi meraih
kepentingan politik, maka merekalah yang pertama, teratas dan terjahat
yang melakukan hal itu di seluruh penjuru dunia.
Jika definisi teror adalah pembunuhan misterius terhadap lawan
politik, maka mereka adalah pihak pertama, teratas dan terjahat yang
melakukan hal itu.
Jika definisi mendukung teroris adalah membiayai, melatih dan
memberi perlindungan kepada para pelaku kejahatan, maka mereka adalah
pihak yang pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu. Mereka
bisa berada di balik berbagai kudeta di seluruh penjuru dunia. Aliansi
Utara di Afghanistan, John Garang di Sudan, Israel di bumi Islam
Palestina, Serbia dan Kroasia di bekas negara Yugoslavia, dan banyak
contoh lainnya merupakan bukti konkrit tak terbantahkan bahwa The Real 
Terrorist adalah Amerika dan sekutu-sekutunya!
Dengan demikian, setelah ummat mengetahui rencana apa di balik isu
terorisme, siapa teroris sebenarnya, maka mereka juga harus tetap
sabar, tawakal, dan yakin bahwa Islam pasti menang. Hal ini sebagaimana
janji Allah SWT dalam firmanNya :
“Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk
(Al Qur’an) dan agama yang benar (Islam) untuk dimenangkanNya atas
segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (QS At Taubah, 9 
: 33 & QS Ash Shaff, 61 : 9)
Wallahu’alam bis Showab!

* Artikel ini merupakan ringkasan dari Khutbah Ust. Abu Muhammad
Jibriel (Wakil Amir Majelis Mujahidin) pada Bulan Syawwal di beberapa
Masjid di Jakarta.http: //www.arrahmah. com/index. php/blog/ read/5799/ 
isu-terorisme- dan-serangan- terhadap- islam

Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat 
yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan 
IE8 di sini! 
http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer/

[Non-text portions of this message have been removed]

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke