Segala puji hanya milik Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa Aurat, Teladan, dan
Liberal

Selasa, 06/10/2009 09:23 WIB

*Assalamualaikum wr.wb.*

Pak sewaktu lebaran kemarin saya lihat acara lebaran bersama keluarga
Shihab, disana ditampilkan 3 narasumber, yaitu Alwi Shihab, Umar Shihab dan
Quraish Shihab. Dibawakan oleh dua presenter yaitu Prabu Revolusi dan Najwa
Shihab.



 Namun ada satu penyataan dari Pak Quraish yang kurang mengena, ketika
seorang ibu berjilbab menanyakan tentang kewajiban menutup aurat muslimah di
keluarga Shihab.Najwa pun tersipu malu karena ia merasa tidak
berjilbab,bahkan sebagian besar perempuan muda keluarga shihab tidak
berjilbab. Si ibu yang memang niat bertanya dibuat bingung dengan pertanyaan
balik Pak Quraish tentang jilbab yang dikenakannya. Bahwa itu pun belum
cukup. dan masih ada  pertentangan pendapat mengenai aurat wanita. Dan
diambilah kesimpulan bahwa asalkan sopan(tanpa jilbab) itu sudah menutup
aurat.

yang ingin saya tenyakan:

1. Benarkah jawaban yang diutarakan pak Quraish bahwa masih ada pertentangan
mengenai aurat wanita.

2. Siapa sebenarnya keluarga Shihab.Bolehkah kita meneladaninya?

3.Apakah islam moderat identik dengan islam liberal?

*akhi *
 Jawaban

*Wa’alaikummusalam warahmatullahi wabarakatuh,*

Semoga Akhi senantiasa berada dalam lindungan, rahmat serta hidayah Allah
Swt. Walau Akhi menanyakan soal keluarga Shihab dan kaitannya dengan
pemahaman Quraiys Shihab tentang Jilbab, namun saya tidak ingin mencampuri
keluarga mereka. Saya tidak punya hak sedikit pun untuk itu. Bukankah setiap
manusia akan mempertanggungjawabkan semua yang dikerjakannya di dunia di
hadapan Allah Swt kelak?



 Yang ingin saya jawab adalah soal bagaimana kewajiban menutup aurat dalam
pandangan Islam, bagaimana keteladanan dalam Islam, dan soal kelompok
liberal.



 *Pertama*, Islam mewajibkan semua manusia menutup auratnya. Hal ini
ditegaskan dalam al-Qur’an dan semua ulama dunia tidak ada
berbantah-bantahan mengenainya. Apa batasan aurat dalam Islam? Batasan aurat
yang ada di berbagai ayat Allah Swt di dalam al-Qur’an sudah kita ketahui
bersama. Saya tidak ingin mempersulit, ada pedoman yang sangat mudah bagi
kita daam menentukan mana batasan aurat manusia, yakni: batasan aurat adalah
apa yang boleh ditampakkan dalam sholat. Itu pedomannya. Yang berarti jika
dia perempuan, maka yang hanya boleh ditampakkan hanyalah telapak tangan dan
wajah. Demikian pula dengan batasan aurat pada lelaki.



 *Nah*, jika pakaian kebaya misalkan dianggap cukup sopan, apakah sholat
boleh pakai kebaya? Jangan-jangan nanti kita malah dianggap kurang waras.
Sebab itu, sebagai mahluk yang *dhoif*, kita seharusnya tunduk sepenuhnya
pada Islam dan bukan sebaliknya, menafsirkan Islam dengan hawa nafsu.



 Persoalan menutup aurat atau jilbab juga bukan sekadar persoalan secarik
kain semata. Jika ada orang yang mengatakan hal itu, sebaiknya dia mulai
mengaji kembali ke materi awalan, yakni Panji Syahadat.



 *Kedua*, umat Islam di mana pun berada sampai kapan pun hanya boleh
meneladani Rasulullah SAW. Itu saja. Dia tidak boleh meneladani yang
lainnya, walau mungkin orang itu memiliki gelar doktor bidang syariah,
akidah, atau hadits, atau mengklaim diri sebagai “Ustadz Kabir” atau yang
sebagainya. Semua manusia di bumi ini hanya boleh diikuti jika dia berjalan
di atas rel Islam yang benar, dan wajib ditinggalkan jika dia sudah keluar
dari rel Islam yang lurus. Inilah tauhid yang *shahih*. *Rasulullah Saw
Qudwatuna*, itu salah satu kewajiban kita sebagai umat Islam. Bukan yang
lain!



 *Ketiga*, Islam adalah Islam. Tidak ada namanya Islam moderat, Islam
liberal, Islam literal, Islam ini dan Islam itu. Islam adalah apa yang telah
diturunkan Allah Swt lewat Rasulullah Saw. Bahkan sesungguhnya tidak ada itu
Islam Sunni atau Islam Syiah. Rasulullah Saw tidak pernah membagi umat-Nya
menjadi Sunni atau Syiah Hanya saja, setelah kedatangan Abdullah bin Saba,
umat tauhid ini menyebut dirinya sebagai Islam Sunni untuk membedakannya
dengan Syiah yang berasal dari tokoh Yahudi dari San’a, Yaman, itu.



 Dewasa ini, segolongan orang-orang yang mencantumkan “Islam” dalam KTP-nya
mengaku sebagai kelompok “Islam Liberal”. Salah satu yang mereka tentang
dengan keras adalah perintah Allah Swt untuk menutup aurat. Saya tekankan di
sini bahwa Islam Liberal itu bukanlah bagian dari Islam. Mereka merupakan
orang-orang Liberal, *kacung-kacung* Dajjal,  yang memang sengaja atau
tidak, disusupkan ke dalam tubuh umat Islam untuk menghancurkan agama Allah
Swt ini dari dalam.



 Orang-orang Liberal ini tidak hanya bergerak dalam wacana agama, tapi juga
dalam bidang ekonomi, politik, budaya, industri opini, dan sebagainya. Yang
bergerak dalam bidang ekonomi dan politik sekarang dikenal dengan istilah
kaum NeoLib. Merekalah musuh nyata bagi umat Islam dan umat beragama lainnya
sekarang ini.



 Cita-cita akhir kaum liberal adalah menciptakan satu tatanan dunia baru
(The New World Order) dengan satu agama bagi umat manusia yakni Pluralisme.
Cita-cita akhir mereka tertera di lembaran mata uang satu dollar AS yang
berbunyi “Novus Ordo Seclorum” yang berarti “Satu Tatanan Dunia Baru yang
sepenuhnya Sekular”. Lucifer atau Dajjal berada di belakang gerakan
liberalis. Sebab itu, jihad fi sabilillah harus ditegakkan umat Islam
sedunia untuk menghancurkan mereka.



 Di Palestina, Irak, Afghanistan, Chechnya, dan di bumi lainnya di mana
mereka menggunakan senjata api, bom, dan senjata pemusnah lainnya, maka
lawanlah mereka juga dengan bom, senjata api, dan sebagainya. Sedangkan di
Indonesia, di mana mereka memerangi kita dengan kekuatan media massa,
ekonomi dan politik, budaya, maka umat Islam Indonesia juga harus melawan
mereka dengan kekuatan media massa, ekonomi, politik, dan budaya yang
dimiliki.



 Dalam pemilu dan pemilihan presiden kemarin misalkan, umat Islam seharusnya
tidak memilih mereka yang jelas-jelas Liberal atau NeoLib. Namun apa lacur,
berkali-kali umat ini terperosok ke dalam lubang yang sama. Berkali-kali
umat ini menjadi pendorong mobil yang mogok. Padahal seekor keledai saja
tidak akan terperosok ke dalam lubang yang sama. Apakah ini berarti kita
lebih bebal, lebih bodoh, dan lebih pandir, dari seekor keledai? *Wallahu’alam
bishawab*.



 Bencana demi bencana silih berganti menghantam negeri ini, padahal sebagai
orang beriman kita harus yakin jika bencana merupakan peringatan dari Allah
Swt kepada kita semua. Agar kita menyadari semua kesalahan kita, agar kita
kembali pada jalan yang lurus, jalan yang diridhoi-Nya, bukan jalan
orang-orang sesat yang bernama liberal, bukan jalan orang-orang yang
merampok uang umat yang untuk pelantikan saja harus menghabiskan puluhan
miliar rupiah, bukan jalan orang-orang yang rela menjual agamanya demi kursi
kekuasaan semata, bukan jalan orang-orang yang menjual umat-Nya demi
kesejahteraan hidup keluarga dan kelompoknya sendiri, bukan jalan
orang-orang yang lebih takut pada Washington ketimbang takut pada Allah Swt.




 Padahal, untuk menghancurkan Irak, Washington memerlukan waktu
bertahun-tahun dan sampai kini pun Irak belumlah hancur. Namun Maha Besar
Allah Swt, untuk menghancurkan satu negeri, Allah Swt hanya memerlukan waktu
dalam hitungan detik dan semuanya pun luluh-lantak. Apakah kita melupakan
kisah kaum Luth yang bernama Sodom dan Gomorah? Padahal bencana demi bencana
sudah hadir di depan mata kita. Bukan tidak mungkin, sejam lagi atau nanti
malam, giliran kita yang dihancurkan. Apakah kita masih bebal untuk terus
menjual umat dan agama ini demi kekuasaan dan kelezatan duniawi yang hanya
bersifat sementara? *Inalillahi wa ina illaihi rojiun*.

*Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.*



 *http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/keluarga-shihab.htm*

*18.10.09. 21:20.*


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke