Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum
Pikirkan, renungkan dan bersegeralah intropeksi diri saat musimbah
datang enghampiri. Dan lakukan beberapa usaha agar musibah yang datang
tidak menjadi beban keputusasaan, tetapi menjadi inspirasi harapan yang
mengagumkan. Diantara
kiat yang bisa harus kita lakukan adalah; Campakan kelemahan, Jernihkan
pikiran dengan selalu berbaik sangka, jauhkan keputusasaan. Sebab kita
tidak akan bahagia dan terus merasa menderita jika kepala kita di
penuhi dengan pikiran kesedihan.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda: “Orang mu’min yang kuat
lebih baik dan lebih disenangi Allah dari pada orang mu’min yang
lemah…”.(Hr.Muslim 4816)
Syukuri kenikmatan yang sudah di berikan dan sedang kita rasakan.
Jangan hanya berkeluh kesah dengan penderitaan yang baru datang. Sebab
bila kita bandingkan kenikmatan yang telah kita dapat jauh melebihi
penderitaan yang baru datang. Boleh jadi cobaan datang kepada kita
kerena kurangnya kita bersyukur.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;“Sesungguhnya jika
kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika
kamu mengingkari (nikmatKu), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
(Qs.Ibrahim [114]:7)

Kuatkan tekad untuk membasmi keraguan. Bersabar atas setiap keadaan.
Karena sabar adalah ruh keimanan dan pangkal kebaikan.

“…dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang
demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Qs.
Al-Kahfi [18]:17

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, Maka Sesungguhnya
kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji
Tuhanmu ketika kamu bangun
berdiri”. Qs. Ath-Thur [52]:48.

Koreksi selalu diri kita yang banyak kelemahan dan teruslah berlatih
kesabaran, karena mungkin inilah sesungguhnya yang menjadi pangkal
penderitaan. Orang yang cerdas adalah orang selalu menghitung dirinya
dan mengetahui apa yang harus dilakukannya.

Rasulullah bersabda:“Barang siapa yang berlatih kesabaran, maka Allah
akan menyabarkannya. Dan tidak ada seorang yang mendapat karunia Allah
atau lebih
baik dari pada sabar”. (Hr. Bukhari)

Yakinkan diri bahwa Allah tidak akan meninggalkannya selama kita menuju
kepada-Nya. Dan bangun keyakinan bahwa Allah selalu memberikan rizqi
kepada semua hambaNya. Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi
melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat

berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam
kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). Qs. Hud[11]:6

Tingkatkan tawakkal kepada Allah dengan di sertai usaha yang halal.
Karena orang bertawakkal akan di cukupkan oleh Allah segala
kehidupannya. Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah
akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan
yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan
bagi tiap-tiap sesuatu. Qs.Ath-Tholaq [65]:3
:
“Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah
ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami,dan hanya kepada
Allah orang-orang yang beriman harus
bertawakal”.QS.At-Taubah [9]:51.

Meyakini bahwa sesungguhnya ujian adalah penghapus dosa dan Mohonkan
kebaikan kepada Allah saat di timpa musibah. Karena hanya Allah sumber
segala kekuatan.Dari Anas Bin Malik ra. Rasulullah bersabda: “Besarnya
pahala tergantung besarnya ujian, dan sesungguhnya apabila Allah
menyenangi suatu kaum, Dia mengujinya. Barang siapa yang ridho maka
Allah ridho, dan barang siapa yang marah, maka Dia marah (Dihasankan
oleh Al-Bani, Shoheh Ibnu Majah 2/373)

Tanamkan keyakinan dalam diri bahwa hidup akan berubah jika kita
berusaha berubahnya. Karena begitulah hukum sebuah perubahan. Allah
berfirman:
“ Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Qs. Ar-Ra’ad [13]:11

Hikmah Di Balik Musibah

Tidaklah sesuatu yang terjadi pada diri kita –betapapun tidak
menyenangkan - pasti ada hikmah di balik semua derita, ada rahasia
Allah di balik semua nestapa. Kemaha Besaran Allah tak akan bisa
dipahami dengan manusia yang lemah. Beberapa
catatan yang di nukil oleh para ulama tentang hikmah di balik musibah
yang datang. Di antara adalah:
- Agar keimanan kita bertambah, bahwa yang tidak menimpanya tidak akan
mencelakainya, dan apa yang menimpanya tidak akan luput dan bahkan
segala sesuatu itu ada ukuran takdirnya.
- Untuk mengembalikan hamba pada Tuhannya dan menambah kedekatan
kepada-Nya, agar dia terjauh dari kondisi keterasingan yang di lalui
bersama-Nya. Sebagai penegasan terhadap kekuasaan Allah dan penegasan
terhadap kelemahan manusia yang pada hakekatnya sangat membutuhkan
Allah.
- Untuk menambah kepekaan perasaan terjadap kematian dan sekaligus
melihatnya. Kemudian dia di selamatkan darinya seakan-akan dia di
lahirkan kembali untuk
mengarungi kehidupan, lalu menggapai apa yang menjadi harapannya.
- Untuk meruntuhkan dominasi keduniaan dengan segala yang ada di
dalamnya dari pandangan orang yang di timpa musibah.
- Agar menjadi pelajaran bagi orang yang selalu bergelimang dalam
Lumpur kemaksiatan, bahwa Allah Maha Kuasa untuk mengazab kapanpun saat
yang di kehendakiNya.

--
Posting oleh akhrudianto ke Komunitas Nurani Islam 107koma7fm Kota
Tangerang pada 11/12/2009 07:05:00 AM

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke