Judul: Ketika Usia Kita Makin Dewasa *****

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau 
anugerahkan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, serta untuk mengerjakan amal 
sholeh yang Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan 
kepada anak-cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu, dan sesungguhnya aku 
termasuk golongan orang-orang yang berserah diri..” al-Ahqaf (QS 46:15)

Ayat di atas adalah do’a kesadaran akan hakikat hidup yang diajarkan Allah 
kepada manusia bila mencapai umur 40-an tahun. 
Inilah do’a sarat makna yang penuh keterbukaan dan kesadaran akan peran masa 
lalu (orang tua), masa kini (diri kita sendiri), dan harapan masa depan 
(anak-cucu). Inilah do’a keselamatan setelah menjalani hidup hingga cukup bekal 
pengalaman serta berkesempatan untuk menata ulang setelah melihat tantangan 
proyeksi dirinya di masa depan. Inilah do’a penuh permohonan, penuh kesyukuran, 
dan penuh pertobatan yang perlu dilantunkan secara khusyuk, intim, dan sepenuh 
jiwa oleh siapa pun yang punya kesadaran akan umur, posisi, peran, peluang, 
serta hakikat kehidupannya. 
Sungguh ketika seseorang menapaki usia yang ke-40 telah sampailah ia pada fase 
kearifan hidup. Puncak fase fisik sudah dilampauinya, simpang jalan kehidupan 
sudah diketahuinya, derita dan bahagia sudah dialaminya, serta jalur, rambu, 
dan lapis-lapis kehidupan sudah transparan bagi mata batinnya. Pada usia ini, 
seseorang sudah bisa mengukur secara tepat kekuatan dan kelemahan dirinya, 
tinggallah kemudian mana pilihan jalan yang akan diteruskanya. Persoalan 
kehidupan sudah semakin kelihatan berat dan bukan lagi fase fisik, bukan lagi 
fase coba-coba, melainkan fase kearifan hidup. 
Ahli tafsir ada yang menyebutkan bahwa do’a seperti pada ayat di atas diucapkan 
oleh Abu Bakar As-Shidiq ra ketika kedua orangtuanya menyatakan masuk Islam. 
Dan, do’a itu masih dilantunkannya setiap hari hingga seluruh anggota keluarga 
Abu Bakar yang lain masuk Islam. Sedangkan oleh Talhah bin Masyraf kepada Abu 
Ma’syar ketika dia mengadukan kenakalan anaknya agar anaknya menjadi 
orang-orang sholeh dan sholehah. 
Dua kata kunci pada do’a ini adalah ‘syukur’ dan ‘taubat’. Hakikat syukur 
adalah penegasan pengakuan diri akan nikmat yang telah diterimanya serta 
ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas segala kebaikan-Nya. Sementara 
inti tobat adalah saling ‘berbuat kebaikan’ antara manusia dengan Allah. 
Dimulai dari manusia yang ‘berbuat kebaikan’ dengan penyesalan kemudian dibalas 
oleh Allah ‘berbuat kebaikan’ dengan pengampunan dan pemberian rahmat-Nya serta 
manusia bertobat lantas Allah mengampuninya. Inilah hubungan mesra dan bermakna 
hakiki antara mahluk dan kholik. 
Di zaman yang serba mengkhawatirkan seperti sekarang ini, ketika tantangan dan 
godaan hidup tidak lagi ringan, sudah selayaknya kita lakukan ikhtiar batin 
dengan berdo’a dan munajat selain ikhtiar lahir dengan fisik dan pikiran. 
Insya Allah dengan laku syukur dan laku taubat, seluruh keluarga kita bisa 
selamat meniti jalan kehidupan, menapak duniawi sehingga bisa mencapai khusunul 
khotimah. Amin.  
Pada akhirnya, mari bersama kita renungkan perjalanan kita di persinggahan ini. 
Hari  berganti hari. Berganti hari, berarti kian dekat pada saat akhir hidup 
kita. Di dunia ini kita hanya mampir. Bukankah sudah banyak orang yang hidup 
sebelum kita, yang kini mereka kembali ke asal, menjadi tulang belulang. 
Di depan kita, sudah banyak generasi muda yang kini hidup untuk menggantikan 
kita. Lalu kita mau ke mana, mau ke mana, kita pasti mati, mati adalah tempat 
mutasi kita yang terakhir. Kita pasti akan mempertanggungjawabkan apa yang 
telah kita lakukan. Sebanyak apa pun harta yang kita miliki tak akan bisa 
menolak kematian kita. Sehebat apa pun kekuasaan yang kita genggam, tak akan 
bisa menghalau kematian walau satu detik, walau kita kuat dan perkasa.

===== Salam Sabar =====
--------------------



This e-mail is confidential and may contain legally privileged information. If 
you are not the intended recipient, you should not copy, distribute, disclose 
or use the information it contains. Please e-mail the sender immediately and 
delete this message from your system. E-mails are susceptible to corruption, 
interception and unauthorized amendment; we do not accept liability for any 
such changes, or for their consequences. You should be aware, that PT TITAN 
Petrokimia Nusantara might monitor your e-mails and their content.

Kirim email ke