Assalamualaikum Wr Wb?
Saudaraku, segala puji hanyalah milik Alloh SWT penggenggam semesta Alam dan
pengatur semua urusan, sholawat dan salam semoga tercurah kepada baginda Nabi
Muhammad SAW, keluarga, para sahabat dan para pengikutnya. Amien
Pertama-tama ana ingin meminta maaf jika dalam tulisan ini berbeda dari
biasanya, sebab kalo biasanya tulisan yang ana kirimkan itu pendek2, namun kali
ini mungkin terlalu panjang sehingga mengganggu aktifitas saudara2 semua dan
saya berterima kasih sekali kepada sodara semua yang telah turut berpartisipasi
dalam mengemban dakwah via internet dan kepada sodara ana yang telah membantu
memberikan informasi mengenai artikel tentang ulama ini.
Adapun pembahasan yang akan ana sedikit kupas kali ini mengenai sosok Ulama,
ana khawatir keberadaan ulama oleh umat saat ini akan seperti kulit kacang yang
dilupakan kacangnya (wach peribahasanya dibalik nich, afwan) dan Ana khawatir
jasa-jasa ulama yang telah meneruskan dakwah nabi dilupakan oleh umat pada saat
ini, bahkan khawatir dari umat ada yang sampai tega tidak memperdulikan para
ulama bahkan ada yang sampe mencela ulama, Naudzubillah tsumma nauzubillah.
Sebelumnya ana akan mengutip sebuah ayat dalam Al-Quran, Alloh menyebutkan
bahwa : Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya,
hanyalah ulama[1258] Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS.
Fathir: 28)
Agama adalah suatu yang sakral dalam kehidupan manusia secara umum dan kaum
muslimin secara khusus. Karena agama diyakini sebagai suatu ajaran wahyu dari
sang Pencipta.
Keberadaan agama ditengah-tengah umat ibarat sang penyelamat dari berbagai
malapetaka. Segala kerusakan dan kehancuran di muka bumi tak lain dan tak bukan
adalah akibat ulah tangan kotor para musuh dan perusak agama.Islam adalah
satu-satunya agama yang benar (dan jangan sekali-kali ada yang bilang kalau
islam adalah agama yang paling benar, sebab kalo dia bilang begitu, otomatis
dia mengganggap agama diluar islam juga benar dan islamlah agama yang paling
benar, salah sekali pendapat seperti itu). Islam sangat diharapkan kehadirannya
untuk melanggengkan kehidupan di alam ini. Tanpa Islam rasanya sulit bagi
manusia untuk lepas dari berbagai angkara murka yang terdapat pada gelombang
kehidupan yang tak kenal belas kasih.
Keterikatan antara Islam dan ulama sangatlah erat. Perkembangan dan kemajuan
Islam masa lampau tak lepas dari peran ulama. Di abad modern ini sosok-sosok
ulama yang konsisten dengan agamanya sangat di butuhkan, dalam upaya
mengembalikan kaum muslimin ke masa keemasannya. Yang dimaksud dengan ulama
dalam konsep Islam yang benar adalah seseorang yang menguasai disiplin-disiplin
ilmu Islam secara utuh mulai dari ilmu alat (bahasa, sastra, dll) sampai ilmu
pelengkap lalu menerapkan dalam kepribadian, bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
Para ulama memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Mereka adalah
pewaris para nabi untuk mengemban misi dakwah Islam kepada segenap manusia.
Baik dan buruknya suatu generasi, suatu kaum, suatu bangsa, suatu negeri, atau
suatu lapisan masyarakat tergantung sejauh mana para ulama menjalankan perannya
sebagai pelanjut dakwah para Nabi di jagat raya ini. Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa Sallam bersabda dalam sebuah hadist : Ulama adalah pewaris para nabi
(HR. At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda )
Keberadaan ulama pewaris para nabi di muka bumi merupakan rahmat bagi seluruh
anak Adam. Karena tanpa mereka niscaya kehidupan manusia di seluruh alam ini
tak jauh beda dengan kehidupan binatang. Bukankah kehidupan binatang hanya
bertumpu pada pemuasan syahwat perut dan kemaluan tanpa pernah kenal syariat ?
Maka demikianlah kehidupan anak cucu Adam, kalau tidak ada ulama pewaris Nabi
yang mengenalkan syariat kepada mereka sepeninggal Nabi dan Rasul utusan
Allah.Al-Hasan Al-Bashri pernah menegaskan hal ini dalam sebuah nasehatnya,
beliau berkata: “Kalau tidak ada ulama niscaya manusia seperti
binatang.”(Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah Al-Maqdisi hal. 15, cetakan Maktabah
Dar Bayan) Namun kita juga mesti berhati-hati, sebab ada 2 kategori ulama yang
ada : Ulawa yang betul pewaris nabi dan Ulama yang jahat (su`)
Sifat Ulama Su’ (Ulama Yang Jahat)
Ulama su’ memiliki sifat cinta yang berlebihan terhadap kesenangan dunia. Ibnu
Qudamah menjelaskan tentang mereka dengan mengucapkan: “Mereka adalah
orang-orang yang bertujuan menggunakan ilmu agama untuk bersenang-senang dengan
dunia dan mencapai kedudukan yang tinggi disisi pendukungnya. Dalam sebuah
hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Dari abu Hurairah
radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bahwasanya beliau
bersabda: “Barang siapa yang mempelajari suatu ilmu yang semestinya untuk
mencari wajah Allah, (kemudian) dia tidak mempelajarinya melainkan untuk
mendapatkansebuah tujuan dunia, dia tidak akan mendapatkan wangi surga di hari
kiamat nanti.” (HR. Abu dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Ahmad)
Dalam riwayat lain Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Barang siapa yang mempelajari ilmu agama untuk membanggakan diri terhadap
para ulama atau mendebat orang-orang yang bodoh atau mengalihkan perhatian
manusia kepadanya, maka dia di neraka.” (HR. Tirmidzi)
Sebagian Salaf menandaskan: “Manusia yang paling menyesal disaat meninggal
dunia adalah orang alim yang menyia-nyiakan ilmunya.” Sifat Ulama Pewaris Nabi
Mereka mengetahui bahwa dunia itu hina dan akhirat itu mulia. Keduanya seperti
dua madu (dibawah seorang suami, pent.). Oleh kerena itu mereka lebih
mengutamakan akhirat. Hal ini mereka realisasikan dalam bentuk perbuatan yang
tidak pernah menyelisihi ucapan mereka. Mereka cenderung mempelajari ilmu yang
bermanfaat di akhirat dan menjauhkan diri dari ilmu yang sedikit manfaatnya.
Sebagaimana telah diriwayatkan dari Syaqiq Al-balkhi rahimahullah bahwa dia
pernah bertanya kepada Hatim: “Engkau telah bergaul denganku beberapa lama,
lalu apa yang engkau pelajari (dariku)?’ Hatim menjawab: (aku telah
mempelajari) 8 perkara, diantaranya yang pertama: Aku melihat kepada para
mahluk, maka aku dapati setiap orang memiliki kekasih. Namun tatkala ia
memasuki kuburannya ia berpisah dari kekasihnya. Disaat itu aku menjadikan
kebaikan-kebaikanku sebagai kekasihku agar kekasihku tetap bersamaku di dalam
kubur…dst.
Untuk itu, keberadaan mereka sangatlah dibutuhkan umat. Jangan sampai kita
menganggap sepele mereka, karena sangat besar sekali jasa mereka. Karangan
kitab-kitabnya sangat berguna bagi kita yang awam sekali terhadap ilmu agama.
Sebab kalo bukan mereka yang meneruskan risalah ini, oleh siapa lagi risalah
ini akan diteruskan. Terakhir dari ana, mari kita sama-sama untuk menghargai
karya-karya para ulama yang telah mewariskan kita ilmu yang dangat kita
butuhkan. Semoga mereka semua ada dalam lindungan dan rahmat Alloh SWT dan
semoga kita dijadikan hamba-hamba yang selalu bersyukur. Amien
Benarnya dari Alloh dan salahnya hanyalah kekeliruan diri sendiri, "saya
bersaksi bahwa tiada yang berhak disembah selain Alloh dan Nabi Muhamammad
adalah utusan Alloh"
Wallohu `alam bisshowab, Subhanalloh wabihamdihi, subhanakallohumma wabihamdika
Asyhaduanla ila ha illa anta, astagfiruka wa atubu ilaih.
Wassalamualaikum Wr Wb.
Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
[Non-text portions of this message have been removed]