Wa'alaikum salam wr wb, Sebenarnya shalat itu harus dikerjakan pada waktunya meski harus duduk atau berbaring karena sakit.
Namun jika ada hambatan yang amat besar atau di luar kekuasaan kita, hendaklah shalat sesegera mungkin. Sebagai contoh, Nabi dan para sahabat pernah mengerjakan shalat Ashar di waktu Maghrib. Setelah shalat Ashar, baru shalat Maghrib. Jabir bin Abdullah mengatakan bahwa Umar ibnul Khaththab datang pada hari (Perang) Khandaq setelah matahari terbenam. Lalu, ia mencaci maki orang-orang kafir Quraisy [dan 5/48] berkata, "Wahai Rasulullah, saya hampir tidak shalat ashar sampai matahari terbenam." Nabi saw bersabda, "Demi Allah, saya juga belum shalat ashar." Lalu kami ke Buth-han. Kemudian beliau berwudhu untuk shalat, dan kami juga berwudhu untuk shalat. Kemudian beliau melakukan shalat ashar setelah matahari terbenam. Lalu, beliau mengerjakan shalat maghrib sesudah itu." [HR Bukhari] Dari Anas dari Nabi saw., beliau bersabda, "Barangsiapa yang lupa shalat, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat, tidak ada tebusannya kecuali itu." [HR Bukhari] --- In [email protected], Yanie Chy <yanie...@...> wrote: > > Assalamualaikum wr wb > > Mohon informasinya donk, apabila sholat kita tertinggal bagaimana untuk > menggantinya? Apakah dengan meng qodlonya? Jika ia, bagaimana pelaksanaannya > ya? mulai dari niat sampai waktu pengerjaannya. Terima Kasih sebelumnya. > > Wassalamualaikum wr wb > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

