Selamat Jalan Khonsaa', Anak, Guru dan Sahabat Terbaik Mama..(terimasih 
atas dukungan rekan-rekan)

Bagikan 
<http://www.facebook.com/ajax/share_dialog.php?s=4&appid=2347471856&p%5b%5d=672898140&p%5b%5d=202835204345>

 Kemarin jam 15:58

Copas dari tulisan Mbak Elona (Lolo), di milis 
[email protected] dan [email protected],
Mbak Lolo ibunda dari almh. Khonsaa, yang berpulang pada 13 Desember 
2009 karena kecelakaan di kolam renang.
Semoga keluarga Mbak Lolo diberi kekuatan dan ketabahan. Khonsaa 
tentunya dijanjikan tempat terindah diSisi-Nya.
Dan semoga surat ini menjadi pengingat buat kita semua. Terima kasih 
sebesar-besarnya buat Mbak Lolo yang mau bersusah payah menshare surat 
ini pada kita semua. Betapa besar manfaatnya bagi yang membacanya. 
InsyaAllah.

=============================================================

Selasa, 17 Juli 2001, jam 10.10wib engkau hadir di tengah kehidupan kami 
nak. Sempurnalah rasanya mama menjadi seorang wanita dengan kelahiranmu.

Engkau kami beri nama Khonsaa' Al Anshoriyah. Khonsaa' adalah nama 
seorang sahabat Rosul wanita yg merelakan ke3 anaknya mati syahid di 
peperangan, hingga akhirnya beliaupun ikut syahid.
Al Anshoriyah, kami pilihkan menjadi nama belakangmu dg harapan engkau 
termasuk ke dalam golongan orang-orang yg gemar menolong layaknya kaum 
anshor.

Dari balita, engkau sudah menjadi tempat mamamu curhat, entah engkau 
paham atau tidak setiap ada kegundahan engkau bantu meringankannya 
dengan jalan mendengarkan nak. Itulah sebabnya engkau menjadi salah satu 
Sahabat Terbaik mama. Kau tenangkan mama, kau hapus airmata mama setiap 
mama menangis krn rindu dg alm opamu. Dengan lembut kau bisikan di 
telinga mama "jangan sedih ma"..lalu engkaupun memeluk mama.

Sebagai anak pertama, engkau menjadi sekolah sekaligus guru bagi mama. 
Bagaimana naluri keibuan mama terasah dg keberadaanmu. Engkau 
mengajarkan pada mama bahwa kesabaran tidak berbatas, walau sebagai 
manusia sering sabar itu hilang. Engkau ajarkan pada mama, bahwa kasih 
sayang, kehangatan dan kejujuran akan berakhir dg ketiganya pula. Kau 
ajarkan bahwa, ibu adalah guru pertama sekaligus terbaik bagi 
anak-anaknya. Itu sebabnya papamu meminta mama untuk tetap di rumah 
menemani engkau dan adik-adikmu..

Ketika adik-adikmu lahir, di usia yg masih sangat muda, engkau berubah 
menjadi sosok kakak yang begitu dewasa, banyak mengalah, walau kami 
orangtuamu tahu hal itu berat engkau lakukan. Kami sering memberimu 
tanggung jawab "titip ade-ademu ya mba" setiap mama dan papamu pergi, 
walau di rumah ada yang lain. Kau tunaikan amanah kami dg memberi 
laporan singkat jelas dan padat apa yg terjadi saat mereka ditinggal. 
Apabila ada mainan atau bukumu yg dirusak oleh adikmu, yang kau lakukan 
hanya menangis dan mengadu pada mama, dengan harapan mama akan 
memperbaikinya..itu sering kita bersama.

Engkau buat kami bangga dengan keistiqomahanmu untuk mengenakan jilbab 
di usia 6 tahun, walau engkau hanya seorang diri yg melakukannya di 
kelasmu. Kau butikan kecerdasanmu dg hasil IQmu yg sangat jauh di atas 
rata-rata dan prestasimu sebagai juara kelas. Ternyata, kebanggaan ini 
juga dirasakan oleh eyang mama dan eyang papa, oma dan bude pakde juga 
om kamu nak. Mama sering tidak segan-segan berkata bahwa "mama banggamu 
nak".

Al Anshoriyah, engkau betul-betul anak yg gemar menolong. Terbukti dari 
cerita guru-gurumu bahwa engkau tidak segan-segan menolong temanmu yg 
kesulitan dalam belajar, walau resikonya ditegur oleh gurumu. Bahkan 
suatu waktu, nilaimu dikurangi karena dengan ikhlasnya soal ujian 
temanmu kau kerjakan dari awal hingga selesai. Ingat nak..betapa 
marahnya mama ketika tahu kejadian itu, namun di sisi lain mama melihat 
sikap rela berkorbanmu yg begitu tinggi.

Saat kita pindah, dari Jakarta ke Bandung, engkau terlihat sedih karena 
harus meninggalkan sahabatmu, namun sekaligus gembira setelah 
mendengarkan cerita mama bahwa kelak kamu akan mendapat teman-teman baru 
dg bahasa yg tidak biasa, Bahasa Sunda. Ingat Khonsaa' ketika tanpa 
engkau sadari caramu dan adikmu berbicara mulai berubah dan menjadi 
bahan becandaan sepupumu di jakarta...? Itu membuktikan betapa dirimu 
mudah bergaul nak. Mama juga bangga padamu ketika seorang walimurid 
menceritakan bahwa menurut anaknya, kamu adalah "the coolest girl in the 
class" karena wawasanmu yg luas. Dari masalah gadget, pelajaran, poppin 
(satu bentuk tarian ), music, buku-buku..begitu banyak yg kau ketahui 
nak. Engkau memang canggih nak..!

Saat teman-teman seusiamu masih belum kenal dunia komputer dan online, 
kamu sudah begitu akrab dengan keduanya. Niatmu punya Facebook dan akrab 
dengan dunia online engkau ceritakan dalam rangka "jangan mau jadi 
gaptek". Engkau buat blog pribadi saat usiamu masih 7tahun.
Padahal, yg engkau lakukan hanya mengamati papamu yg sedang asyik dengan 
pekerjaannya.
Sering sekali engkau cerita ke mama hasil brosingmu ke beberapa web 
hanya untuk membedakan "akar tunggal dan akar serabut".
Kau buktikan, bahwa dunia online seharusnya memang digunakan u hal-hal 
yang bermanfaat..

Sebagai mama, banyak sekali kesalahan yg mama perbuat padamu nak, bahkan 
tidak terhitung..Kemarahan yang kadang melampau batas, ketidaksabaran 
yang sebenarnya masih sangat bisa ditahan.
Ketika mama menangis menyesal bila memarahimu dan adikmu, yang kau 
ucapkan hanya "nggak apa-apa ma". Ingat nak, ketika mama menyusui 
adik-adikmu engkau berada di dekat mama sambil engkau bertanya "aku dulu 
nyusu juga ngga ma". Seketika itu juga mama tidak mampu menahan tangis, 
sembari berucap "itu salah satu kebodohan mama nak, maafkan mama krn 
mama tdk menyusuimu". Mama ceritakan alasannya bahwa luka yg ada tdk 
mampu mama tahan. Lagi-lagi engkau menghibur mama dg berucap "nggak papa 
ma, yang penting sudah usaha".

Salah satu kesalahan mama terbesar padamu ialah tanggal 13 Desember 
2009. Hanya karena keletihan yang sebenarnya masih bisa mama tahan, mama 
tidak menemanimu dan adikmu yg pagi itu semangat sekali ingin berenang, 
dan memang itulah tujuan kita menginap di hotel. Mama lebih milih berada 
di kamar hotel dan membiarkanmu beserta papa dan kedua adikmu ke kolam 
renang yg ketika itu memang ramai. Mba Rahmi dan Mba Siti, yang selama 
ini membantu mama mengurus rumah juga ikut menemani kalian. Padahal 
engkaupun belum terlalu mahir berenang nak, mama tahu ketakutanmu pada 
air yang kau coba hilangkan sedikit demi sedikit.

30 menit kemudian papamu kembali ke kamar hotel dan, tidak lama telpon 
pun berdering memberitahu bahwa engkau tenggelam...!!!

Bagai tersambar petir, mama dan papa langsung menjerit dan lari menuju 
kolam, namun engkau sudah dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak 
sadarkan diri.

Sekelebat terlintas rasa marah dan was-was silih berganti..
"Mana pool guard yang seharusnya menjaga kolam renang"..hanya itu 
kalimat yang mama ucapkan seraya berlari ke arah kolam.

Mama seorang guru renang nak, papamu mahir berenang. Mama bahkan sering 
bercerita padamu kejadian-kejadian saat mama menolong beberapa orang 
yang hampir tenggelam...

Tapi..

Dimana mama, saat anak mama tenggelam,
Mana guru renang yang mahir berenang 4 gaya, dengan murid tak terhitung 
jumlahnya..??.
Mana guru renang yg berkali-kali menolong orang yang bisa saja nyawanya 
melayang di kolam renang...??

Mana....??

Allohu akbar..dalam perjalanan menuju rumah sakit di kepala mama yang 
ada hanya rasa sesal..
Inikah teguran atas kesombonganku ya Alloh?"
Sebegitu sombongkah aku hingga Engkau mengujiku seberat ini?

Dan...hari itu Alloh menunjukkan kuasaNya..
Mama menemuimu di ruang UGD ketika engkau telah terbujur kaku nak. 
Seketika itu dunia terasa gelap, aliran darah seakan terhenti..melihat 
sesosok tubuh tertutup kain putih...

Ya Alloh..Ya Robbi..Ya Rohman..Ya Rohim, inilah saatnya Engkau ambil 
titipanmu yg pernah Kau tanamkan dalam rahimku.

Dunia seakan berhenti berputar..rasanya tidak percaya hingga mama liat 
tanda lahir di lengan kirimu, bekas luka kecil cacar di hidungmu, tahi 
lalat di telingamu dan sekujur badanmu yg mama hafal bentuknya satu 
persatu karena kamu anak mama..

Mama segera memeluk jasadmu nak, tanpa berpikir lagi apakah engkau 
dengar atau tidak, hanya kata maaf yg mampu mama ucapkan di telingamu. 
Dada ini terasa sesak menahan sebuah beban yg terasa seperti sebuah 
gunung yang sangat besar.

Sambil memandikan jenazahmu, mama bisikkan di telingamu bahwa, mama 
buktikan kalau mama kuat menerima kepergianmu. Demi mengharap ridho 
Alloh Azza Wajalla, mama tahan air mata dan rasa marah yang sebenarnya 
lebih mudah bila diledakkan saat itu juga.
Demi meyakini akan syahidnya seseorang yang wafat karena tenggelam, mama 
tahan emosi mama nak..
Demi meyakini, bahwa engkau akan menjadi hijab api neraka bagi orang 
tuamu yang kotor ini, mama tahan dorongan ingin menjerit sekeras-kerasnya.

Engkau penuhi janjimu nak..
Al Anshoriyah, Engkau gemar menolong saat masih hidup. Dan, engkau 
tolong kami dengan kepergianmu.

Banyak sekali janji mama padamu nak, hadiah sepeda BMX bila engkau juara 
kelas lagi, jalan-jalan ke dufan dan menaiki semua wahana krn kini 
engkau sudah tinggi, latihan renang intensif selama liburan nanti..., 
bermain hujan bertiga adikmu, menyambangi sahabat-sahabat dan 
guru-gurumu di Jakarta..namun, semua itu tinggal janji...

Engkau tunaikan janjimu...tapi pada siapa mama tunaikan janji-janji mama 
nak..?

Cita-cita kami orang tuamu ingin merawat dan mendidikmu hingga dewasa, 
digantikan dengan sebuah cita-cita mulia yg tak mampu kami ucapkan, 
mengharapkan kita semua bisa bertemu maut dengan kesyahidan. Kau 
tunaikan itu semua nak..

Maafkan mamamu nak, yang tidak berada di dekatmu saat-saat terakhir hidupmu.
Walau pedih, mama bersyukur karena telah dipercaya oleh Alloh menerima 
amanah seorang gadis kecil yang sangat special di mata setiap orang yang 
mengenalnya.

Janji mama terakhir kalinya padamu anakku, mama akan kuat melepasmu 
walau berat. Mama akan merawat kedua adikmu, mama akan menjadi ibu yang 
jauh lebih baik dari sebelumnya.

Bantu mama agar kuat nak, walau air mata penyesalan, kesedihan, 
kerinduan ingin memelukmu tak mampu mama bendung.
Rasa sesal tidak menjadi ibu yang sempurna begitu hebatnya mama rasakan 
hingga saat ini.

Semoga Alloh Sang Ilahi Robbi, memaafkan semua kesalahan mama padamu.

Mama sangat mencintaimu anakku..
Mama sangat merindukanmu..sahabatku..
Mama bangga padamu..guruku..
Mama akan kuat, demi janji mama padamu..syahidahku!

Selasa, 15 Desember 2009
elona melo binti tomela arief
mama bagi Khonsaa'-Zainab-Tholhah

Kirim email ke