2.-Imam Malik bin Anas (Mazhab Maliki)
Imam Malik bin Anas menyatakan :
[A] "Saya hanyalah seorang manusia, terkadang salah, terkadang benar. Oleh
karena itu, telitilah pendapatku. Bila sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah,
ambillah ; dan bila tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah, tinggalkanlah".
[1]
[1] Ibnu 'Abdul Barr dan dari dia juga Ibnu Hazm dalam kitabnya Ushul
Al-Ahkam (VI/149), begitu pula Al-Fulani hal. 72.
[B] "Siapa pun perkataannya bisa ditolak dan bisa diterima, kecuali hanya Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri". [2]
[2]-Dikalangan ulama mutaakhir hal ini populer dinisbatkan kepada Imam Malik
dan dinyatakan shahihnya oleh Ibnu Abdul Hadi dalam kitabnya Irsyad As-Salik
(1/227). Diriwayatkan juga oleh Ibnu Abdul Barr dalam kitab Al-Jami' (II/291),
Ibnu Hazm dalam kitab Ushul Al-Ahkam (VI/145, 179), dari ucapan Hakam bin
Utaibah dam Mujahid. Taqiyuddin Subuki menyebutkannya dalam kitab Al-Fatawa
(I/148) dari ucapan Ibnu Abbas. Karena ia merasa takjub atas kebaikan
pernyataan itu, ia berkata : "Ucapan ini diambil oleh Mujahid dari Ibnu Abbas,
kemudian Malik mengambil ucapan kedua orang itu, lalu orang-orang mengenalnya
sebagai ucapan beliau sendiri".
Komentar saya : Kemudian Imam Ahmad pun mengambil ucapan tersebut. Abu Dawud
dalam kitab Masaail Imam Ahmad hal. 276 mengatakan : "Saya mendengar Ahmad
berkata : Setiap orang pendapatnya ada yang diterima dan ditolak, kecuali Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam.
[C] Ibnu Wahhan berkata : "Saya pernah mendengar Malik menjawab pertanyaan
orang tentang menyela-nyela jari-jari kaki dalam wudhu, jawabnya : 'Hal itu
bukan urusan manusia'. Ibnu Wahhab berkata : 'Lalu saya tinggalkan beliau
sampai orang-orang yang mengelilinginya tinggal sedikit, kemudian saya berkata
kepadanya : 'Kita mempunyai Hadits mengenai hal tersebut'. Dia bertanya :
'Bagaimana Hadits itu ?. Saya menjawab : 'Laits bin Sa'ad, Ibnu Lahi'ah, Amr
bin Harits, meriwayatkan kepada kami dari Yazid bin 'Amr Al-Mu'afiri, dari Abi
'Abdurrahman Al-Habali, dari Mustaurid bij Syaddad Al-Qurasyiyyi, ujarnya :
'Saya melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menggosokkan jari
manisnya pada celah-celah jari-jari kakinya'. Malik menyahut :' Hadits ini
hasan, saya tidak mendengar ini sama sekali, kecuali kali ini. 'Kemudian di
lain waktu saya mendengar dia ditanya orang tentang hal yang sama, lalu beliau
menyuruh orang itu untuk menyela-nyela jari-jari
kakinya". [3]-[3]-Muqaddimah kitab Al-Jarh Wa At-Ta'dil, karya Ibnu Abi Hatim,
hal. 31-32 dan diriwayatkan secara lengkap oleh Baihaqi dalam Sunnan-nya (I/81)
Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]