Rezim Yaman mencari bantuan Amerika untuk menyelamatkannya dari kejatuhan 

Sistem yang bobrok tidak membantu Ali Abdullah Saleh di Sanaa sehingga ia 
berpaling ke Amerika dan menandatangani perjanjian keamanan dengan militer, 
pembunuhan di Utara dan Selatan Yaman, dan dipaksa untuk menandatangani 
perjanjian keamanan dan merupakan penghinaan militer dari Amerika untuk 
melindungi dirinya dari kejatuhan. 

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Kepala Staf AD Yaman Mayor Jenderal 
Ahmed Ali Al Ashwal dan dari Amerika, Brigadir Jeffrey Smith.  Ashwal 
mengatakan kerjasama itu untuk memperkuat kerja sama saling menguntungkan 
antara AS dan Yaman, sementara Smith mengatakan: "Perundingan yang 
diselenggarakan di Sana'a ini adalah perpanjangan dari hubungan yang baik dan 
permanen antara kedua Negara, Amerika dan Yaman, dan bahwa Amerika akan 
melanjutkan dukungan kepada Yaman untuk menjaga persatuan dan keamanan, dan 
stabilitas negeri merupakan faktor yang penting bagi Washington. " 

Kesepakatan yang memalukan yang ditandatangani hari Selasa antara pemerintah 
Yaman dan Amerika itu adalah di bidang intelijen militer dan pelatihan militer 
dan dilakukan pada saat terjadi pertempuran di utara Yaman antara pemerintah 
dan kelompok Houthi. Hal ini terganggu oleh situasi di selatan Yaman antara 
pemerintah dan kelompok separatis. 

Alih-alih menggunakan Negara-negara Arab atau negara-negara Islam untuk 
membantu menghentikan perang saudara di negaranya, rezim Yaman malah masuk 
kedalam perangkap sistem gua Amerika Serikat, yang memaksa dilakukan 
penandatanganan militer dan keamanan dengan suatu transformasi yang berlangsung 
sehingga menjadi klien yang bertekuk lutut. 

Sebenarnya rezim yang berkuasa di Yaman mampu jika ia memiliki kehendak untuk 
memecahkan masalah dengan mematuhi hukum penghentian permusuhan yang 
berdasarkan konsep ayat (yakni ayat Jika dua golongan jatuh ke ...}, dan sistim 
ini menolak untuk mematuhi perintah-perintah Amerika Serikat, yakni dengan 
mencarinya pada Kitab Allah dan Sunnah Rasul SAW. 

Tanggal 13/11/2009 

Pengarang/Pengamat politik : Ahmed Ktoani / Jerusalem 

Sumber : http://www.al-aqsa.org/index.php/polycomment/show/1553/





      

Kirim email ke