Maha suci Allah! Tak ada satu kejadianpun yang terjadi tanpa
sepengetahuan-Nya. Bahkan, daun yang gugur serta butiran pasir yang
terbangpun tak luput dari pengawasan-Nya. Sungguh Allah maha besar lagi
maha kuasa.
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang
mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di
daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan
Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam
kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,
melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” Qs. Al-An’a
[6]:59.

Dia-lah yang menentukan hidup dan mati, menganugerahkan
kenikmatan yang kita miliki:“ Allah memegang jiwa (orang) ketika
matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya;
Maka Dia tahanlah jiwa
(orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa
yang lain sampai waktu yang ditetapkan]. Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang
berfikir. Qs. Az-Zumar [39]:42

Masih ingatkah kita akan kisah Musa as. yang memegang kepercayaan
kepada Allah swt sewaktu dirinya dihadapkan oleh hamparan laut dengan
gelombangnya yang sangat dahsyat. Sementara firaun dan bala tentaranya
terus mendekati hendak membunuhnya dan pengikutnya. “kita akan
tertangkap! Ujar seorang pengikutnya pasrah. Namun, Nabi Musa
berkata:Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; Sesungguhnya
Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. Qs.
Asy-Syu’ara [26]:62

Subhanallah, dengan mantap Nabi Musa as berjalan di tengah lautan. Ia
sangat yakin Allah pasti akan menyelamatkan dirinya dan pengikutnya
dari kejaran firaun dan pasukannya. Lain lagi dengan kisah Nabi Nuh as,
Allah mengabarinya bahwa tidak akan ada lagi kaumnya yang beriman,
kecuali memang mereka yang telah beriman Allah memerintahkan Nabi Nuh
as membuat perahu:“ Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali
tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman
(saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu
mereka kerjakan. Qs. Hud [11 ]:37
Nabi Nuh diperintahkan membuat bahtera (perahu) di gunung pasir yang
tandus. Karena keyakinannya akan datang perubahan yang lebih lebih,
iapun mengikuti apa yang Allah
perintahkan. Kenapa Allah menyuruhnya membuat membuat bahtera. Hal itu
untuk membuktikan keimanannya yang kuat
kepada Allah.

Sahabat. Jika kisah Nabi Nuh ini di analogikan dengan keadaan kita
sekarang, Andalah yang menjadi bahternya. Gurun pasir Nuh tidak ada
bedanya dengan kondisi saat ini.
Karena yakin, akhirnya Nuh dan pengikutnya bertahun-tahun membuat kapal
walaupun menemukan begitu banyak kesulitan. Tetapi lagi-lagi, ternyata
kehidupan bukan persolan sulit dan mudahnya, persoalannya adalah yakin
atau tidaknya kita akan
adanya perubahan itu. Jika kita memiliki keyakinan, maka jangan biarkan
“diam” kita. Bangunlah keyakinan dengan kemahakuasaan Allah.

--
Posting oleh akhrudianto ke NURISFM pada 1/08/2010 08:14:00 AM

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke