2010/1/22 Indra Waskita <[email protected] <mailto:[email protected]> >
 
Assalamualaikum WW...meneruskan kutipan informasi dari Republika, semoga 
bermanfaat
Cina Melawan Pornografi ...
http://koran.republika.co.id/koran/28/101935/Cina_Melawan_Pornografi 
<http://koran.republika.co.id/koran/28/101935/Cina_Melawan_Pornografi> 
Oleh Asro Kamal Rokan


Ini berita menarik dari Cina. Pemerintah negara ini meningkatkan hadiah uang 
tunai bagi orang yang melaporkan laman porno. Pekan lalu, Cina menyerahkan 
sekitar 32 ribu dolar AS sebagai hadiah untuk para pelapor. Kantor Berita 
Xinhua tidak menyebutkan berapa hadiah untuk setiap orang, namun Pemerintah 
Cina sangat serius melawan pornografi, yang menurut mereka dapat merusak 
kesehatan emosional anak-anak.

Selama Desember hingga Januari, Cina telah menerima lebih dari 90 ribu laporan. 
Pada 2009 lalu, negara ini telah menutup 15 ribu laman pornografi, termasuk 
juga 11 ribu layanan WAP telepon genggam. Saat ini di negara berpenduduk 1,6 
miliar ini, terdapat sekitar 384 juta pengguna internet. Ini jumlah terbesar di 
dunia. Mereka telah melarang Youtube, Twitter, bahkan juga Facebook.

Keputusan Cina ini memancing konflik, terutama dengan Google.Inc--mesin pencari 
terkemuka yang juga digunakan di Indonesia. Pekan lalu, Google menyatakan akan 
keluar dari Cina karena pemerintah itu memberlakukan sensor ketat, termasuk 
juga terhadap laman, yang secara politik dinilai sensitif. Ancaman Google akan 
keluar dari Cina tidak membuat negara ini mengubah sikapnya. Mereka tetap 
melakukan sensor. Dan, ini artinya Google dipaksa untuk ikut atau pergi.

Hebatnya, Cina tidak sekadar menggebrak. Mereka telah mempersiapkan diri 
apabila mesin pencari terbesar di dunia itu keluar dari Cina. Negara ini telah 
memiliki mesin pencari sendiri yang bernama baidu. Hebatnya, search engine ini 
lebih disukai pengguna internet di Cina, bahkan mengalahkan Google. Menurut 
riset, jumlah pengguna www.baidu.com <http://www.baidu.com/>  terus meningkat 
hingga mencapai 75,7 persen. Sebaliknya, Google terus mengalami penurunan.

Bagaimana dengan Indonesia? Negara ini mayoritas Muslim. Undang-undang 
pornografi telah dibuat di tengah pertentangan berbagai kalangan. Dan, ketika 
waktu bergulir, UU ini seakan berada di paling bawah dari berbagai tumpukan 
masalah. Adegan porno di berbagai tempat terus berlangsung. Di internet, 
laman-laman porno tetap mudah diakses dengan mengubah tampilan dan nama laman.

Bahkan, di jejaring sosial facebook yang digunakan anak-anak kita, meski 
penyelenggara melarang anak usia 13-17 tahun menggunakan jejaring ini, 
foto-foto vulgar semakin tidak terkendali dan tidak terawasi. Nama-nama pemilik 
akun bisa sesuka hati dan beberapa di antaranya menjijikkan. Ini ancaman nyata 
di depan mata terhadap anak-anak kita.

Lihatlah data ini: berdasarkan survei Inside Facebook, Indonesia menempati 
urutan kedua negara tercepat pertumbuhan facebook, setelah AS. Jumlah pengguna 
mencapai 13.870.120 pada Desember 2009. Angka ini akan menanjak pada Januari, 
yang diperkirakan mencapai 15 juta lebih pengguna.

Cina telah melakukan keputusan luar biasa. Pemerintah negara komunis ini tentu 
memutuskan pelarangan laman porno tidak atas dasar prinsip dan nilai-nilai 
agama. Mereka tidak seperti kita yang menjunjung tinggi prinsip dan nilai-nilai 
agama. Tapi di Cina, mereka serius melawan pornografi ini. Bahkan, negara itu 
mendirikan institusi resmi bernama Kantor Anti-Pornografi Nasional dan 
Anti-Publikasi Ilegal.

Cina telah melakukan dengan kekuatan dirinya. Kita tetap berkutat, bahkan 
tenggelam pada perdebatan yang semakin membosankan sistemik atau tidak; 
nonaktif atau tidak; turun atau tidak; diganti atau tidak yang tak berhubungan 
langsung kepentingan jutaan rakyat. Kita menjebak diri kita sendiri, seperti 
ikan sengaja masuk ke dalam bubu dan kita menyaksikan bangsa ini tanpa merasa 
bersalah. Bangsa ini menjebak dirinya sendiri, bermusuhan dengan dirinya 
sendiri.

Cina telah melindungi rakyatnya dari kehinaan dan kerusakan moral. Dan, 
semestinya itu dilakukan oleh negara-negara yang menjunjung tinggi prinsip dan 
nilai-nilai agama, seperti kita ... Wallahu'alam bishawab.

Wassalam,
Indra Waskita





This e-mail is confidential and may contain legally privileged information. If 
you are not the intended recipient, you should not copy, distribute, disclose 
or use the information it contains. Please e-mail the sender immediately and 
delete this message from your system. E-mails are susceptible to corruption, 
interception and unauthorized amendment; we do not accept liability for any 
such changes, or for their consequences. You should be aware, that PT TITAN 
Petrokimia Nusantara might monitor your e-mails and their content.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke