*Cilincing, Jakarta Utara, 11 Februari 2010* Zakat Menghidupkan Ekonomi Nelayan Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia Zakat dan Muammalah kembali ditegakkan, para nelayan pun tersenyum
[image: Zakat Dirham Perak]Festival Hari Pasaran telah sukses dilaksanakan di Kampung Nelayan Cilincing pada 6 Februari 2010 lalu. Alhamdulillah, ternyata melalui zakat yang diterima oleh nelayandhuafa dan lima anak yatim disana, yang dibagikan melalui Baitul Mal Nusantara (BMN), turut pula dirasakan manfaatnya oleh pedagang setempat. Dengan ceria ibu-ibu nelayan memborong sembako di toko sembako peserta pasar dirham. Meskipun hanya mendapat 1 (satu) dirham perak per keluarga, namun telah mengurangi beban hidup mereka di masa paceklik ini. Aksi borong sembako oleh 30-an ibu-ibu nelayan, tentu saja menyenangkan pedagang sembako. Sebut saja Pak Hasan yang mendapatkan omset tambahan sebesar 12 dirham pada hari itu. Sehari-hari tokonya sepi pembeli, karena jarang yang belanja, paling-paling cuma transaksi hutang saja, itu pun dibatasi nilainya, agar toko sembako Pak Hasan tidak bangkrut kehabisan modal. Begitu juga Ibu Uni yang juga pedagang semvako yang pada saat itu mendapat omset tambahan 16 dirham. Bukan hanya toko sembako saja yang mendapat rezeki karena adanya suplai dirham dari Muzakki melalui Baitul Mal Nusantara. Toko Mandiri milik Pak Nonong, yang menjual peralatan nelayan ikut 'kecipratan' dirham. Sebab isteri Pak Hasan, setelah mendapatkan dirham, pada hari itu langsung membeli gas elpiji seharga 1/2 dirham di Toko Pak Nonong. Sayangnya koin 1/2 dirham yangtadinya akan dilaunching pada saat itu belum siap edar, sehingga Pak Nonong memberi uang kembalian berupa rupiah. Warung Ibu Titi yang menjual jajanan pun mendapatkan omset tambahan sebesar 2 dirham dari pengunjung pasar. Meski terbilang sedikit, Ibu Titi begitu senang, sebab di musim paceklik ini paling banter omsetnya hanya Rp.50.000, dengan demikian untung yang diraih sekitar Rp.5.000 - Rp.8.000 saja. Ibu Titi juga langsung berbelanja gas elpiji di Toko Mandiri dengan Dirham Tersebut. Tak Hanya Pedagang di pinggir kali saja yang merasakan manfaaat dari sirkulasi dirham, dua keluarga yang memiliki anak-anak yatim ikutan Wisata Kuliner dengan dirham pada malam harinya di Jalan Sungai Landak Cilincing, tak jauh dari Kampung Nelayan. Sumber : http://www.wakalanusantara.com/detilurl/Zakat.Menghidupkan.Ekonomi.Nelayan/229 [Non-text portions of this message have been removed]

