Posko Korban Anand Krishna Dibuka
Para korban dapat menghubungi nomer telepon 081398985454, yang siap membantu 24 
jam.
Rabu, 17 Februari 2010, 09:22 WIB
Eko Priliawito









 

Anand Krishna (www.anandkrishna.org) 


BERITA TERKAIT

Pengacara: Anand Krishna Tidak Berbuat Cabul 
Anand Krishna Minta Perlindungan Hukum Polisi 
Polda Akan Panggil Anand Krishna 
Anand Krishna Center Dijaga Ketat 
Menteri Minta Dampingi Korban Anand Krishna 

web tools
   
      

VIVAnews - Para korban dugaan pelecehan seksual oleh tokoh spiritual Anand 
Krishna membuka posko peduli untuk mengumpulkan para korban lain. Hal ini 
dilakukan untuk menunjang kerja polisi dengan mengumpulkan saksi-saksi.

"Intinya menunjang kerja penyidik dengan menghadirkan saksi-saksi. Kalau korban 
lebih banyak akan menjadi pertibangan tersendiri," ujar kuasa hukum para 
korban, Agung Mattauch, saat dihubungi VIVAnews, Rabu 17 Febuari 2010.

Posko akan dibuka di Apartemen Taman Rasuna, Tower Dua, Kuningan, Jakarta 
Selatan. Seluruh kegiatan posko nantinya akan difokuskan untuk penangani para 
korban yang masih trauma akibat kejadian tidak senonoh yang mereka alami. 

Agung menambahkan, sejauh ini pihaknya akan terus mengikuti proses hukum yang 
sedang berjalan meski pihak Anand Krishna selalu meminta upaya perdamaian dan 
mediasi untuk penyelesaian kasus ini.

"Sudah mengajak damai dan meminta mediasi. Tapi biar saja proses hukum berjalan 
dan biarkan penyidik bekerja agar masyarakat tahu mana yang benar," ujar Agung 
lagi.
Bila tidak dapat datang langsung ke posko, para korban dapat menghubungi nomer 
telepon 081398985454, yang siap membantu dan melanyani curhat serta keluhan 
para korban selama 24 jam.

Seperti diberitakan sebelumnya, tokoh spiritual keturunan India yang lahir di 
Solo, Jawa Tengah-Indonesia, pada 1 September 1956 itu membantah tuduhan dugaan 
pelecehan seksual mantan muridnya.

"Saya tidak punya murid. Saya tidak pernah memberikan inisiasi atau apa. Jadi 
tidak pernah ada murid," kata Anand Krishna di tempat khusus latihan yoga, 
Yogabarn, Desa Masa, Ubud, Gianyar, Bali, kepada VIVAnews beberapa waktu lalu.

Menurut pria yang pernah memperoleh gelar MBA dari Pacific Southern University 
di Amerika Serikat ini, banyak orang yang menganggap dirinya sebagai guru. Dan 
itu dinilai Anand sebagai kebebasan mereka.

"Dan tuduhan-tuduhan itu semua tidak benar. Jadi kita sedang mempelajari, dan 
kita sudah membantah semuanya itu," kata Anand di sela puluhan warga asing yang 
sedang berlatih yoga ini.• VIVAnews 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke