*TOLAK OBAMA, PENGUASA NEGARA PENJAJAH!*


[*Al-Islam 495*] Jika tidak ada perubahan, sekitar tanggal 20-22 Maret 2010
ini, Presiden AS Barack Obama akan berada di Indonesia. Pemerintah Indonesia
tampak menaruh banyak harapan kepada Obama. Untuk itu, Pemerintah telah
menyiapkan beberapa inti pembicaraan yang akan dijadikan acuan untuk
merumuskan bentuk kerjasama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan
AS.



Berbeda dengan kedatangan Bush pada tahun 2006, kunjungan Presiden AS Obama
kali ini cukup mendapatkan respon dan penilaian positif dari beberapa pihak.
Adanya respon positif dari Pemerintah tentu wajar karena sejak awal Presiden
SBY (tentu dengan berbagai motifnya) sangat mengharapkan kehadiran Obama.
Yang aneh, respon positif ternyata juga datang dari beberapa orang yang
dianggap tokoh umat Islam di Indonesia. Beberapa tokoh Muslim tersebut
menganggap Obama bisa membawa harapan dengan tawaran pemulihan hubungan AS
dengan Dunia Islam yang sudah diumbar sebelumnya.



Padahal mereka tahu bahwa hingga saat ini janji Obama hanya mimpi dan tipuan
belaka. Bahkan ada yang tidak sependapat jika kehadiran Obama ke Indonesia
malah ditolak dengan aksi demonstrasi. Pasalnya, menurut mereka, justru ini
adalah kesempatan baik bagi Indonesia dan umat Islam khususnya untuk
menunjukkan sikap bijak dan ramah sebagaimana layaknya kewajiban umat Islam
kepada tamunya.





*Obama Wajib Ditolak!*



Apakah benar umat Islam Indonesia harus menyambut Obama sebagai tamu dengan
ramah dan rasa hormat? Yang pasti, umat Islam saat ini sangat perlu
mengetahui hakikat masalah ini dari sudut pandang Islam, bukan dari asas
manfaat. Tetap harus didudukkan masalahnya secara jelas, bahwa Obama adalah
presiden dari sebuah negara penjajah, yang hingga saat ini terus-menerus
menjajah Dunia Islam serta melakukan pembantaian atas kaum Muslim di
negeri-negeri Islam khususnya di Irak, Afganistan dan Pakistan.



Karena itu, setidaknya ada dua alasan kuat untuk menolak kedatangan Obama.



1. Alasan syar’i.



Memang, salah satu kewajiban kaum Muslim adalah menyambut dan memuliakan
tamu. Rasulullah saw. bersabda:



Siapa saja yang mengimani Allah dan Hari Akhir, hendaklah memuliakan
tamunya. Siapa saja yang mengiman Allah dan Hari Akhir, hendaklah
menyambungkan tali silaturahmi. Siapa saja yang mengimani Allah dan Hari
Akhir, hendaklah berkata hal-hal yang baik atau diam (HR al- Bukhari dan
Muslim).





Tamu yang disebut di dalam hadis di atas mencakup tamu Mukmin atau kafir.
Kata dhayfah termasuk dalam kata umum; mencakup tamu Mukmin dan
kafir/laki-laki dan perempuan. Semua tamu wajib disambut dan dimuliakan dan
dihormati berdasarkan nash hadis di atas. Seorang Muslim juga diperintahkan
untuk memenuhi hak-hak tamu, sesesuai dengan kemampuannya.



Masalahnya, bagaimana jika tamu yang hendak berkunjung adalah para penguasa
negara kafir penjajah (seperti AS hari ini) yang telah terbukti menzalimi,
menganiaya, menjajah dan membunuhi kaum Muslim serta berusaha terus
menistakan kesucian agama Islam? Apakah ketentuan-ketentuan dalam hadis di
atas tetap berlaku?



Jelas, seorang Muslim haram menerima kunjungan tersebut, apalagi menyambut
dan memuliakannya, dengan dasar: Pertama, Allah SWT justru telah melarang
untuk menampakkan kesetiaan dan kasih-sayang kepada orang-orang kafir,
apalagi lagi kafir penjajah yang sampai hari ini masih terus menghisap harta
dan darah kaum Muslim. Allah SWT berfirman:



Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil musuh-Ku dan musuh
kalian sebagai teman-teman setia—yang kalian sampaikan kepada mereka
(berita-berita Muhammad)—dengan penuh kasih-sayang (QS al-Mumtahanah [60]:
1).



Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil sebagai teman
kepercayaan kalian orang-orang yang berada di luar kalangan kalian karena
mereka tidak henti-hentinya menimpakan kemadaratan atas kalian. Mereka
menyukai apa saja yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut
mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar
lagi(QS Ali ‘Imran [3]: 118).





Kedua, Allah SWT telah melarang untuk menyakiti kaum Muslim. Penerimaan dan
penyambutan Barack Obama di negeri ini tentu akan menambah penderitaan dan
rasa sakit kaum Muslim yang pada saat ini tengah menghadapi serangan militer
Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Irak, Afganistan, Pakistan,
Palestina dan negeri-negeri kaum Muslim lainnya. Allah SWT berfirman:



Orang-orang yang menyakiti kaum Mukmin dan Mukminat tanpa kesalahan yang
mereka perbuat sesungguhnya telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata (QS
al-Ahzab [33]: 58).



Nabi Muhammad saw. juga telah bersabda, "Seorang Muslim adalah saudara
Muslim yang lain; ia tidak akan menzaliminya dan tidak akan menyerahkannya
kepada musuh." (HR al-Bukhari dan Muslim).



Ketiga, adanya kewajiban untuk membela saudara sesama Muslim yang tidak
berada di dekatnya. Nabi Muhammad saw. bersabda, sebagaimana dituturkan Anas
bin Malik ra., "Siapa saja yang membela saudaranya saat tidak ada di
dekatnya, Allah akan membelanya di dunia dan di akhirat." (HR asy-Syihab).



Wujud pembelaan seorang Muslim kepada saudara-saudaranya sesama Muslim yang
jauh, yang pada saat ini dijajah, dianiaya bahkan dibunuh oleh Amerika
Serikat adalah menolak kunjungan mereka. Nabi saw. bersabda, sebagaimana
dituturkan Abu Darda’ra.:



Siapa saja yang membela kehormatan saudaranya, Allah akan menolak api neraka
pada Hari Kiamat dari wajahnya (HR at-Tirmidzi).





Rasulullah saw. juga pernah bersabda sebagaimana dituturkan Asma binti Yazid
ra.:



Siapa saja yang membela kehormatan saudaranya pada saat tidak berada di
dekatnya, Allah pasti akan membebaskannya dari api neraka (HR Ishaq).



Salah satu wujud pembelaan seorang Muslim terhadap kaum Muslim lain di Irak,
Afganistan, Pakistan dan Palestina yang saat ini tengah menghadapi invasi
militer Amerika adalah menolak kunjungan, kerjasama, maupun intervensi
non-fisik dari para penguasa kafir penjajah dan antek-anteknya seperti
Amerika, Inggris dan Israel.



Keempat, adanya contoh berupa sikap para Sahabat Nabi saw. Salamah bin
al-Akwa’ ra., misalnya, pernah bertutur, "Saat kami berdamai dengan penduduk
Makkah dan sebagian kami bercampur dengan sebagian mereka, saya mendatangi
suatu pohon. Kemudian saya menyingkirkan durinya, lalu merebahkan diriku di
akarnya. Kemudian datang kepada saya empat orang kaum musyrik Makkah. Mereka
mulai membicarakan Rasulullah saw. Saya membenci mereka hingga saya pindah
ke pohon yang lain." (HR Muslim).



Selain itu, banyak riwayat yang menunjukkan bagaimana sikap Rasulullah saw
terhadap para utusan kaum kafir yang memusuhi Islam dan kaum Muslim. Misal,
Rasul saw. tidak menggubris Abu Sufyan, utusan kafir Qurays saat itu, yang
mendatangi Nabi saw. untuk memperbaiki perjanjian dengan beliau yang
sebelumnya mereka langgar. Rasul saw. pun pernah bersabda kepada utusan
Musailamah al-Kadzdzab, "Seandainya kamu bukan seorang utusan, niscaya sudah
aku penggal lehermu." (HR Ahmad dan Abu Dawud).



Jelas, sikap beliau sangat keras dan tidak menunjukkan penerimaan yang ramah
terhadap ‘tamu’ seperti mereka.





2. Alasan rasional.



Selain alasan syar’i di atas, sesungguhnya tidak masuk akal jika kaum Muslim
harus bermitra dengan negara seperti AS. Pasalnya, hingga saat ini kaum
Muslim di berbagai belahan negeri yang jauh dari Indonesia dalam kondisi
terkoyak dan porak-poranda dililit kemiskinan, penyakit dan konflik
berkepanjangan; darah mereka pun tumpah-ruah seolah tiada harga. Semua
masyarakat dunia bisa menyaksikan tragedi di Irak, Afganistan, Palestina,
perbatasan Pakistan dan di wilayah-wilayah lainya yang diakibatkan oleh
tindakan biadab AS sebagai negara penjajah. Lalu bagaimana mungkin para
penguasa negeri kaum Muslim mau berjabat tangan, bahkan berpelukan mesra,
dengan para penguasa negara penjajah seperti AS; sementara tangan dan badan
sang penjajah itu masih basah terpercik simbahan darah suci umat Islam yang
mereka bantai? Dimana letak iman para penguasa Muslim seperti ini? Dimana
letak pembelaan para penguasa Muslim, yang katanya politik luar negeri bebas
aktif menentang segala bentuk penjajahan? Bagaimana nanti mereka
mempertanggungjawabkan tindakan mereka ini saat mereka menghadap kepada
Allah Yang Mahaperkasa dengan segala perhitungan dan balasan-Nya kelak?
Na’ûdzubillâh min dzalik!



Semoga umat Islam segera menemukan penguasa yang amanah, yang bisa menjaga,
merawat dan mengayomi mereka. Itulah Imam/Khalifah, yang menegakkan syariah
Islam secara kaffâh dalam sebuah negara, yakni Khilafah ‘ala Minhâj
an-Nubuwwah. Amin, ya Mujîb as-sâ’ilîn… []









BOX:



OBAMA WAJIB DITOLAK KARENA…

~Obama adalah kepala negara Amerika Serikat, sang penjajah. Ini bertentangan
dengan sikap politik Indonesia yang anti penjajahan.

~Kedatangan Obama adalah untuk mengokohkan Indonesia sebagai negara
kapitalis sekular. Sistem inilah yang menjadi sumber berbagai persoalan di
Indonesia.

~Kedatangan Obama juga untuk mengokohkan penjajahan ekonomi lewat perusahaan
Amerika yang merampok kekayaan alam Indonesia di Aceh, Riau hingga Papua.

~Kedatangan Obama merupakan bagian dari politik belah bambu di dunia Islam,
yang menampilkan citra positif Amerika untuk menutupi kejahatannya di negeri
Islam lainnya.

~Obama memerangi kaum Muslim di Afganistan bahkan mengirim 30 ribu pasukan
tambahan yang telah menewaskan ribuan umat Islam, termasuk anak-anak dan
ibu-ibu.

~Obama tidak sepenuhnya menarik pasukan AS dari Irak yang selama pendudukan
AS telah membunuh lebih 1 juta umat Islam,

~Obama hingga saat ini belum menutup Penjara Guantanamo sesuai janjinya,
yang menjadi tempat penahanan dan penyiksaan banyak Muslim yang tidak
bersalah dan tempat penghinaan terhadap Islam dan al-Quran.

~Obama dengan setia mendukung Zionis Israel yang merampas Tanah Palestina
dan hingga saat ini terus membantai umat Islam di Palestina.

~Obama tidak mengecam sama sekali Israel saat entitas Yahudi itu membantai
lebih kurang 1300 Muslim di Gaza. Obama bahkan mendukung tindakan kejam
Israel tersebut.

Status negara Amerika Serikat (AS) adalah Muhariban Fi’lan karena secara
langsung memerangi umat Islam. Karena itu, Islam mengharamkan kaum Muslim
melakukan hubungan dalam bentuk apapun dengan AS, termasuk menyambut
kedatangan presidennya, apalagi menjadikannya sebagai sahabat dan tamu
terhormat, karena AS adalah musuh Allah SWT dan umat Islam.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------


===
http://media-islam.or.id

Anda bisa mendapatkan Busana Muslim secara online di:
http://rumahmadina.com
http://www.butikaqilla.com
http://wearmuslim.com
Toko buku Islam online:
http://rumahpensil.webuang.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke