Wah...bukan orang Islam kok bisa berfikir begitu yaa...

----- Original Message ----- 
From: adi
Sent: Wednesday, March 10, 2010 7:09 PM
Subject: Miliuner Sumbangkan Semua Harta





From: Haryono



---------- Forwarded message ----------




Senin, 15 Februari 2010 - 09:23 wib

WINA - Kekayaan harta tak selalu menjamin kebahagiaan. 


Tak percaya? 


Tanyakan saja pada Karl Radeber. 


Miliuner asal Austria ini justru menganggap kekayaan yang dia miliki hanya 
membawa kesedihan semata. 

Merasa telah bosan dan ingin bahagia, Rabeder berencana menjual semua harta 
yang dimilikinya untuk kemudian disumbangkan. 


Padahal, jumlah kekayaan pria berusia 47 tahun tersebut sangatlah besar. 


Total hartanya diperkirakan mencapai 3 juta poundsterling (sekitar Rp50 
miliar). 

Kekayaan Radeber termasuk sebuah rumah peristirahatan di Provence, Prancis yang 
ditaksir bernilai Rp10 miliar, enam koleksi pesawat terbang layang seharga Rp6 
miliar, serta mobil Audi mewah seri A8 berbandrol Rp700 juta. 

Tidak ingin tanggung-tanggung, Rabeder juga mengosongkan semua perabotan dan 
aksesori di rumahnya, seperti lukisan, vas bunga mahal, hingga lampu-lampu 
cantik. 


Semua barang itu sydah sukses dia jual. 

"Rencana saya memang tidak menyisakan apa pun dan memberikan semua sen yang 
saya miliki. 


Saya tidak ingin memiliki apa-apa," ucap Rabeder. 

Lalu apa yang membuat penguasaha asal Telf itu 'nekat' menguras haratnya untuk 
amal? 


"Saya menganggap uang itu sebagai hal yang kontraproduktif. Uang menghalangi 
kebahagiaan yang seharusnya datang kepada kita," tambah pria berkacamata 
tersebut. 

Setelah menjual semua kekayaannya, Rabeder berniat menyepi dan tinggal di 
sebuah pondok kecil yang berada di Innsbruck. 


Dia kemudian akan membangun lembaga amal dari semua harta yang dia jual. 


Rencananya, lembaga amal ini akan beroperasi di Amerika tengah dan Latin. 

"Selama ini saya menganggap bahwa dengan memiliki banyak kekayaan dan kemewahan 
maka otomatis lebih bahagia. Tapi itu salah," jelas Rabeder. 

Rabeder menambahkan dia datang dari keluarga miskin yang sangat menjunjung 
tinggi etos kerja keras. 


Seolah ingin membalas masa lalunya yang miskin, Rabeder bekerja membabi buta 
demi mengumpulkan banyak harta. 


Ironisnya, setelah kaya, dia justru tidak mendapatkan kebahagiaan seperti yang 
dibayangkan sebelumnya. 


Kondisi inilah yang meruntuhkan keyakinan Rabeder bahwa semakin banyak harta 
maka semakin besar kebahagiaan. 

Dia juga semakin terusik dengan pemberontakan batinnya yang menganggap 
kemewahan bukanlah hal yang terpenting. 


Tekadnya menjadi bulat saat bepergian ke Amerika Selatan dan Afrika. 

Di tempat-tempat tersebut, dia mnedapati banyak kantong-kantong kemiskinan dan 
ketidakadilan. Setelah pulang dari dua wilayah itu, Rabeder langsung memutuskan 
untuk menjual harta kekayaannya. 

Rabeder kini mengaku lega dan terbebas dari 'penjara duniawi' setelah menjual 
kekayaannya. Namun, dia menolak untuk menasihati apalagi menghakimi orang-orang 
kaya yang belum mau beramal. 


(Koran SI/Koran SI)(//rhs)


-------------------------------------------------------------------------------------------
<i>DISCLAIMER: <br>The information enclosed in this email (and any attachments) 
may be legally <br>privileged and/or confidential and is intended only for the 
use of the addressee(s). <br>No addressee should forward, print, copy, or 
otherwise reproduce this message in any <br>manner that would allow it to be 
viewed by any individual not originally listed <br>as a recipient. If the 
reader of this message is not the intended recipient, you are hereby 
<br>notified that any unauthorized disclosure, dissemination, distribution, 
copying <br>or the taking of any action in reliance on the information herein 
is strictly prohibited. <br>If you have received this communication in error, 
please immediately notify the sender <br>and delete this message. Unless it is 
made by the authorized person,  any views expressed <br>in this message are 
those of the individual sender and may not necessarily reflect <br>the views of 
PT Bank Bukopin Tbk.
-------------------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke