Setujukah Anda jika Obama jadi Tamu Kehormatan di Indonesia? Untuk mengikuti polling, silahkan klik: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3634866
Aneh sekali jika para pejabat di Indonesia mengundang Barack Obama, Presiden AS, yang tangannya berlumuran darah karena membunuh ummat Islam di Iraq dan Afghanistan. Terhadap tamu memang kita harus hormat. Tapi tamu yang mana dulu? Yang wajib kita hormati adalah tamu yang baik dan menghormati kita dan saudara kita. Tapi bagaimana jika orang itu membunuh banyak saudara anda dan mencuri harta anda? Ketika dia datang ke rumah anda, apakah anda akan menghormatinya? Bukankah pembunuh dan pencuri itu harusnya dihukum? Bukan dihormati atau dielu-elukan? Nabi Muhammad berkata, Muslim itu bersaudara. Muslim itu ibarat satu tubuh. Jika satu bagian sakit, yang lain pun merasakannya. Saudara kita di Iraq dan di Afghanistan dibantai oleh pasukan Barack Obama. Hingga saat ini, pembantaian terus berlangsung. Di Afghanistan, bahkan Obama menambah 30 ribu pasukan AS ke sana. Minyak, gas, emas, perak, dsb milik kita dirampas oleh perusahaan2 AS. Kenapa kita justru menghormati pembunuh dan perampok macam itu? Terhadap non Muslim yang damai, kita wajib berdamai. Tapi terhadap orang yang suka perang (Muslim/Non Muslim), kita wajib memeranginya hingga mereka menghentikan kezhalimannya. “…Perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun MEMERANGI kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” [9 AT Taubah 36] Ah jikalau Nabi Muhammad mengetahuinya tentu beliau marah besar. Silahkan lihat foto-foto anak-anak dan bayi yang dibantai tentara AS di Afghanistan. Bayangkan jika itu adalah saudara anda karena sesungguhnya kita ummat Islam adalah saudara. Inilah foto-fotonya: http://media-islam.or.id/2009/11/15/...sesama-muslim/ Mohon disebarkan ke saudara2 muslim kita yang lain. http://www.detiknews..com/read/2009/1...ke-afghanistan Rusia Dukung Obama Tambah Pasukan Ke Afghanistan Elvan Dany Sutrisno – detikNews Jakarta – Pemerintah Rusia memuji inisiatif Presiden AS Barrack Obama menambah pasukan ke Afghanistan. Rusia menilai sikap Obama secara umum sangat positif. http://www.vhrmedia.com/Obama-Tambah...erita2776.html Obama Tambah 30 Ribu Pasukan ke Afghanistan 2 Desember 2009 – 12:34 WIB Yolanda Desvira Dewi VHRmedia, New York – Presiden Amerika Serikat Barack Obama memerintahkan menambah 30.000 pasukan ke Afghanistan. Amerika mengonsentrasikan pasukan untuk mengalahkan Taliban dan menstabilkan kondisi keamanan perbatasan Afghanistan. http://www.eramuslim.com/berita/duni...fghanistan.htm Obama Perintahkan Kirim 30.000 Pasukan Tambahan ke Afghanistan Selasa, 01/12/2009 15:23 WIB | email | print | share Presiden AS Barack Obama memerintahkan pengiriman sekitar 30.000 pasukan tambahan ke Afghanistan. Perintah itu merupakan bagian dari strategi baru AS di Afghanistan yang akan disampaikan Obama dalam pidato resmi kenegaraannya pada hari Selasa waktu setempat dari akademi militer AS West Point. Obama sudah memanggil para petinggi militernya pada hari Minggu malam ke Ruang Oval Gedung Putih terkait pengiriman pasukan tambahan itu. Dan hari ini atau hari Senin waktu AS, Obama menghubungi para pimpinan negara-negara yang menjadi sekutu AS dalam perang di Afghanistan, antara lain Inggris, Prancis dan Rusia serta Perdana Menteri Australia, untuk meminta jaminan dukungan pengiriman pasukan tambahan tersebut. Surat kabar Prancis Le Monde dalam laporannya menyebutkan, Obama meminta Prancis untuk mengirimkan sekitar 1.500 pasukan tambahan. Sementara PM Inggris Gordon Brown sudah menyatakan siap mengirimkan 500 pasukan tambahan pada awal Desember dan berkomitmen untuk menambah pasukannya di Afghanistan sampai mencapai jumlah 10.000 pasukan. Sementara PM Australia, Kevin Rudd bersedia mengirimkan pasukan yang akan melatih polisi-polisi Afghanistan dan sejumlah pakar bantuan kemanusiaan ke Negeri Para Mullah. Dengan penambahan pasukan sebanyak 30.000 orang, maka total jumlah pasukan AS di Afghanistan lebih dari 100.000 tentara. Jumlah sebanyak itu menjadi persoalan tersendiri bagi AS yang sedang dilanda krisis ekonomi dan tingkat pengangguran yang tinggi, karena AS harus menyediakan dana sebesar 75 juta dollar per tahun untuk membiayai pasukannya di Afghanistan. Secara keseluruhan, AS akan menghabiskan dana hampir 1 triliun dollar sampai akhir tahun fiskal 2010 untuk mendanai perangnya di Irak dan Afghanistan. Selain itu, selama hampir delapan tahun perang, sedikitnya 900 tentara AS tewas di Afghanistan. Rencana AS menambah pasukannya di Afghanistan dikritik oleh Presiden Pakistan Yousuf Raza Gilani yang khawatir penambahan pasukan akan berdampak pada stabilitas di dalam negerinya. Dalam wawancara hari Minggu kemarin, Gilani mengatakan, penambahan pasukan AS akan mendorong makin banyaknya militan dari Afghanistan yang masuk ke wilayah Pakistan dan mereka akan membuat kekacauan di Pakistan. (ln/aljz) === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Milis Ekonomi Nasional: [email protected] ___________________________________________________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

