Sikap Lemah Kepada Penjajah
Meskipun ditunda hingga Juni, rencana kehadiran Obama kemarin telah 
menunjukkan kepada kita bagaimana sikap lemah pemimpin negeri ini terhadap 
penjajah. Sikap yang membuat kita terus dijajah oleh negara bajingan 
seperti AS dan sekutunya. Padahal sangat jelas AS adalah muhariban fi’lan 
yang secara langsung menduduki , membunuh, menyiksa umat Islam dalam 
perang mereka di Irak, Pakistan dan Afghanistan. Amerika juga secara nyata 
telah mendukung entitas Zionis Israel yang menjajah dan membunuh kaum 
muslim di Palestina. Di Indonesia, AS menjadi pelaku perampokan kekayaan 
alam Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua. 

Namun, kita menyaksikan bagaimana pemimpin negeri ini menyambut sang 
pembantai umat Islam sebagai tamu terhormat. Bahkan menyatakan ada yang 
menyatakan umat Islam masih membutuhkan Amerika karena negara Adi Daya. 
Pernyataan yang menyakitkan , bagaima seorang muslim menyatakan bahwa umat 
Islam membutuhkan pembunuh umat Islam dan perampok kekayaan alam negeri 
Islam ? 
Hal ini mencerminkan sikap pengecut , lemah, dan ketergantungan pemimpin 
negeri ini kepada musuh-musuh kita. Padahal Allah SWT dengan sangat tegas 
telah melarang kita menjadikan musuh-musuh Allah menjadi wali, penolong, 
pemimpin dan sahabat umat Islam. Bukankah Allah SWT telah berfirman : 

íóÇÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÁóÇãóäõæÇ áÇó ÊóÊøóÎöÐõæÇ ÈöØóÇäóÉð ãöäú Ïõæäößõãú 
áÇó íóÃúáõæäóßõãú ÎóÈóÇáÇð æóÏøõæÇ ãóÇ ÚóäöÊøõãú ÞóÏú ÈóÏóÊö ÇáúÈóÛúÖóÇÁõ 
ãöäú ÃóÝúæóÇåöåöãú æóãóÇ ÊõÎúÝöí ÕõÏõæÑõåõãú ÃóßúÈóÑõ ÞóÏú ÈóíøóäøóÇ 
áóßõãõ ÇáÂíóÇÊö Åöäú ßõäúÊõãú ÊóÚúÞöáõæäó
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman 
kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak 
henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang 
menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang 
disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami 
terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. [TQS. Ali 
‘Imran (3): 118]
Allah swt juga telah melarang kita untuk cendrung kepada orang –orang 
dzalim yang akan menghantarkan kita pada siksa api neraka. Bayangkan , 
cendrung kepada orang yang dzolim saja sudah dilarang oleh Allah SWT , 
apalagi kemudian bersahabat dan menjadikan mereka sebagai tamu terhormat. 
Firman Allah SWT : 

æóáóÇ ÊóÑúßóäõæÇ Åöáóì ÇáøóÐöíäó ÙóáóãõæÇ ÝóÊóãóÓøóßõãõ ÇáäøóÇÑõ æóãóÇ 
áóßõãú ãöäú Ïõæäö Çááøóåö ãöäú ÃóæúáöíóÇÁó Ëõãøó áóÇ ÊõäúÕóÑõæäó

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang 
menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai 
seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi 
pertolongan.(QS al Huud : 113) .Dalam tafsir Jalalain dijelaskan cendrung 
kepada orang yang zalim itu berarti memiliki kecondongan hati kepada 
orang-orang yang dzolim dengan rasa cinta dan berbaik-baik dengan mereka 
atau ridho terhadap perbuatan mereka. 

Sikap pengecut terutama para penguasa negeri Islam terhadap penjajah 
inilah yang membuat penjajahan terhadap umat Islam terus berlangsung. Hal 
ini tidak bisa dilepaskan dari apa yang digambarkan oleh Rosulullah saw 
sebagai penyakit ‘ al wahn’ yang menjangkiti umat Islam , yakni penyakit 
cinta dunia dan takut mati. Inilah yang membuat umat Islam, meskipun 
jumlah banyak , tapi lemah, bagaikan buih dilautan. 
Penyakit al wahn ini juga yang membuat seorang muslim kemudian 
menggadaikan idealismenya demi jabatannya dalam sistem kufur yang rapuh 
dan busuk. Menganggap menerima Obama tidak masalah. Padahal pemerintah AS 
yang sekarang ini dipimpin oleh Obama telah membunuh jutaan umat Islam di 
berbagai kawasan dunia. Sementara Rosulullah saw sendiri menegaskan 
tentang pentingnya nyawa seorang muslim. Sampai-sampai Rosulullah bersabda 
: Hancurnya bumi beserta isinya adalah lebih ringan bagi Allah dibanding 
dengan terbunuhnya seorang muslim.” 

“al Wahn” ini pulalah yang telah membuat seorang muslim tidak merasa 
berdosa menerima Obama. Padahal Obama telah menjadi pembela setia Israel , 
bahkan berjanji untuk dengan segala cara memujudkan mimpi Israel. “Saya 
berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam 
kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin kemanan Israel tapi juga 
menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak 
mimpi yang dibuat 60 tahun lalu,” kata Obama dalam sebuah acara yang 
disponsori oleh Kedutaan Besar Israel di Washington untuk menghormati hari 
jadi negara Israel yang ke-60. 
Satu hal yang kita lupakan kemuliaan kita bukanlah tergantung kepada 
orang-orang kafir , apalagi penjajah umat Islam. Di dalam Al Qur’an Allah 
SWT berfirman : 

ãóäú ßóÇäó íõÑöíÏõ ÇáúÚöÒøóÉó Ýóáöáøóåö ÇáúÚöÒøóÉõ ÌóãöíÚðÇ

Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu 
semuanya.(QS Faathir: 10) Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan tentang ayat 
ini : barang siapa yang menginginkan al ‘izzah ( kemuliaan, kedudukan, 
kemenangan) di dunia dan di akhirat , maka dia harus terikat dengan pada 
ketaatan kepada Allah SWT.Dikarenakan Allah-lah Penguasa di dunia dan di 
akhirat. 

Sangat jelas kemuliaaan akan kita raih kalau kita bersandar kepada Allah 
SWT dengan mentaati perintah-Nya, dengan cara itu kita bisa lepas dari 
penjajahan. Penjajahan terjadi karena kita tidak taat kepada syariah-Nya. 
Kita terpecah belah, tidak bersatu padahal itu adalah perintah Allah SWT 
untuk bersatu dengan dasar aqidah Islam tanpa tanpa melihat bangsa, warna 
kulit, ras, atau geografinya.

Penjajahan ekonomi terjadi karena kita menggunakan prinsip-prinsip 
kapitalis seperti ribawi dalam perekonomian kita yang dengan keras 
dilarang Allah SWT. Mata uang kita rentan menghadapi goncangan, akibat 
kita masih menginduk kepada dollar. Padahal dengan dinar(emas) dan dirham 
(perak) – mata uang yang berdasarkan syariah- akan lebih menjamin 
stabilitas mata uang. 
Demikian juga, eksploitasi terhadap kekayaan alam kita terjadi, karena 
kita melanggar syariat Islam yang mengatakan barang tambang yang jumlahnya 
melimpah adalah merupakan pemilikan umum (al milkiyah al ‘ammah) , 
merupakan milik rakyat yang tidak boleh diberikan kepada individu , 
apalagi swasta asing. Pemilikan umum harus dikelola oleh negara dengan 
baik dan hasilnya digunakan untuk kemashlahatan rakyat.

Kita juga masih dijajah karena kita masih tunduk pada penguasa-penguasa 
yang menjadi kaki tangan asing,yang dengan rela menjual negaranya , bahkan 
membiarkan rakyatnya terbunuh, untuk menyenangkan tuan-tuan besarnya - 
penjajah kapitalis. Penguasa-penguasa antek seperti ini terpilih karena 
kita menggunakan sistem demokrasi yang menjadi alat penjajahan 
negara-negara Imprialis untuk mendudukkan agen-agen mereka. 
Belum cukupkah kita mengalami kesulitan dan kehinaan dengan kehidupan kita 
sekarang ? Kehidupan yang tidak mendapat keberkahan Islam, tidak mendapat 
keberkahan hidup dibawah naungan Khilafah Islam yang menerapkan syariah 
Islam ? Atau kita tetap diam, sementara kita , anak dan cucu kita telah 
menjadi korban konspirasi yang makin meningkat melalui tangan-tangan kaum 
imperialis dan antek-antek mereka? Belum tibakah waktunya bagi kita untuk 
bergerak dan merubah realita buruk ini dengan jalan melengserkan para 
penguasa komprador dan menegakkan pemerintahan Khilafah? (Farid Wadjdi)

sumber : 
http://hizbut-tahrir.or.id/2010/03/21/sikap-lemah-kepada-penjajah/




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------


===
Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
[email protected]
Jangan lupa isi biodata anda.

http://media-islam.or.id

Usaha Muslim:
http://media-islam.or.id/category/usaha-muslim
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke