http://hizbut-tahrir.or.id/2010/04/06/komentar-politik-syaikh-al-azhar-yang-baru-tolak-kecam-pelanggaran-israel/

Komentar Politik : Syaikh Al Azhar yang Baru Tolak Kecam Pelanggaran Israel

Wahai Syaikh Al-Azhar! Jika Kecaman Dan Kutukan Sudah Tidak Berguna, Mengapa
Anda Tidak Menyerukan Pengiriman Pasukan Untuk Membebaskan Palestina Dan
Al-Aqsha


Al-Quds Al-Arabi mengutip dan mempublikasikan penolakan Syaikh Al-Azhar yang
baru, Dr. Ahmad Muhammad al-Tayeb untuk mengecam pelanggaran Israel terhadap
Masjid al-Aqsha dan tempat-tempat suci Islam. Dan ia menjelaskan alasan
sikapnya itu, bahwa kecamannya tidak akan menghasilkan hal baru apapun yang
diinginkan.

Al-Tayeb, yang baru saja diangkat menjadi Syaikh Al-Azhar melalui keputusan
presiden Mesir mengatakan bahwa kecaman dan kutukan atas kejahatan Israel
adalah tahshîlul hâshil (melakukan sesuatu yang hasilnya sudah jelas), tidak
ada nilainya, dan tidak akan menghasilkan apa-apa.

Ia menambahkan bahwa ada kaidah Al-Azhar yang mengatakan bahwa “tahshîlul
hâshil muhâl (menginginkan sesuatu yang berbeda dari sesuatu yang sudah
jelas itu tidak mungkin)”. Untuk itu, pembicaraan terkait masalah al-Quds
(Yerusalem), dan apa yang terjadi pada tempat-tempat suci di sana, serta
agresi atas masjid, akan berlangsung tanpa ada nilai (hasil), sehingga hal
ini menjadi buang-buang waktu saja. Bahkan ia bersikeras menolak permintaan
wartawan agar mengeluarkan komentar apapun terkait berbagai pelanggaran yang
terjadi.

Sesungguhnya, kedudukan para ulama dalam Islam merupakan kedudukan yang
agung. Sungguh, al-Qur’an telah memuji mereka dengan mengatakan: “Yang takut
kepada Allah dari para hamba-Nya itu hanyalah para ulama” (TQS. Fâthir [35]
: 28). Para ulama merupakan pewaris para nabi, dimana di pundak mereka ada
tanggung jawab mengemban risalah Islam kepada semua manusia; mengoreksi para
penguasa; melakukan amar makruf nahi munkar; dan mendampingi tentara
melakukan penaklukan.

Dan demikianlah keberadaan ulama salaf (ulama generasi awal). Mereka menolak
untuk berdiri-apalagi mengemis-di depan pintu penguasa. Akan tetapi, para
penguasalah yang mendatangi para ulama untuk meminta nasihat dan mengambil
pendapatnya. Sungguh, para ulama telah mendampingi para tentara Islam untuk
melakukan penaklukan; mereka menyebarkan Islam, menjalankan keadilan, dan
menorehkan lembaran-lembaran cahaya untuk ditulis dalam neraca kebaikannya
di hari kiamat.

Namun, Syaikh al-Azhar, yang telah membiarkan dirinya menjadi anggota partai
sekuler yang berkuasa itu tidak mendengar, atau tidak ingin mengingat
tentang Izzuddin bin Abdus Salam Bâ’iul Mulûk, serta tidak ingin mengingat
al-Qadhi al-Fadhil yang mendampingi an-Nashir Shalahuddin ketika berperang
untuk membebaskan al-Quds (Yerusalem).

Wahai Syaikh Al-Azhar! Sesungguhnya perkataan Anda bahwa “kutukan dan
kecaman terhadap kejahatan entitas Yahudi tidak akan pernah mengakibatkan
sedikitpun perubahan yang diinginkan,” adalah perkataan benar untuk tujuan
bathil (kalimatu haqqin yurâdu bihi bâthil). Jika memang Anda tulus dan
benar, tentu Anda akan berdiri dan berkata dengan benar terkait para
penguasa Mesir yang telah mendatangkan berbagai kecelakan, menerapkan sistem
kufur, berpartisipasi dengan entitas Yahudi dalam pengepungan Gaza, dan
membangun dinding baja di perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza; dan sebelumnya
mereka menjamu Livni, seorang menteri entitas Yahudi, dimana di Kairo itulah
Livni mengumumkan perang terhadap Gaza.

Wahai Syaikh! Sesungguhnya Anda tahu apa yang diperlukan untuk mengubah
realita yang diwajibkan terkait Palestina, warga Palestina, dan Masjid
Al-Aqsha al-Mubarak. Sesungguhnya Anda tahu bahwa Palestina adalah tanah
yang diduduki oleh entitas Yahudi, banyak melakukan kerusakan, dan berencana
untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha. Dan sekarang! Mengapa Anda tidak
menyeru untuk pembebasan Palestina, seluruh Palestina; dan mengapa Anda
tidak meminta penguasa Mesir agar mengirim tentara untuk menolong Al-Aqsha
dan warga Palestina, serta berbuat seperti yang dilakukan al-Qadhi
al-Fadhil, lalu mendampingi tentara melakukan penaklukan.

Jika Anda sendiri mengatakan bahwa ini tidak mungkin, dan tidak akan mungkin
didapatkan melalui kekuasaan para penguasa Mesir; dan Anda telah menggunakan
kaidah seperti yang Anda sebutkan, “tahshîlul hâshil muhâl (menginginkan
sesuatu yang berbeda dari sesuatu yang sudah jelas itu tidak mungkin)”, maka
Anda harus meminta tentara Mesir untuk menggulingkan rezim Mesir, dan
menegakkan hukum Allah di bumi, dan membaiat seorang Khalifah untuk kaum
Muslim yang akan memerintah berdasarkan Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah
Nabi-Nya, memimpin pasukan untuk membebaskan Palestina, serta negeri lainnya
yang diduduki kaum kafir. Dengan demikian, maka tanggung jawab Anda di
hadapan Allah dan kaum Muslim telah Anda laksanakan, sehingga Anda layak
meraih kemuliaan di dunia dan di akhirat.

“(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut
kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada
Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.” (TQS. Al-Ahzab [33]
: 39).

Ir. Ahmad Al-Khatib

Anggota Media Informasi Hizbut Tahrir di Palestina

12 Rabi’uts Tsani 1431 H.

04 April 2010 M

-- 
+++
[5:50] apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah
yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (AL
MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 50)
---
Wala' untuk Islam
Shofhi Amhar
http://sites.google.com/site/ibnushobirin


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
[email protected]
Jangan lupa isi biodata anda.

http://media-islam.or.id

Usaha Muslim:
http://media-islam.or.id/category/usaha-muslim
Belajar Islam via SMS:
http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone/Yahoo!
 Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke