----- Forwarded by qc_mpc/Plant_MPC/IALK on 04/13/2010 12:34 PM -----

Sent by: [email protected]
04/13/2010 12:05 PM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
[mediaumat] Aqidah Ahlus Sunnah wal-Jamaah






 



           Aqidah Ahlus Sunnah wal-Jamaah 

Segala puji bagi Allah yang Esa. Selawat dan salam keatas junjungan kami 
Nabi Muhammad, serta keluarganya dan sekalian para sahabatnya. Adapun, 
sesudah itu, 

Maka sesungguhnya kami mengetahui dan mengi'tikadkan, mempercayai dan 
menyakini, dan kami menyaksikan bahawasanya tiada Tuhan melainkan Allah 
Yang Esa, tiada sekutu bagiNya. Tuhan Maha Besar, Raja Maha Agung, tiada 
Tuhan selainNya, tiada yang disembah melainkan Dia. 


Yang Lama [Qadim], Yang Kekal [Azali], Yang sentiasa Ada, Yang Abadi, Yang 
tiada awal bagi permulaanNya, dan Yang tiada akhir bagi penghabisanNya, 
Yang Esa tempat meminta, Yang tiada beranak dan Yang tiada di beranakkan, 
dan Yang tiada sesuatu pun yang di serupakan, [Surah 112 Al-Ikhlas]. Yang 
tiada serupa dan Yang tidak semacam, dan Yang tiada sesuatu pun yang 
menyerupaiNya, dan Dia Maha Melihat Maha Mendengar. [Surah 42 Ashshura 
Ayat 11, Surah 22 Al-Haj Ayat 75; Surah 31 Luqman Ayat 28; Surah 40 
al-Mu'min Ayat 20 dan Ayat 56.] 


Dan bahwasanya Dia Maha Suci dari dilenkari oleh zaman atau di batasi oleh 
tempat, ataupun wujudNya sama dengan wujud-nya seisi alam, tiada di liputi 
oleh arah [jihat], atau di pengaruhi oleh sifat yang baru. [Surah 32 
As-Sajdah Ayat 5; Surah 51 Az-Zariyat Ayat 47] 

Dia bersemayam diatas ArasyNya sesuai dengan keadaan yang di firmankanNya, 
dan sepadan dengan makna yang di kehendakiNya, semayaman yang layak dengan 
mulia kebesaranNya, dan tinggi keagunganNya. 

Dan bahwasanya Tuhan itu Maha Dekat kepada semua yang ada [maujud], dan 
kepada manusia pula Dia lebih hampir dari urat leher. [Surah 50 Qaf Ayat 
16] 

Dan Dia terhadap sesuatu Maha Penjaga Maha Penyaksi. Dia Maha hidup, 
Berdiri dengan sendirinya, tiada dihenggapi kelalaian atau ketiduran. 
(Surah 2 Al Baqarah Ayat 255) 


Dialah Pencipta langit dan bumi dengan seindahi-indahnya, dan jika Dia 
mahu memutuskan sesuatu perkara, hanya Dia mengatakan "Jadilah", lalu ia 
jadi. (Surah 2 Al Baqarah Ayat 117) 

Allah Pencipta segala sesuatu, dan Dia Pengurus terhadap semua itu. (Surah 
39 Al Zumur Ayat 62) 

Dan bahwasanya Allah Ta'ala itu Berkuasa terhadap segala sesuatu, dan Maha 
Mengetahui pula terhadap segala-galanya. IlmuNya meliputi semua perkara 
serta menghitung semua yang ada, tiada sesuatupun yang terlepas dari ilmu 
Tuhanmu sekalipun seberat atom, semada di bumi atau di langit. (Surah 65 
Al Talaq Ayat 12, Surah 10 Yunus Ayat 61) 


Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, dan apa yang keluar 
daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya, Dia 
sentiasa bersama-sama kamu di mana saja kamu berada, dan Allah melihat 
segala apa yang kamu lakukan. (Surah 57 Al Hadid Ayat 4) 

Sesungguhnya Dia mengetahui yang rahsia dan yang tersembunyi. (Surah 20 Ta 
Ha Ayat 7) 

Dia mengetahui segala apa di darat dan di laut, tiada sehelai daun yang 
gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tiada sebutir biji di dalam 
kegelapan bumi yang basah dan yang kering, melainkan tercatit di dalam 
Kitab yang terang. (Surah 6 Al An'am Ayat 59). 


Dan bahwasanya Allah Ta'ala itu Maha Menghendaki ke atas segala yang di 
jadikanNya, dan Maha Mengatur terhadap segala yang di ciptakanNya. Dan 
bahwasanya tiada sesuatu yang berlaku, samada baik atau jahat, manfaat 
atau mudharat, melainkan dengan ketentuan dan kehendakNya. Apa yang Dia 
kehendaki akan berlaku, dan apa yang Dia tiada menghendaki tidak akan 
berlaku. Andaikata sekalian makhluk berkumpul untuk menggerakkan sebutir 
atom, atau menahannya dari bergerak di alam ini, tanpa kudrat dan idarat 
Allah Ta'ala, niscaya mereka sekalian tidak akan berkuasa. 

Dan bahwasanya Allah Ta'ala itu Maha Mendengar, dan Maha Melihat. Dia juga 
Berkata-kata dengan percakapan lama azali [kalam qadim azali], tiada 
menerupai percakapan makhluk. 


Dan bahwasanya al-Quran al-Azhim itu adalah percakapanNya [kalam] yang 
lama [qadim], dan KitabNya yang di turunkan ke atas Nabi dan Rasul 
pilihanNya Muhammad s.a.w. 

Dan bahwasanya Allah Ta'ala itu Maha Pencipta terhadap semua yang ada. Dia 
Maha Pemberi rezeki, Maha Pentadbir dan Pengurus terhadap segala sesuatu 
yang ada di alam ini menurut kemahuanNya, tidak akan ada yang dapat 
menentang perintahNya, dan tidak akan ada sesiapa yang menyalahkan 
hukumNya. Dia memberi siapa yang di sukaiNya, dan menahan siapa yang di 
sukaiNya, Dia mengampunkan sesiapa yang di sukaiNya, dan menyiksa sesiapa 
yang di sukaiNya. Dia tiada di soal tentang apa yang di lakukan, malah 
mereka akan di tanya. (Surah 21 Al Anbiya Ayat 23) 


Dan bahwasanya Allah Ta'ala itu Maha Bijaksana dalam segala pebuatanNya. 
Maha Adil dalam segala keputusanNya. Mustahil berlaku sesuatu kezaliman 
atau penganiayaan daripadaNya, tiada sesuatu pun yang wajib atas Allah 
terhadap manusia. 

Sekiranya Allah Ta'ala menbinasakan semua makhlukNya dalam sekelip mata, 
pun tiada boleh Dia di anggap zalim atau penganiaya, sebab semua mereka 
itu adalah hak-milikNya dan hamba-hambaNya, tentulah Dia berhak melakukan 
kepada hak-milikNya apa yang disukaiNya, akan tetapi Tuhanmu itu tiadalah 
menganiaya hamba-hambaNya. (Surah 41 Fussilat Ayat 46). 


Malah di beriNya mereka balasan pahala terhadap semua ketaatan yang mereka 
melakukan dengan kelebihan dan ke murahanNya, serta menyiksa mereka 
terhadap maksiat yang mereka lakukan dengan kebijaksanaan dan keadilanNya. 


Sekaliaan hamba-hambaNya wajib mentaatiNya dengan mematuhi seruan yang 
diajarkan ke atas lidah para NabiNya alaihimus-shalatu was-salam. 

Kita sekalian mempercayai semua Kitab-kitab yang di turunkan Allah, 
sekalian Rasul-rasul yang diutusNya, semua Malaikat-malaikatNy a, dan 
ketentuanNya [qadar] yang baik dan yang jahat. 

Dan bahwasanya kami menyaksikan Muhammad itu adalah hamba Allah dan 
RasulNya. Baginda di utus kepada jin dan manusia, bangsa Arab dan bangsa 
bukan Arab [Ajam], dengan petunjuk dan agama yang benar, agar di tempatkan 
agama itu ke semua agama yang ada meskipun di benci oleh orang-orang 
musyrikin. (Surah 9 Al Tawbah Ayat 33). 


Kami menyaksikan juga bahwa baginda (Muhammad) telah menyampaikan 
perutusan, menunaikan amanah, menasihati umat, menyingkap kemusykilan, dan 
berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad. Dan bahwasanya dia itu 
benar, dipercayai, disokong dengan berbagai bukti yang benar dan mu'jizat 
tang luarbiasa. 

Dan bahwasanya Allah s.w.t. telah mewajibkan ke atas sekalian hambaNya 
untuk mempercayaiNya, mentaatiNya dan mengikutiNya. Dan bahwasanya Allah 
s.w.t. tidak akan menerima iman seseorang, biar betapa teguh sekalipun 
iman orang itu, sehingga ia beriman dengan Muhammad s.a.w. serta kepada 
apa yang di ajarkannya dan apa yang di sampaikannya dari perkara-perkara 
yang mengenai keduniaan, keakhiratan ataupun alam barzakh. 


Di antara perkara-perkara yang wajib di percayai oleh seseorang manusia 
ialah soal Munkar dan Nakir terhadap orang-orang mati di dalam kubur. 
Mereka akan bertanya tentang perkara tauhid, agama dan kenabian. Kemudian 
hendaklah ia beriman dengan kenikmatan yang di rasakan oleh orang-orang 
yang taat-setia di dalam kubur, dan azab sengsara yang di rasakan oleh 
orang-orang yang menderhakai Tuhan. 

Semua tubuh dan roh di mahsyarkan kepada Allah Ta'ala untuk berdiri di 
hadapan pengadilan Tuhan untuk menerima hisab masing-masing. 

Tiap hamba-hambaNya di situ tidak sama keadaannya, ada yang di maafkan dan 
ada yang di bicarakan satu-persatu, dan ada yang di benarkan terus 
memasuki syorga tanpa di hisab lagi. 


Kemudian hendaklah ia mempercayai Timbangan Tuhan [Mizan] yang di timbang 
di dalamnya amalan-amalan kebajikan dan amalan-amalan kejelekan. Sesudah 
itu semua manusia akan melewati Shirat; iaitu suatu jambatan yang 
memanjang di permukaan neraka Jahannan. Kemudian kita wajib mempercayai 
Haudh; iaitu sebuah perigi yang di perkenankan Tuhan untuk Nabi Muhammad 
s.a.w. yang mana airnya akan di beri minum hanya kepada orang-orang yang 
beriman dengan baginda sebelum mereka masuk syorga. Air perigi (Haudh) ini 
mengalir dari syorga. 

Kemudian hendaklah ia mempercayai syafaat para Nabi. Sesudah itu barulah 
para shiddiqin, para syuhada, para ulama salihin dan orang-orang Mu'min 
yang lain. 


Dan bahwasanya syafaat yang agung itu hanya di khususkan kepada Nabi 
Muhammad s.a.w. saja. 

Kemudian hendaklah ia mempercayai orang-orang yang beriman serta 
mentauhidkan (mengesakan) Allah Ta'ala itu tidak duduk kekal di dalam 
neraka, malah mereka akan di keluarkan daripadanya setelah menjalani hukum 
selagi di dalam hati mereka terdapat cahaya iman, meskipun sebesar atom 
sekalipun. 

Manakala orang-orang kafir dan orang-orang yang mensyirikkan Tuhan akan 
menetap selama-lamanya di dalam api neraka, tiada akan diringani azab dan 
siksa yang menimpa mereka. Dan tidak akan di belas-kasihanimlagi . (Surah 
2 Al Baqarah Ayat 162) 

Dan bahwasanya orang-orang yang beriman itu akan menetap selama-lamanya di 
dalam syorga, tiada disentuhi sesuatu kesusahan dan mereka tidak akan di 
keluarkan daripadanya. (Surah 15 Al Hijr Ayat 48). 


Kemudian hendaklah ia mempercayai bahwa orang-orang yang beriman itu akan 
di benarkan melihat Tuhan di dalam syorga dengan mata kepala sendiri, 
sesuai dengan kemaha-agungan Allah Ta'ala dan kesucian kesempurnaanNya. 

Kemudian hendaklah ia menyakini di hati tentang keutamaan para sahabat 
Rasullulah s.a.w. dan tertib susunan mereka. Dan bahwasanya mereka 
sekalian adalah orang-orang lurus perjalanannya, benar perilakunya serta 
dipercayai. Tiada dibolehkan orang memakinya atau merendahkan taraf dan 
kedudukan seseorang pun di antaranya. 


Dan bahwasanya Khalifah yang berhak sesudah Rasulullah s.a.w. ialah Abu 
Bakar as-Siddiq r.a., sesudahnya Umar Ibnul Khattab yang bergelar al-Faruq 
r.a., dan sesudahnya Usman bin Affan yang mati syahid r.a. dan sesudahnya 
Ali bin Abu Talib kwjh yang di redhai r.a. Moga-moga Allah Ta'ala redha 
kepada mereka sekalian, dan juga kepada sekalian para sahabat Rasulullah 
s.a.w. dan seterusnya kepada para Tabi'in dengan baik sehingga ke Hari 
Kiamat. Dan juga kepada kita sekalian dengan kemurahan Engkau, wahai Tuhan 
yang Maha Pemurah, Amin. 

Karangan: 
Al Habib al Sayyid 
Abdullah bin Alawi Al-Haddad 
Terjemahan: Syed Ahmad Semait 

    


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke