Yup, terimakasih. Bukan urusan kita memberikan hidayah, hidayah milik Allah 
semata. Allah berkehendak bagi siapa yang dikehendakiNya, dan Dia juga 
berkehendak siapa yang diberiNya kesesatan. 
Saya melihat Shinta Bella ini benar2 membenci Islam, bisa dibaca tulisannya 
dikompasiana. Dia ambil ayat-ayat atau hadits2 tapi diputar balikkan maknanya. 
Banyak orang yang lari darinya, tapi tidak dengan saya, dia yang harus lari 
dari saya. Saya akan hadapi dia dengan cara saya sendiri. Ada beberapa 
kompasianer disana yang mungkin beragama non Muslim, sangat tidak suka kalau 
saya memposting artikel tentang kebesaran agama Islam. Bahkan ada yang pernah 
komentar, memang agama Islam aja yang benar, agama lain tidak?
Saya jawab, memang ada apa dengan tulisan saya, ada yang salah? Jawabnya tidak 
ada, tapi seakan mengatakan agama Islam aja yang benar.
Saya jawab lagi, emang Iyah, dalam Islam, hanya Islam saja agama yang diridhai 
Allah Ta'ala, agama yang benar. Dan itu bukan kata saya, tetapi firman Allah 
tuhannya agama Islam didalam kitab suciNya. Dan saya tak takut mengatakan yang 
benar itu meski dihadapan Nasrani, Yahudi sekalipun. Islam tidak meyakini 
adanya Bapak Tuhan, anak Tuhan. Yah...dalam masalah ini, tak ada yang 
menjawabnya. Kita tak perlu takut menyampaikan yang benar itu, kepada siapapun 
dianya. 
Jangan heran, sama Atasan pejabat suami tempat saya bekerja, dimana disanalah 
periuk nasi kami, begitupun ditempat saya bekerja, atasan saya langsung, saya 
tak takut mengkritik mereka secara langsung, face to face, bukan main belakang. 
Saya tak suka sifat orang Munafiq, karena itu bukan sifat pada pendakwah, dan 
bukan sifatnya kaum Muslimin yang hakiki. 
Memang ada resikonya sih,.sang atasan memang jadi lain sikapnya sama saya, 
bahkan tak jarang sinis, dan mencoba mencari2 kesalahan saya, tetapi sekali 
lagi, saya tak takut. Saya hanya takut sama Allah Ta'ala. Kalau saya berbuat 
dosa, atau berbuat tidak adil dan dzalim pada sesama, sejujurnya saya takut 
akan karma dan hukumanNya, karena saya sangat mempercayai akan adanya balasan 
dan pertanggungjawaban setiap perkataan, hati, juga perbuatan kita. 
Makanya, manusia sebelum dimintai pertanggungjawabannya kelak diakhirat sana, 
lebih baik menunaikan tanggungjawab atas segala perkataan dan perbuatan kita 
itu didunia. Sebelum menyesal sepanjang masa.Cobalah bayangkan, bagaimana 
tiba-tiba nyawa kita diambil yang Maha kuasa, apa kita bisa meminta 
ditangguhkan? Sudah terlambat. Sebaik-baik perkataan firman Allah adalah 
menyeru kepada jalanNya. Dan selagi nafas saya masih diberikan oleh Allah 
ta'ala, saya tak akan pernah berhenti menegakkan dakwah agama Islam ini, apapun 
tantangannya.

Wasssalamu'alaikum. Rahima.S.Sarmadi.Abd.Rahim.(Doqqi,Cairo) 





 "Sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi 
manusia lainnya".

--- On Mon, 4/19/10, Ekha Vheby_Planning <[email protected]> wrote:

From: Ekha Vheby_Planning <[email protected]>
Subject: Re: [syiar-islam] Beberapa tanggapan masalah angka 7, salah satunya 
dari non muslim
To: "Rahima" <[email protected]>
Cc: [email protected], [email protected]
Date: Monday, April 19, 2010, 6:00 AM




  
  

 
assalamyualiakum WR.WB.



saya setuju sekali dengan mba rahima, sesungguhnya tulisan mba ini
untuk mengingatkan kita manusia yang Dhaif betapa hebatnya ALLAH SWT
yang telah menurunkan alquran dengan segala rahasia dan penerangan
untuk hati manusia. kecuali bagi orang orang yangtidak mau berfikir
seperti mba shinta ini. 

 mba rahima biarkan saja dia begitu sampai allah benar benar membukakan
hati nya yang tertutup. yang penting kita sesama muslim sudah
mengingatkan dan mencoba memeberi kebaikan untu sesama. 



@Rahima : tetap semangat mba menyebarkan kebaikan. sesungguhnya
jalan-jalan kebaikan adalah jalannya TUHAN. 

@shinta : saya cuma kasihan saja sama kamu. 

 


  


  



 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke