Tidak jarang orang2 Nasrani itu suka mempelintir ayat2 Al Qur'an. Tak jarang pula ada yang mengaku-ngaku bekas ulama meski cara shalat saja mereka tidak bisa.
Dalam berdebat dengan mereka, selain harus paham Al Qur'an, kita juga harus mampu memberi mereka ayat2 Alkitab serta memiliki kemampuan logika yang kuat agar mereka tidak berkutik. Namun biasanya mereka itu "ngeyel". Artinya meski tahu mereka salah, tetap saja mereka ngotot dalam kesesatannya. Sehingga di dalam surat Al Fatihah Allah menyebut mereka sebagai orang2 yang sesat (Adh Dhoolliin). Silahkan baca artikel2 di bawah sebagai bekal berdebat dgn mereka: http://media-islam.or.id/2008/03/17/perbandingan-agama-yahudi-kristen-dan-islam/ http://syiarislam.wordpress.com/2008/03/19/130-pertentangan-ayat-ayat-alkitab/ http://syiarislam.wordpress.com/2008/03/19/130-pertentangan-ayat-ayat-alkitab-2/ Pada dasarnya kita menghindari perdebatan karena apa pun argumen yang kita berikan, jika mereka memang takdirnya ke neraka akan percuma. "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri eringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman." [Al Baqarah 6] Cuma untuk menghindari agar ada muslim awam yang tertipu dan murtad, kita wajib membantah mereka dengan cara yang baik 2-3x. === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Milis Ekonomi Nasional: [email protected] Belajar Islam via SMS: http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone --- Pada Sen, 19/4/10, Rahima <[email protected]> menulis: Dari: Rahima <[email protected]> Judul: Re: [syiar-islam] Beberapa tanggapan masalah angka 7, salah satunya dari non muslim Kepada: "Ekha Vheby_Planning" <[email protected]> Cc: [email protected] Tanggal: Senin, 19 April, 2010, 8:45 AM Yup, terimakasih. Bukan urusan kita memberikan hidayah, hidayah milik Allah semata. Allah berkehendak bagi siapa yang dikehendakiNya, dan Dia juga berkehendak siapa yang diberiNya kesesatan. Saya melihat Shinta Bella ini benar2 membenci Islam, bisa dibaca tulisannya dikompasiana. Dia ambil ayat-ayat atau hadits2 tapi diputar balikkan maknanya. Banyak orang yang lari darinya, tapi tidak dengan saya, dia yang harus lari dari saya. Saya akan hadapi dia dengan cara saya sendiri. Ada beberapa kompasianer disana yang mungkin beragama non Muslim, sangat tidak suka kalau saya memposting artikel tentang kebesaran agama Islam. Bahkan ada yang pernah komentar, memang agama Islam aja yang benar, agama lain tidak? Saya jawab, memang ada apa dengan tulisan saya, ada yang salah? Jawabnya tidak ada, tapi seakan mengatakan agama Islam aja yang benar. Saya jawab lagi, emang Iyah, dalam Islam, hanya Islam saja agama yang diridhai Allah Ta'ala, agama yang benar. Dan itu bukan kata saya, tetapi firman Allah tuhannya agama Islam didalam kitab suciNya. Dan saya tak takut mengatakan yang benar itu meski dihadapan Nasrani, Yahudi sekalipun. Islam tidak meyakini adanya Bapak Tuhan, anak Tuhan. Yah...dalam masalah ini, tak ada yang menjawabnya. Kita tak perlu takut menyampaikan yang benar itu, kepada siapapun dianya. Jangan heran, sama Atasan pejabat suami tempat saya bekerja, dimana disanalah periuk nasi kami, begitupun ditempat saya bekerja, atasan saya langsung, saya tak takut mengkritik mereka secara langsung, face to face, bukan main belakang. Saya tak suka sifat orang Munafiq, karena itu bukan sifat pada pendakwah, dan bukan sifatnya kaum Muslimin yang hakiki. Memang ada resikonya sih,.sang atasan memang jadi lain sikapnya sama saya, bahkan tak jarang sinis, dan mencoba mencari2 kesalahan saya, tetapi sekali lagi, saya tak takut. Saya hanya takut sama Allah Ta'ala. Kalau saya berbuat dosa, atau berbuat tidak adil dan dzalim pada sesama, sejujurnya saya takut akan karma dan hukumanNya, karena saya sangat mempercayai akan adanya balasan dan pertanggungjawaban setiap perkataan, hati, juga perbuatan kita. Makanya, manusia sebelum dimintai pertanggungjawabann ya kelak diakhirat sana, lebih baik menunaikan tanggungjawab atas segala perkataan dan perbuatan kita itu didunia. Sebelum menyesal sepanjang masa.Cobalah bayangkan, bagaimana tiba-tiba nyawa kita diambil yang Maha kuasa, apa kita bisa meminta ditangguhkan? Sudah terlambat. Sebaik-baik perkataan firman Allah adalah menyeru kepada jalanNya. Dan selagi nafas saya masih diberikan oleh Allah ta'ala, saya tak akan pernah berhenti menegakkan dakwah agama Islam ini, apapun tantangannya. Wasssalamu'alaikum. Rahima.S.Sarmadi. Abd.Rahim. (Doqqi,Cairo) "Sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya". --- On Mon, 4/19/10, Ekha Vheby_Planning <eka....@chingluh. co.id> wrote: From: Ekha Vheby_Planning <eka....@chingluh. co.id> Subject: Re: [syiar-islam] Beberapa tanggapan masalah angka 7, salah satunya dari non muslim To: "Rahima" <rahimarahim@ yahoo.com> Cc: tauzi...@yahoogroup s.com, syiar-islam@ yahoogroups. com Date: Monday, April 19, 2010, 6:00 AM assalamyualiakum WR.WB. saya setuju sekali dengan mba rahima, sesungguhnya tulisan mba ini untuk mengingatkan kita manusia yang Dhaif betapa hebatnya ALLAH SWT yang telah menurunkan alquran dengan segala rahasia dan penerangan untuk hati manusia. kecuali bagi orang orang yangtidak mau berfikir seperti mba shinta ini. mba rahima biarkan saja dia begitu sampai allah benar benar membukakan hati nya yang tertutup. yang penting kita sesama muslim sudah mengingatkan dan mencoba memeberi kebaikan untu sesama. @Rahima : tetap semangat mba menyebarkan kebaikan. sesungguhnya jalan-jalan kebaikan adalah jalannya TUHAN. @shinta : saya cuma kasihan saja sama kamu. [Non-text portions of this message have been removed]

