Saya tidak membenci saudara-saudara muslimku kaum Salafiyyah. Semua ini saya 
lakukan dalam rangka saling-mengingatkan.

Sekarang mereka menyadari sebagai "kaum minoritas muslim", atau sebagai 
orang-orang yang terasing (alghuroba) namun mereka keliru memaknai hadits 
tentang "alghuroba".

Saya cuma sedih bagi saudara-saudara muslim ku yang mengatakan bersandar pada 
Salaf. Namun pada kenyataannya mereka bersandar pada syaikh-syaikh mereka 
seperti syaikh Ibnu Taimiyah, Syaikh Ibnu Qoyim Al Jauzi, Syaikh Muhammad bin 
Abdul Wahab, Syaikh Al Albani dan selanjutnya.

Inilah yang kita kenal dengan "kaum muda" atau kaum pembaruan atau kaum 
modernisasi Islam

Mulai perkembangannya ketika ditandai kejatuhan khalifah Turki Ustmani (1924)

Sesuai dengan firman Allah yang artinya,

"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap 
orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik" (Al 
Maaidah: 82).

Di saat itu diupayakan kejatuhan khalifah Turki Ustmani oleh orang-orang yang 
memusuhi Islam (orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik) dengan gerakan 
mereka "Pusat-Pusat kajian ketimuran" yang dipimpin orientalis barat, 
"Modernisasi agama" , "Nasionalisme" yang salah satunya di motori Edward 
Terrence Lawrence (Yahudi dari Inggris) yang harum namanya di Saudi dengan 
sebutan "Lawrence of Arabia, "Sekularisme" yang dimotori Mustafa Kemal Attaturk 
(Yahudi dari Dumamah) yang menghancurkan kekhalifahan Turki Utsmani. Inilah 
sesungguhnya yang dimaksud ghazwul fikri (perang pemahaman).

Orang-orang yang memusuhi Islam paham bahwa mereka tidak akan dapat 
"mengutak-utik" Al-Qur'an karena terjaga sampai akhir zaman. Yang mereka 
lakukan adalah menyerang dalam tataran pemahaman / pemikiran.

Mereka suka sekali "mengangkat" ulama yang bertentangan dengan jumhur ulama 
pada waktu itu yakni Syaikh Ibnu Taimiyah yang sesungguhnya belum memenuhi 
syarat sebagai imam mujtahid karena keterbatasan pemahaman agamanya. Metode 
pemahaman beliau yang kita kenal sebagai secara tekstual atau harfiah. 
Orang-orang yang melabeli beliau sebagai "Syaikhul Islam" sebatas dari kalangan 
mereka.

Akibat dari perang pemikiran ini timbullah fitnah-fitnah dan kaum muslim 
terpecah. Sebagian saudara-saudara muslimku menganggap mereka sedang memerangi 
bid'ah namun pada kenyataannya mereka tidak memahami arti bid'ah sesungguhnya.

Sekarang bisa kita jumpai saudara-saudara muslimku yang memasuki bulan Rabiul 
Awwal (Maulid Nabi) dengan penuh amarah. Mereka memperturutkan hawa nafsu 
membenci kepada saudara-saudara muslim yang melaksanakan pengajian dalam rangka 
maulid nabi. Mereka mengatakan perayaan Maulid Nabi terlarang berdasarkan 
pengamatan mereka hanya kepada umat muslim yang keliru mengadakan/memahami 
Maulid Nabi. Begitu juga mereka melarang belajar ilmu Tasawuf karena 
berdasarkan pengamatan mereka hanya kepada umat muslim yang keliru 
mengimplementasikan ilmu Tasawuf.

Berhati-hatilah dalam memahami agama. Fanatiklah hanya pada Al-Qur'an dan 
Hadits.

Sekali lagi berhati-hatilah dan ingatlah Nabi Muhammad Saw bersabda yang 
artinya,

"Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang-orang muda berpaham jelek. Mereka 
banyak mengucapkan perkataan "Khairil Bariyah" (maksudnya firman-firman Allah 
yang dibawa Nabi). Iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka 
keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busurnya, Kalau 
orang-orang ini berjumpa denganmu lawanlah mereka" (Hadits sahih riwayat Imam 
Bukhari).

Marilah kita tegakkan Ukhuwah Islamiyah. Sebaiknya jangan memusuhi / membenci 
sesama muslim karena Allah telah menegaskan (dalam Al-Maidah: 82) bahwa yang 
paling keras permusuhannya dengan kita adalah orang-orang Yahudi dan 
orang-orang Musyrik.

Wassalam

Zon di Jonggol
http://mutiarazuhud.wordpress.com

Kirim email ke