Sama jg ; tahlilah, ziarah kubur, bc barjanzi, qunut, dzikir bersama  dll kalau 
memang bid'ah, MUI pasti sdh melarangnya.


------Original Message------
From: [email protected]
Sender: [email protected]
To: [email protected]
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [syiar-islam] Mengapa saya perlu mengungkap Salafiyyah
Sent: 23 Apr 2010 12:09

  Assalamu'alaikum  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Kalau 
menurut antum salafy aneh, ada baiknya antum sampaikan saja hal2 tersebut ke 
MUI ... Bukankah MUI lebih banyak memiliki nara sumber dengan ilmu yang mungkin 
lebih tinggi dari antum atau justru antum merasa lebih tinggi ilmu ketimbang 
MUI? Bila jalan ini antum tempuh, antum akan lebih terkesan bijaksana dan tidak 
memecah umat. Bila terbukti keanehan tsb, pasti MUI akan ambil sikap dan 
keputusan. Wassalam Abu Arfa Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original 
Message----- From: "ZonJonggol" <zonatjonggol@ yahoo.com> Date: Thu, 22 Apr 
2010 02:22:29 To: <syiar-islam@ yahoogroups. com> Subject: [syiar-islam] 
Mengapa saya perlu mengungkap Salafiyyah Sebagian bertanya, "Mengapa saya 
merasa perlu mengungkap Salafiyyah ?" Selain keanehan mereka ketika memasuki 
bulan Rabiul Awwal dengan penuh amarah dan berdasarkan buku-buku, 
berita/tulisan situs-situs yang saya pelajari saya menemukan beberapa keanehan 
salah satunya, Kaum salafiyyah / wahabi karena amarahnya melihat muslim 
bermaulid Nabi sering menyampaikan bahwa "Nabi Maupun Wali Adalah Manusia 
Biasa, Tidak Berhak Disembah! " lihat contoh http://www.almanhaj 
.or.id/content/ 2709/slash/ 0 Padahal kalimat sebaiknya adalah "Nabi maupun 
Wali adalah manusia, tidak berhak disembah". Bukannya "Manusia Biasa" !. 
Keterlaluan. Juga kalimat tersebut bisa mempunyai arti lain bahwa manusia luar 
biasa berhak disembah. Ini mengingatkan saya kepada kepercayaan orang-orang 
Yahudi & Orang-Orang Musyrik bahwa "Manusia dalam perwujudan yang tinggi 
menyerupai Tuhan" lihat tulisan di http://mutiarazuhud .wordpress. com/2010/ 
03/31/2010/ 02/03/penghambaa n-sesama- manusia/ Inilah keteledoran yang keluar 
secara natural. Saudara-saudara ku Wahabi / Salafi / Salafiyyah (bukan yang 
dimaksud salaf) mengelompokkan saudara muslim lainnya Ahlu bid'ah namun mereka 
tidak paham dengan bid'ah. Apakah kita biarkan ? Dikarenakan mereka menganggap 
saudara muslim lainnya sebagai ahlul bid'ah maka mereka memutus silaturahim, 
meng-h

Kirim email ke