Hubungan RI-Iran Tembus 60 Tahun
Kerja sama kedua negara telah terbangun dengan baik sejak zaman Persia.
Selasa, 27 April 2010, 23:43 WIB
Antique, Harriska Farida Adiati









 

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad (AP Photo/Ben Curtis) 


BERITA TERKAIT

AS dan Prancis Desak Sanksi Baru Bagi Iran 
Hillary: Iran Menuju Pemerintahan Diktator 
Foto Soal Iran Menangi World Press Photo 
Iran Peringati 31 Tahun Revolusi 
20% Uranium Sudah Tersedia bagi Ilmuwan Iran 

web tools
   
      

VIVAnews - Islam dinilai merupakan faktor pendorong bagi peningkatan hubungan 
Indonesia dan Iran. 

Penasehat bidang luar negeri bagi pemimpin spiritual Iran Ali Akbar Velayati 
menuturkan, ke depannya Islam akan menjadi dasar bagi perluasan hubungan 
Iran-Indonesia.

"Hubungan kedua negara merupakan hubungan yang sangat bersejarah dalam 
perjalanan sejarah dunia, di mana pada awalnya sejarah Islam telah terjalin 
dengan begitu baik dan diteruskan sampai sekarang. Di hari ini kita rayakan 60 
tahun hubungan diplomatik kedua negara," kata Velayati dalam konferensi pers 
peringatan 60 tahun hubungan Indonesia-Iran di Museum Nasional, Jakarta, Selasa 
27 April 2010.

Velayati juga mengatakan bahwa sebuah hubungan antara dua negara di dunia hanya 
bisa permanen dan berkelanjutan hanya bila terdapat akar sejarah, serta 
berbagai persamaan dan kerja sama dalam perjalanan sejarah. 

"Hal tersebut bisa saya temukan dalam hubungan yang terjalin antara Indonesia 
dan Iran, terdapat persamaan dan kerja sama budaya antara kedua bangsa sejak 
berabad-abad lalu hingga sekarang," tuturnya.

Selain menjadi pembicara dalam seminar internasional mengenai hubungan budaya 
dan historis Indonesia-Iran, Velayati besok juga akan meluncurkan buku mengenai 
peradaban Islam. "Yang saya ketahui, peradaban Islam dapat memudahkan hubungan 
kedua bangsa dan negara," kata Velayati.

Ketua DPD Republik Indonesia Irman Gusman mengatakan bahwa dalam segi budaya, 
kerja sama kedua negara telah terbangun dengan baik sejak zaman Persia, 
misalnya dalam bidang perdagangan. Dalam era modern saat ini dan dalam rangka 
60 tahun hubungan Indonesia-Iran adalah bagaimana meningkatkan hubungan 
tersebut dalam konteks yang lebih luas.

Irman menuturkan, banyak orang Iran menjadi pengusaha di berbagai negara. "Iran 
merupakan negara besar dan banyak orang Iran menjadi pengusaha di berbagai 
negara, tetapi yang paling banyak memanfaatkan adalah Malaysia," kata Irman. 

Menurutnya, komitmen kerja sama dengan Iran, seperti pupuk dan penyulingan, 
juga tawaran kerja sama antara perusahaan telekomunikasi di Iran harus segera 
direalisasikan. "Bisnis itu harus kita manfaatkan, sebagai negara yang 
bersahabat dan bebas-aktif jangan sampai ada kekhawatiran untuk kerja sama 
ekomomi di bidang investasi," kata Irman.

[email protected]



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke