From: Tomi Satryatomo <[email protected]> Date: Thursday, April 29, 2010, 8:37 PM
From: Arie Novarina <[email protected]> Subject: klarifikasi [jurnalisme] Istana larang Jilbab Untuk Reporter AntaraTV To: [email protected] Date: Thursday, April 29, 2010, 7:23 AM ini klarifikasi dr ANTARA, untuk mendudukkan permasalahan pd tempatnya saja *don't kill me, just a messenger* :) (http://antaranews. com/berita/ 1272529530/ antara-tidak- ada-larangan- berjilbab- oleh-istana) ANTARA: Tidak Ada Larangan Berjilbab oleh Istana Kamis, 29 April 2010 15:25 WIB | Peristiwa | Umum | Dibaca 800 kali Jakarta (ANTARA News) - Pemimpin Redaksi LKBN ANTARA Saiful Hadi mengatakan, pihaknya tidak pernah mendapatkan tekanan sama sekali dari pihak protokol Istana saat mewawancarai Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono terkait dengan peringatan Hari Kartini. Saiful Hadi mengemukakan hal itu di Jakarta, Kamis, sehubungan dengan munculnya tulisan Rachmad Yuliadi Nasir dalam blog Kompasiana.com yang berjudul "Istana Larang Jilbab Untuk Reporter ANTARA TV". Tulisan tersebut kemudian berkembang menjadi berita yang muncul di sejumlah forum dan milis serta jejaring sosial lainnya. "Tulisan tersebut jelas-jelas fitnah dan sengaja dikembangkan oleh orang-orang yang ingin ambil keuntungan dengan memanfaatkan isu agama," kata Saiful Hadi. Saiful menerangkan, menurut penjelasan Siti Zulaikha, wartawati ANTARA TV yang mewawancarai Ani Yudhoyono, yang bersangkutan diketahui sering membuka jilbab dalam beberapa kali kegiatan yang terkait dengan peliputan. "Misalnya dalam liputan World Ocean Conference yang berlangsung di Manado beberapa waktu lalu dan juga beberapa liputan lainnya," katanya. Lebih jauh Saiful mengatakan, persoalan ini merupakan urusan pribadi yang bersangkutan dengan keyakinannya sendiri, sehingga isu yang disampaikan itu sudah mengarah pada fitnah dan sudah melanggar segi etika. "Kami berharap saudara Rachmad meminta maaf terkait tulisannya yang tendensius karena sudah mengarah pada fitnah," demikian Saiful Hadi. Penjelasan Zulaikha Sementara itu, Siti Zulaikha sendiri mengatakan, ada tiga hal yang harus disampaikan terkait persoalan ini. Pertama, tidak adanya tekanan dari mana pun saat mewawancarai Ibu Negara Ani Yudhyono. Kedua, dirinya tidak mengenal saudara Rachmad Yuliadi Nasir dan ketiga, tidak akuratnya komentar dari saudara Rachmad sendiri. "Saya sendiri yang memutuskan untuk menggunakan busana formal tanpa jilbab saat wawancara. Jadi tidak ada tekanan dari mana pun, termasuk pihak protokoler Istana atau pun lembaga tempat saya bekerja," kata Zulaikha yang sehari-hari merupakan asisten produser di ANTARA TV. Menyinggung soal pengakuannya yang stress akibat aturan protokoler istana, Zulaikha menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal Rachmad dan tidak pernah bertemu dengannya sehingga kutipan tersebut sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabk an. Penjelasan ketiga, katanya, komentar Rachmad mengenai penampilannya sama sekali tidak akurat, karena tanggal dan jam siarannya saja sudah berbeda dengan kenyataannya. Kru ANTARA TV mewawancarai Ibu Negara terkait dengan peringatan Hari Kartini, mengingat ibu negara merupakan simbol perempuan Indonesia, khususnya pada abad 21. Acara talkshow tersebut ditayangkan pada Selasa, 20 April 2010 di SUN TV pada pukul 19.00 WIB, dan TVRI pukul 21.00 WIB. (B011/S026) COPYRIGHT © 2010 Arie Novarina Wartawan Kantor Berita ANTARA Wisma ANTARA Lt.20 HP: 081386697143 2010/4/29 cak lis <[email protected]> dari milis sebelah :) --- On Wed, 4/28/10, Satrio Arismunandar <[email protected]> wrote: From: Satrio Arismunandar <[email protected]> Date: Wednesday, April 28, 2010, 11:32 PM Istana larang Jilbab Untuk Reporter AntaraTV Posted by: "RACHMAD BACAKORAN" rbacako...@yahoo. com Wed Apr 28, 2010 8:50 am (PDT) (Dikutip dr milis jurnalisme) Jakarta 28 April 2010 Istana larang Jilbab Untuk Reporter AntaraTV Istana kepresidenan bertingkah lagi, kali ini mereka mengharuskan wartawan wanita salah seorang reporter AntaraTV untuk melepaskan jilbabnya saat wawancara dengan Ibu Presiden Ani Yudhoyono. Jilbab merupakan salah satu penutup kepala untuk seorang wanita muslim, aneh kalangan protokoler berbuat begitu, kita perhatikan biasanya kalangan wanita yang bertugas di Istana mereka mengenakan jilbab mereka, apakah karena ini wawancara dengan Ibu Ani jadi harus dibuka jilbabnya? Ini terjadi pekan-pekan kemarin, dari salah satu sahabat yang menyaksikan siaran AntaraTV tersebut mengatakan, "Dengan bu Ani jilbab harus dibuka toh? hehehe ¦selamat dg pengalaman pertamax, pada hari Rabu, 21 April jam 14:57, Reporter AntaraTV yang menjadi "Korban" tersebut yaitu Zulek Zulaikha mengaku stess dengan aturan protokoler tersebut, "Jelek ya, aku sadar kok ngga banget dah stress dengan aturan protokoler, pada hari Rabu, 21 April jam 16:00, [Non-text portions of this message have been removed]

