Alangkah bagusnya, andai saja negara ini di pimpin dan parlemennya di -isi
oleh orang-orang yang se-ide bahwa teroris yang sebenarnya adalah Israel
dan amerika.
Sangat sakit hati rasanya seperti teriris iris saat membaca, mendengar dan
menyaksikan di TV bagaimana mereka memerangi masyarakat muslim diberbagai
belahan dunia, bahkan di tanah air kita sendiripun masyarakat muslim sudah
sangat merasa cemas untuk melaksanakan aktifitas agama, bagaimana tidak
pemerintah sendiri sangat antusias membela amerika sampai-sampai masyarakat
sendiri dicurigai.
Seandainya pemimpin kita tidak sepaham dengan Amerika kemungkinan besar
tidak akan ada warga muslim yang mati ditangan orang muslim sendiri.
wirawan
<wirawan....@g
mail.com> To
Sent by: Syiar-Islam
syiar-is...@ya <[email protected]>
hoogroups.com cc
Subject
05/17/2010 [syiar-islam] Di Balik Perang
08:17 PM Melawan Teroris Ala Amerika Serikat
*Di Balik Perang Melawan Teroris Ala Amerika Serikat*
Beberapa hari terakhir, isu terorisme kembali menyeruak, banyak pihak
menganggapnya hanyalah sebuah rekayasa belaka dengan berbagai macam
tujuannya. Hal ini di dasari karena memang seringkali banyak
kejanggalan-kejanggalan aneh dan peristiwa lucu ketika terjadi peristiwa
teror maupun saat penyergapan teroris tersebut. Berkembang di masyarakat,
salah satunya, isu teroris kali ini hanyalah untuk mengalihkan isu kasus
skandal Bank century. Namun terlepas dari semua itu, adalah penting kiranya
kita mengetahui sekilas tentang war on teroris yang dilancarkan oleh AS dan
sekutunya.
War on Terrorist sejatinya hanyalah topeng untuk memerangi Islam, hal ini
terbukti dari beberapa fakta yang terekam dilapangan, bahwa AS lebih banyak
menginvasi ke negri-negri Islam, daftar terorist mayoritas adalah ummat
Islam. Sangat aneh ketika Israel yang jelas-jelas melakukan tindakan teror
terhadap warga Palestina tidak dicantumkan ke daftar teroris, sedangkan
Hamas dalam mempertahankan negrinya untuk mengusir penjajah Zionis
dimasukkan dalam daftar teroris mereka. Bukti lain, mayoritas korban adalah
masyarakat Islam, mereka juga sering menggunakan istilah; teroris Islam,
militan Islam, Radikal Islam. Hal yang tidak disematkan kepada Teroris
yahudi (Israel), Teroris hindu (macan tamil), bahkan kalau mereka mau
jujur,
mereka sangat layak menyandang gelar teroris kristen.
Pasca runtuhnya komunis yang dipimpin Uni Soviet, satu-satunya ancaman
terhadapap dominasi Amerika Serikat terhadap dunia dengan Ideologi
kapitalismenya, otomatis hanyalah tinggal Islam, dengan catatan Islam
diterapkan sebagai sebuah Ideologi. Samuel P hatington dalam bukunya “who
are you?” mengatakan ” bagi barat, yang menjadi musuh utama bukanlah
fundamentalis Islam,tapi Islam itu sendiri”. Sedangkan menurut mereka
Ideologi Islam memiliki beberapa kriteria, yakni seperti yang diungkap
Mantan PM inggris Tony Blair saat konggres buruh (16/ Juli/2006). Ia
menjelaskan ”Islam sebagai Ideologi Iblis: ingin mengeliminasi Israel,
menjadikan syariat sebagai sumber hukum, menegakkan khilafah dan
bertentangan dengan nilai-nilai liberal.”
Maka dari itu, untuk membendung potensi pesaing ini, Amerika Serikat
melakukan berbagai cara guna menaggulanginya. Bermacam kebijakan mereka
tempuh, salah satunya dengan melakukan invasi militer secara langsung
terhadap negri-negri Islam, selain itu, mereka juga melancarkan perang
pemikiran (ghoswul fikri) secara masif sehingga terbukti lumayan ampuh
membuat umat Islam sendiri meninggalkan Ideologinya, termasuk menanamkan
antek-anteknya diberbagai negara untuk memuluskan niat jahat mereka.
Kebijakan perang fisik mereka gunakan untuk melumpuhkan seteru-seteru
Ideologi mereka dikawasan Timor tengah dan lainnya, sedangkan kebijakan
perang non fisik (perang pemikiran) di tempuhnya di seluruh negri Islam,
baik yang di duduki secara militer maupun tidak.
Di Indonesia Pemikiran Amerika (barat) telah berhasil merengsek masuk ke
berbagai sendi kehidupan, (Ekonomi, sosial, budaya, politik ,dst). Untuk
mensukseskan upayanya ini mereka juga menciptakan kader-kader intelektual
dari tubuh kaum Muslim itu sendiri yang telah di cuci otaknya sehingga
mindset berfikirnya pun telah berubah menjadi mindset berfikir yang bukan
lagi Islam, melainkan pro terhadap Amerika dan bahkan cenderung memusuhi
Ideologi Islam.
Saking pentingnya perang pemikiran ini, sekretaris mentri pertahanan AS
Wolfowitz merekomendasikan: ”saat ini, kita sedang bertempur dalam perang
melawan teror, perang yang akan kita menangkan. Perang yang lebih besar
yang
kita hadapi adalah perang pemikiran, jelas suatu tantangan. Tetapi yang
(ini) juga harus dimenangkan”. Bermacam sarana dan prasarana mereka
gunakan,
diantaranya dengan mengintervensi pendidikan, yakni mengatur kurikulum
pendidikan yang berbasis sekulerisme, termasuk kurikulum-kurikulum
pesantren
yang sudah banyak digembosi melalui dana-dana bantuan yang mereka salurkan.
*Peran Media Massa*
Media massa punya kontribusi besar dalam mempengaruhi hati dan pemikiran
masyarakat, kebanyakan media massa sekarang ini mayoritas dikuasai oleh
kaum
sekuler, itu bisa kita lihat dari wajah media massa itu sendiri yang
cenderung bernuansa sekuler, baik dalam pemberitaan maupun muatan yang
dihasilkan oleh media, seperti tayangan hiburan dan yang lain sebagainya.
Culumbus dan Wolf dalam tulisannya (Pengantar hubungan Internasional
hal.186-187) mengatakan ” salah satu fungsi bisnis propaganda adalah
memonitor, mengklasifikasi, mengevaluasi, dan mempengaruhi media massa.
Para
wartawan, kolumnis, komentator, dan pembuat opini yang dianggap bersahabat
biasanya diundang ke kedutaan besar. Pihak kedutaan besar biasanya
memberikan informasi eksklusif,bila perlu menawarkan bonus. Di
negara-negara
barat, peran dinas propaganda luar negeri sangat luar besar. Hal ini
mengingat opini publik, kelompok penekan, dan media massa terlibat terus
menerus untuk mempengaruhi kebijakan sebuah negara”.
Ariel Cohen Ph.d (pengamat) juga pernah merekomendasikan ” AS harus
menyediakan dukungan kepada media lokal untuk membeberkan contoh-contoh
negatif dari aplikasi syariah)”. Sedangkan ide-ide yang harus terus menerus
diangkat ialah menjelekkan citra Islam: perihal demokrasi dan HAM,
poligami,
sanksi kriminal, keadilan Islam, minoritas, pakaian wanita,kebolehan suami
untuk memukul istri. (Cheril Benard, Cicil democratic Islam, partners,
resources, and strategies, the rand corporation halaman.1-24).
*Yang harus di lakukan Umat Islam*
Umat Islam sudah seharusnya mengambil langkah-langkah strategis untuk
meminimalisir dampak-dampak negatif dari ”war on terroris” yang dilancarkan
Amerika Serikat dan sekutunya ini. Ada beberapa langkah yang harus ditempuh
diantarannya:
Membina ummat, terutama para intelektualnya dengan pemikiran Islam yang
Ideologis.
Menjelaskan kepada ummat secara umum atas kepalsuan ide-ide selain Islam
(counter opini) seperti Kapitalisme, sosialisme, sekulerisme, pluralisme,
Liberalisme Dst.
Melakukan dakwah yang bersifat politis dengan mengajak ummat untuk
menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.
Jika itu ksudah kita lakukan, maka Allah sendiri yang akan membalikkan
makar
sebagaimana tercermin dalm firman-Nya. Allah SWT berfirman: “Mereka membuat
Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar”. (QS.
Ali Imran : 54).
Apapun bentuknya, tidakan teror yang menyelesihi syara’ jelas dilarang di
dalam Islam, apalagi sebuah tindakan teror yang telah ditunggangi oleh
pihak-pihak yang ingin memperburuk citra Islam. Satu hal yang perlu
dicatat,
perang melawan teroris berarti harus ada pelaku teror dan kejadian teror di
tempat itu, jika tidak ada, alasan apa yang akan digunakan untuk memerangi
teroris. Maka tidak heran lagi ketika ada salah seorang artis Holiwood yang
mengatakan bahwa “G.W.Bush ada dibalik serangan WTC” beberapa tahun lalu
yang telah dimanfaatkan AS untuk memerangi Teroris.
Amerika dan sekutunya merupakan kekuatan yang global, oleh sebab itu harus
dihadapi dengan kekuatan yang global pula. Harapan bagi ummat Islam masih
ada ketika pertolongan dari Allah datang melalui perjuangn kita dalam
membentuk kekuatan yang luar biasa, yang mampu menandingi adidaya Amerika.
Itulah Khilafah Islamiyah yang di janjikan. Wallahu a’lam bi ash shawab.
Abdurrahman Ali Mustofa ([email protected])
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/di-balik-perang-melawan-teroris-ala-amerika-serikat.htm
5/17/2010 8:07 PM
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===
Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
[email protected]
Jangan lupa isi biodata anda.
http://media-islam.or.id
Umrah mulai US$ 1.500 dan Haji ONH Plus mulai US$ 6.000
http://media-islam.or.id/hajiumrah
TokoIslam.Info: Toko Obat Herbal Thibbun Nabawi. Aman dan Islami
http://media-islam.or.id/2010/04/22/tokoislam-info-menjual-obat-herbalalami-thibbun-nabawi
Belajar Islam via SMS:
http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone/Yahoo!
Groups Links