Bukankah, yang menyuruh Rosul untuk berdakwah secara terang-terangan
adalah Alloh sendiri ?
Baru tahu saya kalau Abu Bakar r.a yang menyuruh ...
 

Thanks & Best Regards
T.A
9541



 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of bhq2512
Sent: Tuesday, May 18, 2010 10:12 PM
To: [email protected]
Subject: [syiar-islam] Abu Bakar r.a


  



Pada masa awal diutusnya Nabi saw, beliau mendakwahkan agama Islam
dikota Makkah secara sembunyi-sembunyi. Dengan alasan keselamatan, kaum
muslimin pada masa itupun menyembunyikan keislaman mereka. Hingga ketika
jumlah kaum muslimin telah genap tiga puluh delapan orang, Abu Bakar ra
mendesak Rasulullah saw untuk menda�wahkan dienul Islam secara
terang-terangan. Berkatalah Rasulullah saw, "Wahai Abu Bakar, ...
sesungguhnya jumlah kita masih sedikit," Akan tetapi Abu Bakar tetap
mendesak Rasulullah saw, sehingga beliau bersedia keluar menuju masjid
berikut kaum muslimin.

Di masjid mereka berpencar di sudut-sudut masjid, setiap orang berada
pada kabilahnya masing-masing. Berdirilah Abu Bakar ra dihadapan manusia
sambil berkhutbah. Sehingga dialah orang yang pertama kali berkhutbah
menyeru manusia kepada Allah. Ketika orang-orang musyrik mendengar Abu
Bakar ra mencela tuhan-tuhan mereka dan menyalahkan agama mereka,
spontan mereka marah kepada Abu Bakar ra dan kaum muslimin. Mereka
memukuli kaum muslimin di sudut-sudut masjid tersebut dengan pukulan
yang keras, sementara Abu Bakar ra sedang menyampaikan dien secara jahar
(terang-terangan). Sekelompok orang-orang musyrikin mengelilingi dan
memukulinya habis-habisan sampai beliau jatuh ke lantai, sementara usia
beliau ketika itu telah mendekati 50an. Salah seorang fasiq diantara
mereka yaitu Utbah bin Rabi�ah mendekati Abu Bakar lalu menginjak
perut dan dadanya serta memukul wajah Abu Bakar ra dengan kedua
terompahnya sampai kulit wajah Abu Bakar ra terkoyak dan berdarah lalu
beliau jatuh pingsan.

Saat itu datanglah Bani Taim (kabilah Abu Bakar), membelanya serta
berusaha menghalau orang-orang musyrik. Mereka menggotong Abu Bakar ra
dengan selembar kain. Mereka menduga kuat bahwa ia telah meninggal.
Setelah sampai di rumahnya ia dibaringkan. Ayahnya dan sebagian kaumnya
duduk di samping kepalanya. Mereka berbicara kepadanya namun ia tak
dapat berbicara sama sekali. Pada sore hari, Abu Bakar ra mulai siuman
dan membuka kedua matanya. Kata-kata yang pertama meluncur dari lidahnya
adalah, "Bagaimana keadaan Rasulullah saw ?". Mendengar pertanyaan itu
ayahnya marah dan mencelanya lalu keluar. Kemudian ibunya duduk di sisi
kepalanya untuk memberi makan dan minum, sementara ia mengulang-ulang
pertanyaannya, "Bagaimana keadaan Rasulullah saw ?". Ibunya menjawab,
"Demi Allah, aku tidak tahu-menahu tentang sahabatmu itu."

Abu Bakar Berkata, "Pergilah ke Ummu Jamil binti Khotthob, tanyakan
kepadanya tentang Rasulullah."

Ummu Jamil adalah seorang muslimah yang menyembunyikan keislamannya.
Maka keluarlah ibunya untuk mendatangi Ummu Jamil. Ia berkata kepada
Ummu Jamil, "Sesungguhnya Abu Bakar bertanya kepadamu tentang Muhammad
bin Abdullah." Ummu Jamil khawatir jika mereka mengetahui keislamannya.
Lalu ia berkata, "Aku tidak kenal siapa itu Abu Bakar dan juga siapa itu
Muhammad, akan tetapi jika engkau mau aku akan pergi bersamamu untuk
menemui anakmu."

Ibu Abu Bakar menjawab, "Ya, baiklah!"

Akhirnya mereka bersama-sama menuju rumah Abu Bakar. Setelah sampai di
rumahnya masuklah Ummu Jamil. Dia melihat tubuh Abu Bakar yang terkoyak
wajahnya dan mengalirkan darah, ia menangis seraya berkata, "Demi Allah,
sesungguhnya kaum yang berbuat seperti ini terhadapmu benar-benar kaum
yang fasiq dan kafir. Sungguh aku berharap semoga Allah membalas
perbuatan mereka itu." 

Abu Bakar menoleh kepadanya dengan sangat berat dan hampir-hampir tak
dapat menoleh. Ia berkata, "Wahai Ummu Jamil... bagaimana keadaan
Rasulullah saw ?"

Ummu Jamil melihat ke arah ibu Abu Bakar yang sampai saat itu masih
belum masuk Islam. Ia merasa khawatir jika perempuan itu sampai
membocorkan rahasia-rahasia kaum muslimin kepada orang-orang kafir. Lalu
Ummu Jamil berkata kepada Abu Bakar, "Sementara ibumu di sini
mendengar?!" Ia menjawab, "Engkau tidak perlu khawatir dengannya." Lalu
dijawablah pertanyaan Abu Bakar tadi, "Rasulullah saw selamat dan
baik-baik saja."

"Sekarang di mana beliau?" desak Abu Bakar.

"Di rumah Abul Arqam." jawab Ummu Jamil.

Setelah itu ibunya berkata, "Kamu telah mengetahui kabar sahabatmu, nah
sekarang makan dan minumlah." Abu Bakar menjawab, "Tidak... aku
bersumpah atas nama Allah bahwa aku tidak akan makan dan minum sampai
aku datang menemui Rasulullah saw lalu melihatnya dengan mataku."

Lalu keduanya menahan Abu Bakar sampai malam hari dimana orang-orang
sudah mulai tidur. Pada malam hari ia berusaha untuk bangkit akan tetapi
tak mampu juga. Lalu ia keluar dengan dipapah oleh ibunya dan Ummu Jamil
untuk menemui Rasulullah saw. Ketika Nabi saw melihatnya, beliau
langsung memeluk dan menciuminya. Demikian juga kaum muslimin, mereka
semua memeluknya. Rasulullah saw sangat iba dan kasihan terhadapnya.
Sementara Abu Bakar berkata, "Ayah dan ibuku menjadi tebusan bagimu
wahai Rasulullah, kondisiku tidaklah mengapa selain pukulan seorang
fasiq yang mengenai wajahku." Kemudian Abu Bakar berkata, "Wahai
Rasulullah, ini ibuku, dia sangat baik terhadap anaknya... sedangkan
engkau adalah seorang yang diberkati... maka ajaklah dia ke jalan Allah
swt, dan do�akanlah untuknya, semoga Allah menyelamatkannya dari
api neraka."

Lalu Rasulullah saw mendo�akannya dan mengajaknya ke jalan Allah,
maka perempuan itupun masuk Islam...

Lihatlah pada gunung yang kokoh ini... Abu Bakar ra... perhatikan-lah
betapa semangatnya beliau dalam berdakwah menyeru kepada Allah...
sungguh mengagumkan keteguhan beliau yang sangat kuat di atas dien ini.

Sekarang tanyakan pada dirimu sendiri, apa yang telah kamu persembahkan
untuk Islam? Berapa orang yang telah mendapat hidayah karena sebabmu?
Apakah engkau telah bersabar dalam menanggung ujian di jalan Allah? Dan
apakah engkau telah mengajak manusia kepada yang ma�ruf dan
mencegah mereka dari yang munkar?

Jadilah engkau seorang pahlwan pemberani... ibarat gunung-gunung yang
kokoh. Dan Allah akan menolongmu serta meluruskan langkahmu...

http://aziz1303.cybermq.com/






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke