klikBCA Email NotificationWa alaykumussalam

Harga barang seharusnya  mengikuti hilang 3 nominal nolnya.
Seperti 1000 menjadi 1 rupiah saja.
Tapi disini yang jadi bencananya adalah
untuk sanering ini pemerintah mengandalkan hutang dari SUN.
Ibarat  gali lubang tutup lubang.
Untuk backup rupiah mengandalkan dolar.
Ketika masyarakat tak percaya rupiah dolar bisa diatas 15 rupiah atau 15000
dinominal lama. Tapi karena nolnya sudah hilang, masyrakat mungkin
membiarkan,
Karena dolar naik, komoditas ikut naik, karena masyarakat masih mengaitkan
dengan dolar dalam segala hal. Sementara gaji lokal.
Jadi lebih baik ga usah pusing dengan isu sanering ini.
Kuncinya tinggalkan sistem perbankan, kurangi aset yang dalam bentuk
uang kertas . Uang dipergunakan seperlunya saja dalam sistem ribawi ini.



Pada 27 Mei 2010 12:42, Yusi Candra <[email protected]> menulis:

>
>
> Assalamu'alaikum wr. Wb
>
> Mohon pencerahan terkait artikel di bawah ini, timbul satu pertanyaan
> bagi saya bagai mana dengan harga barang ?
>
> Apakah mengikuti turun tiga digit juga atau tetap ?, jika tetap akankah
> negeri ini tetap stabil berdasarkan pengalaman jaman or-la dahulu (
> bebas dari huru hara, demo akibat dari langkah yang diambil pemerintah
> ), atas penjelasannya diucapkan terima kasih
>
> Wsasalam
>
> Yusi Candra
>
> Perencanaan Perawatan Mesin
>
> PT. Bukit Asam (Persero). Tbk
>
> Jl Parigi Dalam no.1 Tanjung Enim
>
> Sumatera Selatan Tlp. ( 0734 ) 451096 ext 2537
>
> e-mail : [email protected] <YCandra%40bukitasam.co.id> <mailto:
> [email protected] <YCandra%40bukitasam.co.id>>
>
> ________________________________
>
> From: [email protected] <syiar-islam%40yahoogroups.com> [mailto:
> [email protected] <syiar-islam%40yahoogroups.com>]
> On Behalf Of riki rokhman azis
> Sent: Friday, May 21, 2010 11:24 AM
> To: [email protected] <warnaislam%40yahoogroups.com>;
> [email protected] <mediaumat%40yahoogroups.com>;
> [email protected] <sabili%40yahoogroups.com>;
> [email protected] <tarbawi_community%40yahoogroups.com>;
> [email protected] <syiar-islam%40yahoogroups.com>
> Subject: [syiar-islam] Rencana Denominasi Rupiah: Berkah atau Bencana?
>
>
> Rencana Denominasi Rupiah: Berkah atau Bencana?
> Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
> Bersiaplah Anda menerima gaji yang tinggal bernilai ribuan rupiah. Anda
> yang hari ini mendapat gaji Rp 2 Juta, lusa gaji Anda tinggal dua ribu
> rupiah. Tak percaya?
>
> [image: Uang Sanering]Tanpa hiruk pikuk, Pemerintah RI mulai 18 Mei
> 2010,
> mengumpulkan dana untuk memodali proyek bernama Denominasi Rupiah, yaitu
> memangkas tiga nol angka dalam nominal rupiah, atau yang dulu dikenal
> sebagai Sanering Rupiah (Sumber: BI). Peristiwa ini mengingatkan kita
> pada
> sanering 31 Desember 1965, saat Orde Lama - Soekarno memangkas nilai Rp
> 1000
> menjadi Rp 1. Caranya: uang lama 'rupiah glabak, karena dicetak dalam
> lembaran besar' yang beredar, umumnya bernilai Rp 50, Rp 100, Rp 500, Rp
> 1000, Rp 5000 dan Rp 10.000 ditarik oleh Bank Indonesia, kemudian
> ditukar
> menjadi 5 sen untuk Rp 50, 10 sen untuk Rp 100, dan 50 sen untuk Rp 500,
> lalu Rp 1 untuk Rp 1000, Rp 5 untuk Rp 5000, serta Rp 10 untuk baru Rp
> 10.000 lama.
>
> [image: Sanering Rupiah]Denominasi Rupiah, atau Sanering kali ini
> didanai
> dari Surat Utang Negara (SUN). Penjualan SUN Denominasi Rupiah ini
> dilakukan
> di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah dana terkumpul dirasa cukup oleh
> pemerintah, maka sanering segera dimulai. Memang wacana sanering rupiah
> sudah lama muncul sejak Reformasi 1999, dan kini mendekati kenyataan.
> Rencananya Rp 1000 saat ini akan diganti dengan Rp 1 baru, tentu dengan
> gambar uang kertas yang nyaris serupa. Misalnya Rp 100.000 yang
> bergambar
> Soekarno-Hatta akan ditarik, dan ditukar dengan Rp 100 baru yang juga
> bergambar Soekarno-Hatta, seperti dulu ketika BI menarik uang plastik Rp
> 100.000 berbahan polymer gambarnya hanya dimodivikasi. Lembaran
> bergambar I
> Gusti Ngurah Rai yang bernominal Rp 50.000, kelak ditukar menjadi Rp 50.
> Begitu pula dengan rupiah pecahan lainnya, tetapi kali ini uang kertas
> Rp
> 1000 kemungkinan besar diganti dengan koin, jadi uang kertas terkecil
> nantinya Rp 2 baru bergambar Pangeran Antasari. Untuk uang logam, akan
> di
> mulai dari nominal 50 sen untuk mengganti Rp 500, dan Rp 1 untuk
> mengganti
> Rp 1000.
>
> Begitu pula dengan nilai nominal rupiah dalam rekening bank dan slip
> gaji
> kita. Akan otomatis dipangkas 3 digit dalam penulisannya. Misalnya:
> rekening
> tabungan Rp 1.525.720,00 akan ditulis Rp 1.525,72 dan ini tentu lebih
> efisien, sebab denominasi rupiah akan mengangkat citra mata uang
> republik
> ini di mata dunia internasonal, karena penulisan rupiah setara dengan
> penulisan mata uang lain. Uang baru nantinya akan beredar bersama dengan
> rupiah sekarang, dan pedagang nantinya diwajibkan untuk menulis harga
> barang
> dengan dua jenis rupiah secara berdampingan. Misalnya: 1 Kg beras Rp
> 6.000,
> menjadi 1 Kg beras Rp 6000 / Rp 6 baru. Hal ini tidaklah aneh, tanpa
> disadari kebiasaan masyarakat saat ini memangkas nilai uang dalam
> istilah
> sehari-hari, mereka menyebut 50 untuk nominal Rp 50.000, juga 120 untuk
> Rp
> 120.000.
>
> Denominasi ini katanya untuk mencegah diterbitkannya rupiah dalam
> nominal
> yang lebih besar lagi akibat inflasi. Beberapa waktu yang lalu, memang
> dikuatirkan oleh belbagai pihak bahwa nominal dalam lembaran rupiah akan
> terus membengkak, bahkan hingga 7 digit, yaitu Rp 1.000.000. Kekuatiran
> ini
> diawali oleh rencana terbitnya Rp 200.000 dan Rp 500.000 pasca
> beredarnya
> uang kertas Rp 2000 pada tahun 2009 kemarin. Namun sayang, proyek
> denominasi
> rupiah kali ini pun tidak dibekali oleh pondasi yang kuat. Sanering
> justru
> dibiayai dari Surat Utang Negara (SUN), ini tentunya akan membebani
> rupiah
> kelak.
>
> Seharusnya pemerintah bukan mengumpulkan dana dari utang, tetapi
> menabung
> dalam bentuk emas dari sebagian penghasilannya. Kalau tak sanggup
> mengumpulkan emas batangan karena tak ada uang tunai, alangkah baiknya
> pemerintah segera mengajak masyarakat untuk menabung dalam dinar.
> Setelah
> pondasi keuangan terbentuk di masyarakat, misalnya telah beredar 25 juta
> koin dinar emas, barulah pemerintah mengkaitkan rupiah dengan dinar,
> untuk
> memperkuat rupiah baru.
>
> Hal ini tidaklah berlebihan, bila setiap keluarga WNI dianjurkan untuk
> menabung 1/2 atau 1 dinar emas. Lepas dari itu semua, yang terpenting
> bagi
> kita, rakyat Indonesia, denominasi rupiah tidak menjadi awal dari
> bencana
> permainan riba *ex nihilo* atau *zero sum game* dalam rupiah. Sebab
> nantinya
> rakyat yang kalah gesit mengimbagi permainan ini pasti semakin terpuruk
> kondisinya. [SF]
>
> Sumber :
> http://www.wakalanusantara.com/detilurl/Rencana.Denominasi.Rupiah:.Berka
> h.atau.Bencana?/340/id
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>



-- 
powered by ®«kucing garong


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
[email protected]
Jangan lupa isi biodata anda.

http://media-islam.or.id

Umrah mulai US$ 1.500 dan Haji ONH Plus mulai US$ 6.500
http://media-islam.or.id/hajiumrah
TokoIslam.Info: Toko Obat Herbal Thibbun Nabawi. Aman dan Islami
http://media-islam.or.id/2010/04/22/tokoislam-info-menjual-obat-herbalalami-thibbun-nabawi

Belajar Islam via SMS:
http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone/Yahoo!
 Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke