Kunci sukses
memahami/mentadabburi AlQuranulkarim (1), Bacalah!
Bismillahirrahmaanirrahim,
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakaatuh
“Apabila kita mencintai
seseorang, maka, hati dan pikiran kita akan tergantung dan terpaut pada yang
kita
cintai, kita ingin selalu dekat dengannya, bercengkrama, menumpahkan segala asa
yang terasa. Pikiran kita akan selalu bersamanya, dimana dan kapanpun jua, kita
kan memperjuangkan
dan berkorban demi yang dicintai. Lantas, apakah cinta kita pada Allah dan
kitab suciNya, sama sepert itu? Orang mukmin sebenar-benar mukmin, maka
cintanya pada Allah, jauh lebih tinggi dari cintanya pada apapun dan siapun
jua”.
Sebait kalimat diatas, adalah penggalan dari status/pesan
singkat saya di FB pada hari ini, yang mana saya tuliskan setelah beberapa jam
selesai
shalat subuh.
Tahukah antum semua, apa kunci/pengobatan utama untuk mencapai
keberhasilan, dan memperbaiki diri kita, mensucikan jiwa, menjaga diri dari
segala macam problema kehidupan kita?
Itulah dia “ILMU”.
Surah AlQuran yang pertama sekali adalah “IQRA”(bacalah!). Jadi
dengan banyak membaca, banyak ilmulah segala problema kehidupan dapat
teratasi,segala macam penyakit hati dapat diobati, segala keluh kesah akan
hilang. Tapi, membaca bagaimanakah yang dimaksudkan dalam ayat tersebut?
Lanjutan
ayatnya adalah “Bacalah dengan menyebut nama Tuhan kamu”, dengan bacaan yang
bisa mendidik kita, mengingatkan/ mendekatkan diri kita pada kebesaran sang
khaliq.
Dan tiada bacaan yang paling bermutu didunia ini, dijagad alam
raya ini, selain “Membaca AlQuran”.
Lantas, apakah membaca AlQuran begitu sajakah yang diinginkan
sang khaliq?
Bukan,..bukan demikian, karena Allah Ta’ala memerintahkan kita
membaca AlQuran dengan tartil(warattililquraanatartiilaa=dan bacalah AlQuran
itu dengan tartil). (Lihat Q.S Al Muzammil 4)
Apakah yang dimaksudkan dengan tartil? Dengan kaedah tajwidnya.
Dan apakah cukup dengan tajwid yang benar, serta merta segala
problema kita bisa teratasi? Masih belum. Kalau begitu, kita perlu
mentadabburi/mendalami lagi AlQuran tersebut. (Lihat Q.S Al Qamar17).Menggali
ilmu-ilmu yang terkandung didalamnya, karena segala ilmu ada disana. Hanya saja
ada yang terperinci, ada yang gamblang, dan perlu kita buktikan secara nyata,
semacam ilmu eksakta/science.
Secara umum, segala ilmu ada disana. Setelah kita meneliti dan
mengamalkan kandungan didalamnya, barulah kita memperoleh apa yang disebut
dengan keberhasilan hidup. InsyaAllah didunia dan akhirat sana.
Dan tahukan antum semua, apa kunci/sebab dari kegagalan dalam hidup
manusia itu? Kunci kegagalan ada di sifat “MALAS”, dan “LEMAH KEINGINAN”, semua
adalah diakibatkan oleh sifatnya manusia sesuai dengan nama lengkap manusia itu
sendiri (Al Insaan, berkaitan erat dengan asal kata nasiya=Lupa). Siapakah yang
melupakan manusia dari mengingat tuhanNya? Tak lain dan tak bukan adalah
“Syetan”. (Lihat Q.S Al A’raf 16, Shaad 82, Yasin 60-62). Dan silahkan
direnungi kisah nabi Musa As, dan Chidir As.
Bersambung, insyaAllah Ta’ala(Cairo, 31 Mei, 2010, Rahima)
Wasssalamu'alaikum. Rahima.S.Sarmadi.Abd.Rahim.(Doqqi,Cairo)
"Sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi
manusia lainnya".
[Non-text portions of this message have been removed]