http://www.republik a.co.id/berita/ dunia-islam/ islam-mancanegar 
a/10/06/24/ 121404-menjadi- mualaf-tren- baru-di-new- jersey


Menjadi Mualaf, Tren Baru di New Jersey

Kamis, 24 Juni 2010, 14:17 WIB

REPUBLIKA.CO. ID, NEW JERSEY--Menjadi mualaf tengah menjadi tren di New Jersey, 
Amerika Serikat. Media News Observer melaporkan, tata cara yang gampang untuk 
menjadi seorang Muslim membuat banyak orang yang jemu dengan hidup tanpa 
pegangan melarikan diri ke masjid dan menganut Islam. "Anda hanya perlu 
mengucapkan pengakuan mengenai Allah dan Muhammad sebagai Rasul-Nya, maka saat 
itu juga Anda telah menjadi seorang Muslim," tulis media ini.


Di luar itu, tak ada prosedur yang rumit dan mahal. "Pernyataan yang dikenal 
sebagai syahadat itu dibacakan di hadapan para saksi, seringkali jemaat di 
Masjid," kata Mohammed Qatanani, pemimpin spiritual dari Pusat Islam Passaic 
County di Paterson, NJ, seperti dikutip News Observer.


Hampir tiap pekan, ada saja orang yang datang ke masjid dan meminta untuk 
diislamkan. Itu sebabnya, kata Qanani, pihaknya melakukan pemeriksaan untuk 
tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. "Jika seseorang mengatakan kepada 
saya bahwa mereka bersedia masuk Islam, saya akan mencoba untuk memastikan itu 
adalah tindakan sukarela," kata Qatanani.


Dalam sebulan, rata-rata pihaknya mengislamkan antara tiga hingga empat orang. 
"Saya mencoba untuk memastikan bahwa orang tersebut tidak melakukannya untuk 
kepentingan apapun tetapi karena ia percaya pada keesaan Allah. Kemudian orang 
yang membuat deklarasi, dan mereka menjadi seorang Muslim."


Beberapa masjid juga mengalami hal yang sama, kedatangan banyak tamu yang minta 
diislamkan. Itu sebabnya, kini, mereka mempunyai program baru, yaitu 
pendampingan bagi mualaf. Menurut Waheed Khalid, presiden masjid Darul Islah di 
Teaneck, NJ, mengatakan pada mualaf cenderung emosional.


"Dalam beberapa kasus, orang tersebut meninggalkan segalanya di belakang," kata 
Khalid. "Ibu atau ayah atau keluarga mungkin tidak menyetujui keputusan setelah 
deklarasi ini, dan mereka membutuhkan dukungan."


Masjid juga mendorong mualaf untuk belajar tentang Islam dan mengundang mereka 
ke kelas di mana mereka dapat belajar tentang keimanan, bahasa Arab, dan studi 
Quran. "Beberapa kelompok juga menawarkan dukungan tobat nasuha," kata Khalid.


Seperti halnya ditemukan dalam agama lain, para mualaf biasanya mempunyai 
semangat beragama yang tinggi ketimbang mereka yang sudah lebih dulu memeluk 
agama Islam. "Inilah pentingnya untuk mengarahkan mereka, agar jangan sampai 
semangat yang tinggi ini menjadi salah arah," kata  Aref Assaf, presiden 
American Arab Forum.


Muslim diharapkan untuk melakukan hal-hal seperti menghindari alkohol dan 
daging babi, dan mengajak mereka menabung untuk bisa menunaikan ibadah haji ke 
Tanah Suci. "Setidaknya sekali seumur hidup, mereka harus berkunjung ke sana," 
ujarnya.


Di sisi lain, kata Assaf, Muslim yang lain juga perlu didorong untuk lebih giat 
belajar agama. "Seperti agama lain, kita memiliki umat Islam yang sangat setia, 
tapi kami juga memiliki Muslim yang tidak berdoa dan tidak pergi ke masjid 
namun mereka mengatakan mereka Muslim," katanya. Dengan para mualaf, mereka 
bisa saling mengisi.


Red: Siwi Tri Puji.B
Sumber: News Observer


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke