On Wed, 21 Aug 2002 16:17:25 +0700 Han's (H) wrote:

> Ya saya mengerti maksudnya develover yg bisa mengerti kemauan
> user2nya, beda dgn Open Source yg bertujuan u/ menjadi manusia
> pembelajar bukan menjiplak a/pun membajak, :)

Oh kita /tidak harus/ jadi developer untuk itu, yg punya pendapat bahwa
kalau tidak develop sendiri adalah 'kadal' adalah orang BSD, orang linux
tidak pernah punya pendapat spt itu. Jadi user/tester/kiritisi itu juga
nggak gampang, dan developer pun perlu orang-2x spt itu. Mereka
(developer Open Source) sudah berterimakasih jika Anda pakai produknya
dan mau menyampaikan apa pendapat Anda agar produk tsb bisa berkembang
lebih lanjut.
 
> SH> Tahun 2001 (atau 2000) ybl, sempat ada diskusi di tbot list soal
> SH> negara-2x yg korup dan pembajak s/w terbesar di dunia. Utk
> SH> keduanya, Indonesia masuk 3 besar. Masuk dalam kategori pembajak
> SH> dan koruptor bukanlah prestasi yg patut dibanggakan :-(
> 
> Menaakutkan sekali, dan ada beberapa pemesanan online yg mem-black
> list Indonesia, kan kita2 juga yg kena getahnya,...

Kasus carder fraud ? Itu menambah citra buruk negeri kita saja.

> Tapi sekarang2 ini (setelah melihat dan merasakan Linux) saya banyak
> menggunakan s/w yg free, walaupun kadang (banyak juga) dgn
> keterbatasan tertentu u/ yg free, kalo lebih teliti dan sering
> mejelajah biasanya sering mendptkan s/w free sesuai yg kita butuhkan,
> asal rajin2 aja surfing dan bertanya di berbagai milis, ya gak Pak?

Yes!
Tidak harus selalu yg free, kalau kita memang perlu dg aplikasi itu dan
harus bayar, ya mengapa tidak. Ada harga ada barang :-)
Di linux pun tidak semuanya free, ada yg commercial dan belum tentu
lebih murah daripada yg versi Windows, umumnya cuma berbeda dalam
hal kemasan, paket commercial sudah dipilah bug free dan lebih mudah
cara install/settingnya.

Tp kitakan jadi punya pilihan, kalau uang ada ya kita beli saja yg
commercial, jika tidak ada uang (atau tidak mau keluar uang) tp punya
waktu dan kemampuan, ya installkan yg free (yg free umumnya bukan paket
langsung jadi, perlu customize dan tidak selalu mudah).

Contoh saja codeweaver, dg produk ini maka kita bisa run MS Office di
linux tanpa perlu install Windows, kita harus bayar jika ingin pakai
codeweaver, kalau nggak mau ya installkan wine lalu di customize sendiri
sehingga MS Office bisa jalan di linux kita.

> SH> Saat diskusi soal korupsi dan pembajakan di tbot dulu, sayapun
> SH> ikut berdiskusi tanpa malu-2x, krn saya sendiri tidak melakukannya
> SH> shg tidak usah kuatir dg hati nurani saya sendiri apalagi ke orang
> SH> luar. Anda berani ?
> 
> Berani gak ya?, ya nobody perfect, dan pasti semua orang pernah
> berbuat salah,...baik disengaja maupun gak disengaja, cuma kalo u/ s/w
> lebih banyak disengaja,... ;)

Kan tinggal disengaja pula untuk pakai yg halal :-)
Nggak akan bikin kita mati kok :-))))

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah<[EMAIL PROTECTED]>

-- 
Milis Diskusi antar Sylpheed (Sang Peri-Angin) User Indonesia

Subscribe/Unsubscribe : Lihat Message Header aja ya :-)


Kirim email ke