Warning !
 Dalam  Pacaran !
   
   
   Venty, 20 thn,  Mahasisiwa, Samarinda. 27  Maret    2006.
     
    Assalamualaikum wr.wb
    Maaf ya Pak sy make Email temen sy. Pak, sy pernah melakukan hubungan 
   intim dengan pacar sy, tp "punya" cowok sy cuman masuk 2 cm. Hamil ga   
   ya? yang menyebabkan hamil tuh apaan/gmn sih?
 
  
   
  MasIdan.
   
   Sperma yang tertumpah dibagian alat fital, bisa  terjadi pembuahan.
   Menyebarnya sperma di sikitar bagian alat fital wanita, secara teoritis 
sangat  memungkinkan terjadi kehamilan. Ini disebabkan, sperma yang 
tertumpahkan oleh  seorang laki-laki berjumlah sekian juta sel sperma. Sperma 
adalah sel hidup yang  bergerak secara alami yang mampu bertahan hidup pada 
satuan waktu tertentu. Nah  pergerakan sel sperma pada satuan waktu itu, kalau 
mampu menuju sel telur yang  matang (subur), maka bisa dikatakan telah berhasil 
melakukan pembuahan (  kehamilan ).
   
  Jadi  dalam kasus anda, memang sangat berpeluang terjadi pembuahan ( 
kehamilan ). Namun begitu, ada  kemungkinan lain yang bisa menjadikan mentruasi 
anda menjadi terganggu akibat  kejadian-kejadian yang telah anda lakukan itu, 
yaitu melakukan hubungan intim  tanpa melakukan penetrasi, dilakukan di luar 
ikatan resmi. Keadaan ini, secara  kejiwaan bisa mengganggu keadaan anda.
   
  Hal  ini disebabkan, hubungan intim walaupun tanpa melakukan penetrasi, yang  
dilakukan di luar ikatan resmi, umumnya menimbulkan rasa bersalah dan was-was  
akibatnya. Rasa tertekan inilah yang sangat memungkinkan mengganggu proses  
rutinitas mentruasi yang terjadi pada wamita. Sebab dalam banyak kasus,  
pereodisasi mentruasi yang terjadi pada wanita, tepat dan tidaknya waktu yang  
biasa terjadi, sangat dipengaruhi keadaan jiwa wanita itu sendiri. Sebab dalam  
keadaan jiwa yang sering tidak stabil, biasanya menganggu pereodesasi mentruasi 
 itu sendiri daripada keadaan jiwa yang stabil.
   
 Was-was  dan rasa bersalah !
  Sex  sebelum nikah, walaupun tidak melakukan penetrasi, pada umumnya 
menimbulkan  sikap was-was dan perasaan bersalah. Perasaan dan sikap inilah 
yang tidak  disadarinya akan menggangu aktifitas seseorang sehari-harinya. 
Keadaan ini juga  yang sering menjadi tekanan-tekanan yang dapat menimbulkan 
berbagai masalalah  yang cukup rumit dan komplek. Sebenarnya sumbernya hanya 
satu, namun sangat  memungkinkan muncul sumber-sumber masalah lain yang 
ditimbulkannya. Sehingga  kondisi ini, baik si lelaki maupun wanita sangat 
rentan pada masalah hubungan  mereka sendiri.
   
   Akibat keadaan itu, tidak mustahil akan memicu masalah pada hubungan mereka  
sendiri. Dalam banyak kasus, justru peristiwa itulah yang bisa merenggangkan  
hubungan mereka. Malah tidak menutup kemungkinan bisa memicu keretakan pada  
hubungan mereka. Kalau ini sampai terjadi, siapakah yang akan menerima beban 
yang  cukup berat ini, tentu saja akan berada di pihak wanita. Merekalah yang 
akan  sangat dirugikan dengan peristiwa-peristiwa seperti itu. Dan kerugian 
paling  parah yang diderita pada wanita, oleh sebab ketidaksadaran diri itu, 
malah  berpeluang melakukan  pengrusakan diri, akibat dendam akan peristiwa 
yang pernah mereka lakukan.
   
   Untuk ini, semakin sering mereka melakukan, maka semakin terbuka peluang 
terjadi  masalah-masalah pada hubungan mereka. Dan semakin menunda kejelasan 
status  mereka, maka semakin berpeluang juga memicu meruncingnya masalah pada   
hubungan mereka. Sebab ini terjadi, akibat efek-efek kejiwaan yang ditimbulkan  
dari hubungan intim di luar ikatan resmi. Jadi semakin lama, maka efek-efek  
kejiwaan yang ditimbulkannya juga semakin pelik dan rumit. Semakin pelik dan  
rumit yang seakan dihadapkan pada banyak masalah yang bersumber pada satu  
masalah !
   
  
 Aktifitas Pacaran tidaklah mungkin tidak akan berkembang !
  Seperti yang terjadi pada diri anda, semula hanyalah pemanasan-pemanasan 
cinta,  namun kemudian ( yang terakhir ) mengesek-gesek kemaluan mereka ( 
aktifitas sex  ). Inilah yang  terjadi semenjak anda jadian, beberapa 
perkembangan telah terjadi dalam  aktifitas pacaran itu. Kami bisa memahami 
anda, karena anda melakukan itu semua  semata-mata hanya karena cinta anda 
padanya. Dan kami yakin pula, awalnya  andapun pasti akan menolaknya. Dan kami 
juga yakin, ternyata cinta anda telah  mengalahkan semuanya.
  
 Dan  anda boleh percaya boleh tidak, akibat rasa cinta anda yang sudah begitu 
besar  itu, maka anda hanya tinggal menunggu waktu, kapan penetrasi itu akan 
segera  tiba. Pasti awalnya anda akan menolaknya, namun kemudian anda akan 
pasrah begitu  saja. Dan andapun tidaklah mungkin mampu mencegahnya, untuk itu 
hubungan sex  yang semakin jauh itu tinggal menunggu waktu saja. Boleh saja 
anda sekarang bisa  mengatakan tidak akan pernah melakukannya. Namun waktu 
sangatlah bisa memastikan  itu pastilah akan terjadi. Untuk itu, 
bersiap-siaplah anda menghadapi itu semua !  Sebab kecil kemungkinan anda 
mencegahnya !
  
  
  Sex dan  Cinta di mata laki-laki !
   Cinta pada dasarnya akan menuntun siapa saja pada hubungan sex, namun sex 
belum  tentu akan menumbuh-kembangkan rasa cinta. Inilah perbedaan mendasar 
tentang  cinta dan sex di mata lelaki dan wanita.
  
  Bagi  wanita, sex adalah ungkapan cinta. Namun bagi lelaki, sex adalah 
kepuasan jiwa.  Maka cinta di mata lelaki adalah ketertarikan akan sex itu 
sendiri. Jadi inilah  bahayanya jika lelaki telah melakukan hubungan sex, maka 
cintanya menjadi seakan kosong  oleh jiwa yang sudah terpuaskan. Apalagi yang 
belum terikat oleh ikatan resmi,  maka lelaki yang belum terikat secara resmi 
berpeluang menjadi berubah dan  sangat berbeda dengan yang dulu-dulu itu. 
Apalagi jika mereka, lelaki tersebut  belum matang jiwanya, maka peluang untuk 
lari dari tanggung jawab yang ada  menjadi sangatlah besar. Kalau ini 
benar-benar terjadi siapakah yang akan  menderita kerugian besar itu ? Inilah 
yang sangat kami khawatirkan terjadi pada  anda !
  
  
 Menikah  adalah jalan keluarnya !
  Untuk itu, sudah saatnya anda memutuskan untuk mempertimbangkan menikah saja. 
Sebelum semua  menjadi tak terduga. Janganlah takut dengan bayangan yang 
terjadi pada ikatan  yang nyata (resmi/menikah). Karena itu semua hanyalah 
masalah waktu dan cara  mengaturnya. Mengatur bagaimana anda masih bisa 
melanjutkan kuliah dan mungkin  kemudian bekerja. Mungkin bisa saja, studi anda 
agak sedikit terganggu, namun  ini hanyalah masalah waktu untuk menyesuikan 
saja. Bukankah mempunyai anak bisa  ditunda, Jadi kenapa harus ditunda, kalau 
toh hanya butuh pengakuan dan surat  semata. Kalau anda mampu mengelolanya, 
maka tidak ada beda menikah dengan yang  dulu kala. Sebab kalau sudah ada 
pengakuan dan surat yang ada, jangan kaget  kalau semua ternyata menjadi lebih 
seru dan mengasyikkan.
  
  Untuk itu jangan takut dengan omongan banyak orang, yang mengatakan bahwa  
melakukan pernikahan, maka berakhirlah cita-cita dan masa depannya. Sebab, 
kalau  anda sekalian punya prinsip hidup sendiri tanpa terpengaruh 
omongan-omongan  bodoh itu, maka yang terjadi sebaliknya, cita-cita dan masa 
depan yang nyata  tingggal memantapkannya.
  
  Jangan takut juga karena usia anda masih muda, sebab cinta tidaklah mengenal  
usia. Sebab kesiapan tak butuh usia. Sebab meraih cita-cita tak harus bertanya  
pada usia yang ada. Sebab semakin awal memulai, maka semakin besarlah peluang  
harapan yang akan diraihnya. Jadi kenapa harus ditunda-tunda, kalau malah kita  
harus dihadapkan hal-hal yang tak terduga ? Memang tidak masalah kalau ternyata 
 tidak menjadi petaka dan lancar-lancar saja. Namun bagaimana kalau ternyata  
menjadi bencana bagi anda ? Siapakah yang pantas akan disalahkan kecuali anda  
sendiri ?
  
 Anda  sudah berani menerima cinta dan telah berusaha memilikinya, karena anda 
sudah  menyerahkan sebagian yang ada, memang semua itu karena cinta. Jadi 
kenapa anda  masih ragu dengan ikatan yang nyata ? Sebab ketahuilah bahwa 
keraguan anda itulah  yang bisa menjadi jebakan hidup anda selama-lamanya !
  
 Dan  jangan lupa anda wajib membaca dan ambil hikmahnya :
 
                Terperangkap Jebakan Cinta,             
   
                Jebakan Para Pengkianat            Cinta,   
   
                 Semakin Menunda, Semakin Merugi,  
   
   
   Harus ada kesadaran bahwa pacaran hanyalah proses  pembelajaran !
   Pada  kenyataan pacaran tak sedikit yang hanya akan menunai kegagalan, 
kekecewaan dan  bahkan bisa sangat menyakitkan. Malah bisa dibilang hanya 
sedikit yang berakhir di  pelaminan. Itupun terjadi (perkawinan) karena sudah 
melalui proses kegagalan demi kegagalan,  kekecewaan demi kekecewaan dan 
pengkianatan demi pengkianatan. Adapula yang hanya melakukan dengan proses yang 
 cukup singkat saja. Dan kalau boleh dibilang, bahwa pada kenyataannya ternyata 
pacaran  sesungguhnya hanya akan menunai kegagalan, kekecewaan dan bahkan 
sangat  menyakitkan.
   
    Kemudian kalau sudah memahami kenyataan umum yang terjadi, maka tidak ada 
jalan  lain untuk menyadari bahwa pacaran hanyalah sebuah proses pembelajaran. 
Proses  pembelajaran yang didalamnya terdapat adanya perasaan cinta, 
kecemburuan,  kemungkinan adanya pengkianatan, godaan seksual, 
kesalahpahaman-kesalahpahaman,  rayuan gombal, proses meningkat kemudian 
menurun, datang dan pergi, awalnya  cinta dan berakhir dengan kebencian, dan 
lain sebagainya.
   
    Dengan demikian siapapun juga yang sudah memberanikan diri membangun 
cintanya  dengan pacaran, maka merekapun harus siap untuk dikianati, dilukai, 
dikibuli,  terjerumus pada sek yang sangat mematikan, malu, hilang kepercayaan 
diri, dan  banyak hal lain yang harus siap diterima sebagai sebuah kenyataan 
akibat irama  cinta yang bisa memabukkan ini. Terjerumus pada sex yang 
mematikan akibat jiwa  cinta yang memang akan membawanya ke sana. Terjerumus 
pada sex yang mematikan,  karena tanpa disadarinya kita tahu-tahu sudah 
terjebak di sana. Terjebak pada  aktifitas sex yang sebenarnya belum siap kita 
terima. Ketidaksadaran terjebak  aktifitas sex sebagai arus jiwa cinta, yang 
pada akhirnya, ternyata sangat  menyakitkan. Sangat menyakitkan karena telah 
ada pengkianatan. Adanya  pengkianatan setelah semua terjadi begitu saja.
   
    Begitulah resiko pacaran yang harus disadarinya. Sebab pacaran adalah irama 
 cinta itu sendiri. Dan cinta pastilah akan membawanya pada aktifitas sex. 
Namun  aktifitas sex belum bisa menjamin akan membawanya pada semakin kokohnya 
cinta.  Demikianlah adanya tentang roh cinta itu. Sehingga bisa dikatakan cinta 
adalah  sex, namun sex belum tentu membawanya ke dalam roh cinta. Sehingga, 
bisa  disimpulkan bahwa pacaran adalah hawa nafsu itu sendiri.
   
   Jadi,  adalah pembohong besar !, jika udah jadian berbulan-bulan dan sudah 
ke sana ke  mari berduaan, namun belum pernah ciuman, meraba-raba dan 
seterusnya. Apalagi sudah  berjalan 6 bulan atau 1 tahun lebih, maka 
pembohonglah !, kalau mereka  mengatakan kalau aktifitas pacaran mereka 
hanyalah dilakukan dengan hanya  ngobrol-ngobrol saja.
   
    Perlu juga diketahui bahwa pacaran adalah perkembangan. Maka pacaran tanpa  
perkembangan maka pastilah akan menunai keretakan. Sebagaimana sifat manusia,  
manusia tidaklah mungkin hanya merasa cukup melakukan sesuatu yang pernah  
berulang-ulang dilakukannya. Mereka pastilah menuntut lebih dan lebih, tentang  
apa yang telah didapatkannya. Demikian juga dengan pacaran, mungkin bisa saja  
awalnya hanya dilakukan dengan ngobrol-ngobrol belaka, akan tetapi tidaklah  
mungkin tanpa kelanjutan dan perkembangan. Memang awalnya ngobrol-ngobrol saja, 
 kemudian bergandengan tangan, kemudian berangkulan pinggang, demikian 
seterusnya  dan seterusnya, sehingga hibungan sex hanya tinggal menunggu waktu 
saja.  Untuk itu, disadari ataupun tidak disadarinya, proses itu pastilah akan 
terkembang.
   
   Ada  juga sebagian dari mereka, karena hawa nafsu sudah menggebu-nggebu, 
maka  merekapun memutuskan untuk segera menikah. Tapi ada juga yang berani  
melakukannya, walaupun akhirnya menuai perasaan bersalah dan was-was, akibat  
dilakukannya diluar pernikahan. Ya, beruntunglah kalau berakhir dipelaminan.  
Tapi kalau tidak, maka akan hancurlah salah satunya. Sebab itulah cinta yang 
ada  dipertemuan dua anak manusia, maka hawa nafsu di sana akan bekerja dengan  
sendirinya. Hawa nafsu yang menuntunnya untuk berbicara. Untuk berbicara,  
sebagaimana jiwa cinta yang sedang berada diantara mereka.
   
   
   Pacaran Sangatlah sulit terhindar dari hawa nafsu !
    Untuk itu menjadi sangatlah sulit menghindarkan pacaran dari hawa nafsu. 
Sebab  begitulah Tuhan menciptakan dua anak manusia yang akan dipertemukan 
dengan daya  tarik cinta di dalamnya. Daya tarik cinta, sehingga mereka tetap 
bisa berkembang  dan mampu mempertahankan keberadaannya sebagai manusia. Sebab 
tanpa adanya daya  tarik cinta, maka pastilah sudah habis riwayat manusia sejak 
dulu diciptakannya.  Dengan demikian, adanya manusia sampai sekarang ini, tak 
lepas dari peranan  cinta yang ada di dalamnya. Maka, berharap akan keberadaan 
manusia, haruslah ada  cinta yang menyertainya. Maha Bijaksana Tuhan yang 
memang telah berkehendak  menciptakan manusia dengan penuh rasa cinta di 
dalamnya.
  
  Di  balik Tuhan memberikan rasa cinta pada manusia, maka di sanalah hawa 
nafsu itu  menjadi bisa dirasa. Dan jiwa cinta adalah hawa nafsu itu sendiri. 
Jadi, adanya  cinta tanpa hawa nafsu didalamnya, adalah hampa dan takkan pernah 
menjadi  apa-apa. Dan hawa nafsu tanpa cinta, yang akan terjadi hanyalah 
kehancuran dan  kerusakan belaka.
  
   Untuk ini, menjadi tidaklah mungkin mampu menghindar dari hawa nafsu, ketika 
dua  insan manusia bertemu oleh sebab landasan cinta. Sehingga bertemunya dua 
insan  manusia dengan alasan cinta, bersiap-siaplah mengendalikan hawa nafsu 
yang akan  berperan di dalamnya. Mengendalikan hawa nafsu cinta yang begitu 
sangat menggoda.  Selanjutnya dua anak manusia yang sedang dirundung cinta itu, 
selaras dengan  intensitas pertemuaan dan kurun waktu yang terkembang, tidaklah 
mungkin akan  merasa cukup hanya sekedar tatap muka dan ngobrol-ngobrol tanpa 
makna. Mereka  pastilah akan terdorong melakukan tahapan-tahapan cinta yang 
dituntun oleh  kuatnya hawa nafsu cinta.
  
   Dengan demikian, siapapun yang ingin menghendaki berhentinya tahapan cinta, 
maka  merekapun haruslah rela mengakhiri perjalanan cinta mereka. Dan, siapapun 
yang  berusaha mempertahankan perjalanan cintanya, maka merekapun harus siap 
dituntun  oleh hawa nafsu cinta pada tahapan-tahapan selanjutnya. Suatu tahapan 
cinta yang  tidaklah mungkin yang itu-itu saja. Tahapan cinta yang tak mungkin 
dialihkan  dari nafsu cinta yang ada. Tahapan cinta yang awalnya cukup dengan  
ngobrol-ngobrol belaka. Dan tahapan cinta yang pada akhirnya akan menuntun  
mereka pada hubungan yang lebih jauh ( misal, hubungan sex ). Ini tidaklah  
mungkin bisa dicegah kalau ingin cinta mereka terus terjaga. Ini tidaklah  
mungkin dibendung, kalau masih menginginkan cintanya bersemayam di hati mereka. 
 Sebab itulah cinta yang didalamnya ada hawa nafsu manusia. Hawa nafsu manusia  
sedemikian rupa, supaya manusia terus ada keberadaannya.
  
  
  Yang bisa dilakukan dalam berpacaran ?
   Sebelumnya, jujur saja, berat rasanya kami harus mengulas tentang kenyataan 
ini  ( tentang pacaran). Namun, menurut kami, tidak ada salahnya ini bisa 
dijadikan bahan  renungan ataupun sesuatu yang ideal, yang mungkin bisa 
dilakukan untuk menghindar  dari kejamnya jiwa cinta itu sendiri. Kejamnya jiwa 
cinta yang sangat mungkin  terjadi akibat pertemuan dua anak manusia yang 
sedang dimabuk cinta. Kejamnya  cinta yang harus menerima pengkianatan dari 
salah satunya.
  
   Kejamnya cinta, yang ternyata tanpa disadarinya telah menjebak mereka pada  
hubungan (sex) yang belum siap diterimanya. Kejamnya cinta, karena harus  
menanggung malu dibuatnya. Kejamnya cinta yang mampu menghancurkan hati yang  
punya. Kejamnya cinta yang mampu membuat mereka mengakhiri hidupnya. Kejamnya  
cinta akibat tidak tahu harus berbuat bagaimana tentangnya. Sebab begitulah  
hawa nafsu cinta yang akan menuntunnya !
  
   Sungguh berat ! untuk menyampaikan ini semua. Sebab kami menyadari ini 
seakan  kolot dan puritan adanya. Terlalu kaku dan sempit pemikirannya. Namun 
mau apa  dikata, sampai saat ini, kami tidak melihat jalan lain yang lebih aman 
untuk  dilakukan dan dinikmati pelajarannya. Sekali lagi, mohon maaf lah !
  
  Harus ada kesadaran menerima perpisahan ?
   Awalnya harus ada kesadaran bahwa pendekatan karena cinta hanyalah sebuah  
pembelajaran. Sebuah pembelajaran akan adanya pertemuan dan perpisahan. Untuk  
ini haruslah disadari apa yang akan terjadi yang bisa ditoleransi mereka 
berdua.  Sehingga, jika ternyata harus ada perpisahan (ketidak cocokan salah 
satunya),  maka tidak ada yang merasa disakiti dan dirugikan karenanya. 
Ditoleransi  aktifitas cinta apa saja yang tidak harus meninggalkan luka yang 
begitu berat  dirasa. Dan kemudian,  merekapun harus rela menerima perpisahan, 
kenangan, dan aktifitas cinta yang  terjadi tersebut, seandainya mereka harus 
berpisah karenanya. Sebab itulah makna  adanya pertemuan cinta !
  
   Tentu saja hal diatas tidak akan menjadikan trauma salah satunya, akibat  
perbuatan yang sangat merugikan satu atau kedua belah pihak. Untuk ini,  
perbuatan atau aktifitas apa saja yang mungkin perlu dibatasi dalam masa itu 
(pacaran  atau pendekatan yang berlandaskan cinta). Aktifitas dan perbuatan apa 
saja yang  bisa ditoleransi mereka berdua akibat adanya hawa nafsu cinta itu. 
Sehingga jika  harus terjadi perpisahan, mereka dengan sadar menerimanya. 
Menerimanya oleh  akibat ketidakcocokan yang muncul karenanya. Menerimanya 
sebagai proses  pembelajaran untuk berpisah atau dilanjutkan ke pelaminan !
  
  Harus ada batasan waktu untuk memutuskan ?
   Singkatnya, kalau rentang pacaran sudah mendorong perbuatan yang 
membahayakan,  maka sudah sepantasnyalah untuk segera diputuskan. Diputuskan 
untuk segera  meneruskan ke jenjang pernikahan atau memutuskan untuk 
mengakhirinya.  
  
  Agak  janggal memang, bagaimana mungkin ketika cinta sudah memasuki tahap  
puncak-puncaknya, malah akan diakhirinya ? Sebab hal ini harus dilakukan, oleh  
karena hubungan sex hanya tinggal menunggu waktu tiba. Inilah yang kami maksud  
membahayakan. Membahayakan karena irama cinta akan menjadi tak terduga 
akibatnya.  Akibat irama cinta yang sudah pada puncaknya. Pada puncaknya yang 
tak mungkin  irama cinta terus berada di sana. Rentan waktu pastilah menuntun 
irama cinta  untuk segera menuruni puncak yang telah dilaluinya. Dan irama 
cinta itupun bisa  menjadi malapetaka dibuatnya. Malapetaka cinta yang ternyata 
bisa merubah irama  cinta sebelumnya. Sebelumnya, ketika irama cinta belum 
berada di puncaknya.
  
  Nah,  ketika irama cinta mulai menurun, maka akan mulai tampak apakah yang 
sebenarnya  terjadi pada cinta mereka. Karena cintakah atau hanya karena hawa 
nafsu belaka-kah ?  Akan tetapi, karena sifat manusia yang memang selalu hanya 
ingin enak dan  menangnya sendiri, maka keberanian menikmati puncaknya cinta 
sebelum ikatan  resmi, sangat berpeluang besar bahwa itulah yang telah menjadi 
maunya saja. Kalau sudah begitu maunya,  maka tidaklah mungkin mampu menjujung 
tinggi nilai luhur cinta yang memang seharusnya  di junjung tinggi itu.
  
   Sebab kalau memang mereka ingin menjujung tinggi nilai luhur arti sebuah 
cinta,  tidaklah mungkin mereka melakukannya hanya demi untuk mainan. Logika 
inipun akan  membuktikan, jika mereka melakukannya karena cinta, pastilah 
puncaknya cinta  akan dilakukan setelah mereka resmi menetapkan cintanya. Atau, 
mereka akan  meneruskan cintanya menjadi ketetapan cinta sejatinya 
(mengutamakan menikah dulu),  karena sudah merasa memiliki cinta yang 
sejati-sejatinya. Dan merekapun akan  menikmati puncak cintanya dengan penuh 
rasa cinta dan tanggung jawabnya.  
  
   Bukan sebagai cinta mainan, menghargai murah cinta dengan hawa nafsu-tanpa 
cinta  dan memandang rendah arti cinta yang seharus luhur ini. Sehingga 
merekapun bak  srigala berbulu domba yang tampil seperti dewa cinta, awal 
mulanya. Dan tentu  saja, merekapun tidak akan pernah menempatkan luhurnya 
cinta, namun hanya hawa  nafsu belaka ! Maka ikatan resmi tiada guna bagi 
mereka, karena memang itu bukan  tujuannya. Bukan tujuannya, oleh sebab mereka 
hanya memburu hawa nafsu belaka  dan bukan karena cinta yang sejatinya. Dan 
kalau sudah mendapatkannya, merekapun  berusaha lari dari tanggung jawabnya !
  
   Begitulah, kalau nilai luhurnya cinta sudah di hargai serendah-rendahnya.  
Pastilah berbagai alasan dan kebohongannya akan membuatnya menghindar dari  
tanggung jawab yang ada. Sebab itu bukan tujuannya ! Dan bagi mereka cintapun  
dianggap tidak ada apa-apanya ! Terus siapakah yang pantas disalahkan kecuali  
dirinya sendiri ?
  
  Hubungan sex menjadi merubah hidup anda  selama-lamanya !
   Tahukah anda kenapa Tuhan menciptakan alat kelamin wanita terdapat selaput  
daranya ? Sebab selaput dara adalah batas yang sangat jelas antara anda  
sesudahnya dan sebelumnya. Di sanalah batas jiwa anda yang lalu menjadi sangat  
berbeda dengan yang sekarang.
  
   Ingat ! jebolnya selaput dara, secara biologis dan kejiwaan menjadikan anda  
bukanlah yang dulu lagi. Bukan masalah robeknya selaput dara oleh hubungan sex  
itu sendiri, akan tetapi efek-efek biologis dan psikologis yang terjadi akibat  
hubungan sex itu sendiri.
  
   Sebab efek-efek hubungan sex telah membangun jiwa anda menjadi seperti 
seorang  ibu rumah tangga yang tidak sebenarnya (karena memang belum bersuami). 
 Sebagaimana sosok seorang ibu rumah tangga yang telah menjadi seorang janda.  
Hubungan sex yang telah membangun jiwa yang sangat membutuhkan hubungan itu 
(sex)  sebagai bagian hidupnya. Tentu saja, bangunan jiwa anda telah menjadikan 
sex  sebagai kebutuhan yang tidak mungkin untuk tidak dipenuhinya. Inilah 
singkatnya,  efek-efek biologis dan kejiwaan yang telah menjadikan anda menjadi 
'anda' yang  lainnya, oleh akibat hubungan sek itu sendiri.  Hubungan sex yang 
sudah mampu merobek selaput dara yang ada. Hubungan sex  sebagai hubungan sex 
yang sebenarnya. Jadi sekali lagi, bukan masalah jebolnya  selaput dara yang 
ada, namun efek hebat yang telah dibangun dalam jiwa yang  bersangkutan oleh 
akibat hubungan sek yang sebenarnya itu.
  
   Untuk itu jangan kaget, jika anda merasakan, bahwa hubungan sex telah 
menjadi  bagian kebutuhan hidup anda. Dan inilah situasi terberat yang akan 
anda hadapi  pada hidup anda selanjutnya. Jadi, beruntunglah anda jika masih 
punya pacar  setia yang masih bisa memenuhi kebutuhan hidup anda selanjutnya 
ini. Namun,  bagaimana jika ternyata pacar anda ternyata seorang pengkianat, 
seperti yang  telah banyak kami ulas dalam situs ini (pada bagian topik lain 
situs ini).
  
  Nah  kalau sudah terjadi pengkianatan yang nyata, maka saat-saat yang 
membahayakan  dalam hidup anda selanjutnya. Sebab tidaklah mudah ketika 
kebutuhan yang lain  itu ternyata muncul dengan sangat kuatnya. Ini tidaklah 
mudah anda bendung atau  kendalikan, sebagaimana kebutuhan hidup anda yang 
lainnya (makan dan tidur,  misalnya). Inilah yang kami sebut dengan efek-efek 
yang telah merubah hidup anda  kemudian.
  
   Keadaan yang begini, panggilan kuat akan kebutuhan yang baru itu, menjadi  
keadaan anda sangat tidak stabil dan mudah melakukan apa saja demi pemenuhan  
kebutuhan tersebut. Inilah saat-saat yang paling membahayakan dalam hidup anda  
selanjutnya. Karena dalam keadaan seperti ini sulit membedakan cinta dan hawa  
nafsu itu sendiri. Andapun sangat mudah terperangkap pada hubungan cinta yang  
bukan cinta yang sejatinya. Dan, andapun sangatlah mudah terperangkap pada  
hubungan sex tanpa cinta. Dan kalau anda sudah terdorong melakukan ini semua,  
maka kehancuran hidup anda sudah berada di depan mata. Sebab, ternyata cinta  
telah menjadi dendam, cinta telah menjadi hawa nafsu-tanpa cinta yang telah  
merusak diri sendiri, dan andapun akan dihadapkan pada persoalan yang sangat  
rumit pada hidup anda selanjutnya.
  
   Berat memang ! hanya karena anda tidak pernah menyadari efek kuat dan tak  
terkendali akibat hubungan sex itu sendiri ! Efek kuat dan tak terkendali yang  
akan anda hadapi pada hidup yang menjadi lebih rumit dan sulit !
  
  
  Janganlah gegabah mengekspresikan cinta !
  Sebab cinta bisa jadi malapetaka yang nyata !
  Kendalikanlah ia supaya tidak menjadi petaka !
  Belajarlah mengekspresikan cinta dengan yang seharusnya !
  Seharusnya sebagaimana harus menjaga pada tempatnya !
  Sehingga tidak ada rasa bersalah dan was-was !
 Dan  merekapun tidak akan pernah lari dari tanggung jawabnya !
 Dan  merekapun harus belajar cinta yang senyatanya !
   
   
        *** Topik    Maret '06  ***
       ***          Saatnya Anda    Peduli dengan    Lingkungan Anda !    ***
   ***   Waspadai  Sumber Keonaran & Kericuhan  di Lingkungan Anda ! ***
  
                
---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.

[Non-text portions of this message have been removed]






vvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv

HELP ME !!!

Adakah Cara Mudah untuk Berubah ?

Adakah Cara Cepat Untuk Berprestasi ?

Di SERVO Aja ... !

APAKAH SERVO POWER ?

Servo Power adalah suatu sarana cepat pemrograman diri dan prestasi melalui 
pengaktifan Mekanisme Servo manusia. 

MENGAPA MEKANISME SERVO ?

Seseorang yang Mekanisme Servo-nya telah aktif, akan memiliki mekanisme sukses 
otomatis (autopilot) sehingga mampu merespon setiap stimulus secara tepat dan 
dapat mencapai sasaran yang ditetapkan secara mudah. 

BAGAIMANA MEKANISME SERVO BEKERJA ? 

Kualitas diri dan prestasi seseorang sangat ditentukan oleh kualitas insting / 
naluri yang tumbuh dalam merespon setiap stimuli yang datang ataupun mengejar 
sasaran yang ditetapkan serta dipengaruhi oleh kualitas 
kebiasaan dan pengalaman yang tersimpan di dalam bank ingatan manusia.
 
Mekanisme Servo bekerja secara otomatis (autopilot) men-seleksi dan menyimpan 
pengalaman dan kebiasaan positif serta menumbuhkan insting / naluri positif. 
Selain itu ditolak !
 
RUANG LINGKUP PENERAPAN ?

. Pemrograman Kompetensi, Profesi, Jabatan, Karir, Prestasi
. Menghilangkan Trauma, Phobia, Stress, Depresi, Psikosomatis, Relapse,
  Gemuk, Kurus 
 
APA KEUNGGULANNYA ?

· Cepat : dibanding tehnik psikoanalisa, metode CBT, dll. 
· Efektif : dibanding dengan cara pengawasan, sistem imbalan, dll.
· Aman : rasional, sesuai karakter Timur, universal dan tanpa obat
· Mudah : karena memanfaatkan kesadaran dan niat berubah
· Nyaman : kenyamanan puncak dapat langsung dirasakan
· Permanen : didasarkan perubahan cara berfikir dan Qolbu

Permintaan untuk kerja sama, inhouse training, pembicara seminar, nara-sumber, 
personal coach, terapi, dsb. hubungi :

SERVO CENTER - VISI GLOBAL INDONESIA
Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
Hubungi Sdr. Iwan di (021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257
Atau SMS ke 08129 044 088, 0812 906 1111, SEKARANG ! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke