DIANTARA HATI
Tiap pagi ku bangun ada yang tak ku mengerti
Semilir angin tak lagi sejuk
Tiap kali kubuka mataku tak seperti dulu
Tak ada lagi kehijauan yang merimbun
Aku tak yakin
Aku masih berada ditempaku yang dulu
Ini rumahku ini jiwaku
Tapi kenapa kegersangan melanda
Kubaca lagi isyarat diluar jendela
Yang nampak hanya ketakutan
Kulihat lagi banyak anak-anak kecil yang tak berdosa
Tak lagi dapat mengecap pendidikan
Rumah sekolahnya telah dilalap
Oleh api yang membakarnya
Aku tak mengerti mengapa ini terjadi
Aku tak paham apa arti semua ini
hanya hatiku yang bicara padamu
Lihatlah Petani yang kehilangan sawah ladangnya
Mereka ketakutan dengan cangkul dan arit sendiri
Di luar sana terlalu banyak pembohongan
Hingga nyawa pun tak bernilai lagi
Lihatlah Nelayan yang kehilangan jala dan perahunya itu
Telah kehilangan jiwa pelautnya
Yang biasa menantang ombak
Sebab moncong senjata tak kenal kompromi
Setiap usai melaut ikan mereka dirampas paksa
Dengan bayaran sepatu lars dan popor senapan
Banyak yang mati muda tanah ini saksi
Kawan aku tak sanggup membantumu
Aku Cuma bisa menatap dari kejauhan
Seperti malamku menatap bintang bintang
dan rembulan yang berpijar di langit sana
maafkan aku maafkan sayangku maafkan cintaku
kuingin kau seperti aku tapi apa arti semua ini
cinta telah mereka bumikan seperti bumikan hatinya.
Jakarta, Oktober 2003
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.
[Non-text portions of this message have been removed]
****
HELP ME !
Gemuk ? Insomnia ? Phobia ? Psikosomatis ?
Relapse ? Trauma ? Takut ? Cemas ? Sedih ? Depresi ? Stress ?
Kurus ? Marah ? Kebiasaan Buruk ? Pengalaman Negatif ? Dll. ?
di SERVO aja...!
TESTIMONIAL
Dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
Hadi (37 tahun)
....... Saya perfeksionis. Ketika Ada pekerjaan yang kurang sempurna hasilnya,
saya selalu merasa tidak tenang dan tegang. Saya akan menghabiskan hampir
seluruh waktu saya untuk menyempurnakan dan memikirkan pekerjaan tersebut.
...... hasil yang saya rasakan sekarang adalah perasaan lebih gembira. Saya
merasa lebih rileks menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tidak ada lagi
beban yang berlebihan yang saya rasakan dan saya lebih mudah tersenyum.
Cinthya (23 tahun)
Saya menjalani Servo Therapy demi membenahi insomnia yang saya derita. Biasanya
saya tidak bisa tidur sebelum memasuki waktu subuh. Setelah diterapi, saya
mulai bisa tidur dengan teratur, sekitar jam 10 malam.
Terapi kedua dilakukan dua minggu kemudian. Kali ini untuk menyembuhkan fobia
darah. Biasanya, kalau melihat darah saya langsung tidak tahan dan merasa
pusing sekali.
Kini saya sudah menikmati hasilnya setelah diterapi, tidak lagi merasa takut
dan tidak pusing lagi saat melihat darah. ..............
Kristin (30 tahun)
Pada bulan April 2005 lalu, saya menjalani terapi dengan tujuan ingin
menurunkan berat badan. Sebelum di Servo, berat badan saya mencapai 71 kg. Saya
sebelumnya sudah mencoba beberapa cara, tapi tidak berhasil. Pernah juga
mencoba mengonsumsi obat untuk melangsingkan tubuh, kemudian berat badan saya
berhasil turun, namun kembali bertambah berat lagi setelah berhenti
mengonsumsinya. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba metode ini. ..........
Sekarang, bobot tubuh saya sudah turun menjadi 66 kg. Saya tidak lagi merasa
tergoda untuk ngemil dan melahap gorengan.
SERVO CENTER - VISI GLOBAL INDONESIA
Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/