Date: Thu Apr 27, 2006 11:15 am
Subject: Negara, pemiskinan struktural dan kaum buruh
NEGARA, PEMISKINAN STRUKTURAL, DAN KAUM BURUH
Oleh : Sarah Serena, SH, MH
Tanggal 1 Mei nanti kita akan memperingati hari buruh internasional. Negara-negara seperti Singapura dan Inggris telah menetapkan hari tersebut sebagai hari libur nasional, namun hal ini tidak berlaku di Indonesia. Alasan yang digunakan oleh Pemerintah adalah peliburan buruh pada hari buruh internasional akan menghambat operasional produksi perusahaan, padahal yang sebenarnya pemerintah khawatir apabila hari buruh internasional ditetapkan sebagai hari libur nasional maka gerakan sosialis akan semakin berkembang di Indonesia.
Perkembangan gerakan sosialis yang berbasiskan kaum buruh marginal membuat para penguasa dan kaum kapitalis khawatir, karena gerakan ini bisa mengganggu akuntabilitas pengausa maupun kaum kapitalis tersebut. Hak-hak kaum buruh seakan tidak terakomodir oleh pemerintah dengan adanya rencana revisi undang-undang tenaga kerja No. 13 tahun 2002. Revisi ini akan semakin mendudukan kaum buruh sebagai pihak yang kalah, karena kepentingan kapitalis yang leibih diutamakan dalam revisi tersebut. Sudah jatuh masih tertimpa tangga pula, inilah semboyan yang pantas diberikan bagi kaum buruh. Biaya hidup yang semakin tinggi akibat kenaikan BBM diperparah dengan hilangnya hak buruh untuk mendapatkan pesangon dalam rencana revisi undang-undang tenaga kerja.
Persoalan perburuhan pada dasarnya memang tidak akan benar-benar dapat teratasi. Hal ini dikarenakan persoalan ini sangat erat kaitannya dengan kebijakan Negara, yang dalam hal ini diwakili oleh pihak penguasa/pemerintah. Ada relasi tidak langsung antara kebijakan penguasa dengan kebijakan pengusaha yang berdampak pada kehdiupan buruh. Seperti halnya kebijakan pemerintah untuk mencabut subsidi BBM yang menyeebabkan harga BBM naik. Kebijakan ini mempengaruhi kebijakan perusahaan untuk menganggarkan biaya produksi lebih besar lagi sementara pemasukan tidak meningkat. Di lain pihak, buruh menuntut kenaikan gaji karena biaya hidup juga meningkat akibat kenaikan BBM. Ketidak mampuan perusahaan untuk meningkatkan biaya operasional produksi dan gaji buruh karena pendapatan yang tidak seimbang dengan pengeluaran, menyebabkan perusahaan mengambil kebijakan lain dengan melakukan efisiensi perusahaan. Hal ini pada umumnya terjadi pada perusahan-perusahan kecil dan menengah.
Efisiensi perusahan dilakukan dengan cara pengurangan pegawai yang notabene para pegawai/buruh yang di PHK terpaksa menjadi anggota pengangguran baru dimana anggota ini menambah jumlah data pengangguran di Indonesia.
Ironisnya, Negara masih saja mempunyai rencana kebijakan-kebijakan yang baik langsung atau tidak langsung berdampak bagi kehidupan kaum buruh. Seperti halnya, rencana pemerintah untuk menaikkan tariff dasar listrik. Hal ini menyebabkan perusahaan semakin memperbesar biaya produksinya seperti perusahaan garmen yang banyak menggunakan tenaga listrik dan bbm. Karena beban yang terlalu besar, maka perusahan-perusahaan semacam itu akhirnya terpaksa gulung tikar alias pailit. Pailitnya perusahaan, menyebabkan buruh kehilangan pekerjaan sementara biaya hidup buruh juga semakin meningkat akibat kenaikan tariff dasar listrik dimana harga kontrak rumah semakin meningkat. Besarnya pengeluaran sementara pendapatan tidak ada bias membuat orang menjadi gelap mata dan melakukan tindak kejahatan. Tingginya tingkat kejahatan karena meningkatnya tingkat pengangguran menyebabkan kondisi Negara semakin tidak aman.
Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM maupun TDL memang tidak berpengaruh kepada perusahaan-perusahaan besar yang tergolong multi national corporation, tetapi sangat berpengaruh kepada perusahaan kecil dan menengah yang hampir sebagain besar dari mereka dalam penguasaha lokal yang menggunakan dana pinjaman sebagai modal usahanya. Kenaikan BBM dan TDL tersebut membuat pengusaha lokal terpaksa memperbesar biaya produksi dengan menggunakan keuntungan dari hasil penjualannya, sementara di lain pihak bunga bank tidak bisa dibayarkan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan karena tidak ada dananya. Hal ini menyebabkan pihak Bank dapat mengajukan pailit kepada pengadilan atas perusahaan yang bersangkutan. Dan ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup kaum buruh yang tergantung pada perusahaan tersebut.
Cita-cita bangsa Indonesia dalam alenia keempat pembukaan Undang-undang Dasar 1945 beserta amandemennya adalah mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Selama 61 Tahun, bangsa Indonesia telah merdeka, namun cita-cita tersebut hanya dapat terwujud bagi golongan-golangan tertentu tidak bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Para sarjana Indonesia berlomba-lomba menjadi calon pegawai negeri sipil karena di anggap bisa memperoleh kekakayaan dengan cepat setelah menjadi pejabat negeri sipil. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa kemakmuran dan kesejahteraan hanya bisa diperoleh apabila menjadi pejabat, yang notabene dengan dekat dengan penguasa. Dilain pihak kaum buruh dan tani setiap harinya harus bekerja keras menggunakan seluruh tenaganya untuk mendapatkan sesuap nasi di tengah hari bolong. Apakah ini yang namanya adil ?
Kebijakan pemerintah menaikan BBM dan TDL secara tidak langsung telah menunjukkan adanya upaya pemiskinan struktural oleh Negara bagi masyarakat marginal di Indonesia. Dimana orang yang miskin menjadi semakin miskin dengan adanya kebijakan tersebut. Buruh sebagai bagian dari kaum marjinal disadari atau tidak menjadi pihak yang paling menderita akibat kebijakan negara tersebut. Hal ini diperparah dengan adanya rencana revisi undang-undang tenaga kerja No. 13 Tahun 2002. Namun sayangnya pemerintah seakan tidak peduli akan nasib kaum buruh. Ketidak pedulian pemerintah ini menunjukkan bahwa upaya pemiskinan struktural ini terus dikembangkan karena dianggap sangat menguntungkan bagi golongan-golongan tertentu seperti golongan eksekutif, legislatif dan para konglomerat yang berasal dari perusahaan multi national corporation atau trans national corporation.
Keterlibatan legislatif dalam pemiskinan struktural dapat terlihat dengan keinginan mereka meminta kenaikan gaji sebesar Rp. 60 juta rupiah per orang. Mereka menganggap gaji mereka selama ini tidak sepadan dengan pekerjaan mereka sehari-hari. Menurut penulis, hal itu sangat lucu mengingat pekerjaannya mereka hanya duduk dan membaca, tidak perlu mengeluarkan keringat dan air mata, seperti layaknya kaum buruh dan tani.
Jika kita kembali ke masa penjajahan, dapat kita lihat betapa mulianya para pejuang kita Mereka berjuang dengan menyerahkan jiwa dan raganya tanpa ada imbalan apa pun dari masyarakat. Mereka bangga bisa menyumbangkan jiwa dan raganya bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Mereka tidak pernah berhitung sedikitpun terhadap masyarakat yang dibelanya. Budi Utomo, Soekarno, Hatta, Soetan Syahrir, Pangeran Diponegoro, RA Kartini, Panglima Sudirman, Pattimura, Yos Sudarso, Ahmad Yani. Cut Nyak Dien, Sultan Hasanuddin. Mereka semua berjuang tanpa meminta upeti atau imbalan dari masyarakat atas jasa-jasa mereka. Mereka menggunakan prinsip “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”. Dimata mereka, uang, materi maupun kekeyaan bisa meruntuhkan persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu mereka hanya menganggungkan kata “merdeka atau mati”, karena hanya kata itu yang dapat meneguhkan rasa persatuan dan kesatuan di dalam jiwa dan raga masyarakat Indonesia yang majemuk ini.
Kini, generasi penerus bangsa justru yang mendapat mandat menjadi penguasa justru menjajah rakyatnya sendiri. Mereka membuat kebijakan-kebijakan yang mencekik leher rakyatnya, sementara uang yang diperoleh dari hasil kebijakan tersebut dimakan untuk keuntungan mereka sendiri. Hal ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Rakyat, terutama kaum marjinal dimana didalamnya kaum buruh dan tani sudah harus mulai bergerak melawan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat tersebut. Oleh karena itu, momen tanggal 1 Mei nanti merupakan langkah awal perjuangan buruh di Indonesia untuk mendorong pemerintah agar menghapus kebijakan-kebijakan yang sangat merugikan bagi kelangsungan kehidupan buruh, tidak saja kebijakan untuk merevisi undang-undang tenaga kerja No. 13 tahun 2002 tetapi juga kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan kenaikan BBM dan TDL. Perjuangan ini merupakan titik awal perlawanan antara kaum buruh dan tani dengan pemerintah yang tidak berpihak pada
rakyat. Semoga dengan adanya perlawanan ini, kemakmuran dan kesejahteraan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Hidup buruh Indonesia !!!!!!!!!
http://asia.groups.yahoo.com/group/bintangpelajar/
Tiada hari tanpa belajar, tiada prestasi tanpa dikejar
[Non-text portions of this message have been removed]
****
HELP ME !
Gemuk ? Insomnia ? Phobia ? Psikosomatis ?
Relapse ? Trauma ? Takut ? Cemas ? Sedih ? Depresi ? Stress ?
Kurus ? Marah ? Kebiasaan Buruk ? Pengalaman Negatif ? Dll. ?
di SERVO aja...!
TESTIMONIAL
Dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
Hadi (37 tahun)
....... Saya perfeksionis. Ketika Ada pekerjaan yang kurang sempurna hasilnya, saya selalu merasa tidak tenang dan tegang. Saya akan menghabiskan hampir seluruh waktu saya untuk menyempurnakan dan memikirkan pekerjaan tersebut.
...... hasil yang saya rasakan sekarang adalah perasaan lebih gembira. Saya merasa lebih rileks menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tidak ada lagi beban yang berlebihan yang saya rasakan dan saya lebih mudah tersenyum.
Cinthya (23 tahun)
Saya menjalani Servo Therapy demi membenahi insomnia yang saya derita. Biasanya saya tidak bisa tidur sebelum memasuki waktu subuh. Setelah diterapi, saya mulai bisa tidur dengan teratur, sekitar jam 10 malam.
Terapi kedua dilakukan dua minggu kemudian. Kali ini untuk menyembuhkan fobia darah. Biasanya, kalau melihat darah saya langsung tidak tahan dan merasa pusing sekali.
Kini saya sudah menikmati hasilnya setelah diterapi, tidak lagi merasa takut dan tidak pusing lagi saat melihat darah. ..............
Kristin (30 tahun)
Pada bulan April 2005 lalu, saya menjalani terapi dengan tujuan ingin menurunkan berat badan. Sebelum di Servo, berat badan saya mencapai 71 kg. Saya sebelumnya sudah mencoba beberapa cara, tapi tidak berhasil. Pernah juga mencoba mengonsumsi obat untuk melangsingkan tubuh, kemudian berat badan saya berhasil turun, namun kembali bertambah berat lagi setelah berhenti mengonsumsinya. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba metode ini. ..........
Sekarang, bobot tubuh saya sudah turun menjadi 66 kg. Saya tidak lagi merasa tergoda untuk ngemil dan melahap gorengan.
SERVO CENTER - VISI GLOBAL INDONESIA
Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "TaManBinTaNG" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
