Surat Ahmadinejad Untuk Bush
 
 
 
  15 May, 2006
 
 
  Tuan Presiden....
 
  Data-data sejarah menunjukkan bahwa
  pemerintahan yang berada dalam jalur kezaliman
  tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak
  menyerahkan nasib manusia di tangan penguasa
  zalim. Tuhan tidak membiarkan dunia dan manusia
  begitu saja. Bukankah sudah banyak kejadian
  yang bertolak belakang dengan rencana-rencana
  para penguasa. Kejadian-kejadian sejarah
  menunjukkan bahwa ada kekuatan misterius di
  atas segalanya di balik semua ini yang mengatur
  semua hal.
 
  Tuan George. W. Bush Presiden Amerika Serikat...
 
  Dalam beberapa waktu Saya sempat berpikir,
  bagaimana bisa kontradiksi yang tidak dapat
  diingkari dalam kancah dunia internasional ini, di
  mana masyarakat dan pada khususnya di
  kalangan politik dan mahasiswa, dapat di
  benarkan. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan
  tentang hal ini yang tak terjawab. Karena itu saya
  kemudian memutuskan agar sebagian dari
  kontradiksi dan pertanyaan-pertanyaan itu bisa
  saya tanyakan. Mungkin akan ada kesempatan
  untuk membenarkan masalah tersebut.
 
  Apakah bisa; pengikut Nabi Isa A.S. sebagai salah
  satu Nabi besar ilahi dapat berpegang teguh
  dengan hak-hak asasi manusia dengan menjadikan
  Liberalisme sebagai model peradaban dengan
  memperluas persenjataan nuklir dan pembunuhan
  massal untuk menunjukkan ketidaksetujuannya
  dan menjadikan peperangan melawan terorisme
  sebagai slogannya?
 
  Pada akhirnya, untuk membentuk masyarakat
  yang satu dan universal tetap harus diusahakan.
  Sebuah masyarakat yang akan diperintah oleh
  Nabi Isa A.S. dan orang-orang baik di muka bumi.
 
  Namun pada saat yang sama;
 
  Negara-negara diserang. Jiwa, kehormatan,
  keberadaan orang-orang dan nilai-nilai kemudian
  runtuh. Sebagai contoh, hanya dikarenakan
  adanya sebuah kemungkinan keberadaan
  beberapa orang pelaku kriminal di sebuah desa,
  kota atau bersama sebuah iring-iringan, seluruh
  desa, kota dan iring-iringan harus dibabat habis.
 
  Atau dengan kemungkinan keberadaan senjata
  pemusnah massal di sebuah negeri lalu negeri
  tersebut dikuasai? Sekitar ratusan ribu masyarakat
  negara itu harus tewas. Sumber-sumber air,
  pertanian dan industri rusak dan sekitar 180.000
  pasukan militer tinggal di sana.
 
  Kehormatan yang dimiliki oleh rumah-rumah
  masyarakat telah dihancurkan dan mungkin sekitar
  lebih dari 50 tahun sebuah negara menjadi
  terkebelakang. Dengan anggaran belanja seperti
  apa? Dengan menghabiskan miliaran dolar dari
  harta kekayaan sebuah negara dan sebagian
  negara yang lain atau dengan mengirimkan
  puluhan ribu pemuda sebagai pasukan penyerang.
  Meletakkan mereka di tempat pembunuhan serta
  menjauhkan mereka dari keluarganya, mengotori
  tangan mereka dengan darah orang lain, menekan
  jiwa mereka sehingga setiap hari sejumlah dari
  mereka melakukan tindakan bunuh diri. Ketika
  mereka kembali ke negara mereka masing-masing
  tersiksa dan tertekan di sertai dengan penyakit
  yang beragam. Sebagian lainnya telah terbunuh
  dan jenazah mereka telah diterima oleh keluarga
  mereka.
 
  Hanya dengan alasan adanya senjata pemusnah
  massal, sebuah tragedi besar telah tercipta baik
  untuk masyarakat yang negaranya dijajah atau
  penjajah. Sementara pada akhirnya jelas bahwa
  senjata pemusnah massal tidak pernah ada.
 
  Namun tetap saja bahwa Saddam Husein adalah
  seorang diktator dan pembunuh. Namun tujuan
  peperangan yang dilakukan bukan untuk
  menumbangkannya tapi usaha untuk menemukan
  senjata pembunuh massal yang sudah diumumkan
  sebelumnya. Saddam dalam rangkaian ini telah
  tumbang. Masyarakat sekitarnya merasa senang
  dengan tumbangnya Saddam. Pada peperangan
  yang dipaksakan kepada Iran, Saddam di bantu
  dan dibela oleh Barat.
 
  Tuan Presiden...
 
  Mungkin Anda telah tahu bahwa saya hanya
  seorang dosen. Mahasiswa saya sering
  mempertanyakan bagaimana aksi-aksi yang ada
  ini disesuaikan dengan nilai-nilai yang telah
  disampaikan di awal surat saya dengan agama
  Nabi Isa A.S. seorang Nabi perdamaian dan kasih
  sayang?
 
  Mereka yang tertuduh dan dipenjara Guantanamo
  yang tidak bakal diadili secara adil, tidak memiliki
  akses untuk mendapat pembelaan dari seorang
  pengacara. Keluarga mereka tidak diperkenankan
  untuk melihat mereka dan di luar dari negaranya
  sendiri diisolir sementara tidak ada pengawasan
  internasional untuk mereka. Tidak jelas posisi
  mereka; apakah mereka adalah dipenjara, tawanan
  perang, tertuduh ataukah orang-orang yang telah
  dihukum?
 
  Para pengawas Uni Eropa mengakui adanya
  penjara-penjara misterius di Eropa. Saya tidak
  dapat menerima penculikan dan penahanan orang-
  orang di penjara-penjara misterius itu tanpa adanya
  sebuah sistem peradilan yang berlaku di dunia.
  Dan saya tidak pernah mengerti bagaimana aksi-
  aksi yang telah dilakukan sesuai dengan nilai-nilai
  yang telah saya sebutkan di atas. Dengan ajaran-
  ajaran Nabi Isa A.S. ataukah hak-hak asasi
  manusia ataukah dengan nilai-nilai Liberalisme?
 
  Para pemuda, mahasiswa dan masyarakat banyak
  mempertanyakan tentang fenomena bernama
  Israel. Pasti sebagian dari pertanyaan-pertanyaan
  itu telah Anda dengar. Dalam sejarah tercatat
  banyak negara yang telah dijajah. Namun salah
  satu fenomena kontemporer masa kita adalah
  sebuah pembentukan negara baru dengan
  masyarakat yang baru pula.
 
  Para mahasiswa berkata, 60 tahun yang lalu tidak
  pernah ada negara dengan nama ini. Dokumen-
  dokumen dan peta geografi dunia yang lama
  ditunjukkan oleh mereka sambil berkata, kami
  telah berusaha sedemikian rupa mencarinya
  namun kami tidak menemukan sebuah negara
  yang bernama Israel.
 
  Saya terpaksa menuntun mereka agar mempelajari
  lagi tentang perang dunia pertama dan kedua.
  Sekali waktu seorang mahasiswa berkata, pada
  perang dunia kedua puluhan juta manusia tewas.
  Berita-berita perang dengan cepat disebarkan dari
  kedua belah pihak yang berperang. Masing-masing
  memberitakan kemenangannya dan kekalahan
  lawan. Setelah perang dunia kedua selesai mereka
  mengklaim bahwa ada enam juta orang Yahudi
  tewas. Enam juta orang yang sekurang-kurangnya
  dari dua juta kepala keluarga.
 
  Kita andaikan saja bahwa berita ini benar. Apakah
  kesimpulan logisnya adalah pembentukan sebuah
  negara Israel di kawasan Timur Tengah dan atau
  membela mereka habis-habisan? Bagaimana
  menganalisa dan menginterpretasikan fenomena
  semacam ini?
 
  Tuan Presiden...
 
  Anda pasti telah mengetahui dengan anggaran
  belanja dan pesan-pesan yang seperti apa
  sehingga Israel terbentuk;
  • Dengan terbantainya ribuan jiwa.
  • Dengan mengungsikan jutaan jiwa penduduk asli
  kawasan.
  • Dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah,
  kebun zaitun dan penghancuran kota-kota dan
  tanah-tanah subur.
 
  Tragedi ini tidak hanya terbatas pada masa
  pembentukan saja. Sangat disayangkan selama 60
  tahun hal ini berjalan dan akan terus berlanjut.
 
  Rezim yang dibentuk ini bahkan tidak memiliki
  rasa belas kasihan terhadap anak-anak. Rumah-
  rumah dihancurkan, rencana teror tokoh-tokoh
  Palestina dengan terlebih dahulu
  mengumumkannya serta memenjarakan ribuan
  orang-orang Palestina. Fenomena ini pada abad-
  abad terakhir bila tidak dikatakan sulit dicari
  tandingannya maka tentunya tidak ada
  bandingannya.
 
  Pertanyaan besar lainnya dari kebanyakan
  masyarakat adalah ini. Mengapa rezim yang
  seperti ini masih harus dibela?
 
  Apakah pembelaan rezim yang semacam ini
  merupakan salah satu ajaran Nabi Isa A.S. atau
  sesuai dengan nilai-nilai Liberalisme?
 
  Dan apakah memberikan hak untuk menentukan
  nasib sendiri di tanah Palestina kepada pemilik
  aslinya baik yang tinggal di Palestina maupun di
  luar dan baik mereka itu Islam, Yahudi dan atau
  Kristen, bertentangan dengan demokrasi, hak-hak
  asasi manusia dan ajaran-ajaran para Nabi?
 
  Bila tidak bertentangan mengapa usulan
  referendum tidak pernah disetujui?
 
  Akhirnya dengan pilihan rakyat Palestina telah
  terbentuk pemerintahan di tanah Palestina. Semua
  pengawas yang tidak memihak mengukuhkan
  bahwa pemerintah terpilih dipilih oleh rakyat.
  Dengan tanpa disangka pemerintah terpilih ditekan
  sedemikian rupa agar menerima negara bernama
  Israel dan tidak lagi meneruskan perjuangan serta
  melanjutkan program pemerintah sebelumnya.
 
  Seandainya pemerintah terpilih saat ini sejak awal
  mengumumkan kebijakannya seperti yang
  diinginkan, apakah masyarakat Palestina akan
  memilih mereka? Apakah sikap yang semacam ini
  di hadapan pemerintah Palestina sesuai dengan
  nilai-nilai di atas? Demikian pula masyarakat
  bertanya-tanya, mengapa resolusi PBB yang telah
  diputuskan di dewan keamanan PBB terhadap
  Israel selalu diveto?
 
  Tuan Presiden...
 
  Anda mengetahui bahwa saya hidup bersama
  rakyat dan punya hubungan dengan mereka.
  Kebanyakan dari masyarakat Timur Tengah, yang
  dengan berbagai bentuk, melakukan hubungan
  dengan saya. Mereka melihat kebijakan ganda
  yang ada ini tidak sesuai dengan logika apapun.
  Bukti-bukti menunjukkan bagaimana kebanyakan
  masyarakat di kawasan dari hari ke hari semakin
  marah dengan kebijakan yang dilakukan.
 
  Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan
  banyak pertanyaan, namun saya ingin
  menunjukkan beberapa poin yang lain.
 
  Mengapa setiap kemajuan keilmuan dan teknologi
  di kawasan Timur Tengah dianggap dan di
  promosikan sebagai ancaman terhadap rezim
  Israel? Apakah usaha ilmiah dan penelitian bukan
  merupakan hak-hak dasar masyarakat?
 
  Kemungkinan Anda memiliki pengetahuan tentang
  sejarah. Selain abad pertengahan pada bagian
  mana dari sejarah dan di mana, kemajuan ilmu dan
  teknologi dianggap sebagai sebuah kejahatan?
  Apakah dengan mengandaikan kemungkinan
  dipakainya ilmu dan teknologi untuk maksud-
  maksud militer dapat menjadi alasan untuk
  menentang ilmu dan teknologi? Bila kesimpulan
  yang demikian adalah benar, maka seluruh ilmu
  harus ditentang bahkan fisika, kimia, matematika,
  kedokteran, arsitektur dan lain-lain.
 
  Dalam masalah Irak telah terjadi kebohongan.
  Hasilnya apa? Saya tidak ragu bahwa semua
  manusia meyakini bahwa kebohongan adalah hal
  yang tidak terpuji. Anda sendiri tidak akan senang
  bila orang lain berdusta terhadap Anda.
 
  Tuan Presiden...
 
  Apakah masyarakat di Amerika Latin memiliki hak
  untuk mempertanyakan mengapa selalu ada usaha
  untuk tidak menyetujui pemerintahan terpilih dari
  rakyat dan pada saat yang sama adanya
  pembelaan bagi mereka yang ingin melakukan
  kudeta terhadap pemerintahan terpilih. Mengapa
  ancaman selalu diarahkan kepada mereka?
 
  Masyarakat Afrika adalah masyarakat yang punya
  etos kerja, kreatif dan memiliki potensi. Mereka
  dapat berperan penting dalam menjamin kebutuhan
  dan kemajuan materi dan maknawi masyarakat
  dunia. Kemiskinan dan kepapaan di sebagian
  besar Afrika menjadi kendala terbesar untuk dapat
  memainkan peran penting tersebut.
 
  Apakah mereka berhak untuk mempertanyakan,
  mengapa kekayaan luar biasa dan barang tambang
  mereka dijarah padahal mereka lebih
  membutuhkan dari orang lain? Apakah aksi-aksi
  semacam ini sesuai dengan ajaran Nabi Isa dan
  hak-hak asasi manusia?
 
  Masyarakat Iran yang berani dan beriman juga
  memiliki banyak pertanyaan. Salah satunya;
  Kudeta 28 Murdad terhadap pemerintahan waktu
  itu pada lima puluh dua tahun yang lalu, berhadap-
  hadapan dengan revolusi Islam dan menjadikan
  kedutaan Amerika menjadi markas besar, dengan
  memiliki ribuan dokumen, yang membela mereka
  yang tidak setuju dengan Republik Islam,
  melindungi Saddam Husein dalam perang terhadap
  Iran, penembakan pesawat penumpang Iran,
  menyandera harta masyarakat Iran, ancaman-
  ancaman yang semakin meningkat dengan
  menunjukkan ketidaksetujuan serta kemarahan
  atas kemajuan ilmu dan teknologi serta nuklir
  masyarakat Iran, padahal semua orang Iran
  gembira dengan kemajuan negara mereka dan
  mengadakan acara untuk keberhasilan mereka.
  Masih banyak lagi pertanyaan yang semacam ini
  dan untuk menjelaskannya di surat ini tidak saya
  cantumkan.
 
  Tuan Presiden...
 
  Peristiwa 11 September benar-benar merupakan
  peristiwa yang mengerikan. Pembunuhan terhadap
  orang-orang tak berdosa di bagian mana saja dari
  dunia ini selalu menyakitkan dan sangat
  disayangkan. Pemerintah kami pada waktu itu
  mengumumkan rasa kebencian terhadap pelaku
  kejadian dan sekaligus mengucapkan
  belasungkawa kepada mereka yang ditinggalkan.
 
  Semua negara memiliki kewajiban untuk
  melindungi jiwa, harta dan kehormatan rakyatnya.
  Seperti yang dikatakan bahwa negara Anda
  memiliki sistem keamanan, penjagaan dan
  informasi yang luas dan canggih. Bahkan para
  penentang yang berada di luar negeri pun diburu.
  Operasi 11 September bukan operasi yang mudah.
  Apakah konsep dan pelaksanaan operasi tersebut
  dapat bekerja tanpa kerja sama dengan sistem
  informasi dan keamanan dan atau pengaruh yang
  luas di sana dapat terjadi? Tentunya ini hanya
  sebuah kemungkinan dari orang-orang yang
  berpikiran logis. Mengapa sisi-sisi lain dari
  kejadian ini tetap misterius? Mengapa tidak ada
  penjelasan resmi bahwa siapa yang bertanggung
  jawab atas kelalaian ini? Dan mengapa para pelaku
  dan mereka yang lalai tidak diumumkan dan
  dihukum?
 
  Tuan Presiden...
 
  Salah satu kewajiban pemerintah adalah
  mewujudkan keamanan dan ketenangan kepada
  rakyatnya. Masyarakat negara Anda dan negara-
  negara tetangga poros krisis dunia selama
  bertahun-tahun tidak lagi merasakan keamanan
  dan ketenangan.
 
  Setelah peristiwa 11 September bukannya
  meredam jiwa dan menenangkan mereka yang
  terkena musibah. Masyarakat Amerika adalah
  yang paling menderita akibat kejadian tersebut
  sementara sebagian dari media Barat malah
  membesar-besarkan kondisi tidak aman dan
  senantiasa mengabarkan adanya kemungkinan
  serangan teroris dan mereka sengaja menjaga agar
  masyarakat senantiasa dalam kondisi takut dan
  khawatir. Apakah ini namanya melayani rakyat
  Amerika? Apakah kerugian yang berasal dari
  ketakutan dan kekhawatiran dapat dihitung?
 
  Coba gambarkan! Rakyat Amerika merasa bakal
  ada serangan. Di jalanan, tempat kerja dan di
  rumah mereka merasa tidak aman. Siapa yang
  dapat menerima kondisi seperti ini? Mengapa
  media bukannya memberitakan hal-hal yang dapat
  menenangkan dan memberikan keamanan malah
  mengabarkan ketidakamanan?
 
  Sebagian berkeyakinan bahwa iklan besar-besaran
  ini sebagai fondasi dan alasan untuk menyerang
  Afghanistan. Bila sudah begini kiranya baik bila
  saya berikan sedikit petunjuk terkait dengan media.
 
  Dalam prinsip dasar media, penyampaian informasi
  yang benar dan menjaga amanat dalam
  menyebarkan berita adalah dasar yang manusiawi
  dan diterima. Saya merasa perlu untuk
  mengucapkan dan mengumumkan rasa
  penyesalan yang dalam atas ketiadaan rasa
  tanggung jawab sebagian media Barat dengan
  kewajiban ini. Alasan asli agresi ke Irak adalah
  adanya senjata pemusnah massal. Tema ini
  diulang-ulang sedemikian rupa sehingga
  masyarakat percaya dan menjadi dasar untuk
  menyerang Irak.
 
  Apakah kebenaran tidak akan hilang pada situasi
  yang dibuat-buat dan berisi kebohongan?
 
  Apakah hilangnya sebuah kebenaran sesuai
  dengan tolok ukur yang telah dijelaskan
  sebelumnya?
 
  Apakah kebenaran juga akan hilang di sisi Tuhan?
 
  Tuan Presiden...
 
  Di semua negara masyarakatlah yang
  menanggung anggaran belanja negaranya sehingga
  pemerintah dapat melayani mereka.
  Pertanyaannya di sini, dengan anggaran tahunan
  ratusan miliar dolar pengiriman pasukan ke Irak
  apa yang didapat oleh masyarakat?
 
  Anda sendiri mengetahui bahwa di sebagian
  negara bagian Amerika masyarakat hidup dalam
  kemiskinan. Ribuan orang tidak memiliki rumah.
  Pengangguran adalah masalah besar dan masalah
  ini kurang lebih terjadi juga di negara-negara lain.
  Apakah dalam kondisi yang seperti ini pengiriman
  sejumlah besar pasukan dan itu pun dengan
  anggaran luar biasa dari masyarakat dapat
  dibenarkan dan sesuai dengan dasar-dasar yang
  telah disebutkan sebelumnya?
 
  Tuan Presiden...
 
  Apa yang sudah disebutkan adalah sebagian dari
  penderitaan masyarakat dunia; kawasan kami dan
  masyarakat Anda. Namun maksud asli saya yang
  setidak-tidaknya akan Anda benarkan sebagai
  berikut:
 
  Para penguasa memiliki masa tertentu dan tidak
  selamanya berkuasa. Namun nama mereka akan
  diingat dan tertulis dalam sejarah. Dan di masa
  depan, dekat atau jauh, senantiasa dinilai.
  Masyarakat akan berkata, dalam periode kita ini
  apa yang telah terjadi.
 
  Apakah untuk masyarakat kita menyiapkan
  keamanan dan kesejahteraan atau ketidakamanan
  dan pengangguran.
 
  Apakah kita hendak mengukuhkan keadilan
  ataukah hanya kelompok khusus yang ingin kita
  lindungi. Itu pun dengan harga kemiskinan dan
  kepapaan sebagian besar masyarakat dunia.
  Apakah kita akan memilih untuk mengutamakan
  sekelompok kaum minoritas dengan segala
  kekayaan dan pangkat dan kerelaan mereka
  ketimbang kerelaan Tuhan?
 
  Apakah kita telah membela hak-hak masyarakat
  dan kaum miskin ataukah kita tidak memandang
  sedikit pun kepada mereka.
 
  Apakah kita membela hak-hak manusia di seluruh
  dunia ataukah dengan memaksakan perang dan
  ikut campur secara ilegal terhadap urusan sebuah
  negara dan dengan mengadakan sel-sel yang
  menakutkan memenjarakan sebagian orang di
  sana?
 
  Apakah kita telah berbuat untuk terwujudnya
  perdamaian dunia ataukah kita menyebarkan
  ancaman dan kekerasan di seluruh dunia?
 
  Apakah kita telah berbicara dengan jujur kepada
  rakyat kita dan masyarakat dunia ataukah kita
  malah menunjukkan kebenaran yang telah
  diputarbalikkan.
 
  Apakah kita termasuk pembela masyarakat
  ataukah pembela para penjajah dan penzalim?
 
  Apakah dalam pemerintahan kita, logika, akal,
  moral, perdamaian, mengamalkan perjanjian,
  menyebarkan keadilan, melayani masyarakat,
  kesejahteraan dan kemajuan dan menjaga
  kehormatan manusia lebih dipentingkan ataukah
  kekuatan persenjataan, ancaman, tidak adanya
  keamanan, tidak adanya perhatian kepada
  masyarakat, menahan lajunya kemajuan
  masyarakat dunia dan merusak hak-hak manusia?
 
  Pada akhirnya mereka akan berkata, apakah kita
  masih setia dengan sumpah yang kita ucapkan
  dalam rangka melayani masyarakat dan perjanjian
  asli kita dan ajaran-ajaran para Nabi ataukah tidak?
 
  Tuan Presiden...
 
  Sampai kapan dunia akan menanggung beban
  berat ini? Dengan proses yang semacam ini dunia
  akan menuju kemana?
  • Sampai kapan masyarakat dunia harus
  menanggung beban keputusan-keputusan tidak
  benar dari para penguasa?
  • Sampai kapan cakrawala ketakutan harus
  dihadapkan kepada masyarakat dunia akibat
  ditimbunnya senjata pemusnah massal?
  • Sampai kapan darah anak-anak, para wanita dan
  laki-laki harus mengalir di atas batu-batu jalanan
  dan rumah-rumah mereka harus dihancurkan?
 
  Apakah Anda rela dengan kondisi dunia sekarang
  ini?
 
  Apakah Anda berpikir bahwa kebijakan yang telah
  ada ini dapat berlangsung terus?
 
  Bila saja ratusan miliar dolar yang dipakai untuk
  membiayai keamanan, pertahanan, pengiriman
  pasukan dialokasikan sebagai modal dan bantuan
  bagi negara-negara miskin, pengembangan
  kebersihan, berperang melawan berbagai macam
  penyakit, penghijauan dan pengentasan
  kemiskinan dan keterbatasan, menggalang
  perdamaian, menghilangkan perselisihan antar
  negara-negara, menghilangkan peperangan kabilah
  dan ras dan lain-lain. Dapat dibayangkan
  bagaimana dunia sekarang? Dan apakah
  pemerintahan dan rakyat Anda tidak merasa
  bangga dengan ini?
 
  Apakah posisi politik dan ekonomi pemerintahan
  dan rakyat Anda tidak akan semakin kokoh?
 
  Dengan mengucapkan rasa penyesalan penuh,
  saya harus mengucapkan apakah ada kenaikan
  tingkat kebencian masyarakat dunia terhadap
  pemerintah Amerika?
 
  Tuan Presiden, saya tidak bermaksud untuk
  melukai perasaan seorang pun.
 
  Apakah bila hari ini Nabi Ibrahim, Ishaq, Ya’qub,
  Ismail, Yusuf dan atau Nabi Isa A.S. hadir di dunia
  ini dan dengan melihat perilaku yang semacam ini
  apa kata mereka? Apakah dunia yang dijanjikan,
  dunia yang diliputi oleh keadilan dengan kehadiran
  Nabi Isa A.S. akan memberikan kita peran?
  Apakah mereka akan menerima kita?
 
  Pertanyaan kunci saya di sini; Apakah jalan yang
  lebih baik dalam pergaulan dengan masyarakat
  dunia tidak ada lagi?
 
  Hari ini di dunia ada ratusan juta orang Kristen,
  ratusan juta orang Islam dan jutaan lagi orang
  pengikut Nabi Musa A.S. Semua agama ilahi
  dalam satu kalimat bersatu dan itu adalah kalimat
  tauhid, yaitu keyakinan akan Tuhan Yang Esa dan
  selain Dia tidak ada tuhan di dunia ini.
 
  Al-Quran al-Karim menegaskan akan kalimat yang
  satu ini dan ia memanggil semua pengikut agama
  ilahi dengan kalimat ini. Allah berfirman:
 
  “Katakanlah : “Hai Ahli Kitab, marilah kepada suatu
  kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan
  antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah
  kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia
  dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita
  menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan
  selain dari pada Allah.” (Ali Imran: 64)
 
  Tuan Presiden...
 
  Berdasarkan firman ilahi kita semua diajak untuk
  menyembah Allah Yang Esa dan mengikuti utusan-
  utusan ilahi.
 
  “ Penyembahan kepada Tuhan Yang Esa yang
  Maha kuasa dan berkuasa atas segala sesuatu”,
  Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang
  tersembunyi dan tampak, dahulu dan akan datang
  dan Ia mengetahui apa yang terlintas di benak
  hamba-Nya dan Ia mencatat amalan
  mereka”, “Tuhan Sang pemilik langit dan bumi dan
  semua alam di bawah kekuasaan-
  Nya”, “Pengaturan seluruh alam di tangan-Nya dan
  Ia memberikan janji untuk mengampuni dosa-dosa
  hamba-Nya”, Ia penolong mereka yang terzalimi
  dan musuh mereka yang menzalimi”, Dia Maha
  Pengasih dan Penyayang”, “Ia penolong kaum
  mukminin dan Ia menuntun mereka dari kegelapan
  kepada keterang-benderangan”, “Ia mengawasi
  perbuatan hamba-hamba-Nya”, “ Ia menyerukan
  hamba-Nya untuk beriman dan berbuat baik dan
  menginginkan agar mereka berbuat berdasarkan
  kebenaran dan untuk tetap istiqamah dalam
  kebenaran”, “ Allah menyerukan agar hamba-
  hamba-Nya untuk menaati utusan-Nya dan Ia
  sebagai saksi dan pengawas perbuatan hamba-
  hamba-Nya”, “Puncak keburukan terkait dengan
  orang-orang yang menginginkan kehidupan yang
  terbatas di dunia ini dan tidak mengikuti perintah-
  Nya dan menzalimi hamba-hamba Allah”, “Puncak
  kebaikan dan surga yang kekal hanya akan
  diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang
  bertakwa di hadapan keagungan ilahi dan tidak
  mengikuti hawa nafsunya”.
 
  Kami yakin bahwa kembali kepada ajaran-ajaran
  para Nabi adalah satu-satunya jalur kebahagiaan
  dan kesuksesan. Saya mendengar bahwa Anda
  adalah seorang penganut Kristen dan percaya
  akan janji ilahi akan adanya pemerintahan orang-
  orang baik di muka bumi.
 
  Kami juga percaya bahwa Nabi Isa A.S. adalah
  salah satu Nabi besar ilahi. Dalam al-Quran Nabi
  Isa mendapat penghormatan yang luar biasa dan
  ini adalah ucapan Nabi Isa A.S. yang dinukil oleh
  al-Quran:
 
  “Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan
  Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu
  sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.” (Maryam: 36)
 
  Penghambaan dan ketaatan kepada Allah adalah
  seruan semua para Nabi. Tuhan seluruh
  masyarakat di Eropa, Afrika, Amerika, dan negara-
  negara kepulauan, seluruh dunia hanya satu Tuhan
  dan itu adalah Tuhan yang memberikan hidayah
  dan menginginkan kemuliaan bagi semua hamba-
  hamba-Nya dan memberikan kehormatan kepada
  umat manusia.
 
  Dan dalam firman Allah: “Allah Yang Maha
  Mengetahui dan Tinggi mengutus para Nabi disertai
  dengan tanda-tanda yang jelas dan mukjizat untuk
  memberi petunjuk kepada manusia. Pengutusan
  itu agar mereka menunjukkan tanda-tanda
  kebesaran ilahi kepada manusia. Dengan begitu
  manusia dapat disucikan dari dosa. Allah
  mengirimkan kitab dan mizan agar manusia dapat
  menegakkan keadilan dan dapat meninggalkan
  orang-orang yang berbuat zalim”.
 
  Seluruh ayat-ayat dengan bentuk yang mirip ada di
  kitab suci.
 
  Para Nabi dan utusan ilahi memberikan janji:
 
  Suatu hari nanti semua manusia akan dibangkitkan
  di hadapan Allah untuk diperhitungkan amal
  perbuatannya. Mereka yang berbuat baik akan
  diantarkan ke surga. Dan mereka yang berbuat
  buruk akan menanggung perbuatannya dengan
  menerima siksa ilahi. Saya berpikir bahwa kita
  berdua sama meyakini akan hari itu.
 
  Tentunya perhitungan para penguasa tidak akan
  ringan. Hal itu karena harus menjawab kepada
  masyarakat dan semua orang atas setiap
  perbuatan kita yang ada hubungannya dan
  memiliki dampak dalam kehidupan mereka.
 
  Para Nabi menginginkan perdamaian, ketenangan
  berdasarkan prinsip-prinsip penyembahan kepada
  Allah, menjaga harkat dan martabat manusia bagi
  seluruh manusia.
 
  Bila kita semua meyakini tauhid dan penyembahan
  kepada Tuhan, keadilan, menjaga harkat dan
  martabat serta kemuliaan manusia dan hari akhir,
  apakah tidak bisa menyelesaikan problema dunia
  sekarang yang diakibatkan oleh kejauhan dari
  ketaatan kepada Allah dan ajaran-ajaran para Nabi,
  dengan prinsip itu dengan lebih baik dan indah?
 
  Apakah keyakinan akan prinsip-prinsip ini tidak
  memperluas dan menjamin perdamaian,
  persaudaraan dan keadilan?
 
  Apakah prinsip-prinsip itu bukan merupakan ajaran
  tertulis atau tidak tertulis mayoritas masyarakat
  dunia?
 
  Apakah Anda tidak ingin mengiyakan seruan ini?
  Kembali secara hakiki kepada ajaran-ajaran para
  Nabi, kepada tauhid dan keadilan, kepada
  penjagaan terhadap harkat dan martabat manusia
  dan kepada ketaatan terhadap Tuhan dan utusan-
  utusan-Nya
 
  Tuan Presiden...
 
  Data-data sejarah menunjukkan bahwa
  pemerintahan yang berada dalam jalur kezaliman
  tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak
  menyerahkan nasib manusia di tangan penguasa
  zalim. Tuhan tidak membiarkan dunia dan manusia
  begitu saja. Bukankah sudah banyak kejadian
  yang bertolak belakang dengan rencana-rencana
  para penguasa. Kejadian-kejadian sejarah
  menunjukkan bahwa ada kekuatan misterius di
  atas segalanya di balik semua ini yang mengatur
  semua hal.
 
  Tuan Presiden...
 
  Apakah tanda-tanda perubahan di dunia kini dapat
  diingkari? Apakah keadaan dunia sekarang dengan
  sepuluh tahun yang lalu dapat dibandingkan.
  Perubahan terjadi begitu cepat dan dengan dimensi
  yang sangat luas.
 
  Masyarakat dunia tidak rela dengan kondisi dunia
  kini. Mereka tidak percaya dengan janji-janji
  sebagian penguasa paling berpengaruh pun di
  dunia.
 
  Sebagian besar masyarakat dunia merasa tidak
  aman. Mereka tidak setuju dengan berkembangnya
  kondisi ini begitu juga dengan perang. Mereka juga
  tidak setuju dengan kebijakan ganda.
 
  Masyarakat dunia protes akan adanya jurang
  pemisah yang dalam antara mereka yang kaya dan
  miskin dan antara negara yang sejahtera dan
  miskin. Masyarakat semakin membenci kebejatan
  moral yang semakin meningkat.
 
  Mayoritas masyarakat di negara-negara merasa
  tidak puas karena basis budaya mereka terancam
  dan institusi keluarga yang berantakan serta kasih
  sayang dan cinta kasih yang semakin luntur.
 
  Masyarakat dunia mulai pesimis memandang
  PBB. Hal itu dikarenakan hak-hak mereka tidak
  dipertahankan.
 
  Liberalisme dan Demokrasi Barat tidak mampu
  mendekatkan manusia kepada idealisme mereka.
  Liberalisme dan Demokrasi adalah dua kata
  pecundang. Para pemikir dan cendekiawan dunia
  dengan jelas mendengar suara runtuhnya
  pemikiran dan sistem Liberal-Demokrasi.
 
  Hari ini perhatian masyarakat dunia semakin
  meningkat kepada sebuah fokus. Dan pusat itu
  adalah Tuhan Yang Esa. Dan tentunya masyarakat
  dengan tauhid dan berpegangan dengan ajaran-
  ajaran para Nabi akan dimenangkan atas masalah
  yang dihadapi. Pertanyaan penting dan serius saya
  di sini:
 
  Apakah Anda tidak ingin menyertai mereka?
 
  Tuan Presiden...
 
  Mau tidak mau, dunia sedang mengarah pada
  penyembahan Allah dan keadilan dan kehendak
  Allah akan mengalahkan segala-galanya.
 
  Keselamatan kepada mereka yang mengikuti
  petunjuk.[Saleh L]
 
  Mahmud Ahmadi Nejad
  Presiden Republik Islam Iran
 
  Tehran
  -05-2006
  _____________________________________
 
  Surat ini diterjemahkan dari situs
  http://www.president.ir/
 
 
 
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]





****

HeLP mE ! HeLP mE ! HeLP mE !

1. Untuk Personal

Anda merasa ... Kegemukan ? Insomnia ? Phobia ? Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Trauma ? Ketakutan ? Kecemasan ? Kesedihan ? Depresi ? Stress ? Kurus ? Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Dll.

di SERVO aja...!

Informasi tentang Jenis Jenis Phobia, Mania serta Testimonial / Kesaksian yang pernah dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52, dapat di baca di http://servocenter.blogsome.com/

2. Untuk Corporate :

Produktifitas dan kualitas pelayanan karyawan menurun ?

Permintaan Inhouse Training "Motivasi", "ServoPower", "ServoSelling",
"ServoCoaching" dapat menghubungi :

SERVO CENTER - Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257

3. Skema Bantuan Dana

Klik saja, http://www.asiabersama.com/?id=bantuandana




SPONSORED LINKS
Health and wellness Health wellness product Health and wellness program
Diet fitness health nutrition wellness Health promotion and wellness Business health wellness


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke