Selama ini, boleh dikata umat Islam yang diwakili para pengunjuk rasa kemarin merupakan mayoritas yang diam (silent majority). Kalaupun mereka menunjukkan sikap tentang RUU tadi, itu hanya dilakukan secara sporadis. Mereka, sebelum ini, lebih banyak menjadi penonton terhadap unjuk rasa pihak-pihak yang menolak terhadap RUU APP. Pihak-pihak yang terakhir ini sebenarnya adalah 'hanya itu-itu saja'. Namun, karena mereka mempunyai akses ke media massa, suara mereka menjadi vokal dan seolah-olah mewakili mayoritas masyarakat. Apalagi banyak media massa, terutama elektronik, juga mempunyai kepentingan lantaran banyak acara hiburan yang akan terkena sensor apabila RUU APP itu disahkan.
Kemarin, silent majority itu mulai 'bicara'. Mereka berasal dari berbagai ormas Islam, antara lain Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Islam (Persis), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Al-Irsyad, Ikatan Da'i Indonesia (Ikadi), massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Front Pembela Islam, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), dan berbagai organisasi Islam lainnya. Bahkan para pemimpin dari berbagai ormas Islam tadi juga turun langsung ke jalan memimpin unjuk rasa. Mereka antara lain KH Hasyim Muzadi, Dr Din Syamsuddin, Husein Umar, Ust Arifin Ilham, Tuty Alawiyah, KH Cholil Ridwan, Jeffry Albuchory, Ismail Yusanto, hingga artis-artis seperti Inneke Koesherawati, Astri Ivo, hingga Rhoma Irama.
Kini bola RUU APP itu berada di tangan DPR. Yakni, apakah mereka segera mengesahkannya atau tidak. Berbagai alasan dari yang setuju maupun yang menolak sudah didengar. Mereka juga telah berkeliling ke berbagai daerah untuk menyerap suara dari berbagai lapisan masyarakat. Harapan kita, tentu agar RUU APP itu tidak 'digantung' terlalu lama. Bila nasib RUU APP ini dibiarkan teraktung-katung, maka risikonya terlalu besar.
Risiko itu antara lain masyarakat dari dua pihak yang menolak dan mendukung RUU APP akan terus turun ke jalan berunjuk rasa. Bahkan tidak tertutup kemungkinan mereka akan adu unjuk kekuatan dengan mengajak massa yang lebih besar. Bila ini terjadi, kita khawatir bentrokan fisik bisa saja terjadi. Ini semua tentu tidak kita inginkan.
Selama ini, alasan bagi mereka yang menolak RUU APP itu antara lain adalah khawatir akan terjadi Islamisasi di Indonesia. Juga kekhawatiran akan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat, atau bahkan disintegrasi bangsa.
Menurut kita, alasan itu sangat berlebihan. Toh, selama ini, banyak undang-undang yang diambil dari hukum Islam. Antara lain undang-undang perkawinan, undang-undang mengenai zakat, undang-undang tentang bank syariah, dan sebagainya. Toh, kita tidak mengatakan telah terjadi Islamisasi di Indonesia. Mengenai kekhawatiran akan terjadi disintegrasi bangsa, mestinya juga tidak perlu terjadi lantaran RUU APP telah mengakomodasi seni tradisional dan budaya daerah.
RUU APP justru diperlukan untuk melindungi bangsa ini, terutama generasi muda, dari berbagai kerusakan moral akibat pengaruh dari pornografi dan pornoaksi yang kini merebak di mana-mana.
Saat ini Indonesia sedang disibukkan dengan pro-kontra RUU APP. Sebagian masyarakat yang kontra menyebutkan bahwa RUU APP adalah usaha Talibanisasi. padahal kalau Islam dikaitkan dengan Taliban jelas berbeda. Karena Taliban bukan model sistem Islam, dan jika kita kritisi RUU APP tertnyata tidak seluruh isinya berasal dari hukum Islam. Oleh karenanya masyarakat harus mengkritisi.
Mengapa RUU APP terus menerus menimbulkan pro dan kontra? Hal ini disebabkan adanya perbedaan standar kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Ada masyarakat yang menjadikan sekularisme sebagai standar kehidupan dan ada juga yang menjadikan Islam sebagi standar kehidupannya.
Dalam sekularisme, tentu saja akan lahir liberalisme yang memberikan kebebasan kepada individu untuk berbuat termasuk praktik pornografi pornoaksi. Di samping itu bisnis pornografi dan pornoaksi pun ternyata memberikan keuntungan yang sangat besar. Contohnya saja yang disebutkan dalam majalah Tempo 20-26 maret 2006 bahwa Tabloid Lipstik hanya membutuhkan Rp 3 juta untuk biaya operasional dalam sebulan, sedangkan pendapatan yang diterima dari iklan Rp 60 juta. Bisa jadi inilah yang menjadi salah satu alasan sebagian masyraakat menolak RUU APP.
Lalu bagaimana halnya masyarakat yang berstandarkan Islam? Sebenarnya hukum Islam sudah jelas tertera dalam Alquran dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Bahwa zina adalah haram dan menutup aurat adalah wajib bagi para wanita. Terlebih lagi dengan adanya pornografi-pornoaksi menimbulkan kasus-kasus seperti pemerkosaan dan pelecehan seksual.
Namun kita pun harus tetap cermat dan bisa mengkritisi RUU APP karena RUU tersebut tidak memuat secara keseluruhan hukum Islam. Bahkan draf yang terakhir mengalami kemunduran, dari segi judulnya saja sudah berubah yang asalnya RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi menjadi RUU tentang Pornografi dan Pornoaksi. Apalagi isinya. Oleh karena itu masyarakat jangan hanya bersikap mendukung atau menolak RUU APP tapi juga harus mengkritisi isi RUU tersebut. Dan tentu saja di tengah masyarakat diperlukan hukum yang tidak hanya formalitas belaka tapi hukum yang benar-benar bisa menghilangkan pornografi dan pornoaksi. Dan hukum tersebut adalah syariat Islam.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
****
HeLP ME ! HeLP ME ! HeLP ME !
1. Anda merasa ...
Gemuk / Kurus ? Insomnia ? Trauma ? Phobia ? Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ? Depresi ? Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Dll.
di ServoTherapy aja...!
Informasi tentang Jenis Jenis Phobia, Mania serta Testimonial / Kesaksian yang pernah dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52, baca di http://servocenter.blog.com/
2. Anda ingin meningkatkan Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan karyawan Anda ? di ServoPower aja ... !
Inhouse training & workshop dipandu langsung oleh instruktur yang merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta Bisnis, Edisi 41 / III / Agustus 2005.
3. Anda ingin merekrut SDM bermental Tangguh ? di ServoRecruitment aja ... !
4. Anda mencari pembicara atau narasumber mengenai Motivasi, Personal Coach, Servo Power atau Servo Therapy ? di ServoCenter aja ... !
5. Anda mencari Bantuan Dana ? di Klik aja... ! http://www.asiabersama.com/?id=bantuandana
SERVO CENTER - Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257
Anda Ingin Berubah ? Di Servo Aja ... !
SPONSORED LINKS
| Health and wellness | Health wellness product | Health and wellness program |
| Diet fitness health nutrition wellness | Health promotion and wellness | Business health wellness |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "TaManBinTaNG" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
