<!--// hide contents function popBanner(url) { if(document.layers || document.all || document.getElementById) { var window_left = (screen.width-800)/2; var window_top = (screen.height-700)/2; popUp = window.open(url,'detikPrint','resizable=no, menubar=no,scrollbars,status=no,height=720,width=820,left=' + window_left + ',top=' + window_top + '') } } // end hiding contents --> Ajari Anak Mencapai Tujuan
Pemenuhan target oleh anak berbeda dengan orang dewasa. Menurut psikolog Diah Primi Paramita, Psi, target yang di-seting harus sederhana dan dapat diukur tingkat keberhasilannya. “Terlalu dini memberi target dengan tingkat kesulitan yang tinggi bisa membuat anak frustasi,” katanya.
Diah mengatakan, saat yang tepat memberi target pada anak ketika dia sudah memahami pesan yang disampaikan orangtua. Ketika anak berusia di bawah satu tahun, ajarkan melalui media permainan, misalnya menaruh bola ke dalam kotak. Menurut psikolog perkembangan anak dari Cikal Sehat Sehat, Alzena Masykouri MPsi, melalui kegiatan tersebut anak mulai diajarkan menyelesaikan masalah sederhana.
Untuk anak di bawah lima tahun, Anda dapat memberikan target jangka pendek. Alzena menjelaskan, di masa ini rentang perhatian anak masih terbatas dan belum bertanggung jawab. Jadi, sebaiknya target yang diberikan tidak mengharuskan anak menjalani suatu kewajiban. Penerapannya bisa melalui permainan yang menyenangkan atau rutinitas sehari-hari, seperti mandi sendiri, pakai baju atau meletakkan sepatu di rak. Diah menambahkan, berikan kegiatan yang spesifik dan mudah dicerna sesuai kemampuan kognitif anak. “Kognitif tidak hanya intelektual saja, tapi juga anak mengerti tujuan dari target,” katanya.
Kenali karakter anak
Kesiapan anak juga menjadi acuan bagi orangtua. Sadari bahwa setiap anak berbeda-beda karakter dan kemampuannya. Orangtua juga harus tahu tanda-tanda anak tidak ingin mengikuti target. Misalnya, dengan menolak secara verbal atau melakukannya dengan malas. Maka sebaiknya pilih target yang memang diminati anak.
Sedangkan untuk target jangka panjang, sebaiknya diterapkan ketika anak memasuki masa sekolah. Di masa ini kesiapan kemampuan kognisi dan pengendalian emosinya sudah lebih matang. Anak juga sudah mulai bertanggung jawab untuk menampilkan hasilnya, misal melalui nilai rapor. Namun, jangan lupa untuk mendiskusikannya terlebih dulu pada anak.
Dukung anak ketika ingin menyusun target sendiri. Mereka akan lebih berusaha mencapainya. Agar anak merasa puas, berikan hadiah atas hasil atau penyelesaian pekerjaannya berupa tanda penghargaan dalam bentuk pelukan, ciuman, atau pujian tulus. Atau pilih hadiah yang bermanfaat, misalnya pensil warna, buku cerita, buah kesukaannya, dan lainnya.
Jangan hanya fokus pada hasil atau realisasi target. Tekankan padanya bahwa proses mencapainya juga penting. Misalnya, mencapai target nilai 9 di matematika, apakah anak belajar dengan baik atau apakah dia mencontek saat ujian. Di sinilah diperlukan pengajaran dasar etos kerja, misal cara menghargai orang lain, tidak membohongi teman atau diri sendiri, belajar rajin, dan lainnya.
Berikut beberapa target yang dapat dipilih orangtua untuk mengembangkan talenta anak, menurut Gary Ryan Blair dalam artikel Helping Your Kids Set Goals:
Membentuk Self Image Positif
Susun target untuk membangun positive self image pada anak. Orangtua atau guru harus memberikan gambaran positif baik melalui perkataan atau perlakuan untuk menunjukkan anak memiliki sesuatu yang istimewa.
Belajar Mandiri
Setiap menjalani perencanaan, percayakan anak dapat mengatasinya sendiri. Namun, tetap berikan anak pengarahan, kasih saying, dan nasihat setiapkali dibutuhkan.
Tahu kapan saatnya bergantung pada orang lain Tunjukkan pada anak untuk mencapai suatu target memerlukan bantuan orang lain, misalnya teman, guru atau saudara.
Bertanggung jawab baik tindakan dan konsekuensinya
Sikap tanggung jawab dan menerima konsekuensi adalah bentuk karakter yang berkualitas. Tanamkan pada anak sejak kecil.
Anak mengenali potensi dirinya
Ciptakan kondisi yang membuat anak menyadari potensinya dan katakan pada mereka bahwa potensi tersebut harus dikembangkan dan dukunglah.
Harapan
Ajak anak berangan-angan memiliki suatu harapan dan doronglah mereka untuk meraihnya.
Membentuk karakter yang berkualitas
Sangatlah penting membentuk karakter kepribadian anak sedini mungkin. Masukan target ini dalam salah satu wacana Anda.
[Non-text portions of this message have been removed]
****
HeLP ME ! HeLP ME ! HeLP ME !
1. Anda merasa ...
Gemuk / Kurus ? Insomnia ? Trauma ? Phobia ? Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ? Depresi ? Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Dll.
di ServoTherapy aja...!
Informasi tentang Jenis Jenis Phobia, Mania serta Testimonial / Kesaksian yang pernah dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52, baca di http://servocenter.blog.com/
2. Anda ingin meningkatkan Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan karyawan Anda ? di ServoPower aja ... !
Inhouse training & workshop dipandu langsung oleh instruktur yang merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta Bisnis, Edisi 41 / III / Agustus 2005.
3. Anda ingin merekrut SDM bermental Tangguh ? di ServoRecruitment aja ... !
4. Anda mencari pembicara atau narasumber mengenai Motivasi, Personal Coach, Servo Power atau Servo Therapy ? di ServoCenter aja ... !
5. Anda suka iseng iseng berhadiah ? di Klik aja... ! http://www.asiabersama.com/?id=pendanaan
SERVO CENTER - Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257
Anda Ingin Berubah ? Di Servo Aja ... !
SPONSORED LINKS
| Health and wellness | Health wellness product | Health and wellness program |
| Diet fitness health nutrition wellness | Health promotion and wellness | Business health wellness |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "TaManBinTaNG" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
