Buat teman-teman khususnya keluarga muslim,
Artikel di bawah ini saya rasa sangat berguna buat kita-kita orangtua
khususnya di saat menjelang bulan puasa sebentar lagi.
LA.
Ketika Si Buyung Mulai Berpuasa
Submitted
by KHARISMA on Sun, 2006-01-01 00:00. Education
K esibukan kaum Muslimin, khususnya kaum ibu pada bulan Ramadhan, nyaris
tak terelakkan. Bukan saja karena mereka harus bangun tengah malam lebih awal
dari yang lainnya untuk menyiapkan hidangan sahur. Tapi terkadang, mereka juga
harus membangunkan anak-anak, terutama si buyung yang baru latihan berpuasa.
Membangunkan anak untuk melatih mereka puasa, terutama usia Balita hingga 6
tahun, memang relatif sulit. Karena itu diperlukan kesabaran.
Melatih mereka (anak-anak) berpuasa sudah barang tentu tidak bisa dengan
cara paksa. Mereka sudah mau bangun dini hari dan ikut sahur pun, sebenarnya
sudah bagus. Apalagi jika kemudian mereka dengan "sukarela", melakukan puasa
pada pagi harinya. Walaupun sebagian mereka terkadang pagi hari pun sudah
ribut lapar, dan minta makan. Dalam hal ini kita sebagai orangtua khususnya
ibu tentunya harus memperlakukan para shoimin cilik itu dengan bijak.
Perlakuan orangtua dalam melatih anak-anak shaum (berpuasa) sebaiknya
tidak menyamaratakan kemampuan mereka. Setiap anak punya kemampuan dan kemauan
yang berbeda, walaupun usianya sama. Ahmad yang berusia 5 tahun misalnya, kuat
berpuasa sampai satu hari penuh. Tapi belum tentu dengan anak kita yang
usianya sama-sama 5 tahun.
Karena itu, alangkah bijaknya jika orangtua tidak memaksakan anak,
mereka harus kuat berpuasa sebagaimana anak-anak lainnya. Bagi anak-anak
pemula, adakalanya mereka minta makan pada pagi hari, padahal mereka semalam
ikut sahur. Jika masih bisa dirayu untuk menahan lapar, lalu dia mau, bisa
diteruskan puasanya. Tapi jika tidak bisa dirayu, anak tetap merengek minta
makan, orangtua sebaiknya mengizinkan mereka berbuka.
Namun perlakuan kita pada anak harus terus ditingkatkan, sesuai dengan
perkembangan kemauan dan kekuatannya. Pada perkembangan selanjutnya, jika
mereka bisa meningkatkan puasanya hingga siang hari, ini merupakan
perkembangan yang baik.
Kita harus merayu dan terus memacu semangat mereka. Caranya bisa dengan
berbagai kiat. Entah itu pujian-pujian, atau menjanjikan mereka yang lebih
kuat berpuasa di antara yang lainnya, dengan memberi makanan berbuka
kesukaannya. Bisa juga dengan memberi hadiah-hadiah benda/barang kesukaan
mereka, apakah itu bacaan, mainan, atau bahkan tas dan sepatu baru misalnya.
Pendek kata, kiat untuk memotivasi anak berpuasa bisa dilakukan orangtua
dengan berbagai cara. Dengan catatan tentunya, apa-apa yang kita pernah
janjikan pada anak, harus betul-betul ditunaikan. Sekali kita tidak menepati
janji, sulit untuk memotivasi kembali semangat mereka.
Pada hari kedua, ketiga, keempat hingga hari kesepuluh misalnya, mungkin
mereka kita perlakukan seperti hari sebelumnya. Dengan catatan, jika kekuatan
dan kemauan mereka berpuasa belum juga berubah. Namun jika ada peningkatan
kemauan, kita bisa tingkatkan lagi durasi puasa mereka. Jika kemarin misalnya,
siang hari mereka sudah buka, mungkin hari ini ditingkatkan pada waktu Ashar,
dan seterusnya hingga full satu hari.
Yang perlu digarisbawahi adalah, bahwa kita tidak bisa main target waktu
dalam merubah perlakuan kita pada anak-anak yang masih dalam taraf latihan
berpuasa. Misalnya sepuluh hari pertama, mereka kita targetkan berbuka pada
siang hari. Kemudian pada sepuluh hari kedua, berbuka pada waktu Ashar. Lalu
sepuluh hari terakhir kita targetkan, mereka harus berpuasa full satu hari.
Tentu saja jika orangtua memperlakukan anak dengan cara-cara demikian, tidak
bijak. Jika begitu, pasti anak akan merasa tertekan.
Sebaliknya, orangtua harus betul-betul menciptakan suasana dan perlakuan
yang enjoy buat anak beribadah. Kasarnya, ikuti saja dulu kemauan mereka.
Bukan mereka harus mengikuti kemauan kita. Contoh kasus, Fathi, seorang anak
tetangga usia kelas satu SD. Fathi mulai latihan berpuasa tahun ini, dan ikut
sahur. Tapi pada pagi harinya dia bilang lapar, minta makan. Orangtuanya
mengizinkan. "Tapi Fathi janji harus teruskan lagi puasanya ya?", rayu sang
ayah. Bocah itu mengangguk, lalu meneruskan puasanya sampai siang.
Namun setelah makan siang, Fathi bilang pada sang Ayah, ingin meneruskan
puasanya hingga sore hari. "Biar puasa Fathi pul satu hari," ujarnya. Sang
Ayah mengiyakan. Dan begitulah perlakuan sementara si ayah kepada Fathi.
Orangtua Fathi berusaha mengikuti kemauan sang anak, selagi anak mengerjakan
puasa dengan semangat dan merasa senang.
Kesimpulan dari tulisan ini soal melatih anak berpuasa, adalah:
Pertama, latihlah anak sedini mungkin dalam melaksanakan shiyam. Karena
ibadah bagi anak-anak harus dengan pembiasaan sekaligus tentunya dengan
keteladanan orangtua sejak mereka kecil.
Kedua, carilah kiat-kiat yang cocok untuk memotivasi anak berpuasa
dengan senang hati, tanpa mereka merasa tertekan. Karena itu jangan melatih
anak berpuasa dengan cara paksa. Atau juga dengan memperlakukan mereka sama
dengan anak-anak lain seusianya yang lebih mampu.
Ketiga, jangan sekali-kali melanggar apa-apa yang telah kita janjikan
kepada anak, sebagai imbalan atas kemampuan puasa yang mereka lakukan.
Adakalanya pujian verbal, diperlukan untuk memotivasi semangat anak berpuasa.
Wallahu a'lamu bishshowab.
Penulis: Sulthoni.
Sumber: http://www.eramuslim.com
http://asia.groups.yahoo.com/group/bintangpelajar/
“Tiada hari tanpa belajar, tiada prestasi tanpa dikejar”
---------------------------------
All new Yahoo! Mail "The new Interface is stunning in its simplicity and ease
of use." - PC Magazine
[Non-text portions of this message have been removed]
*****
HELP ME !
1. Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan Karyawan Anda menurun ?
Inhouse training & Workshop Motivasi dipandu langsung oleh penemu Metode SERVO,
merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta
Bisnis, Edisi 41 / III / Agustus 2005.
2. Kemana mencari SDM yang Kompeten dan Antusias ?
3. Kemana mencari Narasumber / Pembicara tentang Motivasi, Manajemen Diri dan
Prestasi, ServoPower, ServoTherapy, HypnoTherapy ?
4. Siapa yang dapat menjadi Pelatih Pribadi (Personal Coach) serta memprogram
Prestasi Karir / Profesi ?
5.Kemana menghilangkan Hambatan Sukses seperti Insomnia ? Trauma ? Phobia ?
Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ? Depresi ?
Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Gemuk / Kurus ? dll. ?
Testimonies pernah dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal.
52. Klik aja >>>http://servocenter.wordpress.com/servo-testimonies/<<<
6. Anda ingin konsultasi masalah Pribadi ? Klik aja
>>>http://servocenter.wordpress.com/140/<<<
*****
SERVO CENTER
Pusat Pemrograman Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257
Talkshow Interaktif tentang Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi :
1. Radio MSTRI 104,2 FM, Setiap Kamis Sore, Jam 16.00 - 17.00
2. Radio PESONA 103,8 FM, Setiap Rabu Malam, Jam 19.00 - 20.00
Setiap Minggu Pertama, Awal Bulan
>>>http://servocenter.wordpress.com/<<<
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/